Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
313


__ADS_3

Disebuah kamar seorang gadis tertidur dengan pulas meringkuk dikasur yang terasa dingin karna cuaca yang tak bersahabat.


Dengan kondisi gelap dan tangan yang menancap jarum impus membuat gadis itu harus membatasi ruang geraknya.


Suara bel terdengar begitu nyaring dari luar membangunkan gadis tersebut yang sedang dibuai oleh mimpi.


" Siapa malam2 gini ?" Gumam Salsa terbangun dan mencoba bangun.


Beberapa hari yang lalu Salsa sempat dibawa kerumah sakit oleh teman kuliahnya tapi Salsa minta pulang dan rawat jalan saja karna mengingat biaya yang akan membengkak ditambah Salsa takut ketahuan orang tua Alexi.


Salsa hanya memberitahu Helen bahwa dirinya sedang sakit dan meminta gadis dewasa itu untuk tutup mulut saja.


Helen yang kasihan tak bisa membiarkan Salsa menutupi semuanya,berhubung gadis itu belum bisa pulang jadilah Helen memberitahu Yuni agar wali Salsa itu dapat bertindak dan mengkasihani gadis malang tsb.


" Ting nong...


Suara bel terus berbunyi dengan nyaring,Salsa tak bisa lagi tidur mendengar suara yang sangat berisik.


Gadis itu pun mencoba bangun dan menyeret tiang impusnya keluar kamar.


Salsa juga terpaksa harus mendapat cairan tambahan karna tubuhnya sangat lemah.


" Ya ampun ini jam 2 pagi " gumam Salsa terbelalak saat melihat jam didinding.


Ting nongg....


Bel terus berbunyi,Salsa mulai takut dengan bunyi bel yang seolah memaksa dirinya harus membuka pintu.


" Ya Tuhan itu siapa ?" gumam Salsa panik.


Gadis itu berbalik badan pergi ke kamar mencari hapenya.


Dengan tangan gemetar,Salsa langsung menelfon Helen meminta bantuan gadis itu.


" Ayo Kak angkat " Gumam Salsa berubah pucat.


Tuttt ttuttt...


Panggilan tersambung tapi tidak angkat oleh pemiliknya.


" Ya Ampunn pasti Kak Helend udah tidur " Gumam Salsa takut.


Gadis itu mematikan panggilan dan menelfon Jacob.


Hanya 2 orang itu harapannya karna Salsa tak tau harus kemana minta tolong,jika ia menghubungi Jackson lelaki itu pasti sudah tidur lelap aplagi tadi Jackson nelfn dan bilang sangat kelelahan baru pulang keluar kota.


" Kak Jacob angkat dong Kak " Gumam Salsa menggigit bibirnya.


Beberapa kali menelfon,akhirnya Jacob menerima panggilan.


" Halo Sa ?" Sapa Jacob hangat.


" Kakak,tolong aku Kak " Ucap Salsa panik.


" Sa,kamu kenapa ?" tanya Jacob langsung serius.


" Ada orang depan pintu bunyiin bel " jawab Salsa gemeteran.


" Hah siapa ?" tanya Jacob terdengar kaget.


" Gak tau Kak,aku gak berani ngintip " Jawab Salsa.


" Kamu udah kunci pintu ?" tanya Jacob.


" Udah Kak,dia bunyiin bel terus " Jawab Salsa ketakutan.


" Oke,kamu tenang dulu,ambil sesuatu untuk pertahanan " kata Jacob mengarahkan.


" Sesuatu apa ?" tanya Salsa bingung.


" Tongkat basebol Helen dikamarnya " Jawab Jacob.


" Hah " Pekik Salsa kaget.


" Ambil itu,jika terjadi sesuatu kamu lawan " Titah Jacob.

__ADS_1


" I iya " Jawab Salsa paham dan sedikit berlari.


" Aduhhhh " Ringis Salsa saat menarik tangannya yang terpasang jarum.


" Sa kamu kenapa ?" tanya Jacob panik.


" Impusnya lepas Kak " Jawab Salsa meringis kesakitan.


" Astaga " Kata Jacob panik.


" Aku ambil tongkat dulu " Kata Salsa mencabut dengan hati2 jarum yang masih menempel.


" Akhh " pekik gadis itu kesakitan dab seketika tangannya berdarah.


" Hati2 Sa " Kata Jacob khwatir.


Salsa berlari cepat kearah kamar Helen dan mengambil senjata.


Untuk sesaat gadis itu melupakan rasa sakitnya.


" Udah kak " Kata Salsa berbicara lagi.


" Oke,sekarang kamu telfon polisi dan minta bantuan secepatnya " Ajar Jacob.


" Aku takut " Kata Salsa ingin menangis.


" gak usah takut,telfon pake nomor rumah dan jangan matikan panggilan Kakak " Kata Jacob tenang.


" Baiklah " Jawab Salsa mengerti.


Gadis itu pun mendekati telefon rumah sambil mengintip sedikit dari tabir yang memperlihatkan luar rumah.


" Mana orang nya ?" Gumam Salsa melihat kiri kanan.


Gadis itu melepas hape nya dimeja telfon dan terus mengintip keluar.


" Gak ada,apa dia udah pergi ?" Gumam Salsa deg degan.


Saat asik2nya mengintip tiba2 sebuah wajah muncul didepan kaca jendela.


Salsa yang tak siap pun langsung meloncat kaget dan jatuh terduduk.


Salsa langsung mundur mendengar teriakan samar2.


" Sa,sa haloo " Sapa Jacob terdengar panik.


" Woi Saaa ini aku Alexiii,buka pintunyaaaaa " Teriak pria itu terdengar kesal.


" Hah Alexi ?" Gumam Salsa terbelalak.


Gadis itu langsung bangun dan berjalan mengendap kedepan.


Dor dor dorr...


Kaca jendela di gubrak dengan kencang membuat Salsa makin takut2 berani.


Gadis itu membuka tirai putih dan terbelalak melihat wajah yang ia kenal terlihat menggigil dengan wajah pucat.


" Buka pintu woiiii " Teriak Alexi kesal.


" Ya ampun Alexi " Pekik Salsa kelabakan dan langsung membuka kunci pintu.


Brakk...


Alexi langsung tersungkur saat pintu terbuka lebar.


" Alexi " Pekik Salsa menutup mulutnya tak percaya.


Alexi masih tersungkur dilantai tanpa bergerak.


" Halo Saaaa " Sapa Jacob sedikit keras.


Salsa tersadar dan langsung berlari mendekati hapenya.


" Halo Kak " Sapa Salsa dengan manik tak lepas dari Alexi yang masih tengkurap.

__ADS_1


" Kamu gak papa,Kakak udah telfon polisi disana untuk cek keadaan kamu " kata Jacob serius.


" Apa !" Pekik Salsa melotot.


" Kenapa ? ada apa ?" tanya Jacob.


" Kak,yang gedor pintu ternyata Alexi " Jawab Salsa menelan ludah kasar.


" Alexi ? siapa dia ?" tanya Jacob.


" Mantan suami aku " Jawab Salsa menunduk.


" Apa !" Pekik Jacob kaget.


" Sa " Panggil Alexi dengan wajah pucatnya.


" Ya ampun,Kak udah dulu ya aku harus tolongin Alexi " Kata Salsa panik.


" I ya ya udah,kamu hati2 ya kalo ada apa2 cepat beritahu Kakak " Balas Jacob ikut panik.


Tut.


Panggilan terputus,Salsa menaruh asal hapenya dan terduduk menolong Alexi yang sudah pucat dan gemeteran.


" Lex " panggil Salsa menepuk wajah Alexi.


" huh huh huh dingin " Ucap Alexi menggigil.


" Ya Tuhan " kata Salsa benar2 panik.


Gadis itu menarik tubuh Alexi masuk lebih dalam dan menutup pintu rumahnya.


" Huh dingin huh " kata Alexi terus menggigil memeluk dirinya.


Salsa bingung harus melakukan apa,melihat Alexi pucat membuat gadis itu tak bisa berpikir jernih.


" Sal sa " Panggil Alexi gemetar.


" Iya Lex,bentar " Kata Salsa mendekati lelaki itu dan membuka jaket hitam Alexi yang tak terlalu tebal.


" Ya ampun,badan kamu dingin Lex " kata Salsa meraba tubuh Alexi.


Alexi langsung menangkap Salsa dan memeluk gadis itu mencari kehangatan.


" Ayo kekamar " Ajak Salsa bingung harus bagaimana.


Alexi tak menjawab,dengan sekuat tenaga gadis itu mengangkat tubuh perfectionis Alexi dan memapah lelaki itu memasuki kamarnya.


Alexi dibaringkan diranjang,Salsa langsung sigap membuka sepatu basah Alexi serta kaos kaki.


" Ka m u ma amu nga apain ?" tanya Alexi melihat Salsa menatap bagian tubuh bawahnya.


" Kamu pake kolor gak ?" tanya Salsa ragu.


" Hah " Pekik Alexi kaget dan melengkungkan kakinya.


" Celana kamu basah Lex,kamu harus ganti baju biar gak sakit " kata Salsa dengan wajah merah meronanya.


Glek....


Alexi menelan ludah kasar,tubuhnya benar2 sudah dingin diguyur hujan dan angin yang menembus hingga ke tulang belulang.


Perlahan lelaki itu melemaskan kakinya,Salsa yang melihat kode pria itu pun langsung bergerak membuka celana panjang hitam Alexi dan melempar asal ke pojokan.


Kini lelaki itu hanya mengenakan kolor sepaha bertulis Men ditengahnya.


Alexi terlihat sangat malu begitu pun Salsa yang langsung membuang muka tak sengaja melihat benda tumpul itu menukik.


" Hm ak aku bikin teh hangat dulu " Kata Salsa langsung berlari keluar.


Alexi yang mulai sadar memejamkan matanya dan menarik selimut tebal Salsa.


" Haisstt ketahuan kan !" Gerutu Alexi menjal2.


Baru pertama bertemu Alexi sudah membuat harga dirinya runtuh seketika.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2