Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
390


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh seorang gadis berpakaian serba hitam dengan kalung kebanggaan di lehernya.


Namun meski ini hari special gadis itu merasa sangat sedih karna tak ada satupun sanak keluarga yang berada didekatnya.


Salsa hari ini berhasil mendapatkan gelar yang selama ini ia perjuangkan.


Saat namanya dipanggil gadis itu melangkah dengan wajah murung seraya melihat ke arah kursi penonton.


" Alexi berbohong " Lirih gadis itu menahan tangis.


" Congratulations " ucap Pembimbing Salsa yang selama ini banyak berjasa kepadanya.


" Thank you Sir " Balas Salsa tersenyum haru.


Tali yang ia pakai ditopinya pun digeser tanda gadis itu selesai melakukan misi.


Salsa turun dengan memegang selembar kertas yang ia perjuangkan setengah mati.


Diparkiran,sepasang kekasih terlihat tergesa2 masuk kedalam gedung.


" Be careful baby " Ucap Jacob kepada istrinya yang langsung berlari.


" Kita sudah terlambat Babe " Jawab Helen panik.


" Yes i now,tapi lihat perut mu,kau membawa anak ku ikut " Kata Jacob kesal.


Helen menunduk dan menatap perut buncitnya.


" Hehe iya,im sorry aku sangat khawatir dengan Salsa,dia sendirian didalam sana " Kata Helen menggaruk kepala.


" Huh jalan yang benar,kau harus menjaganya dengan baik " Kata Jacob mengusap perut wanita itu.


" Oke " Jawab Helen tersenyum.


Keduanya berjalan cepat kedalam gedung.


Terlihat para mahasiswa berhamburan didalam sana merayakan hari kelulusan mereka.


" Mana Salsa ?" tanya Jacob kepada Helend.


" Aku tidak tau,nomor hapenya tidak dapat dihubungi " jawab Helend.


" ayo kita cari " Ajak Jacob menggenggam tangan istrinya.


Helend mengangguk dan mulai mencari keberadaan Salsa.


Pria itu terlihat begitu menjaga Helen yang sedang hamil,meski belum terlalu besar tapi Jacob sangat siaga.


" sepertinya itu dia " kata Helend menunjuk seorang gadis dari belakang.


" Ayo temui " Balas Jacob memberi jalan.


Helend mendekati gadis itu dan membalik badannya.


" What wrong ?" tanya gadis dengan wajah bule kaget.


" Oh im sorry " Kata Helend terkejut melihat gadis itu bukan Salsa.


" Sorry girl,we got the wrong person ( Maaf cantik,kami salah orang )" Ucap Jacob menunduk sopan.


" Oh no problem " Balas gadis itu paham.


Helen menghela nafas panjang dan menatap suaminya.


" Ayo kita cari lagi " Kata Jacob tak ingin membuat Helen putus semangat.


Wanita hamil itu mengangguk dan mengikuti langkah Jacob.


Dikamar mandi,Salsa mencuci wajahnya yang puas menangis.

__ADS_1


Terlihat manik gadis itu sembab dengan rambut sedikit basah.


Salsa teringat akan orang tua nya yang tak bisa mendampingi dirinya,gadis itu merasa sendirian sekarang.


" Ahhh aku harus tenang,aku gak boleh nangis lagi " Gumam Salsa menarik nafas panjang.


Ia sengaja mematikan hapenya karna tak ingin dihubungi Alexi atau siapapun,gadis itu sudah terlanjur kecewa.


Sebelumnya Alexi berjanji akan datang bersama orang tuanya,tapi tak ada satupun yang datang bahkan mengucap selamat.


" Haisttt,kenapa masih turun sih,aku pulang aja lah " kata Salsa kesal.


Gadis itu kembali membasuh wajahnya dan berjalan keluar.


" Babe itu Salsa " pekik Helen heboh saat melihat seorang gadis keluar dari kamar mandi.


" Mana ?" tanya Jacob mencari.


" Itu disana,dia lewat jalan itu " jawab Helen menunjuk gadis yang ia yakini sebagai Salsa.


Jacob langsung berlari mendekati gadis itu.


" Salsa " Panggil Jacob menangkap tangan gadis tersebut.


Gadis itu menoleh dan terkejut melihat lelaki yang ia kenali.


" Kakak " Ucap Salsa lirih.


" Huh akhirnya kami menemukan kamu " Kata Jacob tersenyum lega.


Helen berjalan cepat dan langsung memeluk gadis malang itu.


" Salsa,maafin Kakak ya Kakak datang terlambat " Ucap Helen merasa bersalah.


Salsa menunduk dengan mata berkaca kaca.


Salsa mengangguk dan menghambur memeluk Helen yang sudah ia anggap Kakak sendiri.


" Kamu gak sendirian kok Sa,kami selalu ada buat kamu " Kata Helen mengusap punggung gadis itu.


" Alexi bohongin aku Kak " Ucap Salsa mulai menangis.


Helen menatap suaminya merasa kasihan dengan Salsa,keduanya sangat tau bagaimana peran Alexi dalam hidup gadis itu.


" Ayo keluar,kita harus rayakan kelulusan kamu " Ajak Jacob mencoba mengalihkan.


" Ayo Sa " Ajak Helen lembut.


Salsa mengangguk pelan,pasangan itu pun membawa Salsa ke gedung inti diadakannya acara.


Sebisa mungkin Jacob dan Helen mengembalikan mood Salsa yang sempat hancur apalagi manik Salsa sembab membuat pasangan itu sangat kasihan.


" Kenapa Alexi tidak datang ya ?" Gumam Helen heran.


Ditempat lain,seorang pria mondar mandir tak tenang.


Alexi sudah siap terbang tapi pesawat menuju luar negeri delay karna cuaca extrim.


Pria itu sudah mewanti2 akan terlambat datang karna sebelumnya tiket menuju kesana juga sulit didapat,bukan hanya Alexi yang tak tenang ibu lelaki itu sama tak tenangnya.


" Bagaimana ini Lex,acaranya pasti sudah mulai " Ucap Yuni menegur putranya.


" Iya Bu,kita sudah sangat terlambat,delay masih 2 jam lagi " Balas Alexi menghela nafas.


Byanca sudah 2x tertidur dibandara,gadis kecil itu terlihat sangat kelelahan.


Romi tak bisa ikut karna ia harus mengurus Winda,Samuel serta perusahaan Reno yang belum bisa ditinggal.


" Nomor Salsa juga gak aktif Lex,dia pasti marah sama Ibu " Kata Yuni sendu.

__ADS_1


Alexi mengangguk,dia juga merasa Salsa sengaja mematikan hapenya.


Ibu dan anak itu baru bisa berangkat karna dalam minggu2 ini mereka disibukkan dengan kasus Winda yang kini belum juga selesai,Alexi sampai lupa bahwa kekasihnya juga butuh perhatian disana apalagi Salsa tinggal sendiri tanpa sanak keluarga.


" Kamu sudah hubungi Helen kan ?" Tanya Yuni khawatir.


" Sudah Bu,mereka udah berangkat Kak Helen juga sedang sakit " Jawab Alexi.


" Kasihan sekali mereka " Kata Yuni prihatin.


Alexi diam,ia tak bisa melakukan apapun selain menunggu.


" Maafin aku Sa,aku tau ini pasti sangat menyakitkan buat kamu,,aku mengingkari janji " Batin Alexi merasa bersalah.


Mereka terus menunggu hingga pemberitahuan dari bandara meminta para penumpang untuk bersiap2.


" Ayo sayang,kita temui Kak Salsa " Ajak Yuni menggendong putrinya yang setengah sadar..


" Udah mau terbang ya Bu ?" Tanya Byanca mengantuk.


" Iya " Jawab Yuni tersenyum.


Byanca memeluk leher wanita itu erat untuk berpegangan.


Alexi dengan cepat menyeret koper menuju pesawat.


Setiba disana hari sudah gelap,Alexi melihat jam dan menghela nafas dalam.


Mereka datang saat jam menunjukkan pukul 2 pagi.


" Ini rumahnya ?" Tanya Yuni menyelisik rumah dengan banyak anak tangga.


" Iya " Jawab Alexi mengangguk.


" Udaranya dingin Kak " Kata Byanca merapatkan jaket.


" Iya sayang,ayo masuk " Ajak Alexi menggandeng tangan gadis itu.


Mereka melangkah,Alexi mengambil kunci dari saku celananya.


Ceklek...


Pintu terbuka,pria itu langsung masuk dan berlari kearah ruangan lain.


Yuni menarik koper dibantu putrinya.


" Waw rumahnya indah ya Bu " Kata Byanca takjub.


" Iya,rumah orang bule " Kata Yuni udik.


" Iya Bu,kayak difilm2 " Balas Byanca girang.


Yuni tersenyum mengusap kepala anaknya.


" Nanti telfon ayah ya Bu,aku mau ngadu ke Ayah " Kata Byanca semangat.


" Iya " Jawab Yuni lembut.


Dikamar Salsa,gadis itu meringkuk dengan selimut tebal.


Alexi masuk lebih dalam dan mendapati sebuah buku seperti raport dinakas.


Pria itu membuka hati2 dan terdiam melihat hasil kerja keras Salsa selama ini.


" Maafin aku Sa " Ucap Alexi menatap kekasihnya nanar.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2