
Next.. Hari terakhir di Korea.
Citra dan Riko sejak kemarin sudah tidak tinggal di penginapan sahabat mamanya.
Riko mengajak Citra untuk tinggal di apartemen milik temannya Jeon yang dia temui kemarin hanya semalam. Riko sengaja meminjam Apartemen temannya itu hanya untuk Citra, karna Apartemen itu mengarah ke laut.
Sejak mereka pindah kemarin Citra selalu berdiri di jendela sambil terus memandangi laut yang sangat indah itu.
Citra berharap Riko bisa mengajaknya jalan-jalan di bibir pantai sejak semalam, tapi karna perkataannya di kafe membuat Riko masih mendiaminya.
******
Next..
Setelah Citra bangun di pagi hari, dia kemudian kembali berdiri di depan jendela dan memandangi laut.
Sementara Riko masih tertidur di bawah selimutnya.
Citra terus menunggu Riko sampai bangun, tapi waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, tapi Riko belum bangun juga.
Citra kemudian menuju kamar untuk membangunkan Riko, Citra menyingkap selimut yang menutupi tubuh Riko. Riko dengan malas kemudian menarik selimut itu kembali. Citra kesal dengan tingkah Riko.
"Kak Riko bangun, temenin Citra jalan jalan ke pantai." ucap Citra sambil menggoyangkan tubuh Riko.
Riko tidak merespon, dia hanya mengganti posisinya memunggungi Citra.
"Ya udah kalau kak Riko ngga mau temenin aku, aku akan pergi sendiri." ancam Citra.
Mendengar perkataan Citra, membuat Riko pasrah, Dia kemudian bangkit dari tempat tidur tanpa menghiraukan Citra.
Citra menatap punggung Riko masuk ke kamar mandi tanpa menatapnya.
"Apa. kak Riko masih marah." batin Citra khawatir.
Dia kemudian menyusul Riko masuk ke kamar mandi, Citra langsung masuk ke dalam bathup.
Riko mengerutkan keningnya menatap Citra heran.
"Kak Riko masih marah yah." ucap Citra lembut. Riko tidak merespon.
"Jangan marah lagi dong kak, Aku minta maaf." ucap Citra lagi. Tapi Riko masih menatapnya dingin. Citra kemudian membuat pose lucu agar Riko luluh dan tidak marah lagi.
Citra membuat pose lucu dengan menggunakan bebek mainan.
Riko berusaha menahan tawanya melihat pose Citra, tapi tidak bisa akhirnya dia pun tersenyum dan Citra merasa puas karna Riko sudah tidak marah lagi.
__ADS_1
"Sekarang kak Riko ngga marah lagi kan, mau nemenin aku jalan-jalan kan." ucap Citra.
"Iya." ketus Riko dan Citra senang.
"Ya udah sekarang kamu keluar." perintah Riko.
"Kok kak Riko nyuruh aku keluar." ucap Citra tidak mengerti dengan maksud Riko.
"Aku mau mandi. Emang kamu..
Ucapan Riko terputus kemudian menatap Citra dan tersenyum licik ke arah Citra.
Citra merasa aneh dengan tatapan dan senyuman Riko, dia kemudian menyadari maksud Riko lalu terkejut.
"Dasar kak Riko otak mesum." gerutu Citra lalu berlari meninggalkan Riko.
Riko hanya tersenyum melihat tingkah Citra.
"Emangnya gue mau ngapain, lo yang otak mesum." gumam Riko kemudian mandi.
Setelah mandi Riko kemudian keluar dari kamar mandi. Citra menatap Riko yang baru selesai mandi, jantungnya berdetak saat melihat Riko dengan rambut basahnya.
Riko menatap Citra yang sedang menatapnya, Citra segera memalingkan wajahnya dari Riko, Riko tersenyum menatap Citra.
*******
Di saat Citra mandi, Riko kemudian memesan makanan. Tidak lama kemudian makanan yang Riko pesan pun tiba.
Riko menghidangkan makanan itu di meja.
Citra kemudian keluar dari kamar mandi.
"Bukannya kita mau jalan-jalan di pantai kak." gerutu Citra kesal saat melihat Riko hendak makan.
"Emangnya kamu mau pergi dengan perut kosong, ingat jalan-jalan butuh tenaga." ketus Riko sambil menyuap makanan ke mulutnya.
Citra kemudian menghampiri Riko dan duduk di depannya, kemudian mereka pun makan.
Setelah makan mereka pun berjalan-jalan di pinggir pantai.
Citra sangat senang akhirnya bisa melihat pemandangan pantai yang sangat indah karena Citra sangat menyukainya.
Riko hanya mengekor di belakang Citra, tiba-tiba jiwa usil Citra muncul, dia kemudian menyiram air ke arah Riko. Riko tidak terima dengan perbuatan Citra, dia kemudian ingin membalas Citra tapi Citra sudah berlari menjauh dari Riko.
Citra membuat pose-pose aneh untuk mengejek Riko.
__ADS_1
Riko tersenyum menatap Citra dengan pose itu.
Citra kemudian membalas senyuman Riko.
Riko kemudian merasa ada yang aneh dengan dirinya, jantung Riko berdetak dengan kencang saat melihat Citra tersenyum.
Riko lalu memikirkan perkataan Romi yang pernah mengatakan bahwa Riko menyukai Citra.
"Ngga mungkin bener kan." batin Riko tidak yakin.
Citra menatap Riko yang sedang melamun, kemudian dia menghampiri Riko dan mengagetkan Riko.
Citra kembali tersenyum menatap ekspresi Riko yang terkejut.
Jantung Riko kembali berdetak dengan kencang saat Riko melihat Citra tersenyum seperti itu, dan Riko menyadari perasaannya kepada Citra.
"Ngapain kak Riko bengong, udah kita kesana." ucap Citra lalu menggandeng lengan Riko dan Riko hanya menurut saja.
*****
Sore hari mereka kemudian duduk di bibir pantai sambil menunggu sunset.
Riko terus menatap Citra yang selalu tersenyum.
"Segitu sukanya yah kamu sama pantai?" tanya Riko dan Citra mengangguk yakin.
"Pantai itu bisa memberi ketenangan di dalam jiwa kak, terus suara ombak itu seolah-olah menenangkan kita." ucap Citra lalu kembali tersenyum melihat Riko dan Riko hanya mengangguk menyetujui.
Beberapa menit kemudian sunset mulai turun. Mereka pun menyaksikan sunset.
Citra merasa puas dengan keindahan sunset, diapun kemudian berdiri hendak kembali ke Apartemen.
"Kak Riko ngga balik?" tanya Citra menatap Riko yang masih duduk.
"Kamu duluan aja, aku masih mau berkeliling." ucap Riko.
"Ya udah, aku duluan, tapi kak Riko jangan lama-lama diluar, karna disini dingin." ucap Citra perhatian.
Riko hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum kepada Citra. Citrapun meninggalkan Riko.
Setelah Citra menghilang dari pandangan Riko, Riko kemudian beraksi menjalankan rencananya.
*******
Jangan Lupa Votenya Readers.
__ADS_1