
Hari H pernikahan semakin dekat,persiapan pun sudah sepenuhnya selesai maklum cucu seorang sultan,apa saja yang diinginkan pasti terkabul dalam waktu cepat.
" Undangan udah disebar ?" tanya Reno saat Histi mendatanginya di taman belakang rumah.
" Udah Kek,beres " Jawab Histi semangat.
" Udah siap jadi istri ?" tanya Reno tenang.
" Siap !" jawab Histi tegas.
" Kamu bakal jauh dari Kakek dan keluarga kita,kamu disana mungkin tak bisa hidup enak seperti yang kamu rasakan sekarang " Ucap Reno.
" Ya aku tau,Kak Serkan udah jelasin garis besarnya ke aku " Jawab Histi.
" Ya,pernikahan itu bukan hanya enaknya doang,kamu pasti dihadapkan dengan situasi yang bakal bikin kamu ingin menyerah "
" Apakah seseram itu ?" tanya Histi ngeri.
" Hm,menyatukan 2 isi kepala bukanlah hal yang gampang,apalagi Serkan lebih dewasa dari kamu,dia punya pikiran sendiri yang harus ditaati !" Jelas Reno.
" Kakek jangan menakuti aku dong " rengek Histi.
" Kakek bukan menakuti kamu,Kakek hanya menerangkan hal2 yang wajib kamu tau " Jawab Reno.
Histi diam,ia juga kadang sudah mikir jauh hidup berdua dengan Serkan yang banyak diam,tapi gadis itu mencoba meyakinkan hatinya untuk tetap pendirian.
" Sebagai istri kamu harus patuh kepada suami,apapun yang dia lakukan kamu harus menerimanya dengan lapang dada apalagi itu baik untuk kamu "
" Apa menurut Kakek dia pria yang baik untuk aku ?" Tanya Histi
"Hmm ya dia baik hanya saja kau harus hati2,dia seperti pisau tajam yang jika tergores akan begitu menyakitkan " Jawab Reno.
" Aku percaya Serkan bisa bikin aku bahagia Kek,aku sudah terlanjur jauh berjalan " Ucap Histi.
" Ya,kau melakukan banyak hal untuk pria itu " Balas Reno.
Histi mengangguk tersenyum,dirinya memang sudah banyak berkorban untuk Serkan,bahkan Histi berani menentang keinginan orang tuanya demi cintanya kepada Serkan.
Keduanya mengobrol panjang,Histi mendapat banyak petuah dari Reno.
Malam harinya,keluarga Romi diundang makan malam oleh Reno dirumah besar.
Semua keluarga berkumpul disana,Romi juga membawa serta 2 mertuanya untuk ikut mumpung Rena dan Tito tidur dirumah.
Saat masuk melewati pintu rumah konglemerat itu,semua orang dibuat takjub dengan dekorasi yang begitu indah.
Nisa mendekor sedikit rumahnya untuk menyambut calon besan mereka.
" Silahkan masuk Mba " Sambut Nisa kepada Rena.
" Iya Nisa " Jawab Rena tersenyum.
Suasana rumah sudah ramai,semua anak cucu Reno dan Nisa berkumpul disana,ada yang main game,larian,bahkan ngerumpi.
" Selamat datang Bi " Sapa Ana kepada Yuni.
" iya Na makasih " jawab Yuni ramah.
" Ayo sini Bi,kita pilih2 baju yang mau dipake pas acara " ajak Ana.
" Wahh,Bibi ngikut aja deh Na " Balas Yuni malu.
" Jangan dong,kan Bibi besannya disini,jadi harus milih sendiri modelnya kek mana " Celetuk Lulu.
" Gak tau fashion,aku ngikut aja " Sahut Yuni tersenyum.
__ADS_1
Lulu tersenyum mengangguk.
" Byannn " Teriak seorang bocah baru turun dari tangga.
Byanca yang ingin mendekati Salim meletot kaget.
" Duhh ada Jack " Gumam Byanca pelan.
Jack berjalan gagah mendekati Byanca dan Salim.
" Apa kabar ?" tanya Jack tersenyum.
" Baik,kamu ?" tanya Byanca.
" Ya seperti yang kamu lihat " Jawab Jack memasukkan sebelah tangannya ke kantong.
Aktam melewati ketiga bocah itu dan menggeleng pelan.
" Apaan dah tu bocah " Gumam Aktam geli.
Aktam berjalan cepat mendekati Azura yang sedang menguncir rambut Angel di ruang keluarga.
" Ayo kita kesana,Nenek banyak bikin kue malam ini " Ajak Jack ceria.
" Aku udah kenyang " Jawab Byanca.
" Kenyang kenapa ? acara makan2nya aja belum dimulai "Balas Jack heran.
Byanca menoleh ke Salim,cowok tampn itu juga mengernyit bingung.
" Ya udah ayo " Kata Byanca pasrah.
Ketiganya pun berjalan mendekati orang tua mereka.
Semua orang mengangguk.
Histi dan Serkan duduk berdampingan dengan senyum merekah.
Alexi dikelilingi beberapa wanita cantik.
" Mata abang kenapa ditutup ?" tanya Archi mendekati Alexi.
" Habis operasi " Jawab Alexi.
" Hah beneran ?" tanya Archi kaget.
" iya,Papa bilang Abang kecelakaan ya ?" tanya Arshad.
" Iya " Jawab Alexi tenang.
" semoga cepet sembuh ya Bang,pasti gak enak banget lihat kegelapan " Ujar Archi kasihan.
" Amin " Jawab Alexi tersenyum.
Ketiga pria itu mengobrol hangat,Alexi sedikit tenang karna keluarga itu tidak ada yang menghujat dirinya.
Acara makan malam pun dimulai,para Cucu Reno terlihat heboh karna mereka semua memang belum makan malam,Byanca pun ikut2an heboh membuat Yuni berapa kali harus menegur gadis itu.
Bara dan Serkan saling mengobrol,pertemuan kali ini cukup hikmat dan santai.
Bara ingin tau apa saja planing Serkan kedepan apalagi lelaki itu nanti akan membawa putrinya jauh dari keluarga.
" Papa serahkan Histi sama kamu,tolong jaga dia " Ucap Bara menepuk pundak Serkan.
" Iya Pa,aku akan berusaha " Jawab Serkan malu2 memanggil Bara Papa.
__ADS_1
Kedua lelaki itu tersenyum hangat,ditempat lain seorang gadis terlihat banyak diam melihat foto pertemuan keluarga mantan suaminya dan keluarga Histi bertemu.
Salsa mendapat pesan dari Helen yang menunjukkan kehangatan 2 keluarga saling bertemu.
Disana tampak Alexi dikelilingi Angel dan Azura yang tidak Salsa ketahui.
" Huh kenapa aku jadi panas gini sih " Gumam Salsa heran.
" Kamu kenapa Sa ? panas ?" Tanya Jackson menoleh kearah gadis itu.
" Hah em gak " jawab Salsa kaget.
" Kenapa kamu diam aja,makanannya gak enak ?" Tanya Jackson.
Saat ini mereka berdua sedang berada di restorang BBQ terkenal.
Jackson merayakan ulang tahun Salsa yang jatuh tepat hari ini.
" Enak kok,aku cuma kenyang aja " Jawab Salsa.
" Kamu lagi mikirin siapa ?" tanya Jackson.
" gak mikirin siapa2 " Jawab Salsa memasukan hapenya kedalam tas.
" Beneran ?" tanya Jackson tak percaya.
" Iya " Jawab Salsa tersenyum canggung.
Jackson mengangguk paham dan kembali makan.
Salsa menghela nafas,gadis itu merasa bingung dengan perasaannya sendiri.
Jackson hanya diam memperhatikan gerak gerik Salsa yang mencurigakan.
Selesai makan,Jackson kembali menganjak Salsa jalan.
Cuaca hari ini sedikit mendung seperti hati Salsa.
" Kita mau kemana ?" tanya Salsa menoleh ke arah Jackson yang sedang memasangkan sabuk pengaman.
" Jalan2 sore dulu yuk,ada bazar murah gak jauh dari sini " Ajak Jackson.
" Hm " Jawab Salsa tersenyum.
Jackson ikut tersenyum,mobil mereka pun melaju kejalan raya.
Meski Jackson lebih muda dari Salsa tapi pembawaan lelaki itu sangatlah dewasa dan gentle.
Salsa merasa nyaman dengan Jackson hanya saja kadang wajah Alexi selalu hadir disaat tak terduga dan itu membuat mood Salsa hancur.
Setibanya ditempat tujuan terlihat suasana sangat ramai.
Jackson mengambil tangan Salsa dan menggandengnya.
" Ehh " Kata Salsa kaget.
Jackson tersenyum,Salsa ingin menarik tangannya tapi pria itu menahan dan malah memperdekat diri.
" Ayo kesana " Ajak Jackson menunjuk satu tempat yang banyak lampu2 kuning.
" Duhh perasaan aku kok gak enak ya ?"Batin Salsa ngeri2 sedap.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1