Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
562


__ADS_3

Hari kelahiran semakin dekat,Winda mulai merasa gejala2 yg sering dialami ibu hamil lainnya.


Restu juga mulai merasa was2 dengan keadaan sang istri,seperti hari ini pagi2 sekali Winda mengaduh kakinya bengkak dan sulit berjalan.


Nur yg tidak tau apa2 hanya bisa diam tanpa bisa menolong banyak.


" Sayang kenapa nasinya gak dimakan ?" Tanya Restu melihat nasi putrinya masih utuh diatas meja.


Nur tak menjawab,kepalanya masih tertunduk.


" Nur " Panggil Restu lembut.


Lelaki itu duduk disebelah putrinya dan mengusap kepala Nur dengan halus.


" Ada apa sayang ?" Tanya Restu pelan.


" Maafin Nul Pa " Ucap Nur bergetar.


" Maaf kenapa sayang ?" tanya Restu kaget.


" Maafin Nul huhuhu " Gadis kecil itu langsung menangis menutup wajahnya.


" Kenapa ? apa yg terjadi ?" Tanya Restu bingung.


" Hiks hiks,Maafin Nul huhu " Ucap Nur terus menangis.


" Hei anak Papa,kenapa Nur minta maaf ? Nur melakukan kesalahan ?" Tanya Restu semakin bingung.


" Gala2 Nul Mama dak bisa jalan huhu " Jawab Nur mendongak.


" Hah " kata Restu mengernyit.


" Gala2 Nul kaki Mama bengkak Huhu ini salah Nul Pa " Kata Nur pilu.


" Kamu gak salah sayang,Kaki Mama memang bengkak tapi bukan kesalahan kamu " Kata Restu menenangkan.


" Kalo aja Nul gak minta adik,Mama gak bakal jadi gini " Kata Nur merasa bersalah.


" Apa " Kata Restu melotot.


Detik berikutnya lelaki itu tersenyum kecil,Restu mulai paham kemana arah pembicaraan putrinya.


" Adik kamu lagi berkembang,bentar lagi dia bakal hadir ditengah2 kita " Kata Restu lembut.


" Tapi kenapa Adik bikin Mama sakit Pa ? Adik jahat ya sama Mama ?" tanya Nur polos.


" Enggak dong,adik kan mau keluar dari perut Mama jadi harus ada persiapannya,lagian Mama juga baik2 aja kok " jawab Restu terkekeh.


" Telus kelualnya lewat mana Pa ?" tanya Nur.


" Hm em lewat mana ya ?" Ucap Restu kelabakan.


" Nanti,kalo Nur udah gede Nur pasti ngerti adik keluar lewt mana,tapi untuk sekarang Nur cukup jadi anak yg baik,yg nurut sama Mama " Jawab Restu mengalihkan.


" Nul mau bantu adik kelual Pa,bial Mama gak susah " Kata Nur lugu.


" Hehe iya,tapi nanti ya " Balas Restu terharu.


Nur mengangguk kecil dan menatap wajah Papanya.

__ADS_1


" Kenapa sayang ?" Tanya Restu merasa aneh.


" Papa gak kelja ?" Tanya Nur.


" Hm kerja dong,nih mau siap2 " Jawab Restu.


" Papa mau naruh air kompres dulu ya,kamu makan yg banyak nanti siang Papa jemput kita pergi kdokter liatin adik " kata Restu bangkit.


" Iya Pa " Jawab Nur semangat.


Restu mengusap kepala anaknya dan berlalu membawa baskom dan kain basah.


Dikamar,Winda masih mengurut kakinya yg masih bengkak.


Ntah mengapa pagi tadi ia merasa kram hingga tanpa sadar kakinya sudah membuntal.


Sebelumnya Winda sudah pernah mengalami hal yg sama bahkan lebih,makanya wanita itu bisa bersikap santai meski suaminya panikan.


" Auuuu " Pekik Winda terkejut.


Wanita itu melihat perut besarnya dan terkekeh kecil.


" Duh anak Mama mulai nakal ya tendang2 " Kata Winda mengusap perutnya lembut.


" Kasih tau dong sayang,kan Mama gak siap tadi " Lanjut Winda terkekeh geli.


" Kamu sehat2 ya didalam sini,2 bulan lagi kita ketemu "


Berbagai rasa mulai bercampur aduk menjadi satu,kadang Winda merasa takut kadang juga bahagia menantikan kelahiran anak keduanya.


Masih hangat diingatan Winda bagaimana ia berjuang dulu saat melahirkan Nur,bukan sedikit keringat dan air mata yg keluar,ia harus bertarung nyawa mengeluarkan sang anak melihat dunia.


" Mama janji sayang,Mama akan berusaha semaksimal mungkin buat bertemu kamu apapun yg terjadi,jika nanti kamu yg selamat dan Mama yg pergi,Mama minta kamu jadi anak yg soleh,baik,sayang sama keluarga,Kakak dan Papa kamu terutama,kamu harus jadi anak yg kuat seperti Mama dan Kakak kamu " Ucap Winda tiba2 menangis..


Wanita itu terus bicara sendiri memberi beberapa petuah kepada sang calon bayi,tanpa Winda sadari Nur mendengar permintaan ibunya yg sedang menangis.


Bocah itu tak jadi masuk kekamar dan memilih bersembunyi dibalik tembok.


" Nenekkkk " Rengek Nur teringat Neneknya dikampung.


Gadis polos itu pun berlari kearah lain dengan air mata yg sudah menetes.


Tak lama Restu masuk kekamar dan bersiap siap pergi bekerja.


Lelaki itu tidak bisa mengambil libur lantaran dirinya punya keŕjaan yg sudah menumpuk dikantor.


" Hari ini Papa mau kesini " Ucap Restu seraya memakaikan kemeja.


" Kamu tau dari mana ?" Tanya Winda terkejut.


" Tadi aku telfon Papa ngasih kabar kamu,katanya dia juga bakal kesini mau ke kantor temannya yg kuliah dulu " Jawab Restu.


" Papa mau jadi dosen lagi ?" tanya Winda mengernyit.


" Gak tau Yank,aku gak tanya " Jawab Restu polos.


Winda mengangguk paham,Restu pun menyiapkan dirinya tanpa bantuan sang istri.


Ditempat lain,seorang pria dan wanita berada ditengah anak2 yg membutuhkan kasih sayang.

__ADS_1


Pagi sekali,Samuel sudah menganjak istrinya ke panti asuhan yg beberapa bulan ini ia dirikan dengan kerja kerasnya.


Meski belum rampung semuanya tapi para bocah2 yg terlantar sudah ada beberapa yg masuk.


" Kenapa kamu melakukan ini Sam ?" Tanya Leni pelan.


" Mereka juga berhak atas hidup yg lebih baik " Jawab Samuel nanar melihat beberapa bayi dijemur oleh perawat dibawah sinar matahari pagi.


Leni menatap suaminya dengan tatapan yg sulit dimengerti,walaupun tadi sempat kebingungan dengan ajakan Samuel yg tiba2 mengganggu tidurnya tapi kini wanita itu dibuat takjub oleh sikap sang suami.


" Hm aku pikir ini belum selesai " Kata Leni mengalihkan.


" Ya,masih dalam proses pembuatan,tapi 1 bulan lagi aku pastikan ini sudah bagus " Jawab Samuel.


" Ya,hm boleh aku nanti ngevlog dsini ?" Tanya Leni menggaruk kepala.


" Jika tujuan mu untuk merendahkan anak disini kau akan aku usir " Jawab Samuel.


" Tentu saja tidak,kau tau kan aku ini vloger terkenal,jika para investor dan orang dermawan melihat ini,mereka pasti ikut berpartisipasi " Jelas Leni.


Samuel diam mencoba mencerna kata2 istrinya.


" Bagaimana ?" Tanya Leni meminta pendapat.


" Lakukan saja semau mu,tapi jangan menyusahkan orang disini " Jawab Samuel melangkah.


" Sam " Panggil Leni menarik tangan Samuel tiba2.


Samuel berhenti dan berbalik badan.


Grebbb....


Leni memeluk Samuel tanpa aba2.


" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Samuel terkejut.


" Tidak apa2,aku hanya ingin mencoba memeluk mu " jawab Leni mengeratkan pelukannya.


Samuel mengernyit,lelaki itu diam beberapa saat hingga sebuah bola menyadarkan lelaki tersebut.


Dengan cepat Samuel mendorong Leni dan mengambil bola ditanah.


" Ck belum selesai Sam " Decak Leni kesal


" Kau tidak tau aturan " Cibir Samuel membawa bola itu mendekati seorang anak berumur 2 tahun menatap kearah mereka.


" Ini milikmu ?" tanya Samuel berjongkok.


" Hm " Jawab gadis itu mengangguk polos.


Samuel tersenyum dan mengendong anak itu ketubuhnya.


" Jangan main bola lagi ya,ayo ambil boneka mu didalam " Ajak Samuel lembut.


Sekali lagi bocah cantik itu mengangguk tersenyum,tapi kali ini memberikan pelukan dileher sang pria.


" Akhhh Samuel kebapak2an sekali,dia membuat rahim ku menghangat " Ucap Leni mengkrucut.


Wanita itu seketika berlari mengejar suaminya yg akan masuk kerumah yg baru stengah jadi.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2