Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
515


__ADS_3

Sore hari Serkan dan keluarga kecilnya pamit berkunjung kerumah Camelia,lelaki itu tidak mau Mama kandungnya merasa terabaikan.


" Dadah Nenek,Kakek,kalo kangen Cutal caling aja ya " Ucap Sutar menyalami Romi dan Yuni.


" Iya,hati2 ya jangan nakal " kata Yuni terkekeh.


" Cutal kan anak baik Nek,dak bakal nakal " Balas Sutar aneh.


" Ya ya gak nakal,cuma pencicilan " Sahut Romi gemas.


" Hehe tan anak2 Kek " Balas Sutar lagi.


" Astaga nih anak gak mau salah " Batin Romi terkekeh.


" Oh iya Uciiiii " Panggil Sutar sedikit berteriak.


Histi dan Serkan masih menunggu basa basi anaknya yang tak berkesudahan.


Tak lama Suci keluar dengan wajah sembab.


" Dadah Uci aku mau jalan2 dulu " Kata Sutar menggoda bocah itu.


" Ih pelgi aja cana dak ucah balik lagi !" Balas Suci kesal.


" Benelan ?? nanti Uci kangen Sutal gimana ? Sutal cibuk loh " Kata Sutar menaikkan satu alisnya.


" Haisttt aku dak pelduli,Uci dak cuka Sutal " Balas Suci emosi.


" Eh gak boleh gitu " Tegur Salsa mendekat.


" Uci juga dak cuka Mama " Kata Suci melongos melihat Salsa.


" ini kenapa sih ?" tanya Yuni heran.


" Suci mau jalan juga Bu,tapi Papanya lagi sibuk bikin laporan " Jawab Salsa sopan.


" Yahhh gagal kelen dong " Sahut Sutar iba.


Manik Suci makin berair,bocah itu ingin jalan2 tapi orang tuanya sibuk bekerja membuat bocah itu terkurung.


" Ck udah gak usah ngompor deh,mau meledak itu " kata Histi menyeret Sutar mundur.


Sutar tertawa geli,ia sangat suka menjahili Suci yang gampang meradang,bahkan bocah lelaki itu bukan sekali dua kali dijambak karna kekesalan Suci melebihi batas wajarnya..


" Ya udah deh Sutal mau belangkat dulu " Kata Sutar pamit.


" hm hati2 Sutar " Kata Salsa tersenyum.


" Onty yang kuat ya,anak cewek emang cencitif " kata Sutar memberitahu.


" haissstt kayak udah pengalaman aja " Sindir Histi heran.


" Tan kayak Mama hoby malah2 Sutal " Sindir Sutar menohok.


" Yaaaaaaankkkkk " Pekik Histi merengek kepada Serkan.


" Keturunan kamu itu " Kata Serkan malas.


" Kan anak kamu juga !" kata Histi kesal.


Serkan memutar mata dan berjalan mendekati mobil.


Romi menggeleng pelan,Histi begitu lucu jika sudah kalah dengan anaknya sendiri dan Serkan pun seolah sudah hafal kebiasaan mereka.

__ADS_1


" Ya udah Yah,Bu inces ama pangeran berangkat dulu " kata Histi pamit.


" Iya hati2 " kata Yuni tersenyum.


" Hahaha daaah Salsaaaa,Uciiii " Kata Histi melambaikan tangan.


Suci tak mengubris,bocah itu masuk kedalam rumah dengan wajah yang sudah berantakan..


Keluarga kecil itu pun melesat keluar dari pekarangan..


Romi dan Yuni sama menghela nafas dengan senyum mengembang.


" Gak nyangka ya Yah sekarang kita dah punya cucu " Kata Yuni merangkul Romi.


" Iya,padahal aku rasa baru kemarin Serkan lahir tapi sekarang udah bongsor aja " kata Romi terkekh.


" Iyaaa aku jadi kangen masa kecil mereka deh,Byanca juga udah gak manja lagi sama kita " Balas Yuni sedih.


" Hm,Byanca udah gede Yank dia mulai sibuk sama sekolah dan teman2nya " Balas Romi.


" Oh iya,kamu ngomongin temen,aku inget kemarin Byan diantar sama cowok loh " Kata Yuni heboh.


" Hah siapa ?" tanya Romi kaget.


" Gak tau naik mobil,aku kemarin emang gak jemput dia " Kata Yuni terus mengingat.


" Kan masih bocah Yank,masa Byan udah tau pacaran ?" tanya Romi bingung.


" Mungkin cuma temen Yank,aku lihat juga dari dalam kayak ada supir didalam mobil itu " Jawab Yuni positif thingking..


" Jangan aneh2 Yank,aku gak mau Byanca udah tau pacaran dia harus fokus sekolah,aku gak bisa mantau 24 jam kerjaan aku banyak " Kata Romi tegas.


" Iya Yank,nanti aku minta Salsa aja kalo gak sempet antar jemput " Balas Yuni tenang.


Diperjalanan,Histi diam menikmati pemandangan kota yang lumayan ramai,Sutar duduk dibelakang sendirian seraya melihat hape Histi yang menganggur.


" Sutar " panggil Serkan.


" iya Pa " Jawab Sutar mendongak.


" Nanti ketemu Nenek harus sopan ya " kata Serkan memberitahu.


" Kan Sutal emang sopan Pa " Kata Sutar mengernyit.


" Iya Papa tau,tapi nanti kamu jangan nakal " Kata Serkan terkekeh.


" Emang Nenek selem ya Pa ?" tanya Sutar polos.


" Hah gak " jawab Serkan kaget.


Histi hanya diam saja tak bersuara.


" Telus kenapa Papa suluh Sutal sopan ? Kakek Lomi aja gak plotes kalo Sutal nakal " kata Sutar merasa aneh.


Serkan menghela nafas dan melirik istrinya,Histi yang tau akan diintimidasi langsung mengalihkan pandangan.


" Ya udah serah kamu aja " kata Serkan mengalah.


Sutar mengangguk meski otak kecilnya masih berpikir aneh.


Mereka kembali diam,Sutar mulai membuka jendela mobil menikmati udara segar,Serkan tak melarang lelaki itu mematikan Ac agar bisa berhemat.


" Yankkkkkk " Rengek Histi merasa panas.

__ADS_1


" Liat tuh anak kamu " kata Serkan menunjuk Sutar dengan bibirnya.


" Haisttt,kacanya ditutup Sutar nanti ditangkap penjahat !" Kata Histi kesal.


" Kan ada Papa,penjahatnya ngak mungkin nangkap aku " Kata Sutar santai.


" Haist,penjahatnya bukan nangkap kamu tapi nangkap Mama " Balas Histi gemas.


" Bialin aja bial Papa cali Mama balu buat Sutal " jawab Sutar masa bodoh.


" Apa !" Pekik Histi terbelalak.


" Bukan aku yang ngajarin " kata Serkan ngeri melihat tatapan membunuh wanita itu.


" Mama baruuuuuuu !" Desis Histi dengan kuping berasap.


" Hehe becanda Ma " kata Sutar menelan ludah kasar.


" awas aja kalian ya,kamu boleh punya Mama baru tapi Mama juga bakal cari anak baru dan Suami baru " Ancam Histi sengit.


Glekkkk....


Sutar menelan ludah kasar begitupun Serkan yang juga tak kalah kagetnya dengan ucapan Histi.


" Jangan aneh2 kamu Yank " Tegur Serkan tak suka.


" Sutar tuh yang mulai !" kata Histi kesal.


" Ck dia masih anak2 Yank " Kata Serkan gemas.


" Tapi mulutnya judes Yank,perasaan aku gak gitu2 amat deh " kata Histi heran.


Serkan menggeleng pelan,mulut Sutar dan Istrinya memang 11 12,bahkan kadang keduanya adu mulut cuma hal sepele.


Tak terasa asik berdebat mereka pun sampai dilokasi.


Manik Sutar mulai menyelisik rumah yang cukup mewah menyetarai rumah Kakeknya.


" Wah itu siapa ?" Gumam Sutar melihat seorang gadis duduk sendirian dirumput.


" Ayo Sutar " Ajak Serkan sudah bersiap.


" Pa ada cewek " bisik Sutar pelan.


Serkan mengernyit dan melihat tulunjuk anaknya.


" Apa itu anak Sifa ?" gumam Serkan mengernyit.


" Yank,ayoo " Tegur Histi semangat.


" Hah iya " kata Serkan berjalan mendekat.


Sutar masih diam menyelisik gadis dengan gaun pink penuh bunga tersebut.


" Sutarrrrr " Pekik Histi menggelegar.


" Iyaa Maaaaa " Jawab Sutar kelabakan.


Bocah itu langsung berlari mendekati ibunya yang sudah memasang tanduk macam.


Histi menggelutuk gigi gemas ingin mencubit bocah itu tapi ia tak berani,apalagi mereka berada dirumah Camelia yang menurut Histi sedikit rawan terkena senggolan maut.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2