Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
452


__ADS_3

Disebuah mobil seorang gadis terlihat anteng menggendong sang keponakan yang sedang mengantuk.


Selama diperjalanan Sutar sedikit rewel,bocah itu menangis tak henti lantaran lapar belum makan siang,Azura dan Romeo yang masih pemula tidak tau apa penyebab bayi tersebut.


Azura mengira Sutar kangen dengan ibunya,gadis itu pun langsung menelfon Histi dan mendapat teriakan dari sang Kakak.


Histi ngomel2 kepada gadis itu karna terlambat memberi Sutar minum susu padahal Histi sudah memperingati gadis itu sebelumnya.


" Pegel ?" tanya Romeo menoleh.


" Sedikit " jawab Azura.


" Harus kuat,biar nanti gak kaget lagi kalo punya anak sendiri " Balas Romeo terkekeh.


" Boro2 anak,punya pacar aja kagak " Balas Azura malas.


" masa gak punya pacar ?" tanya Romeo.


" Gak aku gak pernah pacaran " Jawab Azura.


" Pasti kamu yang nolak kan ?" tebak Romeo.


" Gak juga,emang gak ada yang ngutarain perasaan sama aku " jawab Azura polos.


" yang bener ?" tanya Romeo tak percaya.


" Iya Bang gak ada " jawab Azura serius.


Romeo terdiam melihat gadis itu sejenak lalu menghadap lagi kejalan.


Selama Azura hidup tak ada satupun lelaki itu mengutaran kata suka kepada dirinya,bukan karna tidak cantik tapi gadis itu sering menghindar jika ada lelaki yang ancang2 akan mendekat,bedahal dengan Angel yang mempunyai mantan lebih dari 10 meski semuanya bertampang badboy.


" Abang punya pacar ?" tanya Azura hati2.


" Hm bisa dibilang iya dan tidak " Jawab Romeo.


" lah kok gitu ?" tanya Azura bingung.


" Ya cuma temen doang " jawab Romeo.


" Abang kan udah dewasa,harusnya udah punya anak 2 sekarang " Balas Azura.


" Mau kasih abang anak ?" tanya Romeo menoleh.


" siapa ? aku ?" Tanya Azura menunjuk dirinya.


Romeo mengangguk cepat.


" Hah ya mana boleh " kata Azura terkejut.


" Kenapa gak boleh ?" tanya Romeo mengernyit.


" Kan Nenek sama Mama abang sodaraan " Jawab Azura polos.


" Gak sodara "


" Maksud Abang ?" Tanya Azura semakin bingung.


" Ceritanya panjang,intinya kamu dan Abang gak ada hubungan darah " jawab Romeo tenang.


" Jadi kalo aku suka sama Abang boleh ?" tanya Azura semangat.


" Ya boleh aja,toh buktinya Bara sama Kakak aku menikah " Jawab Romeo terkekeh.


" Hehe iya juga ya " kata Azura menggaruk kepala.


" Mau nikah sama abang ?" tanya Romeo menggoda.


" Hah " Pekik Azuraterbelakak.


" Hahaha abang bercanda " Kata Romeo mengusap kepala gadis itu.


" Bercanda ya ?" ulang Azura pelan.


Romeo kembali tertawa,lelaki itu fokus berkendara hingga mereka tiba disebuah restoran.


" ayo turun " Ajak Romeo membuka sabuk pengaman.


" Gak bisa gerak,Sutar tidur " Balas Azura pelan.

__ADS_1


Romeo melihat gadis itu,terlihat Azura memapah Sutar dengan hangat memberi kenyamanan kepada bayi mungil tersebut.


Tanpa bicara Romeo membuka sabuk pengaman,Azura sontak menahan nafas saat wajah pria tampan tersebut sangat dekat dengan dirinya.


Cetlek...


Bunyi pengaman terlepas,Romeo melihat Azura dan tersenyum kecil.


Gadis imut itu memejamkan mata tak sanggup menatap ciptaan Tuhan tersebut.


" Udah " Bisik Romeo lirih.


Deg..


Azura membuka mata dengan cepat dan menghela nafas lega.


" Sini Sutar sama aku " Kata Romeo menggulung lengan kemejanya.


Gadis itu kembali panas dingin,lengan berotot Romeo ditumbuhi bulu halus yang mengkilaukan mata.


Kulit bersih sedikit kecoklatan itu membuat siapa saja gerah melihatnya,pesona Romeo benar2 khas lelaki dewasa yang berkarisma.


" Azura " Tegur Romeo mengernyit.


" Eh iya Bang " jawab Azura kaget.


" Sutar sini sama abang biar kamu gak cape " Ulang Romeo lembut.


" Hem ya ini " Kata Azura menyerahkan bayi tersebut.


Sutar berpindah tempat,dengan hati2 Romeo memasang empeng dimulut bocah tersebut dan membuka pintu mobil.


Keduanya turun bersamaan.


" Mereka dimana ?" tanya Azura melihat kiri kanan.


" Ayo masuk saja " Ajak Romeo.


Azura mengangguk mereka masuk lebih dalam dan ditahan oleh pelayan didepan pintu.


" Untuk berapa orang ?" tanya Pelayan sopan.


" 3 " Jawab Romeo.


" Satu keluarga atau...


" Ya keluarga " Potong Romeo.


" Suami istri ya ?" tanya pelayan tersenyum.


" Hah " Kata Azura bingung.


" Ya,ini bayi kami " Jawab Romeo.


" Apa " kata Azura terbelakak.


Romeo tersenyum merangkul pinggang gadis itu membuat Azura mendekat kepadanya.


" Abang " Desis Azura gemas.


" Bawa kami masuk " Kata Romeo tak menghiraukan.


Pelayan mengangguk,lelaki itu membantu Azura membawa barang2 Sutar.


Gadis itu menatap Romeo,terlihat si pria berjalan tenang layaknya seorang bapak muda.


Senyum kecil tercipta dibibir manis Azura,ia merasa malu Romeo seakan menganggap dirinya sebagai seorang istri sekaligus ibu.


Dari kejauhan terlihat sepasang suami istri sedang asik suap suapan dipinggir danau.


Azura yang melihat kebahagiaan pasangan itu mendengus kesal.


Ia lelah menjadi babysitter Sutar sedangkan orang tua bocah itu sibuk pacaran.


" Heiiii Sutarrr " Pekik Histi melihat Romeo.


Wanita itu bangun dan berlari mendekati anaknya.


" Uluh2 gantengnya anak Mama " Kata Histi mengambil alih sang anak.

__ADS_1


Romeo menyerahkan bayi itu dengan hati takut Sutar mengamuk.


" Haistt Kakak enak2kan disini,aku kewalahan ngurus Sutar dirumah !" Kata Azura melampiaskan kekesalannya.


" Hehe maaf,tadi aku laper makanya kesini,oh iya Sania mana ?" tanya Histi teringat akan bocah itu.


" Astaga Bang,Sania masih dimobil " Kata Azura teringat.


" Apa !" pekik Romeo dan Histi bersamaan.


" Astaga,cepat lari " Pekik Histi panik.


" Kenapa Yank ?" tanya Serkan aneh.


" Sania dalam mobil Yank,mereka lupa ajak dia turun " jawab Histi tak tenang.


" Apa " kata Serkan terbelakak dan langsung ikut lari.


Didalam mobil Sania terbangun dari tidurnya merasa kepanasan.


Bocah itu melihat kiri kanan dan mengernyit bingung.


" Aku dimana ?" Gumam Sania menggaruk kepala.


Ia mencoba membuka pintu tapi naas terkunci.


" Kenapa gak bisa dibuka ?" Tanya Sania mulai panik.


Gadis itu mencoba membuka lagi dan naas masih terkunci.


" Om dan kakak itu kemana ya ?" Tanya Sania sudah berkeringat.


Suasana sangat panas dan pengap apalagi bau pengharum ruangan yang juga tak kalah menyengat.


Sania duduk tenang,bocah itu menunggu beberapa saat meski keringat bercucuran.


Tak lama 3 orang dewasa berlari kencang kearah parkiran,manik Sania melihat pria yang paling ia kenal berlari dengan wajah panik.


" Saniaaa "Pekik Serkan menggedor kaca mobil.


" Om Serkan " Gumam Sania tersenyum.


" Cepat buka " Pekik Serkan panik.


Romeo melempar kunci mobil dan langsung ditangkap Serkan.


Dengan cepat lelaki itu memencet tombol dan membuka ganggang.


" Sania " Gumam Serkan terdiam melihat wajah anak tetangganya memerah dengan banjir keringat.


" Om " Kata Sania berkaca kaca.


" Ya Tuhan,ayo keluar Nak " kata Serkan masuk dan mengiring tangan gadis itu keluar.


" Kamu gak papa ?" tanya Azura ngos2an.


" Gak papa Kak " Jawab Sania tersenyum.


" Maaf ya Dek,aku lupa kamu ketiduran tadi " kata Azura merasa bersalah.


" Iya Kak,aku baik2 aja kok,cuma baju aku basah kena keringat " kata Sania menyeka keringat didahinya.


Serkan ikut mengelap keringat bocah itu dan mengusap wajah Sania lembut.


" Syukurlah kamu baik2 saja,,ayo kita makan " Ajak Serkan tersenyum.


" Iya Om " Jawab Sania semangat.


Keduanya pun berjalan saling bergandeng tangan.


" Huhhhh untung aja " Kata Azura menghela nafas lega.


" Iya kalo gak,bisa mati aku dikelek Histi sama Serkan " kata Romeo merinding.


" Hm,ya udah yuk makan dulu aku dah laper " Ajak Azura mengandeng tangan Romeo.


" Ayo " Sahut Romeo merangkul bahu gadis itu.


Keduanya berjalan beriringan dengan wajah bahagia.

__ADS_1


❤❤❤❤


hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2