Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
532


__ADS_3

Diruang tamu seorang pria duduk sendirian ditemani laptop yang menyala hampir 12 jam lamanya setiap hari.


Suasana sedikit sepi lantaran sang adik sedang pergi keluar bersama kawan kawannya.


Tok tok...


Pintu apartemen tiba2 diketuk lalu diringi suara bel yang memekakkan telinga.


Pria dengan kaos putih itu menoleh menapilkan wajah terkejut.


" Siapa yang bertamu ?" Gumam lelaki itu pelan.


Ting nong....


Bel kembali di pencet,Samuel yang mulai terganggu mengeluarkan decak kesalnya.


Tanpa menunggu lama lelaki itu pun langsung bangun dan berjalan mendekat.


" Siapa ?" tanya Samuel dari spiker suara dipintu.


Hening...


Tak ada jawaban.


Samuel melihat layar monitor dan mendapati seorang pria berdiri dengan rantang ditangannya.


" Restu " Gumam Samuel kaget.


Ceklek...


Pria itu pun membuka pintu rumah hingga nampaklah tamu tak diundang.


" Selamat sore Pak " Sapa Restu sopan.


" Sore,kenapa kamu ada disini ?" tanya Samuel bingung.


" Hm saya mendapat alamat Bapak dari Pak Rafael " Jawab Restu hati2.


" Papa ? kenapa ?" tanya Samuel lagi.


" Sebenarnya tidak ada hal yang penting,saya kesini hanya ingin..." Jawab Restu menggantung seraya menyodorkan rantang yang ia bawa.


" Apa ini ?" tanya Samuel menerima.


" Anak saya ulang tahun Pak,kebetulan dirumah lagi ada acara " Jawab Restu menunduk.


Deg...


Samuel tersentak mendengar ucapan lelaki itu.


" Sebenarnya tadi saya memberi ini kepada Pak Rafael,tapi dia bilang sudah makan dan menyuruh saya memberinya ke Bapak " Ucap Restu tak enak.


" Hm ya silahkan masuk dulu " Balas Samuel sedikit aneh.


Restu mengangguk,keduanya pun masuk kdalam rumah.


Manik Restu mulai melihat sekitar,tak ada yang aneh semua tertata rapi dan harum.


" Silahkan duduk " kata Samuel tenang.


" Terima kasih " Balas Restu tersenyum.


" Jadi putri kalian ulang tahun ?" tanya Samuel.


" Iya Pak,udah jalan 4 " Jawab Restu.


Samuel melihat Restu nanar dengan hati yang terasa tertusuk duri.


" Udah 4 tahun ternyata " Batin Samuel lesu.

__ADS_1


" Apa yang kamu bawa ?" tanya Samuel mencoba tenang.


" Gak banyak Pak,hanya masakan rumahan,Kakek menyuruh ku memberi ini kepada Pak Rafael karna dia yang bantu aku masuk kerja " Jawab Restu jujur.


" Biasa aja Res,gak usah segitunya " balas Samuel terkekeh.


Restu tersenyum kecil,kebiasaannya dikampung tak pernah ia lupakan meski hanya hal kecil.


bukan untuk mencari muka,lantaran ucapan terima kasih Restu karna berkat pekerjaan yang ditawarkan kemarin bisa untuk merayakan hari lahir sang anak.


Samuel membuka rantang dan mendapati nasi kuning beserta lauk pauknya dan tak lupa irisan kue ulang tahun yang membuat Samuel tersenyum kecil.


Sungguh ini pertama kalinya lelaki itu menerima rantang seperti sekarang.


" Terima kasih " Ucap Samuel tersenyum hangat.


" Sama sama Pak,kalau begitu saya permisi dulu " balas Restu pamit.


" Hm ya " jawab Samuel berdiri.


Restu pun pamit dengan perasaan yang masih canggung kepada bosnya.


Saat akan keluar tiba2 seorang gadis berdiri didepan pintu apartemen membawa mangkuk.


" Ehh " pekik gadis itu kaget.


" Maaf2 " Kata Restu ikut kaget.


" Uhh untung gak tumpah " Ucap gadis itu menghela nafas lega.


" Siapa gadis ini ?" Batin Restu menyelisik.


" Oh iya,apa kamu pemilik apartemen ini ?" Tanya gadis asing itu tersenyum.


" Hah bukan,saya hanya tamu " Jawab Restu menggeleng cepat.


Samuel yang mulai makan menoleh mendengar bisik2 diluar.


" Ini pemiliknya Mba " Kata Restu menunjuk Samuel.


Gadis itu berbalik badan dan melotot kaget.


" Hah ini ?" tanya gadis itu melihat Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


" Kamu siapa ?" tanya Samuel mengernyit.


" hay aku Dini " Jawab gadis itu tersenyum.


Samuel makin mengernyit tak mengenali gadis ramah tersebut.


" Saya permisi " Kata Restu pamit.


Gadis itu mengangguk tersenyum seraya mengucapkan terima kasih.


Samuel dan Dini sama2 diam ditempat dengan manik saling bertatapan.


" eeh tunggu " pekik Dini kaget saat Samuel berbalik badan.


" Apa ?" tanya Samuel datar.


" Hm ini untuk mu " ucap Dini memberi mangkuk berisi sup hangat.


" Aku sudah makan " Jawab Samuel menolak.


" Benarkah ? hm tapi ini bagus untuk meredakan sembelit " Gumam Dini pelan.


" Apa " Kata Samuel melotot.


" Hehe maaf,aku dengar adik mu bilang kamu sedang tak enak badan dan susah buang air besar " Kata Dini menggaruk kepala.

__ADS_1


Samuel kembali melototkan matanya mendengar ucapan gadis asing tersebut.


" Kebetulan aku masak banyak dan tak ada yang memakannya,hm makanya aku membagi mu " kata Dini takut2..


" Aku tidak sembelit !" Kata Samuel ketus.


" Apa sudah sehat ?" tanya Dini polos.


" Hei,aku memang tidak sakit !" Jawab Samuel kesal.


" Tapi adik mu bilang kau..." Bantah Dini tak jadi melanjutkan ucapannya melihat Samuel nyalang.


" I iya keliatannya kau memang tidak sedang sakit " kata Dini menelan ludah kasar.


" Asal bicara saja " Gerutu Samuel tak terima.


Lelaki itu langsung masuk kerumah tanpa pamit.


Brakkk....


Pintu apartemen tertutup dengan keras membuat Dini melonjak kaget.


" Huh jadi dia kakaknya Tini sama Tania,galak banget kek macan tutul !" Gerutu Dini gemas.


" Apa salahnya coba terima pemberian aku,kan aku cuma perihatin aja sama dia,dikira dia aku cari muka apa !" Lanjut Dini sambil menatap sup naasnya.


Gadis baik hati pun berbalik badan menuju unit apartemen milik dirinya seraya mendumel.


Di dalam Samuel kembali duduk disofa dengan wajah kesal.


" Dasar gadis gila,dia pikir aku penyakitan apa !" Gerutu Samuel masih dongkol.


" Tania sama Tini lagi,kenapa harus cerita sama orang kalo aku susah Bab !" Lanjut Samuel melihat perutnya.


Hilang sudah gairah pria itu ingin memakan nasi kuning pemberian Restu tadi,Samuel merasa insecure sendiri melihat perutnya yang sdikit membuncit.


" Akhhh sialannn,dia mengacau mood ku " Gumam Samuel melepas sendoknya.


Pria itu menyugar rambut kasar dengan helaan nafas panjang.


Suasana hatinya kembali berantakan walaupun kejadian tadi tak berat sama sekali.


Beberapa saat terdiam lelaki itu pun meninggalkan sofa dan memutuskan untuk mandi.


Diluar gedung,Restu menatap ketinggian dengan wajah yang sulit dimengerti.


" Apa gadis tadi pacarnya Samuel ?" gumam Restu menebak.


" Jika itu benar pacarnya,aku sangat bersyukur karna dia mungkin tak akan mengejar Winda lagi " Lanjut Restu semangat.


Ntah mengapa melihat gadis sopan tadi membuat hati Restu gembira,bukan karna ia terpesona,melainkan bahagia karna Restu pikir Samuel sudah move on dan melepaskan Winda dengan ikhlas.


Dengan langkah riang,pria itu pun pulang membawa kabar bahagia tersebut.


Sesampainya dirumah,suasana masih ramai,beberapa keluarga berkumpul ditaman seolah sedang merayakan hari lahir Anak Winda.


Sita dan keluarganya juga hadir disana serta adik Samuel yang dulu sempat tak menyukai Sindi dan Winda.


" Itu suami aku Mba " Ucap Winsa menunjuk Restu keluar dari taxi.


Wanita yang diajaknya mengobrol pun berbalik badan dan...


Deg...


Seketika maniknya terbelalak melihat Restu yang sedang disapa oleh Alexi bersama putrinya.


" Itu kan...." Ucap wanita tersebut mengingat.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2