Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
414


__ADS_3

" Kenapa harus datang sendiri ?" Tanya seorang pria mengernyit menerima telfon dari seseorang.


" Datang saja tak usah membawa anak mu " Jawab Reno diseberang.


" Baiklah,tahan Samuel disana " Ucap Zaki mengalah.


Tut.


Panggilan terputus,lelaki dengan pakaian kerja lengkap itu langsung melesat keluar ruangannya.


" Mau kemana Yank ?" tanya seorang wanita berpapasan dengan Zaki.


" Kamu pulang saja aku akan lama " Jawab Zaki.


" Aku ikut " Kata Pony mengikuti langkah lebar sang suami.


" Jangan ini bahaya !" kata Zaki tegas.


" Tap...


" pulang !" Kata Zaki tegas.


Pony mengangguk pelan merasa takut dengan raut beda Zaki saat ini.


Lelaki itu berjalan cepat,Pony merasa bingung dengan tingkah suaminya.


Padahal tadi Zaki sendiri yang memintanya datang membawa makan siang.


" Dia kenapa ya ? ada masalah sama perusahaan ?" Gumam Pony bingung.


Karna takut dimarahi Zaki wanita itu pun memutar balik pulang kerumah.


Didalam mobil,Zaki berkendara dengan kecepatan tinggi.


Kabar cucunya ditemukan membuat jantung Zaki berdetak kencang apalagi Reno meminta jangan membawa siapapun.


" apa yang sebenarnya terjadi ? apa Samuel sudah ahhh tidak2 dia pasti masih hidup " Gumam Zaki menggeleng pelan.


Lelaki itu menambah kecepatan hingga sampai di tempat tujuan.


Pekarangan rumah tersebut terlihat sepi tapi banyak sampah berserakan.


" Ada acara apa ini ?" gumam Zaki pelan.


Lelaki itu masuk lebih dalam.


" Assalamualaikum " sapa Zaki sopan.


" Waalaikum salam " Jawab warga rumah serentak.


Zaki pun masuk dan terdiam melihat seorang pria keluar dari kamar diikuti seorang gadis dibelakangnya.


" Sam " Gumam Zaki terbelalak.


Samuel menoleh dan terdiam melihat Kakeknya berada disana.


Zaki berlari dan langsung memeluk lelaki tersebut.


" Sam kamu apa kabar Nak ? kemana aja selama ini ?" Tanya Zaki memeriksa tubuh Samuel.


" Aku baik Kek " jawab Samuel.


" Apa yang terjadi ? kenapa kamu menghilang ?" Tanya Zaki.


" Duduk disini dulu kita jelaskan semuanya " Kata Reno tenang.


Zaki menoleh dan mengernyit melihat ada anggota lain yang tak ia kenali.


" Apa yang terjadi Ren ?" tanya Zaki duduk didepan semua orang.


" Samuel dirawat oleh keluarga ini " jawab Reno menunjuk Malvin dan Sindi.


" Dirawat ? maksudnya bagaimana ?" tanya Zaki.


Reno diam,lelaki itu tak enak memberitahu Zaki yang sebenarnya.


" Hm begini Pak kami bertanggung jawab atas Samuel " Jawab Malvin membuka suara.


" Atas apa ?" Tanya Zaki semakin bingung.

__ADS_1


" Samuel sudah mendonorkan ginjalnya kepada putri kami " Jawab Malvin jujur.


" Apa !" Pekik Zaki melotot.


" Sabar Om " Kata Aktam yang sudah bersiap dibelakang Zaki.


" Apa maksud kalian ?" tanya Zaki emosi.


" Anak kami kemarin membutuhkan donor ginjal dan Samuel mau melakukannya " Jawab Malvin.


" Apa !" kata Zaki syok.


" Sam,apa ini kau mau bunuh diri ?" Tanya Zaki tak percaya.


Samuel diam tak bersuara.


" Maaf jika kami melakukannya tanpa persetujuan anda dan keluarga " Kata Malvin sopan.


" Kalian melakukan pelanggaran !" kata Zaki garang.


" ya saya tau " Balas Malvin.


" Sam pulang sekarang !" kata Zaki tegas.


" Kek aku bisa jelaskan " Kata Samuel membuka suara.


" Pulang !" Bentak Zaki emosi.


Samuel terdiam,Reno maupun Romi tak ada satupun yang menahan lelaki itu.


" Aku sudah yakin ini semua pasti ada kaitannya dengan Romi,ternyata benar " Kata Zaki tersenyum miring.


Romi diam tak menyahut.


Zaki berjalan keluar menyeret Samuel ikut dengannya.


" Bang bagaimana ini ?" Tanya Sindi makin ketakutan.


" Biarkan saja dulu " Kata Romi tenang.


" Kau juga akan ikut terseret Rom " Kata Reno khawatir.


Semua orang diam hingga Winda berdiri mengejar Zaki dan Samuel keluar.


" Windaaa " Pekik Sindi.


" Saaaammmmm...." Panggil Winda terus mengejar Samuel yang berjalan mengikuti langkah kakeknya.


" Sammm akhhh " Pekik Winda meringis memegang perutnya.


Samuel menoleh dan terkejut melihat Winda terjatuh ke tanah.


" Windaaaa " pekik Malvin syok melihat sang putri.


" Sam " Panggil Winda dengan wajah menahan sakit.


" Ayo bangun " kata Samuel mengangkat tubuh gadis itu.


" Sam jangan pergi " Kata Winda memegang tangan Samuel.


" Aku akan kembali " Ucap Samuel tenang.


" Bagaimana dengan Papa ku,apa kalian akan melaporkan ini ke polisi ?" tanya Winda nanar.


" Tentu saja ini tindak kejahatan !" Jawab Zaki tegas.


" Jangan Pak,jangan masukin Papa kepenjara,ini salah aku Pak masukin aku aja Pak " Kata Winda mendekati lelaki itu.


Zaki tersenyum miring menatap gadis itu dengan wajah meremeh.


Samuel diam melihat Malvin bersama Sindi berdiam diambang pintu.


Terlihat sekali wajah keduanya sedang terluka,tapi kali ini Samuel tak bisa membantu apalagi kabur seperti biasanya.


" Ayo Sam !" Kata Zaki menegur.


Samuel mengangguk,pria itu pun kembali berjalan.


" Sam aku mohon " Kata Winda menahan tangan Samuel.

__ADS_1


" Aku harus pergi " Kata Samuel melepas tangan gadis itu.


" Saaaaaaammmmmmmm " Teriak Winda histeris.


" Winda,Winda kamu kenapa Nak ?" Ucap Sindi menggoyang lengan anaknya.


" Sam tolong jangan laporkan Papa Sammm " Teriak Winda.


" Winda bangun Nak " Kata Sindi panik.


" Winda bangun !" Ucap Samuel menarik tangan gadis itu.


" Papaaaa tidaaaaakkkkkkk " Teriak Winda lagi hingga terbangun dari tidurnya.


" Winda sayang kamu kenapa Nak ?" tanya Sindi memegang wajah putrinya.


" Sam,Papa !" Kata Winda melotot dengan nafas ngos2an.


" Iya ada apa,ini Sam " Kata Sindi menarik badan Samuel.


" Kamu mimpi apa ?" tanya Sindi heran.


" Sam dia pulang Ma,mereka melaporkan Papa Ma " Kata Winda mulai menangis.


" Hah " pekik Sindi kaget.


" Itu hanya mimpi " Kata Samuel tenang.


" Papa mana ?" Tanya Winda langsung turun dari ranjang.


Gadis itu berlari keluar dan mendapati Malvin sedang sibuk dengan kertas ujian para muridnya.


" Papa " Gumam Winda langsung berlari mendekati Malvin.


Grebbbb...


Tanpa basa basi gadis itu memeluk Malvin dengan erat.


" Ehhh ada apa ini ?" Tanya Malvin terkejut.


" Papa aku sayang Papa " Ucap Winda sambil menangis.


" Hah kenapa,,apa yang terjadi ?" Tanya Malvin bingung.


Sindi mendekati keduanya dan menggeleng pelan.


" Dia mimpi buruk Mas,teriak2 nama kamu tadi " Kata Sindi terkekeh.


" Mimpi buruk ?" Ulang Malvin heran.


" Iya dia bilang dalam mimpinya kamu ketemu sama Kakek Sam " Jawab Sindi.


" Apa itu benar sayang ?" tanya Malvin kaget.


" Iya Pa,itu terasa sangat nyata " Jawab Winda disela tangisnya.


" Itu hanya bunga tidur sayang,pasti tadi gak baca doa " Kata Malvin mengusap kepala gadis itu lembut.


" Iya Om,bahkan gak cuci muka sama ganti baju " Celetuk Samuel mendekat.


Winda mendongak menatap wajah Samuel dalam,perkataan Samuel dalam mimpinya begitu terasa nyata.


" Apa ?" tanya Samuel heran.


Winda kembali memeluk Malvin dengan manja.


" Dah sana tidur lagi,cuci muka ganti baju sama doa jangan lupa !" Kata Malvin lembut.


" Papa gak kemana mana kan ?" tanya Winda khawatir.


" Papa mau kemana ? hari aja hujan terus gak liat nih kerjaan numpuk ?" Tanya Malvin gemas.


Winda mengangguk,dirinya memang tidak bersih2 saat pulang main tadi,Winda begitu lelah hingga tak sadar tidur saat rebahan..


Samuel berjalan duluan dengan wajah lesu dan malas..


Lelaki itu sampai dikamar dan merebahkan dirinya dikasur melanjutkan tidur yang sempat tertunda.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2