Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
159


__ADS_3

Disebuah karpet terlihat seorang gadis mencak2 tak karuan,2 adiknya dibuat bingung dengan tingkah gila kakaknya yang kembali kambuh.


" Duhh kok ngak diangkat sih,masa iya masih tidur ? ini kan udah siang ? apa dia kerja ? ah ngak mungkin ini kan hari libur,tapi kenapa dia ngak angkat ? apa jangan2 dia udah punya pacar ? ah ngak mungkin,siapa yang mau sama dia dingin,galak,jutek gitu ihhh " Ucap gadis itu panjang lebar.


" Liat tuh anak kamu,gimana aku gak cepet tua lihat beginian tiap hari,dia yang tanya dia juga yang jawab " Kata Zaiva sakit kepala dihadapan suaminya.


Bara yang sedang mengopi ria menghela nafas kesal,pagi2 gadis itu sudah rusuh bahkan Histi belum mandi pagi membuat tampilannya tak jauh dari gadis gembel dijalanan.


" Kan bikinnya barengan Yank " Kata Bara lemah.


" Kan kamu yang dominasi makanya bentukan nya gitu " kata Zaiva kesal.


" Hehe " Bara cengengesan menggaruk kepalanya malu.


Histi terlihat heboh sendiri,kedua adikny menonton kartun tanpa beban meski karpet ikut bergerak saat gadis itu mencat2.


" Kak Susu " Ucap Salma polos.


" Bikin aja sendiri ngak tau orang lagi kesel apa hah !" Bentak Histi kesal.


Pletakkkk...


Kepala gadis itu langsung mendapat cangkir plastik dari Mamanya.


" Bentak lagi !" Kata Zaiva murka.


" Hehe ngak Ma,ampun " Kata Histi ketakutan melihat aura iblis ibunya.


" Mama,mau susu " Rengek Salma menghentakkan kaki.


" Minta bikinin sama Papa kamu " kata Zaiva tajam.


Salma menelan ludah kasar dan berlari mendekati Bara.


" Kok aku Yank ?" tanya Bara menciut.


" Ya udah cuci piring " kata Zaiva santai.


" Ehhh jangan,hu ya udah aku bikinin susu aja " kata Bara pasrah.


Zaiva tersenyum mengangguk dan menatap sinis Histi yang melihat kearahnya.


" Hehe sapu mana ya ?" Tanya Histi tiba2 perhatian.


" Sapunya harus jalan ke kamu ?" tanya Zaiva.


" Ngak dong,kan harus Histi yang nyamperin " Jawab Histi cengengesan.


" Pinter,itu baru anak Mama " Kata Zaiva bangga.


Histi mendengus dan mengambil sapu dengan gontai.


Jika gadis itu pulang kerumah,tugasnya akan bertambah banyak karna Histi harus membantu ibunya membersihkan seluruh rumah,jika tidak begitu Histi tidak akan bisa hidup bebas diluaran sana.


Sebenarnya Histi masih punya pilihan untuk tinggal dimana,jika ia memilih tinggal dirumah Nenek dan Kakeknya gadis itu akan berhadapan langsung dengan penguasa disana,tak tanggung2,ada 5 manusia sengklek yang harus ia lewati,membuat Histi merasa tidak sanggup.


Ilmunya masih dibawah standard kebanding dengan 5 penghuni kekal rumah itu.


Jadilah Histi mengasingkan diri digubuk kecil untuk menenangkan dirinya yang membuat beban sendiri.


" Yang bersih " Tegur Zaiva melihat sang putri nyapu ogah2an.


" Iya Nyonya " Jawab Histi menunduk patuh.

__ADS_1


Bara tertawa geli bahkan gelas kopinya bergetar melihat tingkah absurd anak sulungnya itu.


" Good " Kata Zaiva terkekeh.


Histi kembali menggayungkan sapunya kesana kemari demi uang saku dan kebebasan.


" Hm habis ini aku ajak Dokter Serkan piknik ah,mumpung libur " Gumam Histi semangat.


" Tapi kalo dia nolak gimana ?"


" Ah ngak,masa cewe secantik dan sebohay aku ditolak " Jawab Histi meraba bokongnya dan tertawa sendiri.


Bara menggeleng pelan,gadis yang dulunya sangat kecil kini mulai tumbuh dewasa.


Bara tau Histi menyukai Serkan yang kini menjadi guru prakteknya,pria itu tak melarang karna itu hak Histi menentukan pilihan,hanya saja Bara sedikit khawatir.


Serkan sudah sangat dewasa jika disandingkan dengan putrinya yang masih seperti balita.


" Jangan sampe Serkan nolak anak gue,kan bisa hancur repotasi gue sebagai penghasil cewek2 cakep " Gumam Bara ngeri.


Melihat dari respon Serkan kepada anaknya kemarin,Bara tak yakin Serkan mau kepada gadis itu apalagi tingkah Histi selalu diluar dugaan.


Histi seperti punya siklus tersendiri,kadang ia rajin bukan maen,tapi saat jiwa magernya On,jangankan mengerjakan rumah,untuk bangun dari ranjang pun harus diseret dulu oleh kedua adiknya.


Gadis itu bergerak sangat aktif,semua ia bersihkan meski keringat membanjiri seluruh tubuhnya,Bara dan Zaiva sebenarnya sangat mampu membayar jasa tukang bersih tapi pasangan itu memilih ingin mengajari anaknya sendiri untuk membuat Histi belajar mandiri,tidak selalu bergantung kepada orang lain.


Disebuah kamar,seorang gadis duduk diam di sofa kamar itu.


Salsa hanya diam dan diam hingga Alexi masuk kedalam dan menatap Salsa dari pintu.


Salsa menoleh dan tersenyum kecil.


Alexi masuk duduk diranjang berhadapan langsung dengan istrinya.


" Aku ingin beristirahat " Jawab Salsa pelan.


Alexi mengangguk.


Hening...


Keduanya diam,Salsa menatap wajah lelakinya sangat dalam dan secara tiba2 air matanya menetes dengan sendirinya dan Alexi melihat semuanya.


" Apa aku begitu tak berarti ?" Tanya Salsa mulai bersuara.


" Maafkan aku " Ucap Alexi pelan.


" Ya,ini sepenuhnya bukan salah mu " Balas Salsa tersenyum miris.


" Apa dia kekasih mu ?" Tanya Salsa lagi.


Alexi mengangguk lemah.


Deg...


Salsa tersentak dan menunduk memainkan jemarinya.


" Tak bisakah kau meninggalkan dia untuk ku ?" Tanya Salsa berharap.


" Aku mencintainya Salsa " Jawab Alexi jujur.


" Tapi aku istri mu Lex " balas Salsa sedih.


" Aku tau,tapi jujur aku tidak merasakan apapun " Ucap Alexi.

__ADS_1


Salsa semakin menangis.


" Haruskah sebelah tangan ?" Batin Salsa sangat hancur.


" Aku tau ini salah,aku tau aku egois hanya memikirkan perasaan ku sendiri,kita masih sama2 muda Sa,aku masih punya tujuan lain selain menikah,masih banyak yang ingin aku raih " Kata Alexi lemah.


" Apa tidak bisa berbarengan dengan ku ? mungkin kita bis....


" Aku rasa tidak " Potong Alexi.


Salsa menunduk dalam.


" Jadi apa yang kau mau ?" tanya Salsa tegar.


" Bisakah kita mengakhirinya ?" Tanya Alexi.


" Hahaha " Salsa tertawa sumbang.


Gadis itu menarik nafas sangat panjang.


" Aku tidak tau apa yang aku rasakan setelah menikah dengan mu,aku dulu gadis yang kuat bahkan sangat kuat dengan segala cobaan hidup,tapi setelah menikah dengan mu aku menjadi begitu lemah,meski aku bisa melakukannya sendiri tapi aku masih butuh kamu untuk melakukannya untuk ku,aku begitu berharap Lex,aku mencoba memahami mu dari segi mana pun,aku mencoba sabar dengan sikap dingin mu,aku pikir gunung es dihati mu akan mencair secara perlahan dengan sikap hangat dan terbuka ku kepada mu meski sebenarnya aku tau itu bukanlah hal yang mudah " Ucap Salsa panjang lebar disertai air mata yang terus menetes.


" Aku tidak bisa,aku tidak merasakan apapun " Jawab Alexi pelan.


" Baiklah,jika kau ingin semua ini berakhir bisakah kau memeluk ku untuk kali ini saja " Pinta Salsa berharap.


" Untuk apa ?" Tanya Alexi mendongak.


" Aku ingin merasakan apa yang gadis itu rasakan saat memeluk mu " Ucap Salsa terisak.


Deg...


Alexi terdiam menatap wajah Salsa yang sudah banjir.


" Baiklah,kemari " Ucap Alexi.


Bahkan untuk bangun mendekati Salsa pun Alexi tak mau.


Salsa mengangguk dan berjalan lemah mendekati lelaki itu.


Salsa duduk diranjang,perlahan Alexi menarik gadis itu dalam pelukannya meski merasa canggung.


Salsa mendekap lelaki itu dengan erat bahkan air matanya tak bisa berhenti menetes.


" Hangat " Ucap Salsa lirih.


Selama menikah baru kali ini mereka berpelukan,suatu hal yang sangat langka sekali,Salsa mencurahkan semua rasa sakit hati,kecewa dan hancurnya kepada lelaki itu.


Alexi mendongakkan kepalanya keatas mencoba merasai pelukan istrinya yang sangat erat.


Wajah Alexi sangat datar seolah benar2 tak ada rasa apapun didalam hati lelaki itu.


Melihat tak ada respon Alexi,Salsa melepaskan pelukannya dan tersenyum


" Terima kasih Lex,kekasihmu pasti sangat bahagia bisa merasakan hangat peluk mu seperti ini " Kata Salsa tersenyum.


Alexi diam.


" Ayo keluar,kita lakukan ini secara baik2" Ajak Salsa mengusap air matanya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2