
Disebuah rumah kecil seorang perempuan baru saja bangun tidur,suasana sangat dingin menusuk tulang.
Histi membuka pintu jendela dan langsung disambut hijaunya persawahan dan ramainya burung terbang mencari makanan.
" Wawww " Gumam Histi takjub.
Histi terpana melihat pemandangan yang begitu menakjubkan didepan matanya.
Terlihat para petani menggunakan sepeda seraya menggonceng seorang bocah mengenakan seragam merah putih dengan tas punggung lusuh dan sepatu yang dimasukkan kepada kresek.
Saat asik2nya melihat ciptaan tuhan yang begitu indah tiba2 sebuah tangan melingkar diperut ramping Histi.
" Heh " Pekik Histi kaget.
Serkan memasukkan tangannya kebalik baju perempuan itu dengan senyum kecil.
" Sayang " Kata Histi berbalik badan.
" Hadap sana aja " Kata Serkan membalik tubuh Histi dan menaruh wajahnya di pundak perempuan itu.
" Aku kira kamu hilang " Bisik Serkan lembut.
" Aku terbangun dengan suara ayam nyaring banget " Jawab Histi terkekeh dan mengeluarkan tangan Serkan dari balik bajunya.
" Hm,enak gak disini ?" Tanya Serkan lembut.
" Enak,dingin disini " Jawab Histi tersenyum.
" Aku pengen kesana " Kata Histi menunjuk sawah yang membentang luas.
Semalam Histi tak melihat apapun karna kondisi gelap dan dirinya sudah kelelahan.
" Iya nanti,sekarang mandi dulu yuk " Ajak Serkan.
" Berdua ?" Tanya Histi.
" Iya,air nya harus ambil disumur dulu " Jawab Serkan.
" Hah main angkut ?" tanya Histi kaget.
" Kamu ngarep gimana ? pake listrik ?" tanya Serkan terkekeh.
Histi terdiam hingga otak pintar gadis itu berjalan mengingat mereka semalam tidur dalam gelap.
" Ayo cepetan,nanti orang datang " Kata Serkan melepas tubuh Histi dan berlalu kekamar.
Histi mengangguk mengikuti langkah sang suami.
Keduanya keluar dari rumah,manik gadis itu terbelalak melihat banyaknya keong dipinggir sumur.
" Waah ada keong Mas Yank " pekik Histi girang.
" Hah mana ?" tanya Serkan kaget.
" Tuh disamping kaki kamu " Jawab Histi.
Serkan menunduk dan menatap datar wajah istrinya.
" Kenapa ?" tanya Histi.
Tepakkkkk....
Serkan membuang keong itu ke semak2.
" Loh kenapa dibuang Yank,itu emas loh " Kata Histi terbelalak.
" Emas apanya,itu keong sawah " Kata Serkan gemas.
" Ya tapi emas "
" Kamu kebanyakan nonton sinetron deh Yank,ayo cepetan buka baju " Pinta Serkan.
" Hehe iya juga sih " kata Histi menggaruk kepala.
" Nih pake kain,mandi disini aja " Kata Serkan tenang dan mulai menjatuhkan ember hitam kedalam sumur.
__ADS_1
" Malu lah Yank,masa iya mandi dilihatin orang " kata Histi menutup dadanya.
" Gak ada orang,rumah kita paling jauh dari warga " Balas Serkan.
Histi berlari kedepan dan benar saja rumah warga jaraknya sangat jauh dari gubuk mereka.
" Kenapa kita berbeda ?" tanya Histi mendekati Serkan
" Temen2 aku minta kita bulan madu,makanya warga sini nempatin kita diujung " Jawab Serkan menaruh air yang ia timba kedalam drum besar.
Histi beroh ria dengan senyum kecil.
" Ya udah,ayo mandiin aku " Kata Histi mengambil kain dan mulai membuka bajunya.
Serkan menyiapkan alat mandi istrinya dan mulai menyiram tubuh Histi dengan air.
" uhh dingin Yank " Pekik Histi menggigil.
" Iya sabunan dulu " Pinta Serkan.
" Aku keinget Winda sama Alexi hahaha " Kata Histi sambil sabunan.
" Iya " Balas Serkan terkekeh.
" Ahhh jadi kangen rumah " kata Histi membuka tutup shampo.
Serkan hanya diam,dirinya tak mau terlalu meladeni Histi membahas rumah karna akan membuat Histi tak betah nantinya.
Pasangan baru itu pun mandi bersama,Histi bergantian dengan Serkan,kalau tadi Serkan yang mengambil air untuk Histi,kini perempuan itu yang mengambil air untuk suaminya.
Canda gurau tak pernah lepas dari keduanya,Histi merasa bahagia meski sangat berbeda saat ia masih gadis tapi kini Histi ingin belajar jadi gadis desa yang serba bisa.
Siang harinya,Histi menemani Serkan bekerja.
Terlihat para warga sudah berkumpul dibalai desa untuk mendapatkan perawatan gratis.
" Kamu tunggu disini ya " Pinta Serkan mendudukan Histi di kursinya.
" Gak mau,aku mau bantu warga juga " Rengek Histi.
" Apa yang mau dibantuin,para dokter disini udah pas " Kata Serkan melihat teman2nya yang sibuk.
Serkan terkekeh geli dan menarik tangan Histi kedepan.
Terlihat para ibu2 membawa anak mereka dalam gendongan,ada juga yang sudah besar bahkan remaja.
" Ehh Histi kesini " Panggil istri Dokter lain melambaikan tangan.
" Nah sana " Kata Serkan mengangguk melihat Histi yang menatap dirinya.
" Oke " kata Histi semangat dan mendekati wanita itu.
" Kamu kuliah perawat kan ?" tanya Wanita itu kepada Histi.
" Iya Kak " Jawab Histi semangat.
" Bearti bisa tensi dan sebagainya ?" tanya wanita itu lagi
" Bisa Kak " Jawab Histi makin semangat.
" Oke,tolong kamu ambil alih ini ya,Kakak bantu suami Kakak ngasih suntikaan untuk balita " Ucap Wanita itu tersenyum.
" Oke " Balas Histi tersenyum cerah.
Wanita itu pun mulai menjelaskan beberapa hal kepada Histi hingga melepas perempuan itu sendirian didepan.
" Ayo ibu2 antri yang rapi ya " Pekik Histi mengenakan toa memberi arahan.
Warga mengangguk semangat dan duduk memenuhi kursi plastik yang sudah disiapkan.
Dari kejauhan Serkan melihat Histi mulai menjalankan perintah,dengan sangat ramah Histi melayani para warga yang ingin berobat.
Siang semakin panas,warga masih berbondong2 datang maklum hari pertama dan kedatangan para dokter itu bagaikan malaikat penyelamat bagi warga yang ketinggalan oleh zaman.
" Sayang " Panggil Serkan memegang bahu Histi.
__ADS_1
" Hm " Jawab Histi sibuk menulis laporan.
" Lagi ngapain ?" tanya Serkan pura2 tak tau.
" Lompat jauh " jawab Histi asal.
" Hahaha " Serkan tertawa dan menoyor pelan kepala perempuan itu.
Histi menampar gemas lengan suaminya seraya merapikan rambut.
" Aku sibuk,dah sana " Usir Histi.
" Kamu gak makan ?" tanya Serkan.
" Makan apa ?" tanya Histi.
" Dokter Bayu bilang para warga udah nyiapin makanan buat kita " Jawab Serkan.
" Wah beneran ? makan gratis dong " Kata Histi girang.
" Iyaaa " Balas Serkan menggeleng pelan.
" Ya udah yuk makan dulu,udah waktunya makan siang " Ajak Serkan menutup buku panjang Histi.
" Oke " Jawab Histi ceria.
Pasangan itu pun mendekati para warga yang masih menunggu..
" Mohon maaf ya Bapak Ibu,para dokter mau makan siang dulu " Ucap Histi sopan.
" Iya Neng gak papa,isi tenaga dulu " Balas seorang pria paru baya.
" Dilanjutin jam 2 ya,jadi kalo mau pulang gak papa pulang dulu " Kata Histi tersenyum.
Para warga mengangguk dan satu persatu mulai membawa sanak keluarganya pulang.
Serkan hanya diam melihat Histi yang begitu ramah kepada siapa saja..
Serkan pun menganjak Histi kesalah satu rumah warga yang ada disebelah kantor desa.
" Wih2 pengantin baru,ayo sini gabung makan dulu " Ucap salah satu Dokter menyapa keduanya.
" Hehe iya Bang " Jawab Histi malu.
Serkan duduk disebelah temannya,terlihat banyak makanan hasil alam tersaji diatas karpet lusuh itu.
" Ayo Dok dimakan,seadanya hehe " Ucap ibu2 berdaster menegur pasangan itu
" Iya Bu,makasih " Jawab Histi dan Serkan bersamaan.
" Cieeeee kompaknya " olok dokter lain bersaut sautan.
Blusshhyy....
Wajah Histi seketika memerah,semua orang pun tertawa melihat pasangan baru itu terlihat malu2.
Serkan dan Histi menikmati makanan yang ada disana.
Meski penampilan menu kurang berselera tapi Histi sangat terkejut dengan rasanya.
" Wihh ini ngalahin bintang lima Yank " Kata Histi menguyah dengan cepat didepan Serkan.
" Iya,itu belut namanya " jawab Serkan.
" Hah belut ?! " Pekik Histi terbelalak.
" Telan aja " Kata Serkan melototkan matanya.
Glek...
Histi pun terpaksa menelan belut sawah goreng itu dan menambah nasi hangat dibakul.
" Wahahahahaha " Para Dokter kembali tertawa melihat tingkah Histi yang begitu kocak.
Serkan mendengus kesal dan ingin menjitak kepala istrinya yang berani membuat lelaki itu salah paham akan reaksi awal Histi.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.