
Sebuah mobil sampai dipekarangan rumah,seorang pria pun keluar dari kereta besi itu dengan gagah.
Dari depan rumah seorang remaja sudah menunggu dengan semangat.
" Loh Kak Alexi " Gumam Doni kaget.
Alexi tersenyum dan berjalan membuka pintu sebelahnya.
Tak lama kaki seorang gadis terlihat,Doni yg mengenali gadis itu langsung tersenyum manis.
" Bang Doniii " Pekik gadis itu heboh.
" Suci " Gumam Doni pelan.
Suci berlari mendekati rumah hingga melupakan sesuatu.
" Om " Teriak seseorang dari dalam mobil.
Alexi menoleh dan tersadar masih ada satu bocah lagi yg terkurung disana.
" Ehh maaf2,Om lupa sama kamu " Kata Alexi bergegas membuka pintu samping.
Wajah Sutar mengkrucut,bocah itu terlihat kesal karna pamannya sudah lupa akan kehadiran dirinya.
" Maaf ya,Om lupa kirain kamu dah turun tadi " Kata Alexi menggaruk kepala.
" Turun lewat mana ? langit ?" tanya Sutar kesal.
" Heheh " Alexi cengengesan dan membantu bocah itu meloncat.
" Aku aduin sama Papa nanti biar Om di jewer !" Ancam Sutar.
" Ihh pengadu " Kata Alexi melongos.
" Biarin !" Kata Sutar berlari kearah lain.
Alexi menggeleng pelan,keponakannya kini mulai nakal sama seperti sang anak.
" Banggg ikuttt " pekik Sutar melihat Suci dan Doni masuk kedalam tanpa menunggu dirinya.
Doni terkekeh geli,remaja itu begitu senang dengan kedatangan 2 bocah nakal tersebut.
Setibanya didalam,mereka langsung disambut Sindi yg sedang menonton tv.
" Apa kabar Bi ?" Sapa Alexi hangat.
" Eh Alexi,baik Lex " Jawab Sindi tersenyum.
" Winda mana Bi ?" tanya Alexi lagi.
" Lagi jemput suaminya dibandara sama Mas Malvin dan Afdhal " Jawab Sindy tersenyum.
" Restu beneran pulang ?" tanya Alexi terkejut.
" Iya,bibi bahagia banget akhirnya Winda dan Restu kembali " Jawab Sindi hangat.
Alexi mengangguk tersenyum,dirinya juga ikut bahagia mendengar kabar tersebut.
Doni diam memperhatikan Suci dan Sutar yg duduk dengan tenang disamping Alexi.
Tata krama keduanya begitu terjaga,bahkan kedua bocah itu tidak mengambil kue toples yg berada diatas meja tanpa disuruh terlebih dahulu.
" Kalian haus gak ?" tanya Doni.
" Kami ?" tanya Suci menunjuk dirinya dan Sutar.
" Iya beli Es yuk " Ajak Doni semangat.
" Hah es ?" ulang Sutar berbinar.
" Iya " Jawab Doni malu.
" Mau Bang,ayok " kata Sutar langsung turun.
Suci ikut turun mendekati Doni yg masih duduk.
__ADS_1
" Beli dimana ?" tanya Alexi.
" Didepan Bang " Jawab Doni.
" Ya udah nih uangnya,jangan nyebrang jalan ya " Kata Alexi membuka dompetnya dalam saku celana.
" Eh gak usah Bang,uang aku ada kok " Tolak Doni.
" Gak papa sekalian beliin abang Rokok hehe " Kata Alexi terkekeh.
Sindi melotot,Suci yg sudah tau tingkah diam2 Papanya hanya memutar mata.
" Jangan kasih tau Ibu ya Bi,Salsa juga " kata Alexi menggaruk kepala.
" Ish kamu nih,masih aja nakal " Kata Sindi menampar paha anak sahabatnya tersebut.
Alexi terkekeh geli.
Memang selama ini Salsa maupun Yuni tidak tau bahwa Alexi dan Serkan merokok diam2.
Tapi Histi tau tingkah suami pendiamnya,wanita itu tidak melarang jika masih batas wajar apalagi ia tau beban pekerjaan Serkan sangatlah banyak.
Doni pun mulai berjalan keluar membawa kedua curut yg mudah tergoda dengan kata jajan.
" Bi " Panggil Alexi kepada Sindi.
" Iya ada apa ?" tanya Sindi tenang.
" Hm,apa Bibi tau Sam sering kemari ?" tanya Alexi hati2.
" Tau " Jawab Sindi.
" Paman juga ?"
" Iya Lex,kami tau Samuel sering kesini dan membantu Winda " Jawab Sindi.
" Terus apa mertua Winda juga tau ?" tanya Alexi hati2.
" Tidak,jika mertuanya tau pasti Winda dicap buruk " Jawab Sindi.
" Bibi tau ini tidak baik,tapi Samuel begitu perhatian,sebenarnya Bibi juga kasihan Bibi masih melihat cinta dimata mereka keduanya,tapi apa daya sekarang semuanya sudah berubah Lex " Kata Sindi menghela nafas.
" Iya Bi,aku juga merasa gitu Winda tidak bisa menolak Samuel " Balas Alexi.
" Hm,tapi kita harus menghentikannya Lex sebelum makin jauh,kini Bibi bahagia karna Restu sudah pulang kerumah " Kata Sindi tersenyum.
" Aku takut Restu salah paham " kata Alexi ngeri.
" Ya Bibi mengerti,lelaki mana yg mau istrinya selalu dikunjungi mantan,iya gak ?" kata Sindi terkekeh.
Alexi mengangguk setuju,jika berada diposisi Restu juga pastilah pria itu akan marah jika mengetahui kebenaran.
Tapi beruntung Samuel maupun Winda bisa menahan diri agar tak jauh melangkah.
Asik mengobrol,tiba2 suara mobil terdengar.
Sindi langsung keluar diikuti Alexi.
Sebuah taxi berhenti didepan rumah menurunkan barang2.
Pintu mobil terbuka dan nampaklah seorang lelaki yg sudah begitu lama tak terlihat.
" Restu " Gumam Sindi langsung berkaca kaca.
Restu melihat kearah Sindi dan Alexi dengan senyum mengembang.
Winda keluar menggendong Afdhal begitupun Malvin yg keluar dengn beberapa tentengan.
" Ayo Mas " Ajak Winda tak henti tersenyum.
Restu mengangguk,pria itu pun mulai melangkah dibantu tongkat kecilnya.
Setibanya didepan,Restu melepas tongkat dan langsung bersimpuh di kaki Sindi.
Sontak wanita dewasa itu kaget dengan gerakan tiba2 sang menantu.
__ADS_1
" Maafin Restu Ma,maafkan kesalahann Restu " Ucap Restu bersimpuh.
Semua yg ada disana begitu syok,apalagi Alexi yg lebaynya minta ampun.
" Res gak perlu begini " Kata Sindi menepuk pundak menantunya.
" Restu minta maaf Ma,Restu lalai dari tanggung jawab,Restu meninggalkan anak dan cucu Ma terlalu lama " Kata Restu sedih.
Tes...
Air mata Sindi turun dengan sendirinya begitupun Winda yg merasa sangat terharu.
" Gak papa Nak,Mama ikhlas asalkan kamu bisa pulang lagi dan berkumpul bersama " Kata Sindi menahan tangis.
Restu dibantu bangun oleh Malvin,raut wajah sedih Restu tak bisa dibohongi..
Lelaki itu merasa begitu menyesal dengan apa yg telah terjadi kepadanya.
" Apa kabar Lex ?" sapa Restu hangat kepada Alexi.
" Baik,kau bagaimana ?" tanya Alexi.
" Aku baik,terima kasih sudah menjaga Winda " jawab Restu tersenyum.
Deg...
Alexi tersentak mendengar kata terima kasih lelaki itu.
" Kau memang sahabat terbaik Lex,aku begitu beruntung " Lanjut Restu polos.
Alexi menelan ludah kasar,pria itu melirik Winda dan Sindi yg juga terlihat bingung.
" Ahh sudah,ayo masuk dulu " kata Malvin melerai.
Semua orang mengangguk masuk,Winda mengerjapkan mata kepada Alexi yg masih bingung dengan ucapan Restu barusan.
" Kapan aku menjaga Winda ? aku jarang kesini apalagi bertemu ?" Batin Alexi makin pusing.
Pria itu menggaruk kepalanya dan bergegas masuk.
Disebuah jalan 3 anak manusia diam ditempat dengan es ditangan masing2.
" Apa Abang bilang guguknya jangan diganggu " Kata Doni gemas.
" Cuma aku julirin lidah doang Bang,masa gak boleh " Kata Suci menelan ludah kasar.
" Ih kamu sih,,itu guguknya lagi sensitif kayak Mama " kata Sutar kesal.
Glek...
Suci menelan ludah kasar,jalan mereka di blok oleh anjing tetangga yg tak terima di olok oleh Suci.
" Gukg ugk...." Bunyi aungan terdengar.
Suci dan Sutar bersembunyi di belakang Doni yg ternyata juga takut dengan hewan imut tersebut.
" Oh aku ada ide " Kata Sutar menemukan sesuatu.
Bocah itu dengan cepat mengambil batu disamping bandar dan melemparnya kearah anjing tersebut.
Bughhh...
Batu melesat tepat diwajah sang anjing yg sedang menahan emosi.
" Apa yg..." Ucap Doni melotot kaget.
" aaaaaaa Papaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Suci langsung berlari.
" Gukgugkgugkgufugkfu....
Si anjing pun semakin marah dan meledak2.
Ketiga bocah itu berlari kelabakan dengan es ditangan yg sudah terlempar ntah kemana.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.