
Udara pagi ini terasa dingin menusuk tulang,suasana masih sepi lantaran para warga memilih berada didalam rumah karna hari ini turun salju pertama.
Beberapa rumah terlihat ramai didalam merayakan hari bahagia itu,memang saat turun salju beberapa perusahaan meliburkan diri untuk berkumpul bersama keluarga.
Seorang wanita hanya bisa menatap dari jalanan seraya memegang kopernya.
Dengan jaket tebal menutupi kepala,wanita itu kembali menyeret barang2nya mencari tumpangan.
Yap,Leni memutuskan untuk keluar dari rumah sang mertua,bukan tanpa alasan Leni merasa disana bukanlah tempat ia harus berada.
Wanita itu tidak mau menambah beban lagi,ia cukup sadar diri dengan semua yg sudah ia lakukan.
Berat memang,tapi apa daya Leni menyakini bahwa dengan mengikhlaskan adalah cara terbaik untuk dirinya menyampaikan rasa cinta yg sesungguhnya.
" Huh taxi nya mana ya ?" Gumam Leni celingak celinguk didepan jalanan.
Beberapa kedai terlihat buka dengan asap mengepul dari atap cerobong.
Wanita itu mendekati kedai dan menyapa orang disana.
Terlihat seorang wanita keluar seraya menggendong putrinya yg masih balita.
" Boleh saya pesan kopi panas ?" tanya Leni dalam bahasa inggris.
" Ya tentu saja,tunggu sebentar " Jawab wanita bule itu tersenyum.
Leni mengangguk lalu menarik kursi.
Beberapa pejalan kaki terlihat sangat senang menyusuri jalanan ibukota.
Anak kecil pun berlarian mengejar satu sama lainnya membuat Senyum Leni sedikit terukir dibibir tipisnya.
" Kamu sendirian ?" tanya wanita bule tadi membawa secangkir kopi dengan asap melangit.
" Ya " Jawab Leni mengangguk.
" Mengapa tidak berada didalam rumah ? ini salju pertama kalian harus menikmatinya bersama keluarga " ucap wanita itu heran.
Leni hanya tersenyum kecut mendengar kata keluarga.
" Kau kenapa malah berjualan ?" Tanya Leni balik.
" Hm ini lah rumah kami,aku dan anak ku " Jawab Wanita itu terkekeh..
" Suami mu ?" tanya Leni mengernyit.
" Kami berpisah " Jawab wanita itu tenang.
Deg....
Leni tersentak,wanita itu diam memperhatikan balita yg memiliki manik keabuan tersebut.
" Begitulah hidup,kita dipertemukan untuk dipisahkan " Ucap wanita bule tadi menerawang.
" Kenapa berpisah ? em maksud ku mengapa memilih berpisah ?" Tanya Leni tak enak hati.
" Ntah lah,dia memilih pergi,aku tidak masalah karna aku memiliki dia sebagai penyemangat " Ucap wanita itu menunjuk putrinya.
Leni tersenyum,tangan dinginnya menyentuh pipi gadis mungil tersebut.
" Apa kau sudah menikah ? mm kau mau kmana membawa koper ?" Tanya wanita itu baru ngeh bahwa konsumennya membawa barang.
" Aku baru saja berpisah dan sekarang ingin pulang kampung " Jawab Leni tegar.
" Pulang kampung ?" Ulang si Bule kaget.
" Ya,masih bisa melakukan penerbangan meski turun salju " Jawab Leni.
__ADS_1
" Kau berpisah dengan suami mu ?" Tanya si bule penasarqn.
" Hm ya,tidak ada kecocokan " Jawab Leni jujur.
" Kau punya anak ?"
" Hah tidak " Jawab Leni menunduk.
" Cobalah untuk punya anak dengannya,hidupmu dan dia akan berubah,sama halnya dengan kami,dulu sebelum punya anak kami selalu berkelahi saat bertemu,tapi saat anak kami lahir,semuanya berubah dan dia ingin kembali,tapi aku menolaknya " Ucap wanita bule menghela nafas.
" Dia berubah ?" Tanya Leni.
" Yaaa,mungkin sudah insting mereka menjadi seorang Ayah " Jawab Bule itu serius.
Leni diam sejenak,ia melihat perutnya dan tiba2 bayangan malam panas itu menggema dikepala.
" Aku dan Sam baru sekali,apa itu akan menciptakan seorang bayi ?" Batin Leni menerka.
Leni melamun,hingga ia tersadar bahwa harus segera bergegas sebelum ketinggalan pesawat.
Keduanya pun harus berpisah setelah mengucapkan terima kasih dan hati2 dijalan.
Taxi melaju kencang menuju bandara,tak banyak lagi waktunya untuk mengubah hidup.
Ditempat lain,seorang pria baru terbangun dari tidur panjangnya.
Suasana kamar masih gelap dengan semua lampu mati.
Pria itu memang tak bisa tidur dalam keadaan terang karna akan menyakiti matanya.
Hening....
Tak ada suara apapun,Samuel merenggangkan otot2 tubuhnya melihat kiri dan kanan.
" Hmm udah pagi " Gumam pria itu mengusap mata.
Samuel tak menyadari bahwa tak ada wanita yg selalu tidur disampingnya.
Setelah membasuh wajah dan menyikat gigi pria tersebut keluar dari kamar dan langsung disambut kehebohan.
" Good Morning Papa " Pekik seorang gadis cilik berdincak girang.
" Morning sayang " Jawab Samuel tersenyum kecil.
" Sini Sam " sapa Lutfia melambaikan tangan.
Samuel mendekat dan duduk ditengah2 kedua perempuan itu.
" Mau sarapan apa ?" tanya Lutfia.
" Terserah Ma " Jawab Samuel masih mengantuk.
" Pa,hari ini turun salju loh,cantik bangettt " Kata Nur semangat.
" Haha iya,sampe dipungutin saljunya dimasukin ke baskom " Celetuk Lutfia tertawa.
" Hehe iya,eh malah cair " Kata Nur malu.
Samuel terkekeh geli,gadis kecil itu memang pandai mmebuat suasana menjadi happy.
" Oh iya Pa,Mama Len mana ya ?" Tanya Nur teringat.
Samuel tersentak,Lutfia juga melihat kearah anaknya yg tiba2 diam.
" Masih tidur ?" Tanya Lutfia tenang.
" Hm gak tau Ma " Jawab Samuel.
__ADS_1
" Loh kemana ? tadi aku gak ketemu sama Mama Len " Kata Nur mengernyit.
" Mungkin lagi keluar " Ucap Lutfia menenangkan.
" Tapi inikan hari libur Nek,harusnya Mama Len juga libur dong " Kata Nur bingung.
" Udah paling bentar lagi pulang " Kata Lutfia tak ambil pusing.
Nur melihat Samuel,tatapan intimidasi Nur membuat Samuel menelan ludah kasar.
" Dia kemana ?" Batin Samuel menerka.
Lutfia pergi kedapur membuat minuman hangat dan sarapan ala barat.
Samuel masih diam memperhatikan Nur yg bermain diluar dengan topi besar.
" Pake Jaket Nur nanti sakit " Ucap Samuel khwatir.
" Gak dingin kok Pa " Jawab Nur menoleh sebentar.
" Awas ya nanti sakit,Papa gak mau obatin " Kata Samuel mengancam.
Nur mengangguk tersenyum.
Layaknya anak yg lain,Nur begitu lugu ia tak banyak berpikir seperti orang dewasa,bocah itu hanya melakukan apa yg menurutnya menyenangkan.
Sudah 15 menit berlalu,tanda2 Leni belum juga muncul.
Pria itu sesekali melihat keluar pagar takut2 istrinya berada dijalanan.
" Mama kok lama ya ?? padahal aku mau main sama dia Pa " Celetuk Nur tiba2 berada disebelah lelaki itu.
Samuel melonjak kaget membuat Nur juga ikut kaget.
" Tadi beneran gak ketemu ?" Tanya Samuel melihat wajah Nur.
Nur menggeleng pelan,ia sungguh tak ada bertemu Leni pagi ini.
" Kemana anak itu ?" Gumam Samuel mulai khawatir.
Secuek2nya pria dingin itu tapi ia masih mengkhawatirkan Leni karna Samuel tau ia punya tanggung jawab.
" Ayo masuk Nak,udaranya mulai kenceng " Ajak Samuel serius.
" Iya Pa,Nur mulai kedinginan " Balas Nur memegang kedua bahunya.
Samuel mengambil tangan anak itu dan membawa masuk kedalam rumah.
Setelah Nur diserahkan ke Ibunya,Samuel berjalan cepat menuju kamar.
" Apa jangan2 dia pergi dari rumah ini ?" Gumam Samuel tepat didepan pintu kamarnya.
Pria itu baru teringat malam tadi,Leni menerima cacian yg cukup menyakiti hati dari sang Mama.
Krekkkkkk....
Pintu kamar terbuka dan lelaki itu kembali disambut keheningan.
**
" Mohon para penumpang mengencangkan sabuk pengamannya karna pesawat akan berangkat sekarang " Ucap pramugari memberitahu para penumpang maskapai.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya biar author semangat up lagiiii
Butuh staminaa ini guysssss,author lesu para member gak pernah kasih suport vote lagii😩😩😩
__ADS_1