
Disebuah tempat seorang wanita terlihat sangat bersemangat mendampingi putrinya yang sedang berenang dikolam.
Hari ini Nur les berenang untuk pertama kalinya,bukan tanpa alasan Nur harus bisa berenang karna ia membintangi salah satu katalog baju renang brandit untuk anak kecil.
" Tangannya gini sayang " Kata Winda semangat.
" Atut Ma " Ucap Nur ngeri.
" Airnya gak dalem kok,lihat tuh adek kecil aja bisa " Kata Winda menunjuk bocah yang lebih kecil dari Nur.
" Mau Papa " Rengek Nur.
" Papa kerja sayang,gak bisa nemenin Nur berenang " jawab Winda lembut.
" Mau Papa Ma " Rengek Nur kekeh.
Winda menghela nafas panjang,ia juga merasa kecewa lantaran waktu Restu begitu singkat berkumpul bersama mereka.
Kadang Winda juga merasa sedih dengan anaknya yang sering merindukan Restu dijam sibuk.
" Mama telfon aja ya " Kata Winda mencari ide.
" Boleh " Jawab Nur semangat.
Winda mengangguk dan bangun dari air.
Wanita itu mengambil ponselnya dan langsung menelfon Restu.
Nur duduk ditepi kolam dengan menggit snack yang sudah dibawakan ibunya.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Halo Mas " jawab Winda semangat.
" Iya sayang ada apa ?" tanya Restu terdengar ramai.
" hm Nur mau lihat kamu Mas,sekarang dia lagi renang " Jawab Winda.
" Oh ya udah Vc aja " Balas Restu hangat.
Winda tersenyum girang dan mengalihkan panggilan.
" Papaaaa " Pekik Nur heboh melihat wajah Restu dilayar.
" Halo anak Papa lagi ngapain ?" Tanya Restu ceria.
" Lagi Lenang Pa cama Mama,Papa temenin Nul belenang donggg " Pinta Nur memelas.
" Yahhh gak bisa sayang,Papa lagi kerja " Jawab Restu sedih.
" Yahhh pdahal aku mau cama Papa belenangnya " Balas Nur lesu.
" Nanti berenang sama Papa ya kalo Papa udah libur " Ucap Restu.
Nur mengkerucutkan bibirnya merasa kecewa dengan ucapan Restu barusan.
" Maaf ya sàyang " Ucap Restu kasihan melihat wajah sedih anaknya.
" No ploblem Papa,Nul cama Mama aja " Kata Nur berusaha tersenyum.
Winda menghela nafas melihat anaknya menyembunyikan kesedihan.
Ia juga tak bisa melakukan apapun karna Restu memang sedang bekerja.
" Hm ya udah em Papa kerja lagi ya,nanti tungguin Papa pulang ya Nak " Kata Restu hati2.
" Nul udah tidul kalo nungguin Papa " Jawab Nur polos.
__ADS_1
Deg....
Hati Winda dan Restu bagaikan tertusuk belati yang tajam jawaban Nur yang begitu menohok.
" Em ya em itu,huhhh iya sayang maafin Papa Nak " Kata Restu bingung harus bagaimana.
Nur mengangguk paham,gadis itu pun menyerahkan hape kepada ibunya dan kembali turun ke air.
" Maafin Mas sayang " Kata Restu sedih melihat wajah Winda.
" Iya Mas gak papa,Nur cuma kangen aja sama kamu " kata Winda tersenyum getir.
" Kerjaan Mas beneran banyak,ini aja belum selesai " kata Restu menghela nafas.
" Iya sayang gak papa,kerjain aja kamu gini juga kan buat aku dan Nur " Kata Winda membesarkan hati istrinya.
" Hehe iya sayang,sekalian cicilan rumah kita ya hehe " Kata Restu terkekeh geli.
" haha iya " Balas Winda ikut terkekeh.
" ya udah,kalo gitu aku liatin Nur dulu ya kamu kerja yang bener " Ucap Winda pamit.
Restu mengangguk semangat.
" Hati2 sayang i love you " Ucal Restu tersenyum manis.
" hm i love you too " balas Winda malu2.
Tut.
Panggilan terputus,Winda menatap hapenya dengan senyum mesem.
Wanita itu merasa begitu dicintai oleh pasangannya apalagi Restu kadang suka mengumbar kata manis tanpa ragu.
" Mamaaa aku bisaaa " pekik Nur dikolam.
" Lihat Ma,uh huh " Kata Nur kelabakan sendiri.
Winda langsung turun menyamperi anaknya yang hampir tenggelam.
Dikantor,Restu menaruh hape di saku celananya.
Pria itu berbalik badan dan terdiam melihat seorang pria berdiri menjulang didepan pintu ruangan.
" Maaf Pak,tadi istri saya nelfon " Ucap Restu berusaha tenang.
" Ya,keluar lah ada Pak Samuel " Balas lelaki dengan pakaian rapi tersebut.
" Samuel ?" Ucap Restu terbelalak.
Pria rapi tersebut keluar begitu pun Restu yang langsung berlari mengejar.
Didepan,beberapa karyawan sudah berbaris rapi menghadap seorang pria yang terlihat begitu menawan.
" Sebelah sana " ucap asisten Samuel menegur Restu yang malah terdiam.
" Iya Pak " Jawab Restu patuh.
Lelaki dengan seragam khusus itu pun ikut berbaris bersama temannya.
Samuel melihat gerak gerik Restu dengan wajah tenang.
" Semua sudah berkumpul Pak " Ucap asisten Samuel kepada bos besar.
Samuel mengangguk pelan.
" Baiklah,saya akan mulai sekarang " Ucap Samuel tenang.
__ADS_1
" Perkenalkan nama saya Samuel Dinatra Pratama,mulai sekarang saya yang akan memantau langsung proyek kita dipabrik ini,mulai dari bahan sampai pembuatan bahkan pergudangannya,saya harap kalian bekerja dengan baik dan menimalisir kesalahan karna biaya yang kita keluarkan tidak lah sedikit " Jelas Samuel dengan lancar.
" Saya akan menunjuk satu orang untuk bertanggung jawab mèmberikan semua laporan kepada saya " Lanjut Samuel tegas.
Beberapa karyawan saling melirik teman mereka,Restu hanya diam dengan manik menatap Samuel tenang.
" Siapa kira2 yang bersedia ?" tanya Samuel.
Tidak ada yang menjawab,semua karyawan tidak berani mengancungkan tangan karna mereka tau kerjaan itu bukan lah hal yang mudah dan sangat tak enak hati menawarkan diri.
" Yang belakang " Ucap Samuel diam beberapa saat.
Karyawan menoleh,asisten Samuel ikut melihat siapa yang ditunjuk oleh Bosnya.
" Kamu " Ucap asisten Samuel kepada Restu.
" Saya ?" tanya Restu kaget.
" Ya kamu yang akan bertanggung jawab memberi setiap laporan di pagi dan sore hari " Jawab Samuel.
Deg...
Pupil manik Restu melotot begitupun temannya2 yang sudah bekerja cukup lama.
" Kenapa Restu ?" cicit pria lain.
" Saya tau ini tidak mudah,tapi kamu bisa belajar dari pengalaman dan kamu juga bisa bertanya kepada asisten saya mengenai hal2 yang tidak kamu ketahui " Kata Samuel tegas.
" Tapi Pak saya kan ba...
" Ya saya tau kamu baru,makanya saya meminta kamu belajar banyak hal " Potong Samuel.
Restu terdiam,sungguh dirinya tak menyangka Samuel akan memberikan pekerjaan yang rumit untuknya sekarang.
" Untuk masalah gaji,jangan khawatir saya akan menambah upah sesuai pekerjaan " Lanjut Samuel tenang.
" Hmm Pakk.." Kata Restu ragu.
" Ya ? kau menolak ?" tanya Asisten Samuel.
Samuel sudah sibuk dengan tab nya melanjutkan pekerjaan yang lain.
" Apakah saya akan sering lembur ?" Tanya Restu hati2.
" Itu tergantung kamu,jika kamu cepat bergerak maka pekerjaan kamu akan cepat selesai juga " Jawab pria itu tenang.
Restu kembali terdiam,lelaki itu hanya bisa pasrah menerima ketentuan dari bosnya meski Restu merasa ada yang aneh dengan semua ini.
" Kau setuju ?" tanya asisten Samuel.
" Iya " jawab Restu mengangguk lemah.
" Baiklah,ikut saya sekarang " balas lelaki berjas itu melangkah keluar.
Restu kembali mengangguk dan melihat teman2nya.
" ini kesempatan bagus Restu,kami yang bekerja sudah lama saja gak ada kesempatan untuk naik ke jenjang lebih tinggi,lah kamu baru berapa bulan sudah diangkat " kata pria bernama Tono takjub.
" Iya tapi itu pekerjaan yang sulit Bang,ngerjain yang ini aja aku dah ngos2an " kata Restu lesu.
" nanti kamu gak gini lagi,kamu bakal punya ruangan sendiri dan tugas kamu cuma mantau kerjaan kita " sahut pria lain membesarkan hati Restu.
Restu terdiam dengan tarikan nafas berat,ia memang butuh uang banyak apalagi Restu berencana ingin mengkuliahkan adiknya dikota karna gadis itu harus maju juga dan membayar beberapa cicilan rumah tangganya.
" Tapi waktu aku dan Nur pasti berkurang lagi " Batin Restu sedih mengingat putrinya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.