
Pagi hari suasana sedikit ramai saat kedatangan Alexi yg semalaman tak pulang.
Lelaki itu merasa aneh dengan anak dan keponakannya yg tertidur diruang tamu dengan buku tulis mengelilingi mereka.
" Kenapa mereka tidur disana Bu ?" Tanya Alexi melihat Yuni.
" Mereka dihukum " Jawab Yuni seraya mengicau nasi goreng diwajan.
" Hukum kenapa ?" tanya Alexi kaget.
" Huh tanyain sama mereka aja nanti " Jawab Yuni menghela nafas.
Alexi mengernyit bingung,ia tak tau ada kejadian dirumah karna lelaki itu tidur dihotel bersama tim kerjanya.
Alexi berjalan kearah lain dan bertemu Serkan yg baru membuka pintu kamar.
" Baru pulang Lex ?" tanya Serkan tenang.
" Iya Kak,oh iya kenapa itu si Suci sama Sutar tidur dikelambu ?" Tanya Alexi menunjuk.
" Mereka dihukum karna nyolong " jawab Serkan tenang.
" Apa !" Pekik Alexi kaget.
" Aku yg hukum biar mereka jera " ucap Serkan menghela nafas.
" Nyolong apa Kak ? yg benar saja ?" Kata Alexi tak percaya.
" Nyolong itu " Jawab Serkan menunjuk Salsa dan Histi yg baru masuk dengan kantong belanjaan.
Alexi menoleh dan mengernyit bingung.
" Maksud Kakak ?" tanya Alexi makin tak paham.
" Kapan balik Yank ?" Tanya Salsa melepas keresek hitam yg begitu besar.
Wanita itu mendekat dan menyalami takzim suaminya.
" Barusan " Jawab Alexi.
" Suci nyolong apa Yank ?" Tanya Alexi masih kepo.
" Uhh anak kamu nyolong rambutan tetangga " Jawab Salsa kesal.
" Apa !" Pekik Alexi terbelalak.
" Makanya ini kita disuruh beli banyak banget buat mereka " Sahut Histi terkekeh.
Alexi menoleh dan Glek....
Lelaki itu menelan ludah kasar melihat banyaknya rambutan merah kuning dikresek.
" Gak semuanya,cuma nunjukin sama mereka aja " Kata Serkan bisa menebak isi kepala sang adik.
Alexi mengangguk paham,tak lama salah satu tersangka terbangun dari tidur lelahnya.
Suci berjalan sempoyongan dengan mata menyipit.
" Papaaa " Rengek Suci memeluk kaki Alexi.
" Ck,kenapa kamu nyolong hah,siapa yg ngajarin ?" tanya Alexi langsung mencecah anaknya.
Suci yg tadinya ingin bermanja sontak melepaskan diri dan mengkrucut.
" Pasti Bibi yg kasih tau ya !" Kata Suci kesal.
" Eeh enak aja,Mama kamu yg beritahunya !" Kata Histi tak terima dituduh.
__ADS_1
" Issshhh " Desis Suci geram.
" Kenapa gak terima ?" tanya Salsa berkacak pinggang.
" Paaaaa,tolongin anak mu yg cantik ini napa " kata Suci memelas.
" Haissstttt dasar anak nakal !" Kata Alexi menjewer telinga bocah itu.
" Aduhhhh Paaaa sakiiittt " Pekik Suci terbelalak.
" Huhhh sudah2 jangan bgitu " Kata Serkan menengahi.
" Ck kamu kenapa sih Sucii,kamu pikir Papa gak mampu apa beliin kamu rambutan ?? sama batang2nya juga papa beliinn Naaakkkk " Kata Alexi gemas.
" Aku diajakin temen Pa,lagian bukan aku doang,Sutar juga ikut kok " kata Suci kesal.
Sutar yg sudah bangun dari tadi sontak kaget namanya disebut.
Bocah itu berpura2 tidur lagi agar tak kena marah.
" Hadehhh bikin malu " kata Alexi menyugar rambutnya.
" Sudah2 ayo sarapan dulu " Lerai Romi yg datang ntah dari mana.
Serkan mengangguk setuju,kedua lelaki itu pun berjalan duluan.
Alexi menarik nafas mencoba sabar dengan putri tunggalnya itu.
Suci yg tau Papanya kecewa menunduk sedih.
Expresi Alexi berbeda dari biasanya,gadis itu merasa begitu bersalah sekarang.
" Sudah ayo " Kata Salsa mulai iba.
Suci mengangguk kecil dan ikut berjalan kedapur.
Histi yg masih disana melihat kearah putranya yg meringkuk dalam kelambu.
Wanita itu mendekat dan mengintip sedikit.
Sutar yg merasa sudah aman dan sepi membuka perlahan matanya.
Saat ia mengintip alangkah kagetnya bocah itu malah berpapasan dengan wajah ibunya disana.
" Eeeehhh " pekik Histi ikut kaget.
" Haisswt Mama ngagetin !" kata Sutar mengusap dadanya.
" Ck,kamu juga ngagetin " kata Histi kesal.
Sutar bangun dan mengusap wajahnya.
" Gak usah banyak drama,cepat bangun " Kata Histi membuka kelambu.
Sutar mengkrucut dan keluar dari area bebas nyamuk tersebut.
Dengan wajah lesu dan hati deg degan Sutar berjalan menuju dapur.
Histi yg melihat anaknya tak bersemangat hanya bisa menghela nafas.
" Lihat mereka gitu rasanya aku sedih juga,jadi gak tega ngehukum lebih dari ini " Gumam Histi pelan.
Bagaimana pun hati nurani seorang ibu masih Histi rasakan apalagi melihat anaknya tak semangat hidup.
Tapi jika dibiarkan,akan berakibat fatal dikemudian hari.
Saat membereskan buku tiba2 Histi terfokus dengan buku sang anak disana.
__ADS_1
Teringat akan perintahnya malam tadi,Histi pun membuka buku tulis itu.
Tak ada yg mencurigakan hingga Histi membalik buku dan...
" What the.....apa ini ?" Ucap Histi terbelalak.
Disana terlihat lukisan acak2an 2 orang wanita dengan rambut sebahu berkacak pinggang dengan tanduk dikedua sisi kepalanya.
Terlihat sekali gambar itu begitu jelek.
" Apa ini aku ?" Gumam Histi melihat satu foto yg bertulis Mama garang disana.
" Dan apa ini Salsa hahaha ?" Gumam Histi lagi memperhatikan satu lukisan yg tak kalah jeleknya dengan tanduk dan mata beda sebelah.
" Anak ini benar2 ya !" Lanjut Histi kembali kesal.
Bagaimana tidak,digambar itu Histi merasa terhina,gambar anaknya benar2 buruk apalagi Histi tak terima badannya dibuat begitu besar dengan pusar berbentuk angkat 6.
" Sutaaaaaaaaaarrrrr " Teriak Histi menggelgar.
Wanita itu bangun membawa lukisan yg terkepal erat.
Tanduk Histi benar2 muncul dikepalanya yg sudah memanas.
Ditempat lain,seorang wanita baru selesai mandi.
Leni bangun lebih awal dari biasanya.
Wanita itu terlihat fresh hari ini karna ia ingin mengubah hidup menjadi lebih baik.
" Masak apa hari ini ya ??" Gumam Leni berpikir.
Wanita itu berjalan keluar kamar dengan handuk dikepala.
Leni melihat sekeliling dan menghela nafas lega.
" Uhhh untung dia tak datang lagi,aku rasa tempat ini tidak aman oleh lelaki kaya sepertinya " Gumam Leni ngeri..
Leni merasa was2 dengan kedatangan Samuel apalagi semalam lelaki itu hampir membuatnya gila.
Wanita tersebut mulai memasakkan sarapan untuk dirinya sendiri.
Rencananya Leni akan memulai dengan melamar pekerjaan lagi untuk membiayai hidupnya.
Wanita itu terlihat ceria,ia berusaha melupakan masa lalu yg begitu menyakitkan.
Teng nong....
Suara bel apartemen tiba2 berbunyi,Leni yg baru akan menyereput teh hangatnya sontak kaget.
Teng nong...
Bel kembali berbunyi,Leni mulai deg degan.
Wanita itu berusaha menghirau,tapi suara bel digantikan dengan suara pintu terbuka mmebuat Leni seketika panik.
" Ya Tuhan bagaimana ini ?? siapa yg datang ?" Gumam Leni panik.
Wanita itu melihat kiri kanan dan bingung harus bagaimana.
Bunyi langkah semakin mendekat,tak ada suara panggilan membuat Leni takut sendiri.
" Aku harus sembunyi " Ucap Leni yakin.
Maniknya terus mencari cara hingga ia melihat laci dapur yg berjejer.
Dengan cepat Leni pun seketika memaksakan dirinya masuk kesana untuk menyelamatkan diri.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.