Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
580


__ADS_3

Oekkk oekkkk oekkkkkk.....


Teriakan menggema diruangan nan sunyi,para bodyguard dibuat terbangun dengan suara tangisan bayi.


" Astaga apa yg harus kita lakukan ?" tanya Bodyguard Samuel panik.


" Ayo kita lihat " Jawab Temannya.


Kedua lelaki itu pun bergegas masuk dan benar saja suara berasal dari salah satu keranjang bayi paling tengah.


" Astaga wajahnya sudah merah " ucap kedua pria itu kaget.


" Dia pasti lapar " Balas pria lain.


" Mana suster yg berjaga ?"


" Tadi dia izin keluar sebentar "


Kedua lelaki itu terlihat panik,tapi mereka tak bisa membuka tabung sensitif tersebut karna takut.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,masuklah 2 orang pria dengan wajah paniknya.


" Apa yg terjadi ?" tanya Samuel lantang.


Kedua bodyguard itu berbalik badan dan terbelalak melihat bos mereka ada disana.


Samuel mendekat dan terkejut melihat bayi Winda yg sudah pucat.


Tanpa tunggu lama Samuel langsung membuka tabung dan menggendong bayi malang tersebut.


" Dia kencing " Gumam Samuel merasa basah.


" Mana penjaganya ?" Tanya Samuel melihat anak buah.


" Dia izin keluar tadi Pak,tapi belum juga kembali "


" iya Pak,kami tidak berani menyentuhnya tanpa perintah " Sahut anak buah Samuel deg degan.


Samuel berdecak kesal dan mencoba menenangkan bayi itu.


" Apa dia anak Kak Winda ?" Tanya Doni yg dari tadi diam.


" Ya ini anak Kakak mu " Jawab Samuel jujur.


Doni menutup mulutnya kaget dan mendekati Samuel.


" Dia menangis Kak,apa yg harus kita lakukan ?" tanya Doni seketika panik.


" Panggilkan Dokter sekarang !" Titah Samuel kepada anak buahnya.


Kedua lelaki itu mengangguk dan berlari keluar.


" Aishhh,pelayanan dirumah sakit ini sangat buruk !" gerutu Samuel kesal.


Doni hanya diam,wajah Samuel tak bisa dibohongi lelaki itu terlihat sama paniknya.


Tak lama Dokter pun sampai,Samuel menyerahkan bayi itu kepada Dokter.


" Maaf Pak atas kelalain kami,Suster yg jaga belum sampai " Ucap Dokter merasa bersalah.


" Diamkan anak ini cepat " Titah Samuel ketus.

__ADS_1


Dokter mengangguk dan mengambil alih bayi tersebut.


" Carikan susu untuknya " Titah Samuel kepada anak buah.


" Baik Pak " Jawab Bodyguard mengerti.


Kedua lelaki itu pun langsung melesat keluar mencari asi.


" Kak bagaimana ini ?" tanya Doni tak tenang.


" Dia akan baik2 saja " Jawab Samuel tenang.


Doni mengangguk dan berjalan keluar.


Tak lama suara bayi Winda perlahan menghilang,ntah apa yg dilakukan dokter mereka pun tak tau.


" Apa dia sudah bisa dibawa pulang ?" Tanya Samuel tenang.


" Sebenarnya sudah Pak,tapi ibunya masih tak sadar " Jawab Dokter.


" Lalu apa yg harus kami lakukan ?" tanya Samuel lagi.


" Jika dirumah anak ini bisa mendapatkan asi,tidak apa bawa pulang saja,susu formula kurang baik untuk umurnya yg masih rentan " Kata Dokter menjelaskan.


Samuel mangut2 mengerti dan memilih keluar.


Diluar ruangan,terlihat Doni duduk diam seraya menggendong keponakannya.


Lelaki remaja itu tak sendirian,disana juga ada seorang gadis yg menemaninya.


" Kak " Sapa Doni melihat Samuel mendekat.


" Dia masih menangis ?" tanya Samuel pelan.


Samuel melihat gadis remaja itu dengan wajah menyelisik.


" Hm ini anaknya Ayah Romi " Ucap Doni memberitahu.


" Oh anaknya Paman ?" Tanya Samuel kaget.


Byanca mengangguk kecil dengan senyum canggungnya.


" Apa dia sudah kenyang ?" Tanya Samuel ikut duduk dibangku.


" Sudah,Abang penjaga itu sangat cepat mendapatkan susu " Jawab Doni terharu.


Samuel mengangguk dan melirik anak buahnya yg berdiri diambang pintu ruangan.


" Baiklah,ayo kita temui keluarga kalian " Kata Samuel berdiri.


" Kakak yg gendong,aku takut dia menangis lagi " Kata Doni cengengesan.


Samuel tersenyum geli dan menerima bayi Winda.


Mereka pun berjalan kearah lain,sosok Samuel begitu memikat bahkan Byanca pun dibuat kagum oleh penampilan dan tata bicara Samuel yg berkelas.


" Dia beneran mantan ipar kamu ?" tanya Byanca pelan kepada Doni.


" Iya,kamu tidak ingat ?" Tanya Doni mengernyit.


" Hm aku rasa dia bertambah tampan " Jawab Byanca terkekeh.


" Ya aku pertama melihatnya juga dibuat takjub,Kak Sam sangat berbeda sekarang " Balas Doni.

__ADS_1


Kedua remaja itu saling berbicara disepanjang koridor rumah sakit hingga mereka tiba diruangan yg dituju.


Disana sudah ada Romi dan Yuni,bahkan Alexi dan keluarga kecilnya pun berkumpul.


" Ada Samuel ?" Ucap Yuni terkejut.


" Iya,dia yg menjaga bayi Winda dari malam tadi " Jawab Sindi jujur.


" Aku dengar dia juga yg menemani Winda lahiran " Kata Yuni hati2.


Sindi mengangguk kecil.


Yuni tak melanjutkan lagi,kedua wanita itu memilih diam menunggu Samuel menyamperi mereka.


" Ini bayinya,Dokter sudah mengizinkan untuk pulang " Ucap Samuel tenang.


" Bagaimana bisa pulang kalau ibunya masih disini " Sahut Sindi.


" Ya,aku sudah membicarakan itu kepada Dokter,tapi membiarkan bayi ini terus berada dirumah sakit bukan pilihan yg baik juga karna dia sangat rentan terkena penyakit " Balas Samuel.


" Ya itu benar Sam " Sahut Malvin setuju.


" Lalu apa yg harus kalian lakukan ? jika dia pulang siapa yg mengurusnya ?" tanya Yuni.


Semua orang diam,Sindi dan Malvin menghela nafas panjang.


Jika bayinya dibawa kerumah Winda itu bukanlah hal yg bagus lantaran ibunya Restu berada disana dan sedang sakit.


Jika dibawa kerumah Risa,Sindi tak yakin karna mertuanya orang yg sibuk,bahkan saking sibuknya hari ini pasangan lansia itu tak mengunjungi rumah sakit.


" Bawa kerumah kami saja " Sahut Romi tiba2.


Semua orang menoleh kearah lelaki itu dengan wajah terkejut.


" Yuni dan Salsa akan merawatnya " Lanjut Romi tegas.


" Iya,aku mau merawatnya " Sahut Yuni semangat


Salsa diam melirik Alexi yg juga belum bersuara.


" Kita tidak punya pilihan bukan,semuanya sibuk dan anak ini tidak bisa melakukannya seorang diri " Kata Romi tegas.


" Iya itu benar Bang,kami juga rasanya gak bisa ninggalin rumah sakit dalam keadaan seperti ini " kata Malvin lesu.


" Ya karna itu,dia akan tetap berada dirumah sampai semuanya selesai,Nur butuh perhatian kalian bukan " kata Romi menegaskan.


" Iya,Nur belum bisa berjalan karna dia...." Ucap Sindi tak sanggup melanjutkan.


" Baiklah,keputusan sudah bulat bayi Winda akan kami bawa pulang " Ucap Romi lantang.


Sindi dan Malvin mengangguk pasrah,tak ada yg bisa mereka lakukan.


Sebenarnya bisa saja menyerahkan bayi itu kepada ibu dan adik Restu,tapi apa boleh buat rasa syok yg dialami keduanya membuat Sindi tak yakin bahwa mereka mampu mengurus anak Winda apalagi bayi itu akan sering menangis karna butuh kehangatan ibunya.


" Makasih Yun,aku gak tau lagi bagaimana caranya berterima kasih sama keluarga kamu " Ucap Sindi menunduk dalam.


" Sama2 Sin,kamu gak perlu berterima kasih,kita kan udah janji bakal laluin semua problema hidup bersama " Balas Yuni merangkul bahu sahabatnya.


Kedua bersahabat itu berpelukan erat,para penonton yg melihat mereka merasa sangat terharu dengan eratnya persahabatan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2