Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
190


__ADS_3

Alexi terdiam melihat Winda mengucapkan kata yang membuatnya sangat terkejut.


" Maksud kamu apa Wind ?" tanya Alexi penàsaran.


Winda menatap Alexi dalam hingga suara tawa gadis itu terdengar.


" Kenapa ?" tanya Alexi bingung.


" Mau tau atau mau tau banget ?" Tanya Winda menggoda.


" Kamu mah bercandaan mulu " Jawab Alexi kesal.


Winda terkekeh dan berbaring diranjang lelaki itu.


Melihat Alexi penasaran membuat Winda ingin tertawa.


" Udah ah aku mau kedepan,ada Mama datang " Kata Winda melepas tangan Alexi.


" Win,Win tungguin Win " Kata Alexi mencari gadis itu.


Winda terkekeh dan tetap berjalan kedepan.


Alexi diam diranjang dengan wajah bingung.


" Winda kenapa ya ? apa dia suka sama aku ? tapi itu gak mungkin aku dan Winda kan cuma sahabatan doang " Gumam Alexi bingung.


Pria itu pun bangkit dan berjalan dengan hati2 menyusul Winda.


Diruang tamu,Winda duduk disebelah Papanya.


Gadis itu terlihat sangat bahagia bisa bergabung lagi bersama kedua orang tuanya.


" Kamu seneng disini ?" tanya Malvin memegang tangan Winda.


" Seneng,Bibi dan Paman sangat baik " Jawab Winda semangat.


" Kamu gak kangen sama Papa ?" tanya Malvin mengkrucut.


" Kangen lah,kan Papa cinta pertama aku " Jawab Winda terkekeh.


Malvin tersenyum kecil,meski sekarang Winda sudah beranjak dewasa tapi anaknya masih seperti anak2 bagi Malvin.


" Papa bawa sesuatu buat aku gak ?" tanya Winda malu2.


" Bawa apa ?" tanya Malvin bingung.


" ya supries gitu " Jawab Winda berharap.


" Yaahh Papa gak kepikiran kesana,tadi habis dari rumah Nenek kamu soalnya " Jawab Malvin.


" Berkelahi lagi ?" Tanya Winda nanar.


" Ngak kok,Nenek lagi sakit " Jawab Malvin.


" Sakit apa ?" tanya Winda kaget.


" Biasa udah tua "


" Aku juga pengen kesana Pa,dari kecil aku gak pernah disayang Nenek " Ucap Winda sedih.


" Iya,hari ini kamu Papa bawa kesana " Jawab Malvin.


" Beneran ?" tanya Winda girang.


" Hm,tapi kamu gak boleh sedih ya habis dari sana,kalo para bibi kamu gak suka kamu diemin aja " Jawab Malvin mengusap kepala anaknya.


" Emang aku salah apa sih Pa ? kenapa mereka gak suka sama aku ?" tanya Winda nanar.

__ADS_1


Sindi dan Yuni mendengarkan keduanya dengan serius,saat Winda bertanya hal yang begitu sensitif kedua perempuan itu saling bertatapan.


Sindi sangat sedih melihat Winda selalu berharap kasih sayang Nenek kakeknya karna gadis itu dari kecil sudah kehilangan semuanya.


" Kamu gak salah sayang,mereka ngak tau aja kamu anak yang baik " Jawab Malvin.


" Kalo aku anak baik seharusnya mereka juga menganggap aku " Balas Winda.


Malvin hanya tersenyum seraya melirik Istrinya yang sudah menunduk.


" Kamu yang sabar ya " Ucap Yuni pelan menepuk tangan Sindi.


" Iya Yun,aku kadang kasihan aja sama anak aku,dia gak bersalah " Jawab Sindi.


Yuni menghela nafas,memang serba salah menjadi Sindi.


Yang Yuni herankan,mereka tak menyukai Winda tanpa alasan,jika karna Malvin dulu memaksa menikah dengan Sindi seharusnya Winda tak perlu menjadi korban,cukuplah Sindi saja tanpa harus membawa keturunannya tapi kaca mata setiap orang berbeda beda dan mereka tak bisa melakukan apapun selain pasrah..


Malam ini Winda akan dibawa pulang oleh orang tuanya karna Malvin kangen dengan sosok sang anak saat dirumah.


Yuni dan Alexi tak bisa menolak,keduanya mengizinkan Winda karna itu memang hak mereka.


Tapi Alexi berharap sahabatnya datang lagi untuk menemani hari2nya.


" Aku pulang dulu ya Lex " Ucap Winda berpamitan.


" Kamu bakal balik kan ?" tanya Alexi nanar.


" Iya,nanti acara Kak Serkan aku balik " Jawab Winda.


" Aku pengen peluk kamu " Kata Alexi merentangkan tangannya.


Winda terkekeh geli dan masuk kepelukan lelaki itu.


" Aku pasti bakal kangen sama kerewelan kamu " Bisik Alexi.


" Gak papa tutup aja dulu " Jawab Alexi santai.


" Cihh sombong mentang udah banyak duit " Cibir Winda.


Alexi tertawa,Yuni melihat keduanya menggeleng pelan.


Sebenarnya Yuni juga sedih Winda pulang karna gadis itu sudah menjadi teman ceritanya dirumah.


" Kak,kenapa ngak nikah sama Kak Alexi aja biar Kakak gak bolak balik ?" tanya Byanca tiba2 bersuara.


Deg...


Semua orang melotot kaget mendengar celetukan gadis polos itu.


" Hahaha mana bisa " Jawab Winda tertawa.


" Ya bisa aja kan,iya gak Bu " kata Byanca meminta dukungan.


" hm yaa " Jawab Yuni menggaruk kepala.


Sinda dan Yuni saling melihat,keduanya tertawa geli membayangkan masa depan anak mereka.


" Winda mana mau Dek,dia udah punya pacar " Kata Alexi santai.


" Ihh mana ada " Sahut Winda protes.


" Cwok yang kamu cerita itu apa ?" Tanya Alexi.


" Ya kan cuma gitu doang,aku juga gak kenal dia siapa " Jawab Winda membela diri.


" Kamu dekat sama Cowok ?" tanya Sindi kepada sang putri.

__ADS_1


" Gak Ma,Alexi ngaco " jawab Winda kesal.


Alexi tertawa renyah,dari suara Winda sudah dipastikan gadis itu ingin marah kepadanya.


" Udah2 gak papa kalo Winda punya pacar,dia kan udah dewasa juga " Kata Yuni melerai.


Winda bersemu malu,dirinya emang ingin pacaran seperti gadis lain tapi Winda mengubur semuanya saat melihat raut tak suka Malvin.


Sindi yang tau keciutan Winda langsung tertawa seraya menampar gemas lengan sang suami.


Mereka pamit pulang,Alexi melambaikan tangan nya kepada sang sahabat.


Mobil Malvin pun melaju meninggalkan pekarangan rumah itu.


" Ayo masuk " Ajak Yuni merangkul Alexi.


" Winda balik kan Bu ?" tanya Alexi nanar.


" Iya " Jawab Yuni.


" Kenapa kamu gak rela dia pergi ?" tanya Yuni penuh selidik.


" Hm ya sih,,tapi ya mau gimana lagi dia punya keluarga yang lebih sayang sama dia " Jawab Alexi jujur.


" Kamu suka ya sama Winda ?" tanya Yuni.


" Hah,suka gimana ?" tanya Alexi kaget.


" Ya suka sebagai perempuan " Jawab Yuni.


Alexi diam,lelaki itu tanpa menjawab mengayunkan tongkatnya masuk kedalam rumah.


" Apa benar Alexi suka sama Winda ?" Gumam Yuni pelan.


Wanita itu mengusap wajah nya dan ikut masuk kedalam bersama Byanca.


Ditempat lain,sepasang kekasih sedang mengadakan foto praweding di studio.


Keduanya terlihat sangat serasi mengenakan pakain serba hitam.


" Ayo deketan " Ucap Fotografer mengarahkan keduanya.


" Sini sayang,kita kayak orang musuhan tau gak jauh2an gini " Ucap Histi gemas.


" Aku capek Histi pengen duduk " Jawab Serkan lesu.


" Ya bentar lagi ini selesai " Jawab Histi.


" Huuuffttt mau berapa banyak foto sih ?" Gerutu Serkan kesal.


Pria itu sudah mati gaya,pulang kerja langsung diajak Histi foto2 tak karuan.


Serkan yang kurang suka pun memilih ogah2an karna pria itu tak butuh foto praweding.


Serkan hanya butuh sah saja untuk membawa gadis itu pulang kerumahnya.


" Senyum dong " Kata Histi menarik lengkungan bibir Serkan.


" Hm " Jawab Serkan tersenyum terpaksa.


Histi tertawa,pria itu terlihat sangat menggemaskan pikir Histi.


" Tahan,ya begitu okeee 1 2 3..


Ckrekkkk.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2