
Hari pertunangan Histi dan Bryan semakin dekat.
orang tua dari kedua belah pihak mulai sibuk menyiapkan berbagai keperluan menyambut hari H.
Disaat semua orang ramai merancang hari baik itu lain hal dengan Histi yang beberapa hari ini selalu mengurung diri dikamar.
Saat pulang kuliah Histi tak pernah kemana pun lagi,gadis itu langsung pulang karna hati dan otaknya terus berperang.
Ceklek..
Pintu kamar dibuka,masuklah seorang pria mendekati gadis yang sedang meringkuk dikasur.
" Kamu sakit ?" Tanya Bryan duduk disamping ranjang.
Histi membuka matanya dan menatap Bryan.
" Gak enak aja " Jawab Histi pelan.
" Kenapa akhir2 ini kamu gak semangat terus sih aku lihat,kamu ada masalah ?" tanya Bryan lembut.
" Gak kok " Jawab Histi tersenyum canggung.
Bryan menghela nafas,gadis itu juga kini sangat cuek kepadanya membuat lelaki itu bingung.
" Siap2 gih kita ke mall " Ucap Bryan berdiri.
" Ngapain ?" tanya Histi mengernyit.
" Mama minta aku bawa kamu ke butik Tante Lulu,tapi aku gak tau tempatnya " Jawab Bryan.
Histi diam tak membalas.
" Ayo cepetan,aku juga pengen jalan2,butek seharian dirumah " Rengek Bryan menarik tangan gadis itu.
" Ya udah tunggu bentar " Kata Histi lesu.
Bryan mengangguk,lelaki itu pun keluar dari kamar gadis tersebut.
Histi menarik nafas panjang,sebenarnya gadis itu sangat lesu untuk keluar rumah,tapi jika ia tak menuruti keinginan mamanya yang ada malah ia dimarahi habis2an.
Histi mengenakan oufit serba hitam membuat Bryan terkkekeh.
" Mau kemana serba hitam gini ?" tanya Bryan ingin tertawa.
" Cepetan jalan,aku ngantuk " Kata Histi berjalan duluan menyeret tubuhnya.
Bryan menggeleng pelan dan berlari mengejar gadis itu.
Keduanya pun langsung berangkat menuju lokasi.
Setibanya disana,Histi langsung bergerak cepat mencari butik onty tercintanya.
Terlihat seorang gadis mengenakan baju sekolah duduk didepan sambil menjilati es krim.
Histi yang mengenali gadis itu langsung mendekat.
" Mika " Panggil Histi.
Gadis berpony depan itu menoleh dan tersenyum melihat orang yang ia kenali.
" Kenapa diam disini ?" tanya Histi berdiri didepan gadis itu.
" Males Kak didalam,gak bisa cuci mata " Jawab gadis itu santai.
" Kembaran kamu mana ?" tanya Histi.
"Mita lagi les,Mito kerumah Nenek sama Papa " Jawab Gadis itu.
Bryan yang mendengar penjelasan gadis itu tertawa,lelaki itu merasa lucu dengan tingkah gadis imut tersebut.
" Ya udah,Onty ada didalam kan ?" Tanya Histi.
__ADS_1
" Hm,lagi bujuk Jack makan " Jawab Mika.
" Jack kenapa ?" tanya Bryan kepo.
" Merajuk Bang,Onty jemputnya telat " Jawab Mika.
Bryan terkekeh mengangguk,kurang banyak Bryan tau tingkah bocah ingusan tersebut saat sedang marah.
Histi langsung masuk kedalam,Bryan juga ingin masuk tapi tangannya ditahan oleh Mika.
" Kenapa ?" Tanya Bryan menoleh.
" Aku denger,Angel sama Kak Azura masih ngejar cinta abang " kata Mika tenang.
" Terus ?" Tanya Bryan mengernyit.
" Masih buka pintu gak ? aku juga mau " Jawab gadis itu malu2.
" Hah " Kata Bryan melotot.
Lelaki itu langsung tertawa mendengar penawaran langka tersebut.
Mika terlihat malu2 kucing.
" Sekolah yang bener !" Hujat lelaki itu menyentil kening Mika,Bryan pun menyusul kekasihnya yang sudah menghilang.
Mika mengkrucut seraya mengusap keningnya.
" Ck,kenapa Kak Histi lahir duluan ya,coba aku huh beranak tiap tahun pasti sekarang sama cowok ganteng itu " Decak Mika seolah menyesali takdirnya.
Gadis itu pun kembali tenang menghadap jalan seraya menjilati es krim favoritnya dan yang pasti mengintai mangsa untuk ia bucini.
Didalam butik,Histi dan Bryan disambut Miska dan Lulu yang sedang menata barang yang baru sampai.
" Ehh Histi udah datang " kata Miska menyambut gadis itu.
" iya Onty,Mama bilang suruh aku kesini " Jawab Histi tersenyum.
" Bukannya udah Onty Ana siapin ya ?" Tanya Histi.
" Iya,itu untuk acara pagi,malamnya beda " Jawab Ana sambil menyuapi putranya yang ogah ogahan menguyah.
" Hm mana ?" tanya Histi paham.
" Jack,Mama laporin Papa ya kalo gak mau makan gini " Kata Ana memarahi anaknya.
" ikut Onty " Kata Miska menarik Histi yang terdiam kaget melihat Ana akan mengeluarkan taringnya.
Bryan yang merasa tertarik duduk didepan bocah itu melihat anak bungsu Ana mengkrcut dengan tangan bersedekap dada.
" Mama yang salah kenapa malah marahin aku " Jawab Jack kesal.
" Mama kan udah minta maaf,tadi itu macet " Jelas Ana gemas.
" Ya tetap aja,tau gak berapa episode aku nungguin Mama datang,aku kayak anak hilang " Gerutu Jack.
" ppfftttt " Bryan menahan tawa melihat bocah itu memarahi ibunya.
Jack menoleh melihat Bryan,lalu mendengus kearah lain.
Ana menggaruk kepalanya kesal,jika ia telat menjemput putranya itu pasti pulang2 Jack akan marah seharian.
" Ya udah Mama minta maaf,kamu bukan anak hilang,kan udah Mama pungut " Kata Ana melemah.
" Ihhh emang aku biskuit yang belum 5 menit dipungut lagi " Kata Jack semakin murka.
Ana menepuk wajahnya mendengar jawaban anak itu.
Bryan sudah memerah menahan tawa yang akan meledak.
" Ngak usah ketawa Bang,dosa ngetawain anak tak dianggap " Sindir Jack.
__ADS_1
" Ya Tuhaaaaaannn " Kata Ana makin pusing.
" Wahahahahaha " Tawa Bryan pecah.
Lelaki itu tertawa ngakak mendengar Jack marah sambil mereceh.
Ana terlihat sangat malu,tapi wanita itu tak bisa melakukan apapun karna putranya sangatlah pintar mendrama.
" Maaf ya Bryan,Onty undur diri dulu " kata Ana permisi tak sanggup.
" Mamaaaaaa aku laparrrr " Teriak Jack tak terima wanita itu pergi.
" Dari tadi Mama nyruh kamu apa hah,kayang ??" Teriak Ana meledak ledak.
Jack terdiam,bocah itu menarik piring makannya yang masih penuh dan mulai menyendok sendiri dengan cepat.
" Haisttt bisa gila aku lama2 !" Kata Ana mengacak kepalanya frustasi.
Wanita itu berlalu dari sana untuk mendinginkan isi kepalanya yang hampir meledak.
Bryan kembali tertawa,pria itu merasa sangat terhibur dengan drama ibu dan anak tersebut.
" Mama kalo marah kek macan Bang,ngeri " kata Jack merinding.
" Kamu sih yang cari gara2 " kata Bryan berusaha menahan tawanya.
" Hidup kalo lempeng aja gak enak Bang,harus dikasih masalah dikit biar gedenya gak lembek " Jawab Jack sambil mengunyah.
Bryan mengangguk,Jack kembali makan dengan senyum mengesalkan siapapun yang melihatnya.
Lama berada disana akhirnya pasangan itu pun selesai,Histi mengantongi satu gaun yang cukup mewah dan elegan untuk dipakai saat makan malam diacara pertunangan.
Mereka berjalan beriringan di mall,hingga manik gadis itu melihat seorang anak kecil sedang menunggu didepan toilet pria dengan memegang tangan seorang bocah yang lebih mungil.
" Itu kan ?" Gumam Histi mengingat ingat.
" Kenapa sayang ?" tanya Bryan menoleh.
" Tunggu disini sebentar " Kata Histi berlari mendekati 2 gadis kecil itu.
" Hei,Byanca kamu ngapain disini ?" tanya Histi menegur.
Byanca yang sedang melihat orang2 pun terkejut dengan kehadiran Histi.
" Hay " Sapa Byanca menyalami Histi disusul anak kecil itu.
" Sama siapa disini ? lagi nungguin Ayah ya ?" Tanya Histi tersenyum.
" Lagi nungguin Kakak aku Kak,kami belanja baju buat dia " Jawab Byanca menunjuk gadis yang ia rangkul.
" Kakak ? dia mana ? ke toilet ?" Tanya Histi melihat2.
" Kenapa sayang ?" tanya Bryan mendekat.
" Ini anaknya pamam Romi " Jawab Histi menunjuk Byanca.
Gadis itu tersenyum kepada Bryan dibalas usapan kecil dikepala.
" Byanca " Panggil seseorang dari dalam.
" Ha itu Kakak udah selesai " Kata Byanca heboh.
Gadis itu masuk kedalam dan menyeret kakaknya keluar.
" Kenap....a " Ucap lelaki itu menggantung melihat siapa yang berada didepannya saat ini.
" Dokter " Gumam Histi terbelalak melihat pria itu.
Mereka saling melihat dengan wajah sangat syok.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.