Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
411


__ADS_3

Acara dimulai,sanak keluarga dari Yuni dan Romi mulai berdatangan.


Beberapa tamu mengungkapkan rasa takjubnya kepada pasangan tuan rumah tersebut karna mereka begitu memperhatikan Salsa yang notabene sebagai mantan istri anaknya.


Banyak yang tidak tau bahwa Salsa dan Alexi pernah menikah,karna saat acara dulu Yuni tak mengundang banyak orang.


" Selamat ya Sa,kamu berhasil lulus dengan nilai baik " Ucap salah satu adik Romi menyalami gadis itu.


" Makasih Bi " Jawab Salsa tersenyum malu.


" Jadi clbk nih sama si ponaan Bibi " Balas wanita itu menggoda.


" Doain aja ya Bi " Kata Salsa malu.


" Iya " Jawab adik Romi terkekeh.


Dari pihak Romi semua mulai menyetujui hubungan Salsa dengan Alexi meski sebelumnya mereka menganggap Salsa menjebak keponakan mereka.


Diluar rumah Romi dan Yuni menyambut tamu yang datang kerumah mereka.


Disana juga ada orang tua Yuni yang tak pernah kehilangan moment.


" Nenekkkkkkk " Pekik Byanca berlari mendekati Rena yang baru turun dari mobil.


Wanita dengan gamis senada itu tersenyum merentangkan kedua tangannya.


" Nenek kemana aja kok gak pernah lagi kerumah Byan ?" Tanya Byanca mengkrucut.


" Nenek nemenin Kakek kamu kerja sayang " Jawab Rena mengusap kepala Byanca.


" Kakek masih kerja ? kan udah tua ?" Kata Byanca polos.


" Duh aduh ada yang ngatai Kakeknya tua nih " Kata Tito menyindir.


" Hehe iya Kek habisnya Byan marah sama Kakek dan Nenek " Balas Byanca bersedekap dada.


" Hehe maafin kita ya sayang,sekarang Kakek udah tua harusnya Byanca sama Ibu yang kerumah Kakek " Kata Tito menyindir.


Yuni dan Romi saling melihat,sang suami menggaruk kepala malu.


" Maaf Pa,aku lagi banyak kerjaan belum bisa berkunjung " Kata Romi tak enak.


" Heh selalu saja,gak pernah ngeluangin waktu liat orang tua " Gerutu Tito.


" Hehe ya udah Pa nanti janji deh bakal kesana " Kata Yuni bergelayutan manja.


" Kamu juga,giliran Papa Mama sakit baru mau jengukin " Kata Tito kesal.


Yuni cengengesan malu.


Pasangan itu pun masuk kedalam dan langsung disambut keluarga sahabat anaknya.


" Oh Winda aduhh cantik banget " Kata Rena takjub melihat anak gadis Sindi.


" Makasih Nek " Jawab Winda malu.


" Gimana keadaan kamu sayang ?" Tanya Rena lembut.


" Baik Nek,ada orang baik yang mau donorin ginjalnya buat aku " Jawab Winda.


" Iya,Nenek dengar itu pacar kamu ya " Kata Rena polos.


Samuel yang ingin menggigit sate mengurungkan niatnya.


Winda menoleh kearah lelaki itu dan terkekeh geli.

__ADS_1


" Gak Nek " Jawab winda tersenyum.


Samuel diam menatap gadis itu dalam hingga sate ditangannya pun lepas ketempat asal.


" Loh Bang kok gak jadi makan " Kata Doni kaget dengan mulut belepotan.


Samuel tak menjawab,lelaki itu berjalan menjauh keluar ruangan.


Malvin diam memperhatikan Samuel bersikap aneh.


Winda dan Rena kembali mengobrol hangat disahut Sindi yang juga sudah lama tak bertemu dengan wanita itu.


" Ibu ikut perihatin ya Sin " Kata Rena menepuk bahu Sindi pelan.


" Iya Bu,mohon doanya " Jawab Sindi.


" Iya,semoga semua lancar seperti rencana kalian,memang keliatan dari luar kalo kalian jahat tapi Ibu percaya kok kalian melakukan yang terbaik untuk keduanya " Kata Rena tersenyum.


" Iya Bu " jawab Sindi menunduk.


Rena sudah tau kasus yang sedang mereka alami saat ini,Sindi tak kaget Rena tau karna pasti Yuni bercerita kepada Mamanya meminta solusi.


Sindi juga bersyukur Rena berada dpihak mereka.


Malvin berjalan keluar hingga maniknya melihat beberapa mobil putih mewah berjalan mendekat kearah rumah Romi.


" Waah bakal ada tamu presiden nih " Goda Malvin menegur Romi yang sedang bicara dengan tetangga.


" Hah mana ?" tanya Romi menoleh.


" Tuh " Jawab Malvin menunjuk mobil.


Romi melihat kearah telunjuk lelaki itu dan langsung melotot kaget.


" Waduhh kenapa datangnya sekarang ?" Gumam Romi seketika panik.


" Samuel mana ?" Tanya Romi melihat kiri kanan.


" Mas " Pekik Yuni dari arah jauh.


Romi mengangguk paham dan meminta Malvin segera mencari Samuel.


" Ada apa Bang apa yang terjadi ?" tanya Malvin bingung.


" Itu keluarga dari pihak Zaki datang,segera bawa Samuel pergi !" Kata Romi tegas.


" Zaki siapa ?" tanya Malvin belum ngeh.


" Kakek Samuel,cepat cari dia sekarang !" kata Romi tegas.


" Apa ! astaga baiklah " Kata Malvin langsung berlari mencari Samuel.


Malvin celingak celinguk panik sendiri,Sindi mendekati suaminya yang terlihat seperti orang kesurupan.


" ada apa Mas ?" Tanya Sindi menegur.


" Cari Samuel sekarang,Kakek dia ada disini !" Kata Malvin tegas.


" Apa !" Pekik Sindi syok.


" Bagaimana bisa ? Bang Romi bilang mereka tak akan datang sekarang " kata Sindi teringat akan rundingan mereka kemarin.


" Gak tau,mereka sudah didepan cepat cari Samuel kita pulang !" Kata Malvin tegas.


Sindi mengangguk,keduanya pun berpencar mencari Samuel.

__ADS_1


Didepan rumah,Salsa dan Alexi menyambut keluarga sultan itu dengan senyum merekah tapi kali ini hanya Salsa yang tersenyum tulus sedangkan Alexi seperti menahan sesuatu yang menganggu kenyamanan.


" Ya ampun jangan sampe Sam ketahuan " Batin Alexi ketir.


" Bang,heloo " sapa seorang bocah melambaikan tangan.


Alexi tersentak dan menunduk merasa celananya ditarik.


" Kenapa melamun Bang ? ngantuk ya ?" tanya Bocah itu menebak.


" Hah em gak,yang lain mana ?" Tanya Alexi tersadar.


" Biasalah cewek masih benerin Make up " Jawab Jack malas.


" Oh ya udah,gih sana masuk " Kata Alexi tersenyum.


" Ada es krim kan Bang ? cuacanya panas banget " kata Jack mengipasi wajahnya.


" Ada masuk aja " Jawab Alexi.


" Oke " Kata Jack langsung melesat.


" Halo Paman selamat datang " Sapa Salsa hormat kepada Reno dan Nisa yang terlihat begitu serasi.


" Makasih,selamat ya Sa " Kata Nisa tersenyum.


" Makasih Bibi " Jawab Salsa malu.


" Bapak mu mana ?" tanya Reno.


" Ayah ada disana Paman " Jawab Salsa menunjuk Romi yang masih meladeni tamu.


" Gak papa ya Sa kita datangnya cepetan soalnya Bibi mau keluar kota habis ini " Kata Nisa tak enak.


" Hehe gak papa Bi,lebih cepat lebih bagus "Balas Salsa polos.


" Bagus pala mu,bisa mati kita semua Sa kalo Samuel ketahuan disini !" batin Alexi ingin menyepak kaki kekasihnya.


Reno melangkah duluan mendekati tuan rumah.


" Wah2 pestanya meriah banget " Kata Reno tersenyum mengejek.


" Merendah untuk meroket itu tidak baik Pak " Balas Romi tenang.


" Hahahahha " Reno tertawa ngakak menampar lengan pria itu.


Yuni tersenyum canggung dengan kaki bergetar.


Perasaan Yuni sudah tak karuan sejak melihat Reno dan keluarganya datang.


" Duh gimana ini bakal ketahuan gak ya ?" Batin Yuni ketar ketir.


Sebenarnya mereka sudah menyiapkan waktu khusus untuk keluarga Reno datang agar tak bertumburan dengan keluarga Winda tapi lelaki itu ternyata datang lebih awal membuat semuanya berantakan.


" Maaf Paman aku permisi kamar mandi dulu ya " Kata Aktam tiba2 nyelonong masuk.


" Ehh kenapa ?" Tanya Nisa kaget.


" Buang air Bun udah diujung " Jawab Aktam setengah berteriak.


" Astaga tuh anak kebiasaan " Gerutu Nisa.


Yuni semakin tak tenang,tanpa tunggu lagi wanita itu berlari masuk dan terdiam melihat Aktam dan Samuel berpapasan ditengah ruangan bersama Malvin dan Sindi.


" Samuel " Kata Aktam terbelalak melihat pria yang dicari sahabat ibunya selama ini.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2