Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
354


__ADS_3

Winda menoleh kebelakang dan mendapati seorang pria berdiri dibelakang mereka.


" Papa " Ucap Samuel pelan.


Winda menunduk sopan memberi penghormatan kepada pria berpakaian santai itu.


" Jangan pacaran tengah jalan nanti ketabrak " ucap Rafael.


" Ehh siapa yang pacaran ?" tanya Samuel kaget.


" Terus tadi kalian ngapain peluk2an depan jalan,untung gak ditabrak pak Karmin " Jawab Rafael bersedekap dada.


" Gak Om tadi kita cum....


" Ayank " Pekik seseorang dari arah belakang.


Semua orang menoleh dan mendapati seorang wanita cantik berlari kearah mereka.


" Jangan lari2 " Tegur Rafael gemas.


" Aku kangen " Rengek Lutfia manja.


" Ya jangan lari dong ntar anak aku ngos2an " Kata Rafael mencubit pipi perempuan itu.


" Anak !!" pekik Samuel terbelalak.


" iya,bentar lagi kamu bakal punya adik " Jawab Rafael memainkan alisnya.


" Whattt !!!" pekik Samuel melotot sempurna.


Lutfia tersenyum,bukan hanya Samuel tapi Winda juga sangat terkejut.


" Papa,aku gak mau punya adik lagi !" kata Samuel kesal.


" Kenapa ?" tanya Rafael heran.


" Ya gak mau Pa,dirumah juga udah 2 susun panci lagi,masa iya sekarang nambah lagi !" Gerutu Samuel.


" Apa !" pekik Winda pelan.


" Hehe gak papa,biar kamu jadi abang yang bertanggung jawab " Kata Rafael menepuk bahu anaknya.


" Jadi dia bukan anak tunggal ?" gumam Winda pelan dan langsung mendapat sinisan dari Samuel.


Gadis itu menunduk takut melihat manik pria dingin tersebut.


" Yank itu siapa ?" tanya Rafael melihat seorang bocah lelaki terlihat heboh menatap robot yang pernah dibuat Kakek Samuel.


" Oh itu adiknya Winda Yank " Jawab Lutfia tersenyum.


" Winda punya adik ?" tanya Rafael.


" Iya Om,itu adik aku " Jawab Winda sopan.


" Hm okey,biarin aja dia main tuh robot " kata Rafael tersenyum..


" Ma ayo ikut aku " Ajak Rafael merangkul Lutfia.


" Kemana Pa ?" tanya Samuel.


" Kepo !" Jawab Lutfia dan Samuel bersamaan.


Samuel mengkrucut kesal dan berjalan kearah lain.


" Kamu tunggu disini dulu ya,bibi mau ikut Om " Ucap Lutfia lembut.


" Iya Bi " Jawab Winda lembut.


Pasangan itu pun saling merangkul berjalan kearah lain,terlihat keduanya begitu mesra dan saling menyayangi.


" Huh aku jadi kangen Papa lihat om Rafael lembut sama Bibi " Gumam Winda menghela nafas.


Gadis itu menatap nanar punggung orang tua Samuel,hatinya sakit mengingat kini ia sudah tak bersama cinta pertamanya lagi.


" Kenapa melamun ?" Ucap seseorang dari samping.


" Eh " Kata Winda kaget.


" Nih minum " Kata Samuel memberi air dibotol.

__ADS_1


" Gak usah " Tolak Winda.


" Bisa gak nurut aja !" Kata Samuel kesal.


Winda menunduk dan mengambil air tersebut.


Samuel memasang wajah datar dan duduk ditempat ia berbaring tadi.


" Kenapa kamu ikut Mama kesini ?" tanya Samuel menutup minumnya.


" Bibi yang ajak " Jawab Winda.


" Kenapa mau ?" tanya Samuel lagi.


Deg...


Winda terdiam dengan pertanyaan lelaki itu.


" Iya kenapa aku mau " Kata Winda bingung.


" Idiot " Cibir Samuel.


" Iya " Jawab Winda.


Samuel kembali minum dan menatap gadis itu menyelisik.


" Kau sangat kurus " Ucap Samuel.


" Ya aku memang kurus " Jawab Winda mengakui.


" Apa yang kau pikirkan ?" tanya pria itu lagi.


" Tidak ada " jawab Winda.


Samuel diam dan kembali minum.


Keduanya terlihat begitu canggung,manik Winda tak henti melihat adiknya yang girang saat robot berjalan.


Senyum gadis itu terbit dibibit tipisnya,Samuel yang memang sedang menatap Winda langsung terpana.


" Dia gadis yang manis " Batin Samuel berbisik.


Deg...


" Apa yang aku pikirkan,tidak mungkin aku menyukai gadis penyakitan ini arggghhh itu tidak akan terjadi " Batin Samuel bertolak belakang.


Pria itu menggelengkan kepalanya membuat Winda menoleh.


" Kamu kenapa ?" tanya Winda heran.


" Hah gak papa,em jika tak ada urusan pulanglah " Kata Samuel cepat.


" Hah kau mengusir ku ?" tanya Winda kaget.


" Hm,aku tidak bisa bekerja jika kau disini " Jawab Samuel tenang.


Winda terdiam dan melihat lagi adiknya yang tertawa bahagia.


Sejak pergi dari rumah,sangat sulit untuk Doni sekedar tersenyum,Winda benar2 menikmati moment bahagia adiknya saat ini.


" Hei kau dengar aku ?" tanya Samuel heran.


" Hah ya,em bisakah beri aku waktu 5 menit lagi,,adik ku sedang tertawa " Ucap Winda memelas.


Deg...


Samuel kaget dan melihat Doni yang memang sedang tertawa.


" Ada apa dengan mereka,bukankah bocah itu sering tertawa ?" Batin Samuel menerka.


" Aku mohon,sebentar saja habis itu aku akan membawa adik ku pulang " Ucap Winda memelas.


" Baiklah,tapi jangan dekat sini " Kata Samuel setuju.


" Oke,aku akan kesana " Kata Winda semangat.


Samuel mengangguk,Winda pun berjalan cepat kearah adiknya.


" Kakak lihat,robotnya bisa joget niruin aku Kak " Kata Doni heboh menarik tangan Winda.

__ADS_1


" Benarkah ?" tanya Winda pura2 tak tau.


" Iya Kak,lihat ya aku goyang dumang " Kata Doni berjoget didepan robot.


Setelah bocah itu selesai,si robot raksasa dengan malu2 mulai menggerakkan pinggulnya kekanan dan kekiri.


" Iya,hebat ya Dek " Kata Winda tertawa.


" Iya Kak,lagi ya " Kata Doni kembali mempraktekan gerakan.


Dari jauh,Samuel menatap kakak beradik itu dengan tatapan nanar.


Selama ini Samuel jarang bersosialisasi dengan kedua adiknya,apalagi 2 bocah itu sering dirumah sang Kakek.


" mereka terlihat akrab " Gumam Samuel menghela nafas.


Pria itu mengeluarkan hapenya dan tanpa disadari memvidio canda gurau Winda dan Doni.


Winda menoleh kearah pria itu dan terdiam apalagi Samuel terciduk seperti sedang memfoto mereka.


Samuel yang ketahuan seketika kelabakan sendiri dan menaruh hpenya asal.


Beberapa menit kemudian,Winda berpamitan kepada Samuel.


Lelaki itu terlihat cuek sekali tanpa mengucapkan apapun.


Winda yang tau kehadirannya tak dianggap memutuskan untuk pergi membawa adiknya meski harus melihat wajah kecewa Doni yang belum puas bermain.


" Apa yang aku lakukan ?" Gumam Samuel nanar melihat Winda kini benar2 pergi.


Pria itu diam seraya menegang tang ditangan.


Lama terdiam,tiba2 pria itu bangun dan langsung berlari keluar.


Wajah Samuel seketika panik saat tak melihat gadis itu lagi didepan ruko.


" Mereka kemana ?" guman Samuel melihat kiri kanan.


" Cari siapa Sam ?" tanya seorang pria yang juga berseragam oli.


" Lo liat cewek yang keluar tadi gak ?" tanya Samuel cepat.


" Cewek mana ? Naya ?" Tanya Pria tersebut.


" Hah,Naya ada kesini ?" tanya Samuel kaget.


" Hm,barusan pergi beliin alat mobil ayahnya " Jawab pria bernama Beno tersebut.


Samuel langsung diam dan melihat kiri kanan lagi hingga maniknya tak sengaja melihat 2 orang anak manusia akan menyebrangi trotoar.


" Winda " Gumam Samuel melotot.


" Hah siapa ?" tanya Beno mengernyit.


Samuel langsung berlari kencang kearah Winda dan adiknya.


Terlihat mobil dan motor lalu lalang dengan cepat,terlihat juga Winda begitu erat memegang tangan Doni yang belum tau menyebrang jalan.


" Kak ayo " Ucap Doni menggoyangkan tangan mereka.


" Nanti Dek banyak mobil " Ucap Winda meraba kepalanya.


" Kak ayo udah gak ada " Kata Doni kembali menarik Winda.


" Nanti Dek,Kakak..." Ucap Winda semakin merasa pusing.


Doni yang tak sabar lagi ingin menyebrang langsung berjalan kedepan menarik Winda ikut.


" Ttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn.....


Klakson mobil motor terlihat bersautan..


Brugh....


Suara jatuh pun terdengar membuat orang2 memikik heboh.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2