
Disebuah cafe seorang pria diam memperhatikan acara ulang tahun sahabat pacarnya.
Samuel datang menemani Naya,acara begitu heboh dan meriah tapi tidak dengan lelaki itu.
Samuel merasa sangat suntuk meski musik mengalun memberi semangat kepada penikmatnya.
" Yank " Tegur Naya menyenggol lengan Samuel yang terlihat melamun.
" hah iya " Jawab Samuel tersentak.
" Mikirin apa sih ?" tanya Naya heran.
" Hm gak papa " Jawab Samuel tersenyum.
" Ini Nay kasih pacar kamu " Kata Cika teman Naya.
Naya menerimanya dengan senyuman hangat.
Samuel hanya diam memperhatikan.
" Mau apa ?" tanya Samuel saat Naya akan menyuapi dirinya dengan kue.
" Suapin kamu lah " Jawab Naya malas.
" Aku kenyang " Ucap Samuel canggung.
" Dikit doang " kata Naya memaksa.
" Aku kenyang Nay " balas Samuel sekali lagi.
" Ck,ya udah " Decak Naya kesal dan memasukkan kue itu kedalam mulutnya.
" Aku duduk disana ya " kata Samuel pelan.
" Hm " Jawab Naya mengangguk.
Samuel pun berjalan menuju kursi dan meja ýang sudah disusun seapik mungkin.
Pikiran Samuel tak tenang,dari tadi lelaki itu terus memikirkan keadaan Winda yang ia tinggal begitu saja.
" Ada apa dengan ku,kenapa perempuan itu terus gentayangan " Gumam Samuel mengusap wajahnya.
Samuel tadi merasa sangat lapar tapi saat melihat Winda pingsan,rasa lapar itu langsung menguap entah kemana.
Hati dan pikirannya campur aduk,ia ingin menghabiskan waktu bersama Naya tapi disaat bersamaan lelaki itu mengkhawatirkan Winda.
" Haisttt sialan,gadis itu benar2 membuat masalah " Umpat Samuel geram.
" Yank " panggil Naya menarik kursi.
" Udah selesai ?" tanya Samuel mendongak.
" hm " Jawab Naya tersenyum.
" Kamu kenapa ? banyak pikiran ya ?" tanya Naya mengusap lengan Samuel.
" Iya " Jawab Samuel menghela nafas.
" mikir apa ? kerjaan ?" tanya Naya kepo.
" Hm ya " jawab Samuel berbohong.
" gak papa,tenang aja,aku udah kerja kok nanti bisa bantu kamu cari nafkah " Ucap Naya tersenyum.
" Iya makasih " Jawab Samuel tersenyum.
" Pokoknya entar kalo kita jadi nikah,harus jadi pasangan ter the best ya " Kata Naya mulai membayangkan.
" The best gimana ?" tanya Samuel mengernyit.
" Ya semuanya,mulai dari keuangan,keluarga dan keromantisan " Jawab Naya malu.
__ADS_1
Samuel tersenyum geli dengan anggukan kecil.
" Jangan ngeledikin dong " kata Naya mencubit lengan lelaki itu.
" Aku gak ngeledek " Kata Samuel terkekeh.
" ihh tuh kamu senyum " kata Naya mengkrucut.
" Gak sayang " jawab Samuel mengusap kepala Naya.
Gadis itu merangkul lengan Samuel dan menyenderkan kepalanya dibahu lelaki itu..
" Aku pengen dapat suami yang bisa menggantikan ayah aku " Kata Naya menatap Samuel nanar.
" Iya " Jawab Samuel lembut.
Samuel tau gadis yang sedang manja itu merupakan anak yatim piatu yang ditinggal mati oleh Ayahnya saat berumur 12 tahun.
Naya sangat manja kepada Samuel yang telah ia pacari selama kurang lebih 4 tahun.
Keduanya sama2 sudah dekat bahkan Naya juga dekat dengan ibu Samuel.
Keduanya menghabiskan waktu bersama,perlahan Samuel mulai melupakan Winda yang sempat mengacaukan isi hati dan kepalanya.
Ditempat lain,seorang wanita duduk menggendong anak lelakinya yang sudah tertidur kelelahan bermain seharian.
Sindi masih diam diluar rumah menunggu sang putri pulang.
" Kemana Winda,kenapa lama sekali ?" gumam Sindi khawatir.
Perasaan Sindi tak karuan,wanita itu tak bisa tenang jika belum melihat anaknya.
Lama menunggu akhirnya yang ditunggu pun menampakan wajahnya berjalan sendirian di gang rumah.
" Winda " Pekik Sindi heboh.
Doni yang sedang tidur tersentak kaget dan langsung terbangun.
" Kakak " panggil Doni mengantuk.
Winda masuk kerumah dan langsung memeluk Sindi..
" ada apa sayang ? kamu pulang sama siapa ?" tanya Sindi heran.
" Mama " Ucap Winda lirih.
" iya,ada apa ? kasih tau Mama " Pinta Sindi melonggarkan pelukan mereka.
Manik Winda memerah dengan tetasan air mata.
" Siapa yang bikin anak Mama nangis ?" Tanya Sindi sedih.
Winda menggeleng pelan.
" Ayo masuk Ma " Ajak Winda berusaha tenang.
" Bilang dulu kamu pulang sama siapa ?" tanya Sindi menahan.
" Aku pake taxi,tadi dikasih ongkos sama Bibi karna Bibi tiba2 ada kerjaan di kantor suaminya " Jawab Winda berbohong.
" Beneran ?" tanya Sindi menyelisik.
" Iya Ma " Jawab Winda mengangguk.
" Terus Samuel gak anter kamu ?" tanya Sindi.
Deg...
Winda tersentak saat nama lelaki itu disebut,Winda baru teringat lelaki itu lah yang membuatnya menjadi seperti ini sekarang.
" Gak Ma " jawab Winda terdengar kesal.
__ADS_1
Sindi mengangguk dan menganjak kedua anaknya masuk.
Saat akan menutup pintu,Winda melihat keluar dan seorang pria pun keluar dari tempat persembunyiannya.
Yap,dari tadi Malvin mengintip dari luar rumah,pria itu ingin tau bagaimana keadaan anak dan istrinya saat ini.
" Masuklah " Ucap Malvin melambaikan tangan.
Winda mengangguk dengan menahan tangis.
Sungguh gadis itu tak kuasa melihat Papanya berdiri diluar rumah,padahal dulu Malvin sering menunggunya pulang dan masuk bersama dengan canda tawa.
Tep...
Pintu tertutup rapat,Winda menarik nafas panjang dan masuk kedapur mendekati ibunya.
Diluar rumah,Malvin memejamkan mata merasa nyeri didalam hatinya.
" Apa yang terjadi,kenapa jadi sangat kacau ?" gumam Malvin bingung..
Pria itu terpaksa bersembunyi karna permintaan Winda,gadis malang itu tak mau ada keributan malam ini apalagi ia sedang sakit dan Sindi juga lelah bekerja seharian.
Malvin yang paham akan kondisi anak istrinya memilih mengalah daripada membuat Sindi mengamuk dan pergi lebih jauh membawa buah hati mereka.
" Aku akan mencari tau semuanya,aku tidak akan tinggal diam membiarkan anak dan istri ku jauh seperti ini " Gumam Malvin mengepalkan tangan.
Walaupun tak bisa memaksa Sindi dan kedua anaknya pulang sekarang tapi pria itu bertekad akan membawa mereka kembali kerumah.
" Aku mulai dari mana ?" gumam Malvin bingung.
Ceklek...
Pintu rumah tiba2 akan terbuka,Malvin yang masih berdiam diri seketika kelabakan dan berlari menjauh.
Sindi keluar dan mengernyit mendengar suara langkah yang begitu cepat.
" Siapa ?" Gumam Sindi melihat gang.
Tak ada siapapun disana,wanita itu melihat kiri kanan dan masih kosong.
" Maa " Panggil Winda dari dalam rumah.
" Iya bentar " jawab Sindi langsung masuk kerumah membawa serta sandal putrinya.
Rumah kontrakan itu pun terkunci rapat.
Didalam mobil,Malvin menghela nafas lega bisa kabur tepat waktu.
" uhh untung Sindi gak lihat,kalo iya bisa gawat " Gumam Malvin mengusap wajahnya.
" Aku harus sabar,aku tidak boleh gegabah,biarlah Sindi tinggal disini dulu sampai aku mencari pusat masalah " Lanjut Malvin memutuskan.
Pria itu melihat hapenya dan terdapat banyak panggilan dari Romi dan Yuni disana.
Tanpa tunggu lama Malvin langsung menghubungi sahabat istrinya tersebut untuk meminta solusi.
" Oke Bang,aku kesana sekarang " Kata Malvin paham.
".......
" Iya,udah ketemu Bang,teman Winda yang kasih tau " Jawab Malvin.
".....
" Oke Bang " Balas Malvin mangut.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu langsung tancap gas menemui Romi meski sudah larut malam.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.