
" Haruskah kita mengakhiri ini ?" Tanya Samuel menatap manik sang istri.
" Maksud mu ?" tanya Leni terkejut.
" Kita,hubungan ini " Ucap Samuel pelan.
Deg....
Leni tersentak kaget dengan ucapan suaminya barusan.
" Kau ingin kita berpisah ?" Tanya Leni melihat manik Samuel.
Samuel diam tak menjawab.
" Aku beneran gak menarik ya buat kamu ?" tanya Leni mengkrucut.
" Ntah lah " Jawab Samuel menghela nafas.
" Aku ingin kita tetap seperti ini Sam,gak papa kalo kamu masih cuekin aku,tapi kita jangan berpisah " Kata Leni memelas.
" Tapi aku gak bisa Len " Balas Samuel.
" Kenapa gak ? slama ini bisa kok " Kata Leni manja.
" Kamu akan sakit hati terus sama aku "
Leni diam,jarak keduanya begitu dekat bahkan Leni bisa mencium bau parfum sang suami yg ia beli.
" Sulit ya menerima aku ?" tanya Leni membuka suara lagi.
" Aku yg sulit membuka hati " Jawab Samuel.
Leni diam menatap wajah Samuel yg terlihat serius.
" Tapi aku menyukai mu Sam " Ucap Leni menangkup wajah lelaki itu.
" Ini sulit Leni " Kata Samuel melepas tangan Leni.
Leni mendekat dan memeluk tubuh lelaki itu.
" Kita bisa memulainya Sam " Ucap Leni lembut.
Samuel menghela nafas dan menjauh dari perempuan itu.
" Aku ingin sekali kau menjadi milik ku Sam " Ucap Leni memelas.
Samuel terus diam dan membaringkan tubuhnya diranjang.
Leni mendekat dan ikut berbaring disamping suaminya.
" Kita tidak pulang ?" tanya Leni menoleh.
" Aku ingin tidur disini " Jawab Samuel.
" Baiklah,aku akan tidur disini juga " Balas Leni tersenyum.
Samuel mengangguk pelan,pria itu menarik selimut menutupi dirinya.
Kebesokan paginya,Samuel terbangun lebih dulu.
Lelaki itu diam memperharikan wajah sang istri yg terlihat begitu polos.
Suasana masih dingin,dengan ringkukan eratnya Leni memeluk tubuh pria tersebut.
" Kenapa tubuhmu panas ?" Tanya Samuel kaget merasai tubuh Leni hangat.
Pria itu meraba leher Leni dan benar saja,disana sangat lah panas.
" Samm " Rengek Leni terbangun.
" Kamu sakit ?" tanya Samuel.
Leni membuka matanya dan menggeleng pelan.
Terlihat wajah wanita itu begitu sembab membuat Samuel kembali terkejut.
__ADS_1
" Kamu nangis ?" Tanya Samuel syok.
Leni kembali menggeleng lemah.
" Aku ingin pulang " Kata Leni lemah.
" Pulang ? kemana ?" Tanya Samuel
" Krumah kita Sam " Jawab Leni.
Samuel diam sejenak,memang hari sudah pagi tapi rencananya lelaki itu tidak pulang hari ini lantaran ia harus mengurus adiknya yg merengek ingin kawin.
" Sam " Panggil Leni lagi.
" Baiklah kita pulang " Kata Samuel tegas.
" Benarkah ?" Tanya Leni kaget.
Samuel mengangguk pelan.
" Aku akan bersiap " kata Leni mencoba bangun.
Samuel mengangguk,wanita itu pun bangun dari tidurnya dan berdiri.
Belum ada 5 detik Leni jatuh ke lantai.
" Len !" Pekik Samuel terkejut.
" Kepala ku sakit " Kata Leni memegang rambutnya.
" Hati2 " Kata Samuel membantu gadis itu bangun.
Leni duduk lagi diranjang menatap Samuel yg terlihat begitu tampan meski rambut acak2an.
" Tunggu disini aku akan mengambil barang2 ku " Kata Samuel tegas.
Leni diam tanpa menjawab.
Sang suami pun bergegas mengambil baju dan alat2 yg ia bawa.
" Papa mana ?" Tañya Samuel sambil memegangi Leni.
" Papa lagi tidur Kak " Jawab Tina.
" Kak Leni kenapa ?" Tanya Tina melihat sang ipar.
" Gak tau Tin,tiba2 bangun udah pusing aja " Jawab Leni jujur.
" Pusing ?" Ulang Tina.
Leni mengangguk pelan.
" Wah2 jangan2 Kakak hamil " kata Tina semangat.
" Hah !" Pekik Samuel dan Leni kaget.
" Kenapa responnya gitu ?" Tanya Tina ikut kaget.
" Hah em gak papa " Jawab Leni kelabakan.
Wanita itu melirik Samuel,terlihat suaminya memang wajah datar tanpa expresi.
" Kita pulang dulu nanti Kakak kesini lagi buat urusin kamu " Kata Samuel pamit.
" Gak kedokter dulu buat cek Kak ?" Tanya Tina.
" Hm dirumah aja " jawab Leni tersenyum canggung.
Tina mengangguk paham,Samuel melangkah duluan diikuti oleh Leni.
Keduanya langsung bergegas pulang kerumah.
Sesampainya disana Leni menuju dapur,wanita itu teringat bahwa ia dan suaminya belum sarapan.
" Kau mau apa ?" Tanya Samuel mengernyit.
__ADS_1
" Masak " Jawab Leni singkat.
" Kau sedang sakit,tidak usah memasak " Ucap Samuel tegas.
" Kita belum sarapan Sam " Balas Leni heran.
" Beli saja,kita tidak kekurangan uang !" Kata Samuel sedikit kesal.
Leni terdiam,wanita itu terheran dengan sikap Samuel pagi ini.
" Apa dia marah padaku ?" Ucap Leni melihat Samuel pergi.
Wanita itu membuka kulkas dan menghela nafas panjang.
Masih banyak bahan yg belum termasak,bahkan list menunya masih banyak yg belum terconteng.
" Udah lah,daripada aku dimarahin mending gak usah masak " Kata Leni ngeri.
Leni pun pergi menyusul suaminya.
Terlihat Samuel tak ada dikamar yg menandakan lelaki itu sudah masuk kamar mandi.
Leni mengambil hapenya dan mulai mencari makanan disana.
Ditempat lain,seorang gadis sudah berkeringat banyak lantaran membantu ibunya dari subuh tadi.
Yap pagi ini,Winda dan Nur sangat sibuk.
Keduanya pergi kepasar dan berkutat didapur membuatkan sarapan.
Nur sangat bahagia sudah lama sekali gadis itu tak bekerja sama dengan wanita yg telah melahirkan dirinya kedunia.
" Dah sana bangunin Papa,Adik sama Om kamu " Titah Winda kepada Nur yg asik mengurai ayam goreng.
" Mereka udah bangun ?" Tanya Nur polos.
" Ini hari libur,mungkin Om kamu masih ngorok dikamarnya " Jawab Winda mengingat.
" Hehe Om Doni ngorok ya Ma ?" tanya Nur geli.
Winda mengangkat bahu tidak tau,dirinya hanya asal bicara saja..
Nur keluar dapur dan mulai melangkahkan kakinya menuju kamar yg dituju.
Kamar pertama Nur melihat sang Papa sudah terbangun tapi bermain dengan ponsel,sedangkan adik lelaki nya masih tidur disebelah.
" Pa " panggil Nur mendekat.
Restu menoleh dan terkejut melihat anaknya sudah rapi.
" Mau kemana ?" tanya Restu langsung bangun.
" Hah gak kemana mana " Jawab Nur bingung.
" Kenapa pake baju bagus ?" tanya Restu lagi.
Nur diam lalu melihat penampilannya lagi,gadis kecil itu hanya mengenakan dres selengan.
" Biasanya aku juga gini Pa " Kata Nur polos.
Restu diam,detik berikutnya pria itu tersadar bahwa sang anak kini dirawat oleh orang berduit.
" Hah iya,gak mungkin kamu pake dasteran murah kayak dulu hehe " Kata Restu menggaruk kepala malu.
Nur tersenyum,gadis itu tidak tersinggung dengan ucapan papanya karna ia memang belum mengerti.
" Ayo bangun Pa,waktu kita gak banyak lagi " Kata Nur mendekati adiknya yg masih tertidur.
Restu menghela nafas panjang,lagi2 mimpi buruk itu menghampiri dirinya dimana ia harus melepaskan lagi putrinya untuk orang lain.
" Iya sayang ayo kita keluar " Kata Restu mencoba tegar.
Afdhal terbangun,mereka pun langsung menuju dapur dan Nur masih harus berhenti dikamar Om nya..
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa vote,like,coment ya