
Restu akan pulang kampung,lelaki itu harus mengurus surat pengunduran dirinya disekolah.
Winda yang tau sang suami akan pergi merengek ikut tapi Restu tak mengizinkan lantaran kasihan dengan sang anak.
" Aku cuma sebentar Yank,gak bakal lama " Ucap Restu menenangkan Winda yang masih ingin ikut.
" Tapi aku mau ikut juga Yank,aku mau pulang " Jawab Winda.
" Kasihan anak kamu Wind,Nur masih kecil loh lagian besok Restu kan bakal balik " Sahut Risa menangahi.
" Tapi aku gak mau ditinggal Nek " Balas Winda sedih.
" Gak ppa sayang,kasihan Nur juga loh seharian di bis terus besoknya balik lagi nanti dia sakit " Kata Restu lembut.
Winda menghela nafas dan melirik anaknya yang masih aktif bermain sendirian.
" Ya udah aku gak ikut " Kata Winda pasrah.
" Nah gitu dong,kan demi kamu dan Nur juga " Kata Restu terkekeh.
" Tapi janji ya jangan pulang lama " Kata Winda tajam.
" Iya,aku paling minta izin sama Mama Papa terus urus berkas terus balik deh " Balas Restu tersenyum.
Winda mengangguk setuju,wanita itu pun baru bisa tersenyum hangat.
Kebesokan paginya,Restu beneran berangkat lelaki itu tak membawa banyak barang,hanya oleh2 untuk mertua dan ibunya serta baju didalam tas punggung.
Winda dan Nur mengantar lelaki pujaan mereka sampai ke terminal bus.
Restu mencium kening Winda dengan lembut seraya memberikan pelukan hangat kepada anak istrinya.
" Hati2 Mas " ucap Winda sedih.
" Iya sayang,doain Mas sampai dengan selamat ya " Pinta Restu tersenyum.
Winda mengangguk,lelaki itu pun melepas pelukan dan melambaikan tangan.
" Dadah Papa " Ucap Winda sambil melambaikan tangan putrinya.
Restu menaiki bis,tak lama mobil besar itu membawa kepala rumah tangga tersebut pergi jauh meninggalkan kota.
Winda menatap nanar bis tersebut,ntah mengapa dirinya sangat takut ditinggal Restu meski hanya sesaat.
" Mama " panggil Nur menegur.
" eh iya Sayang " jawab Winda tersentak.
" Us us " Ucap Nur serak.
" Hm sekarang Papa udah pergi sayang " Kata Winda tidak ngeh.
" Us Ma us " jawab Nur merengek.
" Nur haus ?" tanya Winda mulai paham.
Nur mengangguk pelan.
" Uh kasian nya anak Mama haus ya " Kata Winda mendekap bayi itu.
Nur mengangguk lagi menyenderkan kepalanya dibahu sang ibu.
__ADS_1
" Ayo kita cari minum " Kata Winda mulai melangkah.
Keduanya berjalan keluar,terlihat suasana sangat ramai.
Nur mulai ketakutan,tadi bocah itu tak terlalu takut karna ada Restu yang selalu melindungi dirinya,tapi sekarang berbeda bocah itu hanya bergantung kepada sang ibu.
Winda mendekati warung,ia membeli minuman botol untuk sang anak.
" Permisi " ucap seseorang menegur.
Winda menoleh dan mengernyit melihat seorang pria menegurnya.
" Maaf Nona,boleh ikut saya sekarang ?" tanýa lelaki itu sopan.
" Maaf anda siapa ?" tanya Winda bingung
" Saya orang suruhan Pak Samuel " jwab Lelaki itu jujur.
" Samuel ?" Ulang Winda kaget.
" Ya,Pak Samuel meminta saya untuk mengantar anda menemuiny dirumah sakit "
" Apa !" pekik Winda kaget.
" Mohon kerja samanya Non " Pinta lelaki itu memelas.
" Mas Restu " gumam Winda melihat kiri kanan.
" Dia sudah pergi " Jawab lelaki itu tenang.
" kau mengikuti kami ?" tanya Winda tajam.
" Apa " Ucap Winda terbelalak.
" Jangan khwatir,saya tidak akan mencelakai suami Nona kecuali...
" Kecuali apa ?" tanya Winda tajam.
" Kecuali Pak Sam memintanya " jawab lelaki itu.
" Kalian gila apa hah ! jangan sentuh suami saya !" Bentak Winda seketika emosi.
" Saya tidak menyentuhnya Nona,dan tidak ada permintaan seperti itu " Balas pria itu tenang.
Jantung Winda berdegub kencang,dari pagi tadi memang Winda merasa diikuti seseorang tapi ia menepis semua itu demi menjaga kepercayaan suaminya,karna Winda tak mau Restu terlalu khawatir tentang ia dan Nur.
" Saya tidak mau ikut kamu " Kata Winda tegas.
" Tolong Nona,Pak Samuel sangat berharap bisa bertemu Nona hari ini " Balas lelaki itu memelas.
" Itu bukan urusan saya,saya sudah punya suami dan saya harus menjaga kesetiaan suami saya !" Balas Winda kesal.
" Saya tidak meminta anda untuk kembali kepada Pak Samuel,dia hanya ingin bertemu " Balas lelaki itu merasa aneh dengan jawaban Winda.
Deg...
Manik Winda melotot,ia merasa terlalu percaya diri dengan permintaan Sam barusan.
" Iya juga,kenapa aku langsung ngomong kesana ya " batin Winda merasa malu.
Pria itu tersenyum,ia merasa akan ada angin segar dengan wajah tak enak wanita didepannya.
__ADS_1
" Ayo Nona,mobilnya disana " Ucap lelaki itu menunjuk mobil mewah.
Winda menoleh dan kembali terdiam.
" akh sedekat itu,dia pasti melihat dan mendengar pembicaraan aku dan Mas Restu tadi " Batin Winda gemas.
" Sini sama Om " ajak Lelaki itu kepada Nur.
Bocah kecil itu menggeleng cepat tanda penolakan keras.
" Dia takut pada mu " Kata Winda ketus.
" Saya bukan penjahat " Balas lelaki itu tak terima.
" tapi wajah kamu kek mafia " Balas Winda sengit.
Pria itu mengernyit kaget,karna tak mau berlama lama lelaki itu menyuruh Winda masuk meski harus mendengar gerutuan seorang emak2.
Ditempat lain,Samuel mengumpat kesal setelah melihat laporan yang ia terima dari orang suruhannya.
" Ternyata lelaki itu yang menjadi suami Winda !" Gumam Samuel mengepalkan tangan.
Samuel sangat terkejut saat mendapati foto yang dikirim anak buahnya,Samuel mengenali lelaki dalam foto itu karna ia sempat bercengkrama dengan Restu beberapa hari yang lalu.
" Dia memang mengakui Winda dan anaknya " Lanjut Samuel mengingat ptongan percakapan hangat yang ia dan Restu lakukan.
" Huhhhh astaga ini sungguh gila !" Kata Samuel geram.
Sungguh Samuel tak menyangka,lelaki hangat yang ia ajak ngobrol kemarin merupakan suami mantan istrinya sendiri,Samuel benar2 merasa sangat bodoh.
" Apa yang harus aku lakukan ? dia mencintai Winda dan Nur,lalu aku bagaimana ?" Gumam Samuel galau.
Lelaki itu berusaha tenang meski jantungnya terus berdetak sangat kencang.
Rasa sakit hati kembali menyerpa dirinya,Samuel merasa iri dengan Restu yang berhasil merebut Winda bahkan mempunyai anak dengan lelaki itu.
" Ya Tuhan,kenapa ini terjadi ? kenapa cinta ku sangat rumit,aku ingin Winda kembali Tuhan,dia masih milik ku " Kata Samuel frustasi.
Lelaki itu uring2an sendiri,kondisi tubuhnya membaik hari ini,meski belum diperbolehi pulang tapi Samuel bisa bekerja di tempat tidurnya tanpa halangan yang beartti.
Ceklek...
Pintu ruangan tiba2 terbuka,Samuel tersentak dan menoleh keluar.
Terlihat seorang gadis datang dengan tas transparan di bahu.
" Hay " sapa Tania tersenyum manis.
" Hm " Balas Samuel malas.
" Kakak lagi ngapain ?" Tanya Tania hangat.
" Kenapa ada disini ?" Tanya Samuel mengalihkan.
" Aku ada kabar bagus buat Kakak " Jawab Tania terkekeh.
" Kabar bagus apa ?" tanya Samuel mengernyit.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1