
Disebuah rumah sakit,Leni dan Samuel baru saja sampai.
Leni terlihat kebingungan dengan apa yg mereka alami.
" Kita mau ngapain kesini ?" tanya Leni menoleh.
" Ikut saja " Jawab Samuel.
Leni diam dan melihat lelaki itu mengeluarkan beberapa Map.
" Ayo turun " Ajak Samuel tegas.
Leni mengangguk dan membuka pintu mobil.
Samuel berjalan duluan dengan langkah tegapnya.
Leni mengekori dengan bingung.
" Dia kenapa kerumah sakit ?" gumam Leni mencoba berpikir.
Keduanya terus melangkah hingga seorang perawat menyambut Samuel dan berbicara sesuatu.
Leni masih diam dengan telinga yg berusaha menguping.
" Sebelah sana Pak " ucap perawat mempersilahkan.
Samuel mengangguk dan berjalan lagi kearah belokan.
Leni mengekori dengan kepala celingak celinguk.
Mereka tiba disebuah ruangan,Samuel berbalik badan menatap istrinya yg masih berjalan lambat.
" Cepatlah " Kata Samuel tegas.
" kita ngapain kesini ?" tanya Leni bingung.
" Kau akan tau saat kita masuk kedalam " Jawab Samuel.
Leni mengernyit,pintu terbuka pria itu pun masuk kedalam duluan dan disusul Leni.
Terlihat seorang pria berpakaian serba putih duduk dikursi kebesaran.
" kau sudah datang " Ucap Lelaki itu menyambut.
Samuel mengangguk kecil dan berdiri menjulang.
" Apa ini dia ?" tanya lelaki berkaca mata bening itu melihat Leni.
" Ya " Jawab Samuel pelan.
" Aku kenapa ?" Batin Leni bingung
" Duduk Mba " Tawar dokter muda itu sopan.
Leni mengangguk dan duduk dikursi depan.
" Periksa dia dulu " kata Samuel tenang.
" Baiklah " Jawab si Dokter muda.
Leni melototkan matanya mendengar titah Samuel yg menjurus kepada dirinya.
" Ayo berbaring disana Mba " Ajak dokter mempersilahkan.
" Saya mau diapakan ?" tanya Leni kaget.
" Menurut saja " jawab Samuel tenang.
" Aku tidak mau " Tolak Leni tegas.
" Kunci pintunya " Titah Samuel kepada perawat yg mengantar mereka.
" Apa ? Jangan lakukan !" pekik Leni terbelalak.
Ceklek...
Pintu terkunci rapat.
" Astagaaa apa yg ingin kalian lakukan ?" Pekik Leni takut.
" Berbaring saja Mba,saya tidak akan mencelakai anda " kata Dokter hangat.
" aku tidak percaya kepada mu,pasti kamu suruhannya Samuel kan !" Tuduh Leni tajam.
Dokter melirik Samuel dan mendapat tatapan datar dari lelaki tersebut..
" Iya " Jawab Dokter mengakui.
" Hah astagaaa apaa2n ini " Kata Leni berontak.
" Diam lah,dia tidak akan membunuh mu dihadapan banyak orang " Kata Samuel mulai jengah.
" Dia akan membunuh ku atas perintah mu " Kata Leni kesal.
" Cctv ada diatas kepala mu " Kata Samuel gemas.
Leni mendongak dan tersentak melihat kamera bulat aktif bercahaya kecil.
__ADS_1
" Huhh apa aku harus percaya ?" gumam Leni ngeri sedap.
Dengan kelengahan wanita itu,Dokter langsung menurunkan ranjang membuat Leni kaget.
" Berbaringlah yg benar,saya akan mengecek rahim mu " Ucap Dokter tenang.
" Hah rahim ?" tanya Leni terbelalak.
" Ya,Pak Sam menyuruh ku mengecek keadaan mu karna dia akan menaruh benih disana " Jawab Dokter menahan senyum.
" Whattt ?" pekik Leni kembali melotot.
Samuel melirik Dokter absurd itu dengan mata melotot.
Dokter terkekeh geli,ia cukup bisa menebak hubungan Leni dan teman lamanya itu tidak sedang baik2 saja.
" Kau kau ingin punya anak ?" tanya Leni melihat Samuel.
Hening...
Samuel tak menjawab.
Pria itu membuang muka kearah lain.
Blushhhhh......
Wajah Leni memerah seketika,sungguh ia merasa malu dengan apa yg ia dengar barusan.
" Bagaimana apa kau bersedia ?" tanya dokter muda tadi menggoda.
" Aku tidak mau " kata Leni bersedekap dada.
" Apa !" pekik Samuel melotot.
" Kau lupa dengan status kita !" kata Leni tajam.
Samuel menarik nafas berusaha tenang.
" Ahh sudah2,ayo cepat periksa sebentar lagi pasien yg lain datang " Kata Dokter mulai jengah.
Leni terpaksa berbaring dengan wajah mengkrucut.
Perawat mendekat dan menyiapkan beberapa alat.
" Buka sedikit bajunya " Ucap Dokter pelan kepada perawat.
" Ehhh " Pekik Leni menahan tangan perawat tersebut.
" Kenapa harus dibuka ?" Tanya Leni melotot.
" Ya karna saya harus mengoles gel ini Nona " Ucap perawat sopan.
" Hanya sedikit biar bisa memeriksanya dengan baik " Kata Dokter menerangkan.
Leni melihat Samuel,keduanya saling melihat membuat dokter dan perawat terdiam sejenak.
Tak lama Leni pun mengangkat bajunya setelah membaca isi kepala Samuel yg terpampang dimanik hitam lelaki tersebut.
Rasa dingin mulai Leni rasakan,layar pun terpampang dengan jelas didepan mereka.
" Belum ada isinya " kata Leni malas.
" Ya makanya harus diperiksa " Ucap Dokter.
Leni mengangguk dan mencoba tenang.
Dokter terus memeriksa hingga ia mangut2 setelah membaca layar ajaib tersebut.
" Bagaimana ?" tanya Samuel.
" Aman,untuk sekarang masih baik2 saja " Jawab Dokter.
" Aku tidak hamil " Kata Leni bangun dibantu perawat.
" Iya tapi nanti akan terisi " Jawab Dokter terkekeh.
" Apa aku bisa melepaskannya ?" tanya Samuel pelan.
" Ya kau bisa melepaskannya siang ini,aku akan membantu mu " Jawab Dokter berbahasa ala mereka.
" Apa ada masalah " tanya Leni kepo.
" Tapi kau mungkin sedikit terluka dan belum bisa langsung " Kata Dokter serius.
" Tak apa " Jawab Samuel mantap.
" Baiklah,kalian keluar dulu setelah pasien selanjutnya keluar,kita akan melakukannya " Kata Dokter tegas.
Samuel mengangguk kecil.
Leni semakin bingung apa yg dibicarakan kedua lelaki itu.
Leni tak mengerti Samuel menyimpan rahasia apa..
Pasangan tersebut pun keluar.
Didepan sudah ngantri satu pasangan biasa yg tersenyum manis menunggu masuk.
__ADS_1
" Loh " Ucap seorang pria kaget.
" Kalian disini ?" Tanya istrinya terkejut.
" Kenapa kalian disini ?" tanya Samuel mengernyit.
" Winda " Ucap Leni melotot.
" Kalian periksa juga Len ?" tanya Winda tersenyum.
" Hah em ya " Jawab Leni melirik Samuel.
" Ada apa ? ada yg sakit ?" tanya Samuel mengalihkan.
" Ya,em maksud ku mungkin,beberapa hari ini Winda sering mual2 jadi ya kita coba periksa " Jawab Restu menggaruk kepala.
" Kamu hamil lagi ?" tanya Leni melotot.
" Hehe belum tau Len,makanya ini mau periksa " Jawab Winda ikut menggaruk kepala.
Deg...
Leni tersentak,maniknya sontak melihat kearah Samuel yg diam seribu bahasa.
" Em ya udah,kita periksa duu ya dah ditungguin sama Dokter " Kata Restu pamit.
" Iya " Jawab Leni mengangguk.
Pasangan itu masuk dengan semangat,Samuel dan Leni melihat dengan nanar hingga pintu tertutup rapat.
" Apa Winda beneran hamil lagi ?"Gumam Leni takjub.
Samuel diam tak menyahut,lelaki itu duduk dikursi tunggu dengan wajah menunduk.
" Apa dia kecewa ?? ah pasti dia kecewa gebetannya hamil anak orang lain " Gumam Leni antara sedih dan lucu.
Wanita itu mendekat dan duduk disamping Samuel.
" Aku rasa kau harus melepaskan semuanya,tak ada lagi harapan kalau Winda beneran hamil lagi " Kata Leni menepuk bahu lelaki itu.
" Aku tidak berharap dia kembali " Jawab Samuel menoleh.
" Aku rasa punya anak dengan mu juga menyenangkan,jika aku tak berjodoh dengannya mungkin anak cucu kita nanti yg akan berjodoh " Lanjut Samuel terkekeh.
" Apa !" Pekik Leni melotot.
" Kau mau memulai lagi dengan ku ?" Tanya Samuel memegang tangan Leni.
Manik wanita itu melotot tak percaya dengan ucapan Samuel.
" Sam kau gila " kata Leni menarik tangannya.
" Massss aku hamillll " Pekik seseorang terdengar girang dari dalam ruangan.
Leni menoleh kaget mendengar pekikan keras tersebut yg ternyata pintunya tak tertutup rapat.
Perlahan sebuah tangan memegang pipi Leni melihat kearahnya.
" Jangan merasa iri,kita akan segera memilikinya jika kau mengangguk setuju dengan ucapan ku tadi " Kata Samuel tersenyum.
" Sam " Ucap Leni menelan ludah kasar.
" Jawab aku Len,maukah kau menemani aku melupakan semua masa lalu dan menciptakan masa depan bersama ?" Tanya Samuel serius.
Deg deg deg deg.....
Jantung Leni makin berdebar kencang.
Manik lelaki itu menatapnya begitu beda dari biasanya.
Wajah melas dan tulus terlihat berpadu disana,bahkan suara lembut nan langka itu seolah mengayun ditelinga wanita malang tersebut.
" Ya Sam,aku mau " jawab Leni mantap.
Grebbbbb....
Samuel langsung memeluk wanita dengan masa lalu buruk tersebut dengan erat.
Leni yg merasa bahagia dan haru membalas pelukan suaminya tak kalah erat.
Keduanya pun memulai hidup dengan baik meski harus mengulang semuanya dari Nol.
The End......
❤❤❤❤❤
Hay guysss makasih sudah membaca cerita author dari awal hingga akhir,meski tak sesuai ekpetasi kalian tapi author berusaha menyajikan cerita yg bisa kita ambil kebaikannya dan membuang keburukan.
Tak ada yg tau hidup kedepan akan seperti apa,ikhlas merupakan bukti cinta yg luar biasa hingga Tuhan menunjukkan kuasanya dengan mempersatukan 2 anak manusia yg saling membutuhkan.
Jangan memandang rendah seseorang karna masa lalunya yg buruk,tapi lihatnya cara ia hidup dilingkungan sekitar.
Memang terkadang kita perlu egois untuk kebahagiaan sendiri,tapi sesuatu yg berlebihan itu kurang baik.
Tetap semangat menjalani hari2 ya,author minta maaf jika banyak salah kata dalam menguraikan cerita.
Nantikan kisah selanjutnya yaaa...
__ADS_1
Jika kalian berkenan,boleh riquest mau cerita tentang apa biar nanti tak buatkan hehe✌