
Seharian Serkan dan Histi tak banyak bicara,gadis itu pun tak mau terlalu dekat lagi karna ia takut akan jatuh hati kepada lelaki dingin tersebut.
Siang ini Serkan kembali makan diruangannya,pria itu membawa nasi dari rumah membuat Histi merasa malu karna ia tak pernah masak menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
" Kenapa masih disini ?" Tanya Serkan mendongak.
" Hah em ya,saya permisi " Jawab Histi tersentak.
Serkan kembali membuka kotak makan siangnya,hanya goreng ayam,sayur bayam dan tempe goreng.
Menu yang sangat sederhana karna lelaki itu juga bukan pria pemilih.
Histi berjalan menjauh dengan otak yang terus berperang.
" Aduh aku kenapa gak enak gini ya ?" Gumam Histi meraba dadanya yang terasa sangat aneh
" Huh kamu gak boleh suka sama Dokter Serkan Histi,ingat udah ada Bryan " gumam Histi menegaskan dirinya.
Gadis itu pun masuk ke kantin,terlihat suasana sudah ramai para dokter dan suster terlihat ramai.
" Hay Putri " sapa seorang Dokter muda tersenyum kearah gadis itu.
" Hay Dok " Sapa Putri balik.
" Kok sendiri ? Dokter Serkan mana ?" tanya lelaki bernama Surya tersebut.
" Diruangan,dia bawa bekal " Jawab Histi tersenyum.
" Oh,lagi berhemat ya Dokter Serkan " Lucon lelaki itu.
Histi diam tak menjawab.
" Masa Dokter Serkan hemat ? buat apa,dia kan hidup sendiri emang gaji Dokter murah ?" Batin Histi.
" Ayo sini duduk,kita makan siang sama2 " Ajak lelaki itu semangat.
" Hah em saya.." Kata Histi mencari para temannya.
" Mereka udah selesai,ada operasi jam 1 jadi musti siap2 " Ucap lelaki itu tau Histi mencari para cewek lain.
" oh ya udah " Kata Histi mengangguk paham.
Gadis itu pun duduk memesan makanan,Histi dilarang makan pedas lagi karna lambung gadis itu sering bermasalah.
" Tumben ngak pake cabe " Goda Surya terkekeh.
" Takut khilaf Dok " Jawab Histi malu.
Lelaki itu tertawa mengangguk,kabar Putri sakit sudah terdengar dirumah sakit tersebut.
Nasehat dan kritikan pun sudah ditampung gadis itu dikepalanya.
Mereka makan dengan tenang seraya mengobrol hangat.
" Kamu udah pernah main kerumah Dokter Serkan ?" Tanya Surya tenang.
" Hm " JawabHisti jujur.
" Padahal dia bisa beli apartemen yang besar dengan gaji bekerja disini,belum lagi dia juga aktif dirumah sakit sebelah " Kata Surya ambigu.
" Memang nya kenapa ?" tanya Histi bingung.
" Saya dengar Dokter Serkan menghidupi gaya hidup ibunya yang glamor,makanya dia ngirit buat kehidupannya sendiri " Jawab Surya menghela nafas.
__ADS_1
" Hah yang bener ?" Tanya Histi terkejut.
" Ya,banyak yang tau cerita itu,tapi Dokter Serkan ngak pernah ambil pusing,dia emang dingin dan cuek " Jawab Surya mengangguk.
" Saya juga kadang kasihan sama dia,selama kerja dia beneran kerja,hidupnya monoton terus,ngak ada temen,tapi gak tau juga sih kalo diluar soalnya kalo diajak ngumpul bareng,dia selalu nolak " Ujar Surya.
Deg....
Histi tersentak kaget mendengar cerita lelaki tinggi itu.
" Makanya pas ada kamu disini,dia bertingkah seperti manusia normal,bisa marah senyum dan banyak bicara,sebelum ada kamu huh si Santi cuma bisa diem sampe pulang,tapi betah juga sih karna Serkan bukan pria tempramental " Lanjut lelaki itu menghela nafas.
Histi terdiam,otaknya mulai menerawang wajah lelaki yang hampir 2 bulan ini ia kenal.
Waktu mereka tak banyak lagi,Histi mulai takut dengan perasaannya sendiri.
" Baik2 aja sama dia,siapa tau dikasih nilai A " kata Surya terkekeh.
" Hehe iya Dok " Jawab Histi ikut terkekeh.
Pria tinggi itu pun berpamitan duluan karna dirinya sudah selesai.
Histi masih diam menatap nasinya yang masih banyak,ntah mengapa hati gadis itu bergetar mendengar serpihan cerita yang ia dapat hari ini.
" Kasihan sekali Dokter Serkan,tapi apa yang terjadi ? apa hidupnya tak berjalan dengan lancar ?" Gumam Histi melamun.
Gadis itu berdiri dan berlalu meninggalkan nasi dan lauk yang masih banyak,selera makannya tiba2 menghilang,otaknya terus memikirkan lelaki dingin tersebut.
Histi berjalan cepat menuju ruangan,bahkan gadis itu tak menyahut saat disapa pasien yang sedang duduk santai dikoridor.
Ceklek...
Pintu terbuka,Histi terdiam melihat seorang pria yang sedang terbatuk batuk kaget melihatnya.
" Uhuk uhuk uhk.." Serkan terus batuk mencoba meraih botol minumnya didalam tas.
Histi berjongkok dan membuka cepat tas lelaki itu.
" Ini " Kata Histi terlihat panik membuka tutup botol.
Serkan menerimanya dan menandak setengah.
" Huh huh " Nafas lelaki itu ngos ngosan seraya menatap Histi.
" Terima kasih " Ucap Serkan berusaha tenang.
" Dokter ngak papa ?" Tanya Histi khawatir.
Serkan mengangguk,lelaki itu pun kembali duduk dikursinya melanjutkan makanan yang belum habis.
Histi diam berdiri menatap lelaki itu dengan tatapan nanar.
" Ada apa ?" Tanya Serkan mendongak seraya mengunyah tempe.
" Enak ?" tanya Histi tersenyum.
" Hah ?" Tanya Serkan bingung.
" Makanannya " Jawab Histi terkekeh.
" Hmm sedikit asin " Jawab Serkan malu.
" Masak sendiri ?" Tanya Histi duduk didepan lelaki itu dengan bertopang dagu.
__ADS_1
Serkan mengangguk lemah.
" Wahh Dokter pinter masak ya " Goda Histi.
" Tidak juga " Jawab Serkan tersenyum kecil.
Histi ikut tersenyum dan mencomot satu.
" hmp " ucap gadis itu terkaget dengan rasanya.
" Waw ini enak Dok " kata Histi mengunyah cepat.
" Benarkah ?" tanya Serkan tak percaya.
" Iya,mirip masakan direstoran bintang 5 " Jawab Histi asal.
" Haha mana ada " Kata Serkan tertawa miris.
Histi ikut tertawa melihat wajah kesal lelaki itu.
" Kamu gak makan ?" tanya Serkan tenang.
" Udah tapi masih laper " jawab Histi polos mencomot lagi tempe goreng Serkan.
Lelaki itu memberi sendoknya dan diterima Histi dengan senang hati.
" Dokter gak mau lagi ?" tanya Histi mendongak.
" Masih laper sih,tapi kamu aja yang makan " Jawab Serkan.
" Yahh nasinya tinggal dikit " Kata Histi lesu.
" Gak papa makan aja " Ujar Serkan tenang.
" bagi 2 ya hehe " kata Histi terkekeh.
" hah " kata Serkan kaget.
Gadis itu menyendokkan nasi dan lauk lalu mengangkat sendok kearah lelaki itu.
" Aaaa " kata Histi siap menyuap pria tersebut.
Serkan diam menatap wajah riang gadis itu.
" Cepetan Dok,ntar penumpang pada turun " kata Histi gemas.
Serkan menyunggingkan senyum kecilnya.
Lelaki itu pun membuka mulut dan menerima suapan anak magang tersebut.
" Uhh pinternya anak Mama " Kata Histi mengusap kepala Serkan.
Deg...
Pria itu tersentak kaget,Histi tersenyum lalu menyuapkan dirinya sendiri dengan sendok yang sama.
Serkan menghela nafas sangat dalam,ucapan Mama yang terlontar dari mulut gadis itu mengingatkan Serkan kepada Camelia yang tak pernah memperlakukan dirinya dengan baik apalagi menyuapinya makan,jangankan itu untuk memasak saja Serkan tak pernah merasakan masakan ibu kandungnya sendiri yang dikhususkan untuknya meski lelaki itu menghidupi Camelia selama ini.
Mereka kembali makan hingga abis tak tersisa,Histi baru merasa kenyang saat bersama lelaki itu meski harus berbagi.
❤❤❤❤
Hay guys minta vote like coment dong,magerr nih pendukungannya sedikit😔
__ADS_1