Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
TSJC EP. Special Mita&Doni Part 5


__ADS_3

Suasana canggung yang terjadi diantara mereka sejak kejadian di acara pernikahan Anton dan Vivi tadi. Membuat mereka hanya saling memdiamkan satu sama lain.


Sudah lebih dari dua puluh menit sejak mereka meninggalkan lokasi pernikahan sahabat mereka dan kini mereka tengah duduk berdampingan di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Awalnya!! karena ajakan dari Doni yang ingin membahas mengenai hubungan mereka, membuat mereka sekarang berada di tempat itu. Namun! tak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan dan saat ini mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Mita hanya melirik pria tampan itu melalui ujung matanya. Pria itu hanya bergeming dengan menundukkan kepalanya.


Entah apa yang dipikirkan pria tampan itu? Tapi yang pasti tiap lirikan yang ditampilkan Mita sejak tadi terlihat sarat akan kesedihan.


Dia sangat sedih!! dia tidak pernah menginginkan berada di situasi seperti ini. Ada kekecewaan tersendiri di dalam hati Mita untuk pria itu dan juga rasa kecewa pada dirinya sendiri.


Sementara Doni!! perasaannya juga tidak jauh berbeda dengan Mita, dia juga merasa sedih. Bagaimana dengan hubungan mereka!? Apakah masih ada kesempatan untuk dirinya! Dia sadar, dirinya sudah membuat wanita disebelahnya ini kecewa.


Doni meyakinkan dirinya sekali lagi, dia harus berusaha walaupun pada akhirnya dia akan kecewa. Lagipula gadis ini yang dia inginkan! Gadis ini yang telah membuatnya nyaman hingga membuat dia betah dengan kesendirian.


"Mit!! Ucap Doni terdengar lirih.


Mita menoleh tatkala mendengar namanya disebut, dia menatap Doni sesaat yang masih menunduk setelah itu dia langsung memalingkan pandangannya lagi.


"Ngomong aja!! nggak usah basa basi." ucap Mita yang terdengar ketus, tapi sebenarnya sesuatu di balik rongga dadanya itu sudah berdenyut sakit.


Doni mengangkat pandangannya menatap Mita yang tatapannya lurus ke depan. Dengan segenap keberanian Doni meraih jemari kecil Mita. Namun, baru menyentuh sedikit Mita langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan Doni.


"Udah! ngomong aja! nggak usah pegang-pegang." cetusnya lagi dengan memalingkan wajahnya dari Doni.


Jujur saja saat ini mata Mita sudah terasa panas, sesuatu dari dalam sana sudah mendesak ingin keluar, makanya dia memalingkan wajahnya dari Doni. Dia tidak ingin pria itu melihat kelemahannya.


Dan yah,, inilah yang dibenci Mita dari dirinya sendiri, kenapa dia sangat lemah dihadapan pria yang bukan siapa-siapanya. Mantan pun bukan!


Sementara Doni juga sama, dia merasa sakit melihat Mita yang terus menerus menghindar dari tatapannya.


"Mit!! kenapa kamu seperti ini? kenapa kamu berubah Mit!? aku merindukan Mita yang dulu!? kemana dia!? ucap Doni dengan suara lirih.


Mendengar kalimat panjang Doni, membuat Mita menyeringai sakit.


"Mita yang dulu sudah bukan Mita yang sekarang!? kenapa kamu mencari Mita yang sudah hilang sejak lima tahun yang lalu." cetus Mita lagi dengan suara sakit yang tertahan di kerongkongannya.


Doni tersenyum sakit mendengar pernyataan Mita, dadanya seketika sesak. Dengan desahan yang berat Doni memalingkan wajahnya dari Mita yang sejak tadi tidak menatapnya.


Sakit!? sangat sakit!? saking sakitnya perlahan cairan bening menetes dengan sendirinya membasahi pipi Doni.


"Jadi!! Apakah perasaan yang dirasakan Mita yang dulu, sudah tidak ada lagi pada Mita yang sekarang!? tanya Doni dengan nada yang lirih membuat Mita juga tak kuasa untuk tidak meneteskan cairan bening itu.


Dengan sangat berat Mita mengucapkan kata "Iya."


Seketika Doni tertawa mendengar jawaban Mita. Doni tertawa bukan karena lucu, tapi karena sakit yang dia rasakan saat ini membuat dia hanya bisa tertawa bodoh.


"Ternyata Mita sangat hebat yah!? aku sangat ingin seperti dia, yang dengan mudahnya melupakan tanpa sedikitpun rasa penyesalan! sementara Doni yang sekarang masih sama seperti Doni yang dulu. Masih berharap pada satu wanita!? jelasnya panjang lebar lalu detik berikutnya Doni menoleh ke arah Mita dengan tatapan yang tajam sementara Mita masih tetap pada posisinya.


"Aku sangat bodoh!? mengharap wanita yang ternyata tak pernah menaruh harap kembali kepadaku." cetus Doni terdengar sangat dingin.


Mita menangis dalam diam mendengar perkataan Doni.


Iya, dia sakit bahkan lebih sakit dari Doni. Tapi dia bisa apa? dia bohong jika dia tidak mengharapkan pria itu. Tapi dia juga benci jika harus di beri harapan tanpa kepastian.


"Untuk apa Mita yang sekarang menaruh harap pada pria yang sama, pria yang lima tahun yang lalu selalu memberinya harapan tanpa adanya kepastian hingga akhirnya mengecewakan."


Doni terkesiap mendengar kalimat panjang Mita. Bibirnya bungkam tak tau lagi harus berkata apa? dia kini menyadari kesalahannya sendiri, membuat dadanya terasa sesak dipenuhi rasa bersalah di masa lalu. Benar tak ada harapan. pikirnya.


Tapi, tiba-tiba saja dia melihat punggung Mita yang bergetar. Membuatnya merasa khawatir pada wanitanya. Dengan sigap dia langsung beranjak dari duduknya dan berjongkok tepat di depan Mita.


Doni terkejut melihat wajah Mita yang sudah menangis terisak. Ada apa ini? jika dia tidak ada rasa kenapa dia bisa menangis sesakit ini? pikirnya.


"Jika Mita yang sekarang sudah berbeda dengan Mita yang dulu, kenapa dia bisa menangis sesakit ini?


Ucapan lirih Doni berhasil membuat Mita semakin terisak. Doni langsung berdiri dari jongkoknya dan langsung memeluk Mita, dia sudah bisa menyimpulkan bahwa Mita yang dulu dan sekarang tak pernah berubah. Tangannya mengusap lembut pucuk kepala Mita.


"Kamu jahat Don!! kamu jahat!! Mita yang masih terisak memukul lengan kekar Doni.


"Aku minta maaf Mit, jika harapan yang kuberikan itu membuatmu tersakiti." Ucap Doni lagi sangat menyesal.


Mendengar ucapan Doni membuat Mita tak mampu lagi menahan diri untuk tidak memeluk tubuh yang sangat dirindukannya itu. Mita melingkarkan tangannya diperut Doni dengan erat. Sementara Doni mengecup lembut pucuk kepala Mita dengan perasaan yang sangat lega.


...****...


Mobil mazda skyaktive berwarna putih itu sudah terparkir sejak sepuluh menit yang lalu di depan gerbang rumah berlantai dua dan bercat abu-abu itu.


Namun! belum ada tanda-tanda manusia turun dari mobil itu.

__ADS_1


Terlihat Doni yang duduk di jok kemudi menghela nafas berat untuk kesekian kalinya melihat tindakan gadis cantik yang duduk di sampingnya itu.


"Kamu udah cantik Mit! cetusnya saat sudah mulai bosan melihat Mita yang sejak tadi bercermin.


"Aku memang selalu cantik, di segala situasi dan kondisi." cetus Mita dengan masih fokus bercermin.


Doni menghela nafas lagi mendengar ucapan Mita yang terdengar sangat pede. Nggak salah sih, gadis itu memang selalu cantik di segala situasi dan kondisi. Hanya saja ngapain dandan lagi kalau udah cantik yang katanya di segala situasi itu. pikir Doni.


"Ya terus ngapain dandan lagi!? ini kan kita Udah sampai rumah!? tanya Doni penasaran.


Menghela nafas berat, Mita menghentikan aktivitasnya yang ternyata memang sedang dandan.


"Kamu lupa yah? tiga puluh menit yang lalu aku habis nangis, wajah aku sembab banget, nanti kalau orang rumah nanyain gimana!? tutur Mita panjang lebar dan membuat Doni menggut-manggut paham.


"Ya udah aku anterin masuk!! cetus Doni lagi berhasil membuat Mita membulatkan mata terkejut.


"Ngapain?


"Yah kan! kamu tadi bilang, kalau nanti orang rumah bakalan nanyain kondisi kamu. Nah, biar aku anterin, sekalian aku jelasin ke mereka apa yang terjadi." cetus Doni lagi membuat Mita semakin menatap tak percaya.


"Kamu gila yah!? cercanya heran.


"Kok gila sih? beo Doni bingung.


"Yah, gimana kalau nanti Papah sama mamah dan kakak aku marahin kamu?


"Yah aku minta maaf lah! kan emang salah aku." jawabnya enteng membuat dahi Mita mengernyit.


"Terus gimana kalau mereka nanti minta pertanggungjawaban dari kamu!? tanya Mita lagi.


"Kalau mereka minta aku tanggung jawab! Yah aku nikahin kamu lah." cetus Doni lagi membuat Mita semakin tidak habis fikir dengan pria tampan ini.


"Kamu tuh lama-lama makin ngaco deh!! cetusnya lalu melepas seatbeltnya.


"Kok ngaco sih!! gumam Doni heran.


"Memangnya kamu nggak mau!! kalau kita nikah? sambungnya lagi membuat Mita menatap heran ke arah Doni. Yang sekarang adalah pacarnya. Cieee!!


"Siapa yang nggak mau nikah sama kamu!? aku mau banget malahan." cetus Mita lagi.


"Terus!! kenapa tadi kamu bilang aku ngaco?"


"Ya udah aku masuk dulu yah!! Cetus Mita saat tangannya sudah ingin membuka pintu mobil namun urung saat dia kembali mendengar ucapan Doni.


"Aku nggak diajak mampir nih!? Sekalian kenalan sama orang tua kamu."


"Kapan-kapan aja yah! jangan malam ini! aku belum siap!? tuturnya lembut sambil tangan kanannya menggenggam tangan kiri Doni.


Doni mengangkat alisnya karena heran dengan perkataan Mita. Bukankah dia menginginkan kepastian, kenapa malah dia yang belum siap? pikirnya.


Namun detik berikutnya Doni hanya mengangguk lemah, dia mengalah tatkala wajah memelas Mita semakin terlihat menyedihkan. Mungkin saat ini dia memang belum siap! pikirnya lagi.


...****...


"Itu mobil siapa Pah!? sejak tadi parkir di depan rumah kita, tapi kok orangnya ngga turun!?


Pertanyaan itu berasal dari wanita setengah baya yang saat ini tengah berdiri di depan jendela ruang tengah, dengan menyingkap sedikit gorden untuk mengintip keluar rumahnya.


"Papah juga ngga tau mah!? tapi papah merasa tidak asing dengan mobil itu." jawab pria berumur itu berada pada posisi yang sama dengan istrinya.


Dan ternyata mereka adalah orang tua Mita. Sejak suara mobil itu mengusik pendengaran mereka yang tiba-tiba berhenti di depan rumah mereka, membuat mereka penasaran hingga berada pada posisi mengintip.


Sementara Risal yang tengah menuruni tangga, mengernyitkan dahi heran, tatkala netra hitamnya tak sengaja tertuju pada kedua orang tuanya.


"Mamah sama papah lagi liatin apaan sih!? Tanyanya penasaran setelah kedua kakinya kini berpijak di lantai bawah.


Namun kedua orang tua itu tak menghiraukan pertanyaan Risal, karena memang mereka tidak mendengar perkataan putra sulungnya itu. Mereka terlalu fokus menatap keluar jendela ke arah mobil putih itu.


Kini mereka semakin penasaran tatkala pandangan mereka melihat Mita keluar dari mobil itu detik berikutnya seorang pria juga keluar dari jok kemudi. Mata mereka terbelalak saat melihat pria itu memegang tangan putrinya.


...***...


"Kamu masuk gih! ganti baju terus makan habis itu istirahat!! titah Doni membuat Mita tersenyum lembut.


Mita merasa bahagia akhirnya perhatian pria ini kembali lagi. Namun, sekarang perhatian itu sudah berbeda status. jika perhatian yang sebelumnya perhatian sebagai seorang teman alias friendzone, sekarang perhatian sebagai seorang kekasih. Dan rasanya sangat berbeda, jauh lebih membahagiakan saat ini. pikir Mita.


"Kalau gitu aku pulang yah!? pamit Doni dan diangguki oleh Mita sebagai jawaban.

__ADS_1


"Hati-hati." ucap Mita dengan tersenyum, begitupun dengan Doni.


Mereka mengucapkan kata perpisahan namun jari jemari mereka masing enggan untuk terlepas.


"Good night pacar!!


Ucapan tiba-tiba itu berhasil membuat Mita menahan tawanya. kenapa Doni tiba-tiba jadi alayy seperti ini. pikir Mita.


Bukan hanya Mita, Doni pun sama!! saat ini dia tengah merutuki dirinya sendiri, kenapa dia mengucapkan kalimat yang sangat menjijikkan itu. pikirnya.


...***...


"Mita kelihatan bahagia banget pah!! apa pria itu pacaranya Mita? tanya Sinta lagi sambil menoleh ke arah suaminya, dan si suami hanya mengedikan bahu tanda tak tahu.


Risal yang sudah nyaman dengan posisi rebahannya di atas sofa sambil memainkan ponselnya, langsung terduduk heran menatap ke arah orang tuanya yang posisinya masih sama sejak tadi.


"Pacar? Mita?" gumamnya dengan kerutan di dahinya penasaran.


Menghela nafas pelan akhirnya diapun bangkit dari duduknya, menghampiri kedua orang tuanya. Namun! Risal tak melihat wajah pria yang katanya pacar Mita itu. Dia hanya melihat punggung pria itu masuk ke dalam mobilnya dan langsung melesat pergi meninggalkan Mita yang masih berdiri di depan gerbang. Tapi, Risal merasa tidak asing dengan mobil putih tadi.


"Pria itu!!


Ucapan yang bersumber dari pria berumur itu, berhasil mengalihkan fokus anak dan istrinya kepadanya.


"Beberapa hari yang lalu datang ke rumah, mencari Mita." sambungnya membuat anak dan istrinya terkejut.


"Kalian ngapain!!!


Suara itu berhasil membuat tubuh ketiga manusia kepo itu tersentak kaget dan refleks berbalik ke sumber suara yang ternyata adalah Mita, yang kini sudah berdiri di depan pintu utama.


"Itu!! kita bertiga habis ngintipin kamu sama cowok mazda putih itu!! cetus Risal dengan jujur.


"Namanya Doni! bukan mazda putih." sergah Mita kesal kepada Risal, karena tak terima nama pacarnya di rubah.


Bukannya terkejut. Risal malah menampakkan wajah tak berdosanya lalu berkata "Mana aku tau!? aku kan tidak kenal sama dia." ucapnya dengan nada dan tampang menyebalkan membuat Mita sangat kesal padanya.


Untung saja kedua orang tuanya ada disitu melihat mereka. Jika saja mereka tidak ada! bisa dipastikan hand back silver berbahan keras Mita akan melayang dan mendarat di wajah menyebalkan Risal.


"Kamu ada hubungan apa sama dia Mit?"


Pertanyaan pria paruh baya itu berhasil mengalihkan pandangan sinis Mita pada Risal ke arah papahnya.


"Jelas pacar lah pah! apalagi!


Celetukan Risal yang saat ini duduk santai di sofa membuat papahnya menatap datar ke arahnya.


"Papah tidak bertanya pada kamu? Papah bertanya pada Mita!


Pria itu berbicara dengan nada yang biasa saja namun terdengar sangat tegas. Seketika saja Risal bungkam tak berkutik lagi.


"Maaf pah! hanya itu yang mampu diucapkan Risal.


Rasaiin!! Mita mencibir Risal dalam hati, sambil tersenyum tipis merasa senang karena dimarahi oleh papahnya.


"Berhenti tersenyum dan jawab pertanyaan papah!!


Tubuh Mita terkesiap tatkala papahnya memergoki dirinya tersenyum. Dan gantian sekarang Risal yang mencibir Mita dalam hati. "Apa benar kata Risal dia pacar kamu!! tanyanya lagi.


"Iya pah, dia pacar Mita." jawab Mita membuat Risal terkejut sementara Santi tersenyum senang. akhirnya anaknya ini punya pacar juga. pikirnya.


Menghela nafas pelan setelah mendengar jawaban Mita, dia kembali berucap.


"Sekarang kamu ganti baju, terus kita makan malam bareng!! Besok suruh pria itu datang ke rumah menemui papah." Jelas pria itu dan langsung melenggang pergi meninggalkan Mita yang masih termangu karena ucapan papahnya barusan. Kenapa dia tidak mengajak Doni untuk masuk saja. pikirnya menyesal.


"Sekarang kamu ganti baju, terus ke ruang makan." ucap Sinta kini berdiri di samping Mita, Mita mengangguk mengiyakan.


"Dia kelihatannya baik dan juga ganteng. mamah suka."


Sinta berbisik di sisi kiri putrinya, membuat Mita berbalik menatap mamahnya yang tersenyum detik itu juga Mita membalas senyuman mamahnya itu sebelum akhirnya mamahnya menyusul papahnya ke ruang makan.


Dengan suasana hati yang bahagian, Mita melangkahkan kakinya menuju tangga. Namun belum sempat kakinya menyentuh anak tangga pertama dia kembali terhenti tatkala mendengar suara yang sangat tidak asing di telinganya.


"Ciee, yang udah nggak karatan lagi!!


Ejekan itu sudah bisa di tebak siapa pelakunya. Mita hanya menatap sinis ke arah Risal yang juga sudah bersiap melangkahkan kakinya ke ruang makan.


Tak mau mengambil pusing, Mita pun melanjutkan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dengan suasana hati yang bahagia.

__ADS_1


-tbc-


...Semoga kalian suka part ini!!...


__ADS_2