Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Tiga Tiga "TSJC"


__ADS_3

Citra masuk ke dalam rumah mertuanya dan melihat sekeliling tapi tidak melihat bi Ina, Citra.


Citra kemudian melangkahkan kakinya naik ke tangga, tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara orang jatuh di dapur.


Citra segera berlari menuju dapur untuk mengecek apa yang sedang terjadi, sampai di dapur Citra terkejut melihat Bi Ina sudah tergeletak di lantai, Citra yang panik segera menghampiri bi Ina dan berusaha untuk menyadarkan bi Ina, tapi bi Ina tak juga sadar.


Citra berteriak memanggil pak Cecep. Pak Cecep yang mendengar suara teriakan Citra segera menghampiri Citra dan terkejut saat melihat bi Ina pingsan.


"Bi Ina kenapa non?" tanya pak Cecep panik.


"Aku ngga juga tau pak, sekarang kita bawa bi Ina ke rumah sakit." ucap Citra panik.


"Baik non." ucap pak Cecep lalu menggendong bi Ina menuju mobil.


Skipp..


Apertemen Indah.


Indah merasa tidak enak dengan orang tua Mita karena membantu Mita untuk bersembunyi, sementara orang tua Mita pasti sangat khawatir sekarang memikirkan Mita.


Indah menghampiri Mita yang sedang makan cemilan sambil menonton tv dan tertawa terbahak-bahak.


"Mit,, kamu ngga kasihan sama papa mama kamu?" tanya Indah khawatir.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu, kamu ngga mau nampung aku yah.." ucap Mita kesal


"Bukan gitu Mit,, aku bukannya ngga mau nampung kamu, kamu itu sahabat aku, ngga mungkin aku biarin kamu terlantar." ucap Indah.


"Terus, maksud kamu bilang kayak gitu apa, biar aku pulang ke Bandung.. Ngga aku ngga mau.." ucap Mita menolak pulang ke Bandung.


"Aku bukannya mau nyuruh kamu pulang ke Bandung, aku cuma mau kamu bicara baik-baik sama orang tua kamu, bilang ke mereka, jelasin kalau kamu ngga mau kuliah di Bandung tapi di Jakarta. Kalau ada masalah di omongin baik-baik, bukan melarikan diri kayak gini, sekarang yah pasti om tante khawatir banget sama kamu. gimana kalau dia tau kalau kamu ke Jakarta sendirian, mereka pasti sangat khawatir secara itu berbahaya kamu pergi sendirian, pikirkan itu Mit." ucap Indah menasehati Mita.


Mita merasa kalau perkataan Indah ada benarnya.


"Terus sekarang aku harus gimana?" tanya Mita bingung.


"Sekarang mendingan kamu ke rumah kerabat kamu di Jakarta. Kan disini ada sepupu kamu Kevin, kamu bisa tinggal bareng dia dulu, supaya nanti mama papa kamu ngga khawatir kamu dimana, dan mereka bisa langsung nemuin kamu disana. Dan juga yah kamu bisa minta Kevin bantuin kamu untuk bujuk orang tua kamu supaya kamu di pindahin kuliah bareng Kevin, secara kan Kevin juga kuliah di kampus WWW." ucap Indah memberi saran dan Mita merasa kalau saran dan ide Indah itu cemerlang. Akhirnya Mita menyetujuinya dan meminta Indah untuk menghubungi Kevin.


Indah menelfon Kevin agar dia menjemput Mita di apartemennya dia juga memberitahukan alamat apartemennya ke Kevin. Kevin yang terkejut mendengar Mita kabur dari rumahnya merasa frustasi dengan tingkah konyol Mita yang ngga masuk akal. Akhirnya Kevin pun mengatakan dia akan segera datang menjemput Mita di apartemen Indah.


Skipp.


Rumah sakit.


Setelah Bi Ina di periksa oleh dokter, Citra dan bi Ina kemudian berjalan keluar rumah sakit sementara pak Cecep sedang menebus obat bi Ina di apotik.


"Bi.. bibi dengar kan kata dokter, bibi ngga boleh terlalu capek, bibi harus banyak istirahat. mulai sekarang bibi ngga usah nyiapin makanan buat Citra lagi, bibi ngga usah kerjain pekerjaan rumah lagi, nanti biar Citra yang melakukannya." gerutu Citra mengomeli bi Ina sambil mereka berjalan dan Citra memapah bi Ina.

__ADS_1


"Tapi non, itu kan sudah menjadi tugasnya bibi, kalau misalnya yang kerjain semuanya non Citra, bibi ngga enak sama Bapak dan Ibu non. Bibi juga ngga enak sama non Citra." ucap Bi Ina.


"Aduh bi,, bibi ngga usah sungkan sama aku, aku kan udah bilang sama bibi kalau aku udah biasa melakukan itu semua, lagian yah bibi kan udah seperti keluarga buat papa Indra dan mama Ayu, jadi bibi ngga usah merasa tidak enak. Pokoknya bibi harus banyak-banyak istirahat." ucap Citra lagi.


"Bi Ina.." sapa seorang dokter tiba-tiba menyapa bi Ina saat mereka berpapasan.


Bi Ina dan Citra menatap orang itu, bi Ina terkejut saat melihat ternyata yang menyapanya itu adalah Rani kakak kelas Riko.


"Non Rani, ya ampun udah lama sekali bibi ngga melihat non Rani, sekarang non Rani semakin cantik, dan ohh sekarang non Rani udah jadi Dokter." ucap Bi Ina senang melihat Rani dan Rani juga tersenyum melihat Bi Ina lalu memeluk Bi Ina.


Citra hanya menatap Rani dan Bi Ina bingung.


"Iya bi, sekarang aku udah jadi dokter." ucap Rani antusias lalu mengajak bi Ina untuk duduk.


Citra hanya mengikuti mereka sambil menatap Rani, dan batinnya penasaran dengan Rani.


"Ohh yah bibi ngapain disini, bibi sakit, terus dia siapa bi?" tanya Rani menatap Citra.


Bi Ina menatap Citra dan berusaha memperkenalkan Citra ke Rani bahwa Citra adalah istri Riko. Tapi karna Citra sama Riko ada perjanjian makanya dia menghentikan Bi Ina sebelum mengatakan kalau dia adalah istri Riko.


"Eehhh,, kenalin saya Citra kak,, saya anaknya Bi Ina, dan saya lagi nemenin mama saya untuk memeriksa keadaanya di rumah sakit." ucap Citra.


Bi Ina tercengang mendengar pengakuan Citra. Citra melihat ekspresi bi Ina lalu menyikutnya tanda Citra meminta bi Ina untuk diam.


Rani menatap Bi ina dan Citra bergantian dengan heran.


"Anaknya bi Ina,, bibi punya anak, bukannya bibi pernah bilang kalau bibi ngga bisa punya anak." ucap Rani menyelidiki dan mengetahui sesuatu.


"Aaa... aku anak angkat,, iya anak angkatnya bi Ina." ucap Citra grogi, Bi Ina kembali menatap Citra semakin bingung.


"Ada apa dengan Non Citra, kenapa dia tidak mau mengakui kalau dia Istri den Riko." batin bi Ina penasaran.


"Ahhh,, anak angkat,, wah bagus dong sekarang bi Ina ada yang nemenin soalnya bi Ina kan selalu merasa kesepian." ucap Rani lagi.


"Oh yah bi,, Riko sekarang dimana, aku udah lama ngga ketemu sama dia, aku kangen sama dia bi, terakhir aku berkomunikasi sama dia waktu dia di Bandung." tanya Rani dengan maksud dan tujuan tertentu, ingin memanas-manasi Citra. Rani mengetahui bahwa Riko sudah menikah.


"Den Riko lagi perjalan bisnis ke Amerika non selama 3 hari, dan mungkin hari ini den Riko pulangnya non." ucap Bi Ina.


"Oh gitu yah bi,, ehh bibi inget ngga waktu SMA Riko selalu ngajak aku ke rumahnya cuma sekedar nemenin dia main game, padahal bibi kan tau Riko itu ngga pernah ajak 1 perempuan pun ke rumahnya, dan hanya aku, yah kan bi, bibi inget kan." ucap Rani antusias dan membuat bi Ina bingung karna tiba-tiba Rani mengungkit itu, bi Ina mulai khawatir dengan perasaan Citra.


"Bibi kok bengong sih, jangan bilang bibi lupa yah.." ucap Rani lagi.


"Ehh, ngga kok non bibi inget, dan den Riko bikin non Rani repot karna terus-terusan di perintah sama den Riko, disuruh ini dan itu." ucap bi Ina sekali-kali melirik Citra.


Wajah Citra terlihat kesal melihat keakraban bi Ina dengan Dokter itu dan yang membuatnya tambah kesal ternyata dia sangat dekat sama Riko.


"Bi Ina bilang kalau Riko itu ngga suka berinteraksi sama perempuan, terus dokter ini.." batin Citra kesal.

__ADS_1


Rani menatap wajah kesal Citra, senyum kemenangan terpancar di wajah Rani tapi dia tahan agar Citra dan bi Ina tidak curiga.


"Aku ngga sabar untuk ketemu sama Riko, aku mau nagih sesuatu sama dia." ucap Rani asal-asalah hanya untuk memanas-manasi Citra.


"Apa non?" tanya Bi Ina penasaran.


"Itu rahasia bi, hanya aku dan Riko yang tau,, dan itu sangat intim." ucap Rani antusias membuat Citra melotot ke arahnya.


Tiba-tiba pak Cecep datang menghampiri mereka dan mengajak mereka untuk pulang karna dia sudah selesai menebus obat bi Ina. Citra pun kembali menggandeng lengan bi Ina.


"Ayo bi.. ehh bu kita pulang." ucap Citra keceplosan membuat Rani menatapnya bingung.


"Kak Rani kita pulang dulu soalnya bi Ina, eh ibu harus banyak istirahat." ucap Citra pamit lalu Rani mempersilahkan mereka untuk pergi.


Sesekali Citra melirik ke arah Rani dengan canggung dan Rani hanya tersenyum kepada Citra.


"Ya Ampun lucu banget sih kenapa pake pura-pura segala,, jadi anak angkat bi Ina, hahaha." gumam Rani lalu menuju ke ruangannya.


#Ok kalian penasaran kan kenapa Rani bisa tau.


Seminggu yang lalu Rani dipindahkan lagi dari rumah sakit Bandung ke rumah sakit Jakarta, karna masih ada berkas yang harus dia penuhi tapi dia harus mengurusnya di tempat dia praktek waktu kuliah dulu.


Jadi Rani kembali ke tempat prakteknya di rumah sakit Singapura tempat papa Indra di rawat.


Rani lalu berangkat ke Singapura untuk mengurus semuanya. Setelah mengurus semuanya Rani lalu pergi ke ruangan dimana Papa Indra di rawat.


Rani masuk ke dalam ruangan itu dan langsung di sambut hangat oleh mama Ayu.


"Rani,, sayang kamu disini." sapa mama Ayu menghampiri dan memeluk Rani lalu mempersilahkan Rani untuk duduk.


"Iya tante, aku disini lagi ngurusin sesuatu, terus aku tau kalau om dirawat disini sekalian deh aku jenguk sebelum balik ke Indonesia." ucap Rani.


"Gitu yah sayang, terus gimana udah selesai utrusan kamu?" tanya mama Ayu.


"Iya tante udah selesai kok,, oh yah gimana keadaannya om Indra?" tanya Rani.


"Om udah membaik sekarang, tapi belum di bolehin pulang sama dokter." ucap mama Ayu.


"Gitu yah tante syukur deh kalau kayak gitu. Oh yah tante apa Riko sering kesini untuk jengukin om?" tanya Rani lagi.


"Ngga sayang, Riko hanya telfon sekali-kali menanyakan keadaan om. Karna om sama tante mengerti Riko sangat sibuk, apalagi sekarang dia punya tanggung jawab besar." ucap Mama Ayu yang membuat Rani bingung.


"Tanggung jawab besar, tanggung jawab apa tante." Tanya Rani penasaran.


"Kamu ngga tau,, Riko kan udah nikah, jadi dia harus selalu berada di dekat istrinya dan menafkahi istrinya." ucap mama Ayu dan membuat Rani terkejut.


"Aku ngga tau tan, kalau ternyata Riki udah nikah." ucap Rani.

__ADS_1


"Tante fikir Riko udah ngasih tau kamu, ternyata belum." ucap mama Ayu.


Rani kemudian menanyakan segalanya kepada mama Ayu kenapa Riko menikah secepat itu, mama Ayu kemudian menjelaskan semuanya dan dia juga memperlihatkan foto pernikahan sederhana Riko yang dia ambil saat proses akad nikah Riko. Dan akhirnya Rani mengenali wajah istri Riko yaitu Citra.


__ADS_2