
Kebesokan harinya,Winda bersiap2 untuk berangkat menemui saudara dari sebelah sang Papa.
Sindi yang melihat anaknya berdandan rapi mengernyit heran.
" Mau kemana Kak ?" tanya Sindi seraya menonton Tv.
" Aku mau jalan sama Jonathan Ma " Jawab Winda jujur.
" Kemana ?" tanya Sindi.
" Jalan2 " Jawab Winda.
" Jangan lama2 dan gak boleh makan sembarangan " Kata Sindi tegas.
" Iya " Jawab Winda tersenyum.
" Kamu dianter apa di jemput ?" tanya Sindi.
" Papa udah berangkat ya ?" tanya Winda.
" Belum masih dikamar " Jawab Sindi.
Winda mengangguk dan berjalan kearah kamar orang tuanya,gadis itu membuka pintu pelan dan mendapati Malvin sedang berbicara dengan laptop.
" Pa " Panggil Winda lirih.
Malvin menoleh sebentar memberi kode gadis itu menjauh.
Winda mengangguk paham dan kembali menutup pintu.
" Kenapa ?" tanya Sindi mendekat.
" Papa lagi sibuk Ma,aku naik ojek aja " Kata Winda memutuskan.
" Emang udah kuat ?" tanya Sindi khawatir.
" Iya,nangkap rusa juga aku udah bisa " Jawab Winda mencoba melawak.
Sindi tersenyum kecil mengangguk.
Winda pun berpamitan pergi tanpa kendala apapun.
Semalam Winda sudah memberitahukan niatnya hari ini dan beruntung Malvin berada dipihaknya membuat Sindi tak berkutik.
Meski khawatir tapi Sindi percaya putrinya bisa menjaga diri.
" Aku harus menelfon Jonathan buat nanyain kebenarannya " Gumam Sindi pelan.
Beberapa menit menunggu depan rumah akhirnya abang ojek datang dan membawa gadis manis itu pergi.
Disebuah cafe sepasang kekasih baru saja sampai,keduanya turun dari mobil dan mengambil tempat.
" Kenapa disini ?" tanya si gadis heran.
" Disini aja " Jawab si pria.
" Ini kursinya 4,emang ada orang lain yang gabung ?" tanya gadis itu bingung.
" Hm ada Jo sama temennya " Jawab lelaki itu tenang.
Si gadis mengangguk paham,tak lama yang dibicarakan datang.
" Sorry telat " ucap Jo santai.
" Iya kita baru sampe " Jawab pria tadi tenang.
Semua orang duduk,Jonathan terlihat cerah hari ini membuat temannya heran.
" Lo kenapa cengir2 ?" tanya lelaki itu heran.
" Gak papa,gue semangat nungguin Winda " Jawab Jo tersenyum.
" Bukannya dia sepupu lo ?" tanya pria itu aneh.
" Ya,emang nya kenapa ?" tanya Jo balik.
" Ya heran aja,lo kayak lagi kasmaran " Jawab lelaki itu malas.
Jo tertawa geli dan kembali diam.
" Pesan dulu Yank,aku haus " Ucap si gadis kepada pacarnya.
__ADS_1
" Iya " Jawab Lelaki itu memberi buku menu.
Pasangan itu pun sibuk sendiri memilih makanan dan minuman yang akan mereka pesan.
Drt drt drt.
Hape Jonathan berdering,pria itu merogoh sakunya dengan cepat dan tersenyum melihat nama dilayar.
" Masuk aja Win,aku udah didalam " Ucap Jo tenang.
" Iya " Jawab Winda paham.
Tut.
Panggilan terputus,Jonathan menaruh hapenya dimeja dan memperbaiki cara duduknya.
Tak lama seorang gadis mengenakan kemeja hitam mendekat sambil celingak celinguk mencari seseorang.
" Winda " Panggil Jonathan melambaikan tangan.
Gadis itu menoleh dan tersenyum.
Winda berjalan mendekat dan terdiam melihat teman sepupunya itu.
" Win,duduk sini " Ucap Jonathan menepuk bangku disebelahnya.
Pria dingin tadi mendongak dan terkejut melihat Winda.
" Dia " Gumam si pria pelan.
Si gadis mendongak dan melototkan matanya.
" Loh ini kan ?" Ucap gadis itu menggantung.
Winda menunduk memainkan jemari tangannya yang sudah terasa dingin.
Ntah mengapa tiba2 Winda merasa takut melihat pasangan yang sedang menatap dirinya itu.
" Win " Panggil Jonathan heran.
Winda berubah pucat membuat Jonathan panik.
" Hah em aku gak papa " Jawab Winda menunduk.
Pria dingin itu terus melihat gerak gerik Winda yang terlihat gemeteran.
" Ayo duduk sini " Ucap Jonathan mendudukkan Winda dengan hati2.
Gadis itu menurut dan duduk tepat didepan sang pria.
" Kenalin,ini temen gue Samuel dan ini pacarnya Naya " Ucap Janathan mengenalkan sang teman.
Winda menunduk sopan dengan meremas kedua tangannya.
" Oh iya Win,ini aku bawain kamu pizza " Ucap Jonathan teringat.
" Hm ya makasih Jo " Jawab Winda pelan.
" Sama2,tapi kamu gak boleh makan banyak ya,ini aja aku riquest banget sama chefnya,gak yakin bakal enak sih tapi ya kamu coba aja dulu " Ucap Jonathan lembut.
Winda mengangguk tersenyum.
" Lo sakit apa ?" tanya Naya bersedekap dada melihat Winda.
Gadis polos itu mendongak dan melirik Jonathan.
" Ginjal " Jawab Jo polos.
" Hah ?" tanya Naya kaget.
" Jadi karna cewek ini lo nyari orang buat donorin ginjal ?" Tanya Samuel.
" Iya " Jawab Jo jujur.
" Astaga,udah parah dong " Sahut Naya merinding.
" Iya,dia harus segera dapat donor " kata Jonathan menghela nafas.
Winda diam menunduk melihat Naya menatapnya aneh.
" Biasanya sih gak bakal lama " Gumam Naya pelan.
__ADS_1
Jonathan dan Samuel kaget begitupun Winda yang semakin menunduk meremas tangannya.
" Jangan gitu dong,Winda itu kuat dia pasti bisa bertahan " kata Jo tak terima.
" Ya kalo udah ngarepin donor biasanya kan gitu,iya kalo ada kalo gak ? setau gue sih the end " Kata Naya tanpa perasaan.
" Gak boleh ngomong gitu " Tegur Samuel.
Naya mengangkat bahu acuh.
" Gak usah didengerin ya Win,kamu bakal sembuh kok,aku akan secepatnya cari donor yang pas buat kamu " Ucap Jonathan mengusap bahu Winda.
" Iya " Jawab Winda memaksa senyum.
Meski merasa sakit hati dengan ucapan Naya tapi Winda berusaha tegar karna memang itu lah resiko penyakit yang ia derita saat ini.
" Ayo makan dulu " Ucap Jonathan mengalihkan.
Winda mengangguk dan mengambil satu potong.
Gadis itu memakannya pelan2 dengan senyum kecil.
" Akhirnya bisa makan pizza juga " Gumam Winda lirih.
Samuel mendengar cicitan gadis itu menoleh sebentar.
Winda tak melihat,gadis itu terus makan menikmati pizza yang terasa hambar.
" Kasihan sekali " Gumam Naya menggeleng melihat Winda terlihat lahap walau tau rasanya tak enak.
Mereka pun kembali mengobrol,Winda hanya sesekali mengeluarkan suara saat dicecar banyak pertanyaan dari Naya dan juga Jonathan.
Saat gadis itu akan mengambil air tiba2 tangannya dan tangan Samuel bertabrak.
Sontak keduanya saling menoleh kaget.
" Maaf " Ucap Winda menunduk sopan menarik tangannya cepat.
" Ini minumlah " Ucap Samuel tanpa expresi.
Winda mengangguk dan mengambil air putih digelas.
Samuel melirik gadis itu sesaat dan kembali bercengkrama dengan Jonathan.
Hingga siang hari Winda mulai mengantuk,gadis itu baru saja minum obat yang selalu ia bawa kemana pun.
" Kenapa Win ?" tanya Janathan peka.
" Ngantuk " Jawab Winda jujur.
" Efek obat ya ?" tanya Jo iba.
" Hm " Jawab Winda mengangguk.
" Ya udah aku antar pulang ya " Kata Jonathan lembut.
" Diluar hujan " Ucap Samuel tenang.
" Yank ayo anter aku ketemu sama temen,udah ditungguin nih " Rengek Naya bergelayutan manja.
" Kamu gak lihat air turun dari langit ?" tanya Samuel gemas.
" Kamu kan bawa mobil,gak bakal kehujanan lah kita " Jawab Naya kesal.
" Sekalian Sam,tolong anterin Winda pulang gue pake motor soalnya " Celetuk Jonathan.
" Hah " Pekik Naya dan Winda kaget.
" Eh gak usah,aku bisa pulang naik ojek " Kata Winda menggelengkan kepalanya.
" Iya,kan ada ojek mobil " Kata Naya tak terima.
Samuel diam melirik Winda yang sudah sangat mengantuk terlihat dari maniknya yang memerah.
Pria itu menghela nafas dan berdiri mengambil kunci mobil.
Winda menelan ludah kasar menatap Samuel yang terus mendatarkan wajahnya.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1