Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
179


__ADS_3

Pagi hari,Salsa dan Helend sudah bersiap siap untuk piknik siang ini.


Kedua gadis itu pun membuat berbagai menu dibantu oleh Hena.


Tring tring...


Dering hape terdengar,Helen yang sedang mencuci berbagai sayur segar diwastafel langsung berlari mengambil hapenya dimeja.


" Halo good morning Daddy " Sapa gadis itu ceria.


" Halo sweety good morning " balas seorang pria dewasa diseberang.


Hena dan Salsa yang sedang memotong daging melihat kearah gadis itu.


Helend mendekati mereka dan mengarahkan kamera.


" Hay " Sapa Hena melambaikan tangan.


" What are you doing ?" Tanya pria itu tersenyum.


" Mau masak " Jawab Hena tersenyum.


" Waww apa Helend beneran akan pergi ?" tanya lelaki itu.


" Ya,dia ngotot ingin pergi " Jawab Hena memutar mata.


" Hayo lah Mom,ini kesempatan langka " Kata Helend malas.


Terdengar lelaki itu tertawa melihat wajah melas anaknya.


" Apa Salsa ada disana ?" tanya Lelaki itu.


" Yes " Jawab Helend lalu mengarahkan hapenya ke Salsa yang sibuk dengan ayam.


" Dia rajin " Ucap Bara tersenyum.


" Hey,tolong sapa Daddy ku " Tegur Helend menyenggol Salsa.


Salsa mendongak merapikan rambutnya dengan lengan.


" Hay Om,selamat pagi " Sapa Salsa hangat.


" Pagi,waw pisau mu sangat besar dan tajam bisakah kau menurunkannya sedikit,dia mengancam keselamatan ku " kata Bara terkekeh.


" oh iya Om maaf " kata Salsa menaruh pisau di meja.


Lelaki itu tertawa.


" Baik2 disana ya,kalian boleh pergi tapi masih dalam pengawasan oke " kata Bara tersenyum


" Iya Om makasih " Balas Salsa ramah.


" Betah tinggal disana ?" tanya Bara.


" Hm,mereka semua baik2 " Jawab Salsa melihat Helend dan Hena.


" Ya dong,nanti aku dimarahi Daddy jika bersikap tak sopan " Kata Helend mengkrucut.


" Yes,Daddy akan memecat mu dan tak mau lagi menghubungi anak nakal seperti mu " Kata Bara santai.


" No Dad,don't do it !" Kata Helend kesal.


" Ya,Daddy akan melakukannya jika kau berulah,oh iya ini Mama mu mau bicara " kata Bara menyerahkan hapenya ke sang istri.


Terlihat seorang wanita berkerudung sedang berbaring bersama lelaki itu.


" Hay anak manis " Sapa wanita itu hangat.


" Hay Mama,how are you ?" Tanya Helend tersenyum.

__ADS_1


" Im fine,adik mu sedang sakit " Jawab Wanita itu sedih.


" Really ?" Tanya Helend terkejut.


" Yes " Jawab Zaiva mengarahkan kamera ke putranya yang sedang tertidur membelakangi.


" Sakit apa ? Juna sudah kembali ?" Tanya Helend.


" Ya,Papa mu menjemputnya pulang karna kasihan dia disana takut tak terawat " Jawab Zaiva.


" Ohhh,kasihan sekali adik ku " kata Helend ikut sedih.


" No problem,nanti dia akan kembali sembuh " Kata Zaiva menenangkan.


" oh iya,Salsa baik disana ? Mama baru tau Paman mu mengirim menantunya disana untuk kuliah " kata Zaiva tenang.


" Ya,dia ada disini dan sedang membantu Mommy masak,kami akan piknik bersama Bryan " kata Helend semangat.


" Bryan anaknya Om Ade ?" Tanya Zaiva mengingat.


" Yes,yesterday dia menelfon ku untuk menganjak jalan2,dan aku mau sambil jalan bersama Jacob hehe " Jawab Helend mengecilkan nama kekasihnya.


" You must be careful honey,Daddy mu akan marah jika kau nakal " kata Zaiva berbisik.


" Yes,aku sudah mendapat banyak ancaman darinya " Balas Helend mengkrucut.


" Itu karna Daddy menyayangi mu sayang " Kata Zaiva terkekeh.


" Yes i know " Jawab Helend tersenyum.


" Oh baiklah,mana Mommy mu,Mama ingin mengobrol dengannya " Kata Zaiva semangat


" Oke Mam,wait a minute " kata Helend mengerti.


Gadis itu memanggil sang Ibu yang masih memotong daging.


Tau Zaiva ingin bicara dengannya,Hena dengan cepat mencuci tangan lalu membawa hape anaknya menjauh.


" Luar biasa " Gumam Salsa tak percaya


" Why ?" Tanya Helend mendekat.


" Kalian bisa akur satu sama lain,aku tak menyangka ada hubungan seperti itu " Kata Salsa takjub.


" Hm,kita hanya perlu menurunkan ego Salsa,jika kau menanam kebencian maka yang kau dapat merupakan hal yang sama " jelas Helend santai.


" Tapi hubungan seperti itu sangat rawan sekali dan jarang ada karna akan sangat berpengaruh pada pernikahan Daddy mu " Kata Salsa khawatir.


" Kami sudah melewati banyak hal,bahkan Mommy sempat membawa ku pergi sangat jauh,tapi Daddy kembali menemukan kami dan meminta kami untuk berada disisinya,dan aku sangat bersyukur Mama Zaiva begitu baik dan punya hati yang tulus " Kata Helend tersenyum lembut.


" Ya aku melihatnya seperti itu,dan kini kau punya banyak adik " kata Salsa terkekeh.


" Hm,Adik ku ada 4,mereka semua baik dan ramah hanya yang no 2 jarang bertemu karna dia sekolah agama " Balas Helend.


" Pesantren " Kata Salsa membenarkan.


" Ya,Juna sangat pendiam,aku kadang tak punya topik jika mengobrol dengannya " Kata Helend terkekeh.


Salsa mengangguk paham,dirinya mulai tau silsilah keluarga itu.


" Jika aku dan Alexi seperti itu mungkin setiap hari hanya ada perkelahian karna mungkin aku tidak akan bisa menerima ada wanita lain berada disamping suami ku " Batin Salsa menggeleng pelan...


Keduanya pun kembali sibuk mempersiapkan segala kebutuhan.


Siang harinya,Salsa dan Helend pun dijemput oleh seorang pria mengenakan mobil sport Porsche macam yang dibandrol harga 2,7 M.


Salsa yang membuka pintu rumah menganga lebar melihat pria tinggi berbadan tegap berkulit sawo setengah matang,dengan rambut tebal yang begitu menggoda iman.


" Hay " Sapa pria itu tersenyum.

__ADS_1


Glek....


Salsa menelan ludah kasar,gadis itu menatap penampilan pria yang diceritakan Helend dari ujung kaki hingga kepala.


" Apa kau Salsa ?" Tanya pria itu ramah.


Salsa mengangguk lemah,baru kali ini gadis itu melihat seorang pria begitu sempurna bahkan jika dibandingkan dengan Alexi,pria didepan matanya ini 10 kali lebih tampan dari mantan suaminya itu.


" Hei,kenapa kau diam ?" Tegur pria itu heran.


" Hah iya aku aku Sal sa " jawab Salsa gugup.


" Apa kau sudah bersiap ? Kak Helend bilang aku harus menjemput mu " Ucap lelaki itu tersenyum.


" Hah perginya tidak barengan ?" Tanya Salsa kaget.


Bersamaan dengan itu sebuah mobil Jeep Rubicon mendekati pekarangan rumah.


Helend yang mendengar suara mobil kekasihnya langsung keluar seraya membawa beberapa tas besar berisi makan dan alat makan.


" Sini Kak aku bantu " Kata pria didepan Salsa mendekati Helend yang kesusahan.


" Letakkan dimobil Jacob " Kata Helend tersenyum.


Pria tampan tersebut mengangguk dan membawa tas besar itu ke mobil pria yang baru sampai.


Terlihat Jacob membuka pintu belakang dan membantu Bryan.


" Kamu sudah siap ?" Tanya Helend kepada Salsa.


" Aku berlebihan ngak ?" Tanya Salsa menatap penampilannya.


" Ngak,ayo " Kata Helend menarik tangan Salsa.


Hena keluar melihat 2 gadis itu sudah semangat ingin pergi.


" Eh bibi,kami berangkat ya Bi " Kata Salsa menyalami Hena.


" Ya,hati2 ya " Kata Hena tersenyum.


" Bibi,mengapa tidak ikut ?" Tegur Bryan menyalami Hena.


" No,Bibi sudah tua " Kata Hena terkekeh.


" Ya gak papa sekalian cuci mata " Kata Bryan tersenyum.


Hena menampar gemas lengan pria itu,Hena sudah tau dengan Bryan karna saat lelaki itu pindah,Hena lah yang membantu mengurus Bryan..


Jacob ikut menyalami Hena dan mendapat senyuman hangat dari wanita itu.


" Be careful " Ucap Hena.


" Alright Mom " Balas Jacob lembut.


Mereka pun mulai berangkat,Salsa terlihat malu2 saat Bryan membukakan pintu mobil untuknya.


Gadis itu tidak tau bahwa mereka akan pergi dengan 2 mobil.


" Sudah siap ?" Tanya Bryan tersenyum kearah gadis itu.


" Hm " Jawab Salsa mengangguk.


Pria itu pun langsung menghidupkan mobil,suara knalpot terdengar sangat garang membuat Salsa deg degan.


Broooooommm....


Mobil itu pun melaju keluar dari pekarangan rumah.


Hena melambaikan tangan dengan senyum manisnya.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2