Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC EP. Special "Mita&Doni" lamaran


__ADS_3

...Author's Note π_π...


...Hari ini double up yah, karena author sayang readers. Jika kalian juga sayang sama authornya cobalah untuk berbaik hati memberi like dan memberi kata semangat di kolom komentar. Ok!!...


...Setelah part ini author mau minta saran nih dari readers semua? apakah part selanjutnya author baiknya menceritakan kisah masa remaja Mita hingga sekarang, atau nggak usah dan tetap lanjut aja!! di notice yah guyss, aku tunggu saran dari kalian....


...happy reading ❤...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah hampir satu jam rombongan dari Doni tiba di kediaman Mita dan acara dilangsungkan di ruang tengah tadi.


Serangkaian acarapun sudah berjalan sebagaimana mestinya. Setelah acara penyerahan seserahan dari pihak laki kepada pihak perempuan, kini MC pun kembali melanjutkan susunan acaranya yaitu tukar cincin yang akan dilakukan oleh ibu dari kedua mempelai. Namun, karena ibunya Doni sudah meninggal makanya Dian yang mewakili sebagai keluarga inti.


Dian pun mendekati kedua mempelai yang tengah duduk berdampingan di sebuah kursi di depan dekorasi backdrop.


Dian meraih cincin di atas meja kecil didepan mereka. Detik berikutnya Dian meraih tangan kiri Mita lalu memasangnya di jari manis Mita. Cincin itu terlihat sederhana, terbuat dari emas putih dengan permata biru di tengahnya namun sangat elegan saat melingkar di jari manis Mita.


Sebelum Dian kembali ke tempatnya, mereka saling melempar senyum ramah.


Kemudian kembali dilanjutkan oleh Sinta untuk memasangkan cincin yang serupa kepada Doni.


"Selamat yah nak."


Sinta berucap lembut kearah Doni dan Mita sambil mengelus lembut pipi keduanya. Kedua pasangan berbahagia itu hanya tersenyum simpul menanggapi Sinta. Detik berikutnya Sinta kembali ketempatnya.


Nah, setelah acara tukar cincin itu, kini MC menutup acara lamaran itu dengan pembacaan doa, supaya rencana pernikahan yang akan terlaksana dua minggu lagi dapat berjalan dengan lancar.


Acara pernikahan Mita dan Doni memang sengaja dipercepat, karena mengingat masa cuti Mita yang juga tinggal dua minggu lebih. setelah itu dia akan kembali ke Amerika.


Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan sesi foto-foto bersama. Setelah itu, pihak keluarga Mita pun mempersilahkan seluruh rombongan dan anggota keluarga yang hadir untuk menyantap hidangan yang telah disediakan di halaman samping rumah.


^Δ^


Acara lamaran telah usai, rumah Mita kini sudah kembali seperti sedia kala. Hening dan juga berantakan di ruang tengah. Karena seluruh keluarga dan rombongan Doni sudah kembali sejak satu jam yang lalu.


Rumah yang berantakan itu dibiarkan begitu saja, karena penghuninya masih lelah, karena persiapan acara yang begitu tiba-tiba. Lalu dimana mereka sekarang!? kenapa kondisi rumah sangat hening!?


Sinta dan Handoyo tengah beristirahat di kamar mereka begitupun dengan Risal.


Sementara Mita. Dia masih nongkrong bersama sahabatnya Vivi dan Indah di gasebo samping rumah. Mereka hanya bertiga!? iya, mereka hanya bertiga. Suami Vivi sudah lebih dulu kembali untuk beristirahat di rumah mertuanya, sore nanti dia akan kembali lagi untuk menjemput sang istri, begitupun dengan suami Indah. Kevin pulang untuk mengantar orang tuanya yang tadi hadir diacara lamaran Mita. Dia juga membawa anaknya ikut untuk beristirahat dengan nyaman bersama neneknya.


Sementara Romi!? Dia juga sudah kembali lagi ke Jakarta satu jam yang lalu dengan menggunakan pesawat, karena Nayla dan Riki sudah sangat rewel ingin segera pulang bertemu dengan dedek bayi.


"Ciee yang udah dilamar!? Cetus Citra dari balik layar telefon Mita.


Ternyata mereka bertiga tengah melakukan panggilan video dengan Citra. dengan Mita yang berdiri paling depan memegang ponsel sambil mengarahkan kamera agar Vivi dan Indah juga ikut terlihat di layar.


Saat ini Citra terlihat duduk dengan bersandar di sandaran ranjang rumah sakit. dia masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan normal empat jam yang lalu dan bayi kedua Citra berjenis kelamin perempuan.


"Selamat yah! aku turut bahagia, maaf aku nggak bisa hadir di hari spesial kamu." tutur Citra lagi.


"Nggak ppa kok Cit! kamu kan baru ngelahirin, jadi mana bisa kamu hadir." Tutur Mita.


"Eh btw selamat yah atas kelahiran putri kamu." ucap Mita lagi.


"Iya Cit, semoga kamu dan anak kamu sehat." Cetus Vivi.


"Iya Cit,, aku juga sama." Indah menambahkan.


"Aamiin, makasih yah atas doanya." jawab Citra dan mereka serentak mengangguk disertai senyuman.


"Jadi kapan nih! kalian jengukin aku dan anak aku!! cetus Citra lagi.


"Tunggu yah Cit? kita pasti bakal jengukin kamu kok! kita juga Udah kangen banget. pengen meet up bareng lagi." cetus Mita


"Iya nih!! Udah lama banget kita nggak kumpul ber empat. kalau bukan berdua yah bertiga doang." Vivi menimpali.


"*i*ya, aku tunggu kedatangan kalian."


"Ehh, acara pernikahannya kapan!? sampai lupa nanyain." sambungnya Citra lagi.


"Acara pernikahannya dua minggu lagi." jawab Mita membuat ekspresi Citra seketika mengkerut karena kaget.

__ADS_1


"Kok cepet banget!? apa nggak buru-buru!? Cetus Citra heran.


"Dia Udah nggak sabar pengen dihalalin Cit, makanya buru-buru. katanya dia Udah iri banget sama kamu yang udah punya anak dua, dianya belum ada pergerakan."


Celetukan Vivi berhasil membuat Indah dan Citra tertawa sementara raut wajah Mita sudah berubah kesal, sejak tadi dia berusaha menghentikan celotehan Vivi dengan menyumpal mulutnya tapi tidak berhasil.


"Hisshhh,, nyambar aja nih kaleng susu!! kesal Mita.


"Malahan setelah ini akan nambah lagi!!


Suara berat dan tidak asing itu bersumber dari dalam ponsel, membuat mereka semua tercengang mendengar pernyataan itu.


"Aku belum sembuh loh ini." cetus Citra kesal menimpali perkataan pria yang ternyata adalah Riko, sambil mencubit perut Riko membuatnya mengaduh kesakitan.


Sontak Mita, Vivi dan Indah tersenyum gemas melihat kelakuan pasutri itu dari balik layar.


"Sabar yah Mit!! celetuk Vivi salah sebut.


"Kok!? aku yang harus sabar!!! cetus Mita dengan kerutan heran di dahinya.


"Ehhhh!! aku salah ucap." Vivi menutup mulutnya saat menyadari kesalahannya.


"Tapi, ada benernya juga sih!! kamu kan belum dihalalin, sementara percakapan Citra dan Riko mengarah ke hubungan yang sudah halal." sambung Vivi lagi.


"100 buat kamu Vi." Citra membenarkan ucapan Vivi sambil mengacungkan jempolnya membuat Vivi dan Indah tersenyum semangat sementara Mita sudah memutar bola mata malas dibarengi dengan helaan nafas yang berat.


"Aku lagi yang kena!! cetus Mita kesal.


"Btw ini hari bahagia aku loh!! jangan dirusak!! tolong!! sambung Mita dengan nada ketusnya.


"Belum sepenuhnya bahagia kali Mit, kan belum sah." kali ini Indah ikut mengompori membuat Vivi dan Citra tertawa.


Suasana hati Mita panas, helaan demi helaan nafas berat terus keluar berbarengan dengan dia mengacak rambutnya karena sudah kesal.


"Nista banget sih nasib aku,, jomblo salah!! dilamar juga salah!! Gerutu Mita kesal.


"Yang nggak salah, kalau kamu udah di halalin." cetus Indah lagi.


"Sabar!! masih dua minggu." ketus Mita dengan ekspresi wajah yang sudah tidak baik-baik saja. Melihat wajah Mita yang sangat murka malah membuat ketiga sahabatnya itu tertawa.


^Δ^


Malam hari, setelah mandi dan mengenakan pakaian piyamanya. Mita duduk di depan meja riasnya dengan maksud skincare an. Namun, sudah lebih dari lima menit lamanya dia masih bergemin dengan bibir yang tak pernah berhenti tersenyum, menatap benda kecil bulat yang melingkar di jari manisnya.


"Cieee!! yang lagi bahagia."


Senyuman itu mengerut dan berganti wajah cemberut. Mita belum berbalik menatap sumber suara itu, tapi dia sudah mengenal siapa pemilik suara berat namun terdengar sangat menyebalkan itu.


"Mending nggak usah kesini!! kalau tujuannya cuma mau bikin aku kesal." Cetus Mita tanpa menoleh.


Pria itu tak merespon ucapan Mita, dia malah melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Mita, lalu duduk di tepi ranjang Mita.


"Jangan negatif dulu dong!! ucapnya santai.


"Siapa juga yang mau bikin kamu kesal, orang aku kesini pengen ngasih selamat." sambungnya lagi membuat Mita yang masih belum menoleh menatap Risal mengerutkan dahi heran.


Pasalnya nada bicara Risal yang biasanya keras dan mengejek, kini terdengar pelan dan lembut. ada apa? pikir Mita.


"Selamat yah, atas lamarannya!! cetus Risal lagi dengan nada yang kali ini terdengar lirih.


Mita bangkit dari duduknya, langsung berpindah duduk disamping Risal membuat pria itu tersentak dan mengerut heran dengan pergerakan Mita.


"Ada apa!? tanya Mita dengan menatap lekat netra hitam kakaknya.


"Apanya yang ada apa!? Cetus Risal pura-pura bego lalu beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Mita.


"Aku kesini cuma mau ngasih selamat aja." sambungnya lagi sambil mengacak gemas rambut Mita.


Mita tersentak dengan tingkah Risal yang tidak seperti biasanya. Kenapa tiba-tiba dengan lembut dia mengacak rambutnya. Biasanya juga kasar. pikirnya.


"Udah ah!! aku udah selesai, aku balik ke kamar aku dulu." cetus Risal lagi lalu memutar badannya membelakangi Mita.


"Kamu istirahat yang banyak!! pernikahan kamu sebentar lagi, kamu nggak boleh sakit diacara bahagia kamu!! titahnya penuh perhatian membuat Mita terenyuh, pasalnya ini adalah kali pertama setelah Mita dewasa mendengar perhatian kakaknya itu. biasanya mereka selalu bertengkar.

__ADS_1


"Tunggu!! cegat Mita dengan menarik tangan Risal yang hendak pergi.


"Ada apa!? Tanya Risal saat menoleh kearah Mita.


Mita beranjak dari duduknya, lalu menuntun kakaknya itu untuk kembali duduk di tepi ranjangnya, detik berikutnya diapun kembali duduk disamping Risal.


"Kalau ada masalah cerita, jangan disimpan sendiri." Cetus Mita membuat Risal yang tadinya menatap Mita menjadi mengalihkan pandangannya dari Mita.


"Masalah apa!? nggak ad__


"Aku Udah tau!? celetukan Mita memotong kalimat Risal membuatnya termangu.


"Kak!!


Panggilan itu berhasil membuat Risal terenyuh, ini kali pertama dia mendengar Mita memanggilnya kakak setelah usia Mita lima tahun.


Perlahan Risal menoleh menatap Mita.


"Apa yang kamu tau!? tanya Risal.


Menghela nafas ringan sebelum kembali berbicara. "Aku melihat history Kak Anita tadi siang!! aku hanya mengabaikannya karena aku fikir masalahnya bukan terkait hubungan kak Risal dengan Kak Anita... Mita menjeda ucapannya.


"Tapi, saat tadi aku melewati kamar kak Risal aku nggak sengaja mendengar percakapan kakak dengan Kak Anita." sambungnya lagi membuat Risal membuang pandangannya kesembarang arah yang sudah sendu.


"Udahlah!! nggak usah dibahas lagi." cetus Risal hendak berdiri tapi dengan sigap Mita menahannya.


"Kak!! kakak jangan langsung terpancing dengan berita yang kakak dengar dari sumber yang belum tentu juga benar." tutur Mita lembut.


"A__


"Dengerin aku!! sergah Mita cepat membuat Doni yang tadinya ingin berbicara kembali menelan ucapannya.


"Percaya sama kak Anita!! sambung Mita.


Risal menyeringai mendengar ucapan adiknya. "Perkataan kamu itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan Mit!! Cetus Risal dengan ekspresi yang dingin.


"Kenapa tidak mudah!? ini sangat mudah Kak!? sergah Mita cepat.


"Sejak kak Risal mengambil keputusan untuk menjalani hubungan jarak jauh, sejak itu juga kepercayaan selalu menyertai hubungan itu. Bukankah setiap keputusan selalu berbarengan dengan kepercayaan. Hubungan jarak jauh yang Kak Risal jalani sudah lebih dari lima tahun dan itu bertahan karena adanya komitmen dan kepercayaan yang Kak Risal bangun sebelum berpisah. lalu kenapa setelah lima tahun itu Kak Risal menjadi tidak konsisten dan mengatakan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan." Tutur Mita lagi panjang lebar untuk menasihati kakaknya.


Risal bergeming, pandangannya menunduk. Saat ini dia tengah mencerna setiap kalimat adiknya.


Risal memang tengah dilema, terkait hubungannya dengan sang kekasih Anita. Setelah hampir lima tahun mereka LDR ini kali pertamanya Risal mendengar kabar jika Anita berselingkuh di belakangnya. Kabar itu dia dapatkan dari seseorang yang katanya mengetahui hubungan Risal dan Anita. Orang misterius itu mengirim gambar Anita dengan seorang pria kepadanya dan dengan bodohnya dia terpancing dan tidak mempercayai penjelasan dari Anita yang mengatakan dia tidak mengenal pria yang bersama dirinya di foto itu.


Mita mengelus pundak Risal dengan lembut. lalu kembali berucap.


"Kak Anita wanita baik-baik, dia sangat menyayangi kak Risal, dan aku percaya sama kak Anita."


Doni mengarahkan pandangannya menatap adiknya dengan lekat.


"Jadi!! sebelum semuanya terlambat kak Risal telusuri kebenaran dari berita itu!! bukan malah terpancing emosi dan bertindak bodoh." sambung Mita lagi.


Doni menyeringai saat menyadari perkataan adiknya ini ada benarnya. Dia memang bodoh. pikirnya. Detik berikutnya dia kembali mengacak rambut Mita dengan gemas, saking gemasnya membuatnya berantakan.


"Ihhhhh,, kak Doni apaan sih!! cetus Mita kesal menghentikan tangan Doni lalu kembali merapikan rambutnya.


"Nggak nyangka yah, adek yang dulunya banyak tingkah, manja, dan cengeng. kini sudah dewasa." Cetus Risal kagum.


"Ya iyalah udah dewasa!! Udah mau nikah nih!? cetusnya lagi membuat Risal semakin gemas dan kembali mengacak rambut Mita yang sudah sedikit rapi menjadi berantakan lagi.


"Bukan hanya dewasa, sekarang dia sangat bijak menasihati kakaknya sendiri." sambung Risal lagi dengan masih mengacak rambut Mita.


Mita memberontak berusaha menghentikan kelakuan Risal, sambil mengeluh dengan suara yang terdengar memelas. Tapi bukannya berhasil malah sekarang Mita meringkuk karena ulah Risal yang tak mau berhenti.


Ternyata sejak tadi obrolan serta tingkah mereka didengar dan disaksikan oleh wanita paruh baya yang tengah berdiri diambang pintu.


Risal dan Mita tidak menyadari kehadirannya karena memang posisi mereka duduk di tepi ranjang sebelah kanan yang otomatis membelakangi pintu kamar.


Sinta menatap mereka penuh haru!! waktu tak pernah berhenti berputar, masa akan terus berubah dan kehidupan terus berlanjut. Dia tidak menyangka anak-anaknya kini berubah menjadi pribadi yang dewasa. Rasanya baru kemarin dia melahirkan mereka, membesarkan, melihat setiap pertumbuhan yang terjadi diantara mereka berdua. bahkan pertengkaran dan perdebatan yang selalu mereka tunjukkan membuat suasana rumah menjadi tidak tenang dan sangat gaduh.


Bagaimana tidak, Mita yang bersifat sangat pecicilan, petakilan, rusuh dan tidak mau mengalah dipertemukan dengan sosok Risal yang jail. bagaimana bisa tenang jika seperti itu. Namun saat ini mereka sudah dewasa. Sebentar lagi Mita akan menikah dan menjadi seorang istri dan menjadi ibu begitun dengan Risal.


Sinta menyeka cairan bening yang lolos begitu saja di pipinya, saking terharunya dia mengingat momen bersejarah itu.

__ADS_1


-tbc-


__ADS_2