Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Tiga Belas "TSJC"


__ADS_3

Di kantor Riko terlihat sibuk diruangannya, dia sedang menandatangani berbagai macam berkas penting.


Sementara Romi dan Silfa sedang bersama dimeja kerja Silfa.


"Bukannya dia lagi sibuk ngurusin pernikahannya, tapi kenapa dia ke kantor?" tanya Romi bingung pada Silfa, Silfa hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu.


"Mending kamu tanya aja langsung ke pak Riko." ucap Silfa lalu Romipun masuk kedalam ruangan Riko.


"Bukannya lo lagi sibuk ngurusin pesta pernikahan lo yah? kenapa lo ke kantor?" tanya Romi penasaran saat dia sudah masuk kedalam ruangan Riko lalu duduk didepan Riko.


"Udah ada pihak WO yang ngurusin." ketus Riko tanpa menatap Romi.


"Ohh gitu yah,, berarti sekarang lo udah fokus di kantor?" tanya Romi lagi lalu Rikopun menatap Romi.


"Iya, dan gue ada pekerjaan lain buat lo." ucap Riko membuat Romi penasaran.


"Kerja apaan?" tanya Romi penasaran.


"Lo tulis semua nama mitra bisnis kita, diluar maupun didalam negeri, karena mereka akan gue undang ke pernikahan gue, sementara tugas Silfa dia mencatat semua nama karyawan yang ada di perusahan kita, semua karyawan tanpa terkecuali." pinta Riko.


"Yang bener aja Rik, gue fikir lo bakalan ngasih gue cuti." ketus Romi kecewa.


"Cuti? buat apa lo cuti?" ketus Riko.


"Yah gue pengen ngelamar Silfa kerumah orang tuanya." ucap Romi yakin.


"Lo yakin dengan keputusan lo, lo udah siap nikah?" tanya Riko penasaran dan Romi mengangguk yakin.

__ADS_1


"Gue akan ngasih lo cuti, setelah acara pernikahan gue." ucap Riko mempercayai niat Romi.


"Serius Rik?" tanya Romi meminta penegasan.


"Gue serius, jadi untuk sekarang lo selesain tugas yang gue kasih." ucap Riko.


"Siap bos." ucap Romi yakin sambil memberi hormat kepada Riko, Riko hanya tersenyum, lalu Romipun meninggalkan ruangan Riko.


***


Setelah makan malam Citra mencuci piring kotor bekas makan malam dia dengan Riko. Tadinya Riko yang ingin mencuci piring kotor tersebut, tapi dicegah oleh Citra dengan alasan Riko sangat bau keringat akibat seharian dikantor dan Citra tidak tahan dengan bau badan Riko, akhirnya Rikopun menuruti keinginan Citra.


Setelah mencuci piring, Citra kini berbaring dikasurnya menunggu Riko yang masih didalam kamar mandi, tidak lama kemudian Rikopun keluar dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong putih sambil dia mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Riko tersenyum melihat istrinya yang daritadi menatapnya, Rikopun mendekati istrinya lalu mengecup sekilas bibir Citra.


"Ada yang mau aku tanyain sama kak Riko." ucap Citra.


"Mau nanya apa?" tanya Riko lagi sambil terus menggosok rambutnya dengan handuk.


"Tapi kak Riko harus jawab aku dengan jujur." ucap Citra menuntut lalu Rikopun menatapnya.


"Pastiiii.." ucap Riko sambil mencubit pipi Citra dengan gemas.


"Apa benar kak Doni akan nikah?" tanya Citra membuat Riko terlihat heran.


"Kamu tau darimana kabar itu?" tanya Riko penasaran, karena yang mengetahui berita itu hanya dia dengan teman2nya.

__ADS_1


"Udah jawab aja kak, ngga usah nanya balik." ketus Citra.


Rikopun menghela nafasnya kasar, lalu berjalan menuju meja kerjanya sambil menggosok rambutnya dengan handuk.


"Doni sih ngomongnya gitu, katanya dia akan menikah dalam waktu dekat ini." ucap Riko sambil duduk dikursi kerjanya.


"Jadi bener dia ingin menikah dalam waktu dekat ini, hmm dasar laki-laki PHP." gerutu Citra kesal.


"Kenapa kamu bilang Doni PHP sayang?" tanya Riko bingung.


"Dia itu udah PHPin Mita kak, dia mengatakan bahwa Mita itu wanita yang special, tapi kenapa dia ingin menikah dengan perempuan lain." gerutu Citra lagi.


"Sayang, Doni itu emang seperti itu, dia jika dia dekat dengan seorang wanita dia akan mengatakan kalau wanita itu special bagi dia, karena mungkin Mita baik sama Doni makanya Doni ngomong seperti itu, pernyataannya itu tidak lebih dia hanya menganggap Mita sebagai seorang teman ataupun adik bagi Doni, ngga lebih sayang." jelas Riko santai membuat Citra kesal karena Citra merasa Riko membela sahabatnya.


"Kak Riko kenapa belain Doni, jelas-jelas dia itu udah bikin sahabat aku sakit hati, sampai Mita nangis-nangis gara-gara dia. kalau memang kak Doni hanya menganggap Mita sebagai seorang teman ataupun adik, bukan sebagai seorang wanita, harusnya dia ngomong lebih jelas, ngga usah memberikan ucapan manis tapi pahit." ucap Citra kesal.


"Aku bukannya belain dia sayang, hanya saja teman kamu yang salah paham." ucap Riko lagi membuat Citra semakin kesal.


"Itu yang kak Riko maksud ngga ngebelain kak Doni, dengan mengatakan Mita yang salah paham, sama aja kak. Kak Riko ngebelain teman kak Riko." gerutu Citra kesal membuat Riko serba salah.


"Aku ngga ngebelain dia sayang, aku juga ngga menyalahkan Mita, hanya saja terjadi kesalahpahaman diantara mereka berdua." ucap Riko berusaha menetralkan suasana agar istrinya tidak kesal lagi.


"Ngga ada, pokoknya kak Doni yang salah titik." ketus Citra bersikeras.


"Iya, Doni yang salah." ucap Riko mengalah demi istrinya, lalu ponselnyapun berdering.


Riko melirik layar ponselnya dan melihat Doni yang menelfonnya, saat Riko hendak menjawab panggilan Doni, Riko melirik istrinya yang sedang menatapnya sinis.

__ADS_1


"Ini Doni sayang." ucap Riko lalu berdiri hendak meninggalkan kamar untuk berbicara dengan Doni, tapi belum sempat Riko melangkahkan kakinya, Citra sudah lebih dulu meninggalkan kamar, menuju kamar sebelah. Karen Citra kesal mendengar nama Doni yang sudah menyakiti sahabatnya.


__ADS_2