
Mama Ayu, mama Ratna dan Citra sedang dalam perjalanan menuju salon dengan diantar oleh pak Cecep, sementara papa Indra dan papa Bram dalam perjalanan menuju wedding organizer dengan menggunakan mobil pribadi papa Indra, sedangkan Riko sendiri sedang perjalanan menuju kantornya, karna dia ada meeting penting hari ini, setelah itu dia akan menyusul papanya.
Saat Riko tiba di kantor semua orang menatap Riko dengan tatapan tidak seperti biasanya, semua karyawan Riko sudah mengetahui bahwa Riko telah menikah. Karna berita yang begitu cepat menyebar saat Riko wisuda.
Riko berjalan menuju ruangannya, dan Riko tertegun saat dia melihat Silfa sedang memasangkan dasi di leher Romi dengan malu-malu, Romipun terlihat malu-malu dengan Silfa. Riko mengangkat sebelah alisnya.
"Apa apaan mereka, apa mereka sudah jadian, terus kenapa mereka masih malu-malu seperti itu. dasar alay." batin Riko mengejek mereka.
Lalu berjalan kearah mereka dengan berdehem dengan keras, membuat mereka salting. Riko hanya melewati mereka dengan masuk kedalam ruangannya. Romipun mengikuti Riko masuk kedalam ruangannya.
"Rom, panggil Silfa." ucap Riko lalu duduk dikursinya, Lalu Romipun keluar memanggil Silfa. Tidak lama kemudian merekapun tiba diruangan Riko.
"Ada apa pak?" tanya Silfa sedikit canggung.
"Bagaimana meeting saya dengan pak Wibowo, apa jadi?" tanya Riko.
"Ahh, saya minta maaf pak, semalam sekretaris pak Wibowo menelfon saya, dan dia mengatakan bahwa meeting dengan bapak ditunda karena pak wibowo sedang ada urusan mendadak pak, dan itu tidak bisa ditunda." ucap Silfa.
"Terus kenapa kamu baru memberitahu saya." gerutu Riko sedikit kesal kepada Silfa, karna dia harus pergi lagi ke wedding organizer dengan perjalanan yang sangat jauh.
"Saya minta maaf pak, saya benar-benar lupa." ucap Silfa menyesal.
"Ini salah gue Rik, semalam Silfa udah menyampaikan hal ini ke gue, dan gue lupa memberi tahu lo." ucap Romi berusaha membela Silfa, Silfa pun menoleh kearah Romi dengan heran, begitupun dengan Riko menatap Romi heran.
"Ngga usah bohong deh Rom, gue tau lo cuma berusaha melindungi pacar lo kan." ketus Riko membuat mereka berdua terkejut.
Romi ingin bertanya kepada Riko, tentang bagaimana Riko bisa mengetahui hubungan mereka, padahal Romi belum cerita kepada siapapun.
"Ngga usah nanya gue tau darimana." ketus Riko mengetahui pikiran Romi, dan Romi pun memasanga wajah pasrahnya.
__ADS_1
"Hari ini gue ngga bisa lama-lama di kantor, gue ada urusan yang sangat penting, jadi semua pekerjaan gue percayakan kepada kalian beruda." ucap Riko menahan mereka yang hendak pergi.
"Emangnya urusan apa Rik?" tanya Romi penasaran begitupun dengan Silfa.
"Hari ini gue ditugasin mama ke kantor wedding organizer, untuk mempersiapkan segala konsep pernikahan gue, dan mungkin gue akan sibuk beberapa hari kedepannya, dan gue mau lo yang mengurus kantor selama gue sibuk." ucap Riko lagi membuat Romi sedikit kecewa.
"Kenapa lo?" tanya Riko heran melihat ekpresi Romi yang sepertinya tidak senang.
"Lo tau kan Rik, gue dan Silfa baru aja jadian, masa iya sih lo ngebiarin gue sibuk dengan Silfa dengan pekerjaan. terus gimana dengan waktu kami berdua." keluh Romi.
"Terus lo berdua maunya gimana, lo berdua pengen gue liburin gitu." ketus Riko dan Romi pun mengangguk antusias.
"Ngga usah kerja sekalian." ketus Riko lagi lalu meninggalkan mereka berdua.
"Udahlah Rom, ini udah kewajiban kita, kamu ngga usah kecewa kayak gitu, kita harus ngertiin posisi pak Riko." ucap Silfa memberi Romi saran.
"Iya juga sih, aku terlalu berlebihan yah?" tanya Romi dan Silfa hanya mengangguk.
"Siapa bilang, sekarang pak Riko menugaskan kamu untuk mengurus semua pekerjaannya, dan aku sebagai sekretaris harus selalu standby didekat kamu, itu udah cukup kok waktu kita untuk berdua." jelas Silfa membuat Romi malu.
"Kamu bener juga yah sayang." ucap Romi malu-malu sambil menarik lengan jas Silfa dengan malu-malu dan Silfa pun merasa gemas dengan tingkah Romi.
"Udah sekarang kita fokus kerja." ucap Silfa lalu menuju ruangannya begitupun dengan Romi.
*******
Riko sudah tiba di kantor WO tempat dimana papa Indra dan papa Bram berada. Saat Riko masuk kedalam, Riko melihat papanya dan mertuanya sedang sibuk mencoba berbagai macam jas untuk diri mereka sendiri, sambil berfoto ria sambil ditemani oleh Pak Yoga yaitu owner dari WO tersebut.
"Selamat datang pak Riko." sapa Owner tersebut sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Riko, dan owner tersebut sudah mengenal Riko dan juga keluarga Riko, karena dia teman dekat dari papanya.
__ADS_1
"Halo om, om ngga usah panggil aku dengan formal, aku kan anaknya papa." ucap Riko merendah sambil membalas salaman pak Yoga.
"Ini adalah suatu kehormatan untuk saya selaku owner, kedatangan pebisnis muda dan terkenal seperti pak Riko." ucap pak Yoga memuji Riko.
"Jangan seperti itu dong om, aku jadi ngga enak." ucap Riko lagi merendah.
"Yoga, karna Riko sudah datang kalian bicara saja." ucap papa Indra kepada Yoga.
"Ok deh." ucap pak Yoga.
"Jadi daritadi papa belum bicara dengan om Yoga?" tanya Riko pada papanya yang sedang sibuk memotret papa Bram.
"Belum Rik, papa lagi nungguin kamu." ucap papa Indra membuat Riko menghela nafasnya kasar.
"Kenapa papa belum ngomong sih?" gerutu Riko sedikit kesal.
"Papa kamu hanya memberitahu om, bahwa kamu ingin mempersiapkan pernikahan kamu, dan segala konsepnya papa kamu serahin semuanya ke kamu Rik." jelas pak Yoga dan Riko paham.
"Ya sudah Rik, kita keruangan om aja, kita ngobrol disana, biar ngga gangguin mereka." pinta pak Yoga lalu mereka pun berjalan menuju ruangan pak Yoga.
"Nah Rik,, ini adalah katalog dari perusahaan kita, disitu banyak contoh desain pernikahan yang kita rangkum." ucap pak Yoga sambil duduk dikursi di dalam ruangannya.
Riko kemudian membuka katalog tersebut dan melihat satu persatu desain pernikahan, Riko melihatnya dengan seksama sampai halaman terakhir.
"Gimana Rik,, apa ada yang sesuai dengan keinginan kamu?" tanya pak Yoga.
"Gini om,, acara ini adalah acara resepsi aja om, tanpa ada akad nikah lagi, jadi aku ingin resepsi pernikahan aku dilakukan outdoor aja om dengan tema alam gitu om." Ucap Riko.
"Jadi kamu mau outdoor?" tanya pak Yoga dan Riko mengangguk lalu pak Yoga mencari katalog yang berisi desain pernikahan outdoor, dan Riko kembali melihat-lihatnya.
__ADS_1
Setelah beberapa halaman, Riko pun berhenti di halaman yang menunjukkan desain pernikahan outdoor dipinggir pantai dan berbagai pemandangan alam lainnya.
Pak Yoga pun memberitahu bahwa lokasi yang berada digambar tersebut adalah di Bali, tapi Riko menginginkan lokasi yang dekat saja, jadi Riko memutuskan untuk mengadakan resepsi di pantai yang berlokasi di Jakarta saja Dan pak Yoga pun menyetujuinya.