Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
408


__ADS_3

Pihak puskesmas seketika heboh dengan kabar istri dokter disana akan melahirkan apalagi sampai dukun beranak terkenal dikampung juga sudah turun tangan.


Berita tersebut pun sampai ke telinga seorang bocah yang sedang berjalan riang dengan tas punggung barby barunya yang dibelikan oleh dokter tersebut.


Dengan kecepatan tinggi Sania berlari seraya mengalungkan sepaku sekolahnya dileher.


Beberapa warga dibuat heran dengan wajah panik gadis itu,bahkan teguran warga tak menolehkan gadis itu sama sekali.


Sania terus berlari hingga ia sampai ditempat tujuan.


" Maaaaaaakkkkk " teriak Sania masuk puskesmas.


" Kenapa Dek ?" tanya seorang suster disana menghalangi bocah itu masuk lebih dalam.


" Bu Dokter apa benar Tante Histi beranak ?" tanya Sania.


" Hah beranak ?" Tanya Suster antara kaget dan bingung


" Anu maksudnya melahirkan " Ralat Sania menepuk bibirnya.


" Oh iyaa lagi proses " jawab Suster paham.


" Astaga " kata Sania melotot.


" Mak aku mana Bu dokter ?" Tanya Sania lagi.


" Mak kamu ? aku gak tau mana " Jawab Suster terkekeh.


Sania melihat kiri kanan dan mendapati seorang perempuan parubaya keluar dari ruangan.


" Makkk " Panggil Sania berlari kearah wanita itu.


Ibu Sania mendongak dan mendapati Anak gadisnya mendekat.


" Mak anak Tante udah keluar belum ?" tanya Sania ngos2an.


" Belum lagi di jampi " Jawab Ibu Sania.


" Hah dijampi ? ada Mbah dukun ?" Tanya Sania syok.


" Iya kata dokter sih mereka akan kolab " Jawab ibu Sania polos.


" Kolab apaan Mak ?" Tanya Sania bingung.


" Gabung kekuatan "


Sania ber oh ria meski otaknya belum sampai kesana.


" Dah ayo pulang nanti kita kesini lagi " Ajak sang ibu menenteng tangan anaknya.


" Nanti kesini ya Mak liat adek bayi " Kata Sania berharap.


" Iya nanti kamu temenin Istri nya Dokter dirumah kalo dah lahiran " Kata ibu Sania tersenyum.


" Yess " Pekik gadis itu girang.


Keduanya pun keluar dari puskesmas menuju rumah.


Sania sangat bahagia bisa terus bersama Histi karna cuma wanita itu temannya meski Histi begitu dewasa secara umur tapi tidak dengan prilaku.


Seorang pria terlihat panik mengumpulkan semua baju istri dan anaknya kedalam tas.


Serkan harus mengumpulkan satu persatu,mereka memang belum menyiapkan semua perlengkapan bayi Histi karna mereka pikir persalinan masih lama.


" Duh kurangnya apa ya ?" gumam Serkan menggaruk kepala.


Keringat dingin membasahi kening lelaki tampan itu,otak Serkan harus terbagi memikirkan Histi yang sedang berjuang.


" ahh serah lah ambil mana aja " Kata Serkan meraup baju istrinya di lemari hingga lingeri Histi pun masuk kesana.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Serkan langsung keluar rumah berlari menuju puskesmas.


Diruangan,tampak seorang wanita mati2an mengeluarkan kepala anaknya.


" Ayo Nak dikit lagi " Ucap seorang wanita dengan kain sarung membantu mengeluarkan kepala bayi Histi.


" Emmmmmmmmmmpppp " Edan Histi panjang.


" Iya gitu dikit lagi " Kata Mba dukun semangat.


" Hoh huh hoh " kata Histi ngos2an.


" suami saya mana Mbah ?" tanya Histi tak melihat Serkan lagi.


" Ambil perlengkapan,udah kamu fokus aja lahiran " Jawab Mba dukun heran.


" Gak tanggung jawab banget tuh laki satu,dia yang buat kok malah kabur " Gerutu Histi kesal.


Bayu yang bertugas mengelap keringat wanita itu menganga tak menyangka Histi masih sempat2nya kesal dengan Serkan.


" Apa liat2 !" kata Histi garang.


" Ehh gak His,ampun " kata Bayu takut.


" Ck ayo Histi cepetan nanti anak mu masuk lagi " Kata Mbah dukun gemas.


" Iya Mbah " Jawab Histi kelabakan.


Wanita itu pun kembali mengedan hingga suara hentakan terjadi.


" Oek oekkkk oeekkkkk " Suara tangis pun terdengar nyaring.


Histi terkulai lemas begitu pun Bayu yang sudah berkeringat.


" Alhamdulillah " Kata Mba dukun tersenyum menggendong bayi Histi yang masih menangis haru lahir ke dunia.


Didepan ruangan seorang pria terdiam mendengar suara yang begitu ia rindukan.


" Selamat Dok,sekarang Dokter sudah jadi Ayah " Ucap suster menepuk bahu Serkan.


Serkan menoleh kesamping dengan wajah syok.


" Aku jadi ayah Sus ?" Ulang Serkan nanar.


" iya itu suara anak dokter " Jawab Suster terharu.


Senyum kecil mengembang disana,beberapa orang dokter menepuk bahu Serkan mengucapkan selamat.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,keluarlah seorang pria dengan wajah pucat kaget melihat ramai2 orang.


" Bayu gimana keadaan anak Serkan dan ibunya ?" tanya Dokter lain menepuk bahu lelaki itu.


" Mereka baik hanya saja...." Jawab Bayu mengambang.


" Saja kenapa ?" tanya Dokter tadi mengernyit.


Senyum Serkan menghilang mendengar kata menggantung dari teman sprofesinya.


" Baru kali ini aku kolab sama dukun branak,ilmu nya benar2 diluar logika " kata Bayu tak percaya.


" Hah " Pekik semua orang terkejut.


" jadi bukan kamu yang ngeluarin anak Serkan ?" Tanya Suster syok.


Bayu menggeleng pelan.


" Jangankan mau ngeluarin,ngintip aja aku di teriak sama Histi " Jawab Bayu lesu.

__ADS_1


" What ???" Pekik semua orang kaget.


Serkan terkekeh pelan hingga tawa lelaki itu menggelegar membuat semua orang kembali terkejut.


" Kamu kenapa ?" tanya Dokter senior bingung.


" Hahaha dia benar2 istri ku " Jawab Serkan disela tawanya.


" Maksud kamu ?" tanya Bayu bingung.


" Histi mana mau diliatin itunya sama orang lain " Jawab Serkan terkekeh.


" lah aku kan dokter jadi wajar lah,aku juga gak bergairah " kata Bayu menggaruk kepala.


" Pokoknya Histi tetap terbaik,ahh aku mau lihat dia dulu,bye " kata Serkan pamit seraya menggendong tas besar yang ia bawa dari rumah.


Suster dan Dokter melongo melihat Serkan sedikit berubah dari biasanya.


" Kayaknya Serkan mulai oleng deh " Kata Bayu heran.


" lagi girang dia anaknya lahir,udah biarin aja ntar beku lagi kek semula " sahut Dokter lain terkekeh.


Bayu mengangguk dan kembali menceritakan kejadian ajaib yang ia alami barusan.


Serkan mendekati istrinya yang sedang dibantu oleh mbah dukun pasca melahirkan,sedangkan anaknya dibersihkan oleh suster dan diikuti Bayu kembali masuk membantu mengurus bayi tersebut.


" Sayang " Panggil Serkan pelan.


Histi memejamkan mata dengan nafas naik turun.


" Dia kenapa Mbah ?" tanya Serkan khawatir.


" Gak papa,dia masih lemas " Jawab wanita itu sambil mengunyah kapur sirih.


" Kenapa merem ?" Tanya Serkan.


" Biasanya kalo kamu cape kamu ngapain ?" tanya Wanita itu balik.


Serkan terdiam dengan wajah terkejut.


" Gitu ya Mbah ?" Tanya Serkan menciut.


" Hm dah sana,biar Histi Mbah yang urus " Jawab wanita itu tenang.


" Gak diapa2in kan Mbah istri saya ?" tanya Serkan khawatir.


" Tenang saja saya takut masuk penjara " Jawab mbah dukun santai.


Serkan tersenyum mengangguk.


Lelaki itu mengecup kening Histi dan mengusap pipinya lembut.


" Makasih sayang " Bisik Serkan pelan.


Lelaki itu pun menjauh mendekati anaknya,Histi membuka mata menatap lelaki itu nanar.


Histi masih tak menyangka ia baru saja mengeluarkan bayi yang begitu diharapkan lelaki tersebut selama ini.


" Jangan nangis " Bisik Mbah dukun lembut.


" Aku berhasil Mbah " Balas Histi lirih.


" Iya kamu ibu yang hebat " Puji mbah tersenyum.


Histi ikut tersenyum menatap wanita dengan wajah penuh kerutan tersebut.


" Saya bersihkan dulu ya biar kamu bisa cepat pulang " Kata wanita itu perhatian.


Histi mengangguk setuju,acara pembersihan pun dimulai,harga diri Bayu sebagai dokter kali ini harus turun tahta karna ia dijadikan asisten oleh ketua peranakan disana.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2