Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
616


__ADS_3

Pagi ini suasana cukup cerah,seorang pria terlihat sangat bersemangat mengemas barang2nya kedalam koper.


Yap,hari ini Restu akan pulang kerumah,ia sudah dinyatakan sembuh oleh dokter meski Restu belum bisa berjalan dengan semestinya,tapi perubahan lelaki itu cukup signifikan.


" Hm apa lagi ya ?" Gumam Restu melihat lagi kamar yg ia tempati selama ini.


Tak banyak barang yg Restu bawa lantaran,ia datang berharap untuk kesembuhan bukan jalan2.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah seorang gadis dengan nampan ditangannya.


" Tuan sudah bangun ?" Tanya Saras sedikit terkejut.


" Ya,aku bangun pagi hari ini " Jawab Restu tersenyum.


" Mau pulang ya ?" Tanya Saras tersenyum sumbang.


" Iya,aku sudah rindu keluarga " Jawab Restu terkekeh.


Saras tersenyum mengangguk.


" Aku harap keluarga kalian selalu harmonis " Doa Saras berharap.


" Terima kasih Saras,kamu juga harus bahagia " Balas Restu hangat.


" Ya aku tidak yakin soal itu " Kata Saras terkekeh.


" Kau harus keluar dari sini dan menjalani hidup yg lebih baik dan ya satu lagi.." Kata Restu menggantung.


" Apa ?" Tanya Saras menunggu.


" Kau harus menikah dan punya anak " Jawab Restu serius.


Saras diam memperhatikan wajah lelaki itu.


" Aku yakin suatu saat nanti kamu akan bahagia dan menemukan cinta mu " Lanjut Restu.


" Tuan " Panggil Saras pelan.


" Iya " Jawab Restu lembut.


" Aku sudah menemukannya tapi aku juga harus melupakannya " Ucap Saras tersenyum miris.


" Kenapa ?" Tanya Restu kaget.


" Aku tau aku tidak akan bisa menjadi bagian dalam hidupnya " Jawab Saras tenang.


" Kau gadis yg baik Saras,kau akan mendapatkan apa yg ingin kau dapat " Balas Restu.


" Benarkah ? tapi apakah dia bersedia membawa ku keluar dari sini ?" Tanya Saras.


Restu terdiam,lelaki itu cukup tau bagaimana posisi gadis malang tersebut.


" Jika dia punya kuasa,aku pikir itu tidaklah sulit " Jawab Restu beberapa saat.


" Haha ya " Kata Saras menggangguk.


" Lalu siapa pria yg kau maksud ? apa dia juga bekerja disini ?" tanya Restu penasaran.


" Hm aku pikir tidak " Jawab Saras.


" Lalu siapa ? apa aku mengenalnya ?" tanya Restu makin penasaran.


" Aku rasa begitu " Jawab Saras terkekeh.

__ADS_1


" Lalu siapa ?" tanya Restu gemas.


Saras kembali menunduk,Restu mengernyit bingung dengan sikap aneh gadis imut didepannya.


" Boleh aku jujur ?" tanya Saras bermain dengan tangannya.


" Ya,aku selalu meminta mu untuk jujur bukan " Jawab Restu menggoda.


" Hem ya,sebenarnya aku...." Kata Saras semakin mengelopek kuku.


" iya apa ?" tanya Restu.


" Hm sebenarnya....


" Apa Saras ?" tanya Restu mulai tak sabar.


Saras diam,jantung nya berdegub sangat kencang membuat tubuh gadis itu sedikit menggigil.


" Kau baik2 saja ?" tanya Restu khwatir.


" Maaf Tuan,aku menyukaimu " Jawab Saras secepat kilat.


" Apa !" Kata Restu terkaget kaget.


" Maaf " Kata Saras menunduk berulang ulang.


" Kau menyukai ku ?" Tanya Restu menelan ludah kasar.


Saras mengangguk pelan.


" Aku tau ini salah Tuan,aku pikir ini hanya perasaan sementara saja tapi setiap kali melihat Tuan aku tidak bisa menyembunyikan rasa suka ku " kata Saras mendongak.


Restu masih terdiam ditempatnya melihat wajah serius gadis polos didepannya saat ini.


" Ya aku mengerti " Potong Restu menghela nafas.


Saras kembali diam dengan wajah tertunduk.


" Aku tau yg namanya perasaan itu sulit untuk ditahan " Kata Restu terkekeh.


" Kau gadis yg cantik,manis dan lugu,aku menyukai gadis seperti mu,kau mengingatkan ku kepada istri ku saat masih muda,dia dulu sama seperti mu menyimpan banyak luka dihatinya dan bersikap didepan semua orang bahwa kalian baik2 saja,tapi Saras..." Kata Restu menggantung.


" Apa Tuan ?" Tanya Saras penasaran.


" Aku mencintai istri ku dan kedua anak ku sedang menunggu Papanya pulang " Jawab Restu pelan.


Deg....


Saras tersentak dengan ucapan Restu barusan.


" Maafkan aku Tuan " kata Saras kembali menunduk.


" Kau tidak salah,jangan selalu meminta maaf perasaan mu tidak salah " Kata Restu menepuk bahu gadis itu.


" Jika aku masih sendiri,mungkin aku akan mengejar mu habis2an hehe tapi sekarang aku tidak bisa melakukan itu " Kata Restu terkekeh.


Saras ikut terkekeh geli dengan gombalan basi lelaki humoris didepannya.


" Aku yakin nanti suatu saat kau akan mendapat pengganti yg lebih baik,jadi aku meminta maaf tidak bisa membalas perasaan mu " Kata Restu menghela nafas.


" Tidak apa2 Tuan,ini pertama kali aku menyatakan perasaan jadi aku tidak tau harus memulai dan mengakhirinya bagaimana,tapi tenang saja aku akan berusaha untuk itu " kata Saras tersenyum canggung.


" Sekali lagi maafkan aku Saras " Kata Restu tak enak hati.


Saras mengangguk tersenyum.

__ADS_1


" Boleh aku memeluk mu ?" Tanya Restu menggaruk kepala.


" Hah " kata Saras kaget.


" Hm sebagai adik perempuan ku yg begitu baik " Kata Restu terkekeh.


" Adik ?" Ulang Saras melotot.


" Ya,tak jadi pacar adik masih bisa kan ?" Goda Restu.


Blushhhh....


Wajah Saras memerah kembali,dengan malu dan ragu gadis itu mengangguk.


Restu melangkah kedepan dan merentangkan tangan.


Saras makin bersemu,tanpa tunggu lama pelukan hangat pun mereka lakukan..


" Ahhh jika aku punya anak bujang mungkin sudah ku jodohkan dengan mu " Kata Restu mengusap kepala gadis itu.


" Tuan bisa saja " Kata Saras malu.


" Tapi sayang,anak lelaki ku masih sangat kecil dia baru bisa merangkak dan duduk " Kata Restu terkekeh.


" Aku akan menunggunya sampai dia bisa melepaskan aku dari sini " Kata Saras ikut menggoda.


" Hah benarkah ?kau mampu menunggu selama itu ?" Tanya Restu kaget.


Saras tertawa geli,keduanya pun tertawa bersama sama setelah mendengar keputusan masing2.


Sedikit sesak dihati Saras menerima penolakan dari pria yg ia sukai selama ini tapi apa daya Saras juga harus memikirkan perasaan Restu apalagi Saras tau pria tersebut begitu menyayangi keluarganya.


Perpisahan pun terjadi tak ada air mata disana,Saras sangat pandai menjaga dirinya dari penglihatan orang lain tentang perasaan.


Dengan wajah tersenyum kecil gadis malang itu pun melambaikan tangan kepada pria yg memberinya pelangi dimasa sulit.


Ditempat lain,seorang wanita terlihat girang saat mendengar kabar suaminya akan pulang kerumah.


Hari ini Winda meliburkan diri dari segala aktiftas biasanya.


Pagi2 sekali wanita beranak 2 itu sudah pergi kepasar ditemani sang adik untuk berbelanja kebutuhan.


" Restu beneran pulang hari ini ?" tanya Malvin melihat Sindi sibuk sendiri didapur.


" Iya Pa,kata Winda begitu semalam orangnya Pak Rafael telepon " Jawab Sindi tersenyum.


" Wahh ini akan jadi moment mengharukan " kata Malvin sudah bisa membayangkan.


" Iya Pa,Winda aja semangatnya luar biasa banget " Kata Sindi terkekeh.


" Papa harap dengan kepulangannya Restu,kehidupan Winda menjadi ceria lagi ya Ma " Kata Malvin memeluk wanita itu dari belakang.


" Haha ya tapi tangannya gak usah naik2 juga " kata Sindi menyingkirkan tangan Malvin yg mulai nakal.


" Hahahahahaha " Suara tawa terdengar.


Pasangan itu menoleh kebelakang dan mendapati Afdhal tertawa renyah melihat kearah mereka.


" istt kamu sih Pa,diketawain kan sama Cucu " Kata Sindi mencubit lengan Malvin.


Malvin tertawa ngakak melihat kelucuan cucunya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2