Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
165


__ADS_3

Dirumah sakit seorang pria melihat jam yang terus berputar.


Sudah setengah 8 tapi anak buahnya belum juga datang membuat lelaki itu duduk tak tenang.


Serkan berjalan keluar dan berpapasan dengan anak magang lain yang berjalan sendirian dengan troly dorong.


" Kamu ada liat Putri ngak ?" Tanya Serkan kepada gadis itu.


" Putri ? dia belum datang Dok ?" tanya gadis bersama Risa kaget.


" Belum " jawab Serkan tenang.


" Waduh gawat,Putri kemana ?" Batin Risa deg degan.


" Ya udah,saya kesana dulu " Kata Serkan pamit.


Risa mengangguk lemah,melihat Serkan menjauh gadis itu dengan cepat mengeluarkan hapenya dan menelfon sang teman seangkatan.


" Ayo Put diangkat ?" Gumam Risa khawatir.


Terlihat Serkan kembali menyetop anak magang dan pasti akan menanyai Putri lagi pikir Risa.


Beberapa detik kemudian panggilan dijawab membuat Risa kaget sendiri.


" Halo " Pekik Histi diseberang.


" Kamu dimana Put,aduh gawat ini " Kata Risa berjalan mondar mandir.


" Aku dijalan tadi kejebak macet " Jawab Histi dengan nada teriakan membuat Risa kesal.


" Cepetan Put,Dokter Serkan nyariin kamu " Kata Risa gemas.


" Hah kenapa nyariin aku ? dia kangen ya ?" tanya Histi polos.


" Kangen otak mu,cepetan balik kalo mau lulus kuliah tahun ini !" pekik Risa kesal.


" Eeh iya iya ini mau sampai " Jawab Histi kelabakan.


Tut.


Panggilan dimatikan,gadis itu dengan cepat mendorong troly mengintai Serkan masih bertanya atau tidak.


Didepan rumah sakit,Putri mulai panik dirinya datang terlambat karna macet menghadang ditengah jalan.


Bahkan baso panasnya pun kini mendingin gara2 kelamaan.


Dengan kecepatan super gadis itu memarkirkan motornya diparkiran dan langsung berlari membawa bakso hasil uang palakan.


Seorang Dokter melintas didepan gadis itu dan tertawa.


" Putri " Panggil Dokter cantik tersebut.


Histi yang berlari langsung berbalik badan.


" Iya Dok kenapa ?" tanya Histi sedikit pucat.


" Ngak ada polisi didepan " Jawab Dokter tersebut di ikuti tawa para pasien dan receptionist.


" Hah !" kata Histi bingung.


Dokter menunjuk kepalanya sendiri,Histi mendongak dan terbelalak melihat helm hitamnya masih menyangkut dikepala bahkan kaca mata hitamnya masih dihidung.


" Waduh gawat " kata Histi menepuk wajahnya sendiri dan berlari ke receptionist.


" Ya ampun Put,kamu kenapa sih ? buru2 amat " Tegur Receptionist disela tawanya.


" Aku telat Kak " Jawab Histi dengan cepat melepas helm dan kaca matanya dibawah lantai.


" Taruh situ aja ntar Kakak beresin " Ucap wanita cantik itu ramah.


" Makasih ya Kak ntar aku traktirin bayar parkir " Kata Histi terkekeh.

__ADS_1


" Hahaha " Wanita bernama Monica itu langsung tertawa ngakak mendengar ucapan gadis tersebut.


Histi sudah berlari dengan tentengan 2 bungkus baso yang sudah ngembang.


" Ya ampun Putri,rusuh banget sih " Ucap Monica menyeka air matanya yang keluar gara tertawa.


" Berasa hidup ya ada dia,heboh minta ampun " Sahut Dokter wanita tadi mendekati Receptionist.


" Iya Dok,ada2 aja kelakuannya " Balas Monica terkekeh.


" Aku gak bisa bayangin gimana mukanya Dokter Serkan kalo berhadapan sama gadis itu " Kata Dokter menghela nafas.


" Iya,mana Dokter Serkan dingin,cuek,garang ihhhh takut aku kalo Putri sampe dibejek sama dia " kata Receptionist merinding.


" Paling ntar pindah rumah sakit lagi kalo gak tahan,Ayahnya kan orang penting disini " Ucap Dokter tersenyum miring.


Monica hanya tersenyum membalas ucapan wanita itu karna ia tau Serkan masuk kesini murni tanpa bantuan orang dalam.


Brakkk....


Pintu dibuka kasar oleh seseorang dari luar.


Putri ngos2an didepan Serkan yang sedang membaca buku seperti biasanya.


" Huh huh huh..aku aku telat Dokter " Kata Histi menyeka keringatnya.


Serkan diam masih membaca buku tanpa menoleh.


Glek...


Putri menelan ludah kasar menatap kediaman lelaki itu.


Perlahan gadis itu mendekat dan menaruh baksonya didepan meja.


Serkan mendongak menatap gadis itu dengan tatapan dingin.


Pria tersebut menutup buku dan membuka kaca mata beningnya.


" Maaf kenapa ?" tanya Serkan dingin.


" Anu em anu saya em aku em saya terlambat " Kata Histi bingung harus formal atau tidak.


" Tau terlambat ?" Tanya Serkan tenang.


Putri mengangguk lemah.


" Jam berapa sekarang ?" Tanya Serkan


Histi menatap jam dan menelan ludah kasar.


" Tadi saya terkena macet " Jawab Histi takut.


" Saya tanya jam berapa ini !" Bentak Serkan membuat gadis itu mundur kaget.


" Ja aa jam de ela pan " Jawab Histi terbata bata.


Serkan menarik nafas panjang berusaha sabar.


Pria itu terlihat sangat dongkol,banyak pekerjaan yang harus ia lakukan,tapi karna laporannya dibawa gadis itu untuk disalin membuat Serkan kelabakan sendiri tak bisa bergerak.


" Maaf Dokter,saya janji ngak bakal ulangin lagi " Kata Histi menunduk takut.


Serkan diam tak menjawab,pria itu mengambil laporannya dan mulai membaca satu persatu.


" Siapkan semua peralatan,ikut saya ke rumah sakit sebelah " Titah Serkan dingin.


" Iy ya " Jawab Histi ketakutan melihat aura membunuh lelaki itu.


Sungguh Serkan sangat berbeda,benar yang diucapkan para sebelumnya bahwa siapa pun harus berhati2 dengan lelaki dingin itu banyak juga yang beredar kabar mengatakan bahwa Serkan juga seorang psikopat tapi Histi tak mempercayainya karna Histi yakin lelaki itu masih normal.


Serkan langsung bergerak cepat karna memang sudah terlambat.

__ADS_1


Histi yang tak mau lagi dimarahi berinisiatif bergerak lebih cepat dari lelaki itu.


" Biar saya saja Dok " Ucap Histi merebut buku yang dipegang Serkan.


Gadis itu menaruh dirak disusul beberapa buku lainnya.


" Uh selesai,ayo Dok " Ajak Histi banjir keringat.


Serkan diam,lelaki itu sangat terkejut dengan kerja cepat gadis itu,Serkan pikir Putri gadis malas seperti biasanya tapi kini perempuan itu tanpa sengaja menunjukkan bakat babu yang sesungguhnya.


" Iya,ini lap dulu keringat kamu " Kata Serkan memberi 2 lembar tisu kepada gadis itu.


Histi menerima dengan senyum kaget.


Gadis itu menyeka keringatnya dan inging menyembunyikan tisu di kantong.


" Buang Putri itu kotor " Kata Serkan gemas dengan tingkah gadis itu.


" Hehe iya Dok " Jawab Histi cengengesan malu dan mendekati tong sampah.


" Huh mana berani aku ngambil tong sampah samping dia yang ada malah aku ditelen nanti " Batin Histi merinding.


" Cepetan " Kata Serkan sudah siap dengan tas punggung berisi banyak barang.


Histi mengangguk setuju dan mengambil bungkusan yang belum dimakan.


" Apa itu ?" Tanya Serkan menyelisik.


" Baso Dok tapi udah ngembang hehe " Jawab Histi malu2.


Serkan menatap bola2 kecil yang melambaikan tangan kepadanya.


" Simpan saja jangan mubazir " kata Serkan memutuskan.


" Hah maksudnya ?" Tanya Histi bingung.


" Masih bisa dimakan itu " Kata Serkan gemas.


" Saya beli untuk Dokter 1 " Jawab Histi menunduk takut.


" Ya sudah,simpan di ujung sana habis kembali nanti kita makan " Jawab Serkan dengan senyum kecilnya.


Deg...


Histi tersentak kaget dengan jawaban tak terduga pria dingin itu.


" Beneran mau makan ini bareng2 ?" tanya Histi tak percaya.


" Kamu meragukan saya ?" Tanya Serkan bersedekap dada.


Histi menggeleng cepat lalu berlari menaruh bungkusan baso itu dipiring makan sang Dokter.


" Ayo Dok cepetan nanti kita terlambat " Ajak Histi menarik tangan pria itu.


Serkan mengangguk dengan senyum kecilnya.


" Aaaaaaa Pak Dokter pengen pelukkkkk " Pekik Histi dalam hati sangat girang dengan senyum manis lelaki itu.


Mereka pun pergi dari sana berjalan beriringan membuat beberapa anak magang melongo menatap wajah cerah teman mereka.


" Gilaaaaa,itu beneran Putri sama Dokter Serkan ?" Tanya Risa tak percaya.


" Iya bukannya tadi Dokter Serkan marah2 ya,tapi kenapa sekarang mereka berdua...." Ucap teman gadis itu tak sanggup.


" Kayaknya pelet Putri beneran kuat deh,ayo kita belajar sama dia " Ajak teman yang lain semangat..


" Ayoo " Pekik mereka ikut semangat.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2