Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
587


__ADS_3

Menuju malam Rafael menganjak Winda beserta anaknya pergi mencari makan,selama diperusahaan Winda tak ada melihat Samuel dan tak mencari juga.


" Kita mau kemana Kek ?" Tanya Nur menegur Rafael.


Gadis itu duduk didepan bersama Rafael yg menyetir,sedangkan Winda dan putranya duduk dibelakang.


" Kamu mau nya kemana ?" Tanya Rafael balik.


" Hm,aku telselah " Jawab Nur polos.


" Makan ayam goreng mau ?" tanya Rafael.


" Mau " Jawab Nur semangat.


" Spageti ?" Tanya Rafael lagi.


" Mau " Jawab Nur lagi.


" Hm kalau burger ?"


" Mauu " Rengek Nur manja.


" Hahahahaha,uhhh gemesin bangetttt sih kamu " Kata Rafael mengusap rambut Nur.


Winda hanya diam saja mendengar percakapan kedua orang itu..


Wajah Nur bersemu,gadis itu terlihat nyaman bersama Rafael walaupun mereka baru kenalan.


" Kamu mau makan apa Win ?" tanya Rafael menegur Winda.


" Aku ngikut aja Pa " Jawab Winda malu.


" Gak mau riquest mau makan apa ?" tanya Rafael.


Winda menggeleng pelan.


Rafael mengangguk paham,lelaki itu fokus berkendara hingga suara telfon berbunyi.


" Halo Ma " Sapa Rafael mengangkat panggilan.


" Dimana Pa ?" tanya Lutfia disebrang.


" Lagi dijalan,ada apa ?" Tanya Rafael lagi.


" Makan malam yuk,Mama gak ada temen nih " Ajak Lutfia.


" Hah makan malam ?" ulang Rafael.


" Iya "


" Hm Papa em Papa juga mau makan malam nih " Kata Rafael hati2.


" Sama siapa ?" tanya Lutfia kaget.


" Hm Mama datang aja ke lokasi ya,nanti Papa kirim alamatnya " Jawab Rafael melirik Winda di kaca spion.


" Oke " Balas Lutfia mengerti.


Tut.


Panggilan terputus,Rafael mengirim lokasinya kepada sang istri.


" Kenapa Kek ?" tanya Nur kepo.


" Hm Nenek mau ikut kita,boleh gak ?" Tanya Rafael


" Mama ?" Tanya Winda syok.


" Iya " jawab Rafael menoleh kebelakang.


" Hm kalo gitu,turunin kita disini aja Pa " Kata Winda seketika panik.


" Kenapa ?" tanya Rafael terkejut.


" Ngak papa Pa,nanti Mama marah " Jawab Winda takut.


" Jangan khawatir,semua akan baik2 saja " Balas Rafael tenang.


" Tapi Pa...


" Jangan takut Winda,Mama bukan orang jahat " kata Rafael menenangkan.


Winda menghela nafas dengan anggukan kecil,wanita itu sedkit gemeteran akan bertemu lagi dengan mantan mertuanya.

__ADS_1


Tak lama mereka pun sampai,Rafael membantu Nur turun dan menggendong gadis itu agar tidak kesulitan berjalan.


" Duduk disini ya " Ucap Rafael mendudukkan Nur di sofa.


Nur mengangguk tersenyum.


Winda ikut duduk seraya melonggarkan ikatan gendongan putranya.


" Dia gak rewel ya ?" Tanya Rafael melihat Afdhal tidur nyaman.


" Gak Pa,dia anteng " Jawab Winda seraya menghapus keringat di dahi sang putra.


Rafael memanggil waiters,mereka pun segera memesan makanan.


Rafael terlihat begitu dekat dengan Nur,bahkan keduanya sangat kompak memesan makanan yg sama.


" Minumnya susu dingin aja ya " kata Rafael lembut.


" iya Kek " jawab Nur menurut.


Beberapa menit kemudian,menu hadir secara bersamaan seorang wanita berjalan kearah suaminya dengan wajah kaget.


" Itu siapa ?" gumam Lutfia bingung.


Wanita itu semakin cepat berjalan dan terdiam saat maniknya mengenali seorang wanita yg sedang berdiri.


" Winda " Gumam Lutfia menutup mulut tak percaya.


Rafael menoleh kebelakang dan tersenyum kecil


" Ma sini " ajak Rafael melambaikan tangan.


Lutfia mendekat masih dengan wajah syoknya.


" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Lutfia kepada Winda.


Winda menunduk dalam merengkuh anaknya yg sudah bangun dari tidur.


" Pa kenapa dia sama Papa ?" tanya Lutfia melihat Rafael.


" Dduduk dulu Ma " Jawab Rafael tenang.


Lutfia melihat Winda dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Dia siapa Kek ?" tanya Nur kepada Rafael.


" oh ini,istri Kakek,Nenek kamu " Jawab Rafael lembut.


" Nenek ?" Ulang Lutfia terkejut.


Nur bersembunyi dilengan Rafael melihat aura membunuh Lutfia.


" Huh apa yg sebenarnya terjadi ?" tanya Lutfia menarik nafas.


Winda masih diam,Lutfia pun duduk melihat Winda beserta anak2nya.


" Papa yg bawa mereka kesini " Ucap Rafael tenang.


" kenapa ?" tanya Lutfia heran.


" Ya gak papa,mau ajak mereka makan aja " Jawab Rafael terkekeh.


Lutfia diam,wanita itu tersentak saat melihat adanya 2 tongkat disamping Nur.


" Dia gak bisa jalan " Kata Rafael tau isi pikiran istrinya.


" Anak ini ?" tanya Lutfia menunjuk Nur.


" Iya " Jawab Rafael tersenyum getir.


" Kaki kamu kenapa ?" tanya Lutfia melemah.


Deg...


Winda tersentak mendengar suara lembut mantan mertuanya.


" Aku kecelakaan Nek " Jawab Nur polos.


" Jadi kamu gak bisa jalan sendiri ?" tanya Lutfia.


" Iya,kata Dokter nanti aku akan bisa jalan lagi kalo semangat berlatih " Jawab Nur tersenyum.


Garis wajah Lutfia berubah,wanita itu tersenyum kecil mendengar semangat gadis polos didepannya.

__ADS_1


" Ya kamu harus berlatih terus " Kata Lutfia mengusap kepala Nur.


Rafael melihat istrinya dengan wajah bingung,Lutfia dengan cepat merubah moodnya menjadi lebih baik padahal tadi wanita itu terdengar ingin marah2.


" Kamu gak papa ?" tanya Lutfia melihat Winda.


" Aku baik " Jawab Winda canggung.


" Apa ini anak kamu ?" tanya Lutfia menunjuk putra Winda yg menatap dirinya.


" Iya Ma,ini anak aku " Jawab Winda tersenyum kecil.


" Boleh Mama gendong ?" tanya Lutfia malu2.


" Hah " Kata Winda kaget.


Winda melihat Rafael,lelaki itu mengangguk kecil dengan senyum gelinya.


" Gak boleh ya ?" Tanya Lutfia mengkrucut.


" Eh boleh Ma,ini " Kata Winda kelabakan.


Lutfia tersenyum dan langsung mengambil alih bocah kecil itu untuk duduk dipangkuannya.


" Wah2,dia lucu sekali Pa " Kata Lutfia heboh.


" Iya Ma,tuh lihat matanya masih murni ya " Kata Rafael menyahut..


" Ihhh gemes deh Paaa "


Lutfia memeluk mencium bocah itu dengan wajah girangnya.


Winda dan Nur melongo melihat anggota keluarganya di unyel2 layaknya boneka.


" Huaaaaa huuuaaaa huaaaaa " Afdhal menangis kencang tak tahan lagi dengan perlakuan Lutfia.


" Eh kok nangis sayang,cup cuppp " Kata Lutfia terkejut.


" Huuaaaaa huaaaaa " Afdhal terus menangis.


Bocah itu ingin segera lepas tapi Lutfia masih betah menyandra dirinya.


" Duh gimana ini Win,Mama gak bisa nih " kata Lutfia panik


Deg....


Winda kembali tersentak saat Lutfia menyebut dirinya dengan sebutan 'Mama'.


" Sini,biar sama aku aja " kata Winda meminta anaknya lagi.


Lutfia menyerahkan bocah itu dan Winda langsung membawanya keluar.


Kini tinggalah,Nur,Lutfia dan Rafael yg berada disana.


Lutfia melihat Nur,gadis kecil itu terlihat kebingungan makan spagetinya dengan sumpit.


Lutfia bangun dan mengambil posisi duduk disamping Nur.


" Bisa gak ?" tanya Lutfia lembut.


" Susah ambilnya Nek,Nur gak bisa " Jawab Nur polos.


" Nenek bantu ya " Kata Lutfia tersenyum


Nur mengangguk,wanita itu pun mengambil alih sumpit dan menyuapkannya ke mulut Nur.


" Enak gak ?" tanya Lutfia tak sabar.


" Enak,tapi Nur mau makan nasi Nek " Jawab Nur polos.


" Mau nasi ?" tanya Lutfia terkejut.


Nur mengangguk kecil,tanpa tunggu lama wanita itu pun memanggil waiters dan memesan semangkuk nasi.


Rafael tersenyum kecil,ntah mengapa melihat sikap istrinya yg hangat membuat hati pria itu terenyuh.


Sifat lembut Lutfia seolah hidup lagi seperti mereka awal menikah.


" Makan yg banyak ya biar Nenek yg suapin " kata Lutfia semangat.


Nur mengangguk dengan mulut penuh.


Sesekali tawa Lutfia terdengar renyah melihat tingkah lugu anak Winda tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2