
Pulang dari rumah mbah dukun,Serkan mendiamkan istrinya yang sudah membuat ulah malam ini.
Histi merasa bersalah dan sangat bodoh tak tau bahwa anaknya hanya kesulitan buang air saja bukan masalah lain.
Wanita itu mengira sang anak kerasukan setan makanya Histi sangat takut,maklum anak pertama seorang ibu muda yang masih banyak parno nya.
" Papa marah sayang " Bisik Histi kepada anaknya.
Bocah itu diam memperhatikan sang Mama yang sudah memasang wajah masam.
" Kamu sih eek gak bilang2 " Gerutu Histi.
" Oeeekkk oeeekkkk " Bocah itu menangis kencang tanda tak terima..
" Cup cup sayang jangan nangis,Mama becanda doang " kata Histi kelabakan.
" Hiks hiks " Bocah itu masih menangis.
Serkan masih diam dikamar tak keluar.
" Diem ya nanti Mama dimarahin lagi sama Papa kamu " Kata Histi membujuk sang anak.
Bayi itu diam tanda menyetujui ucapan ibunya.
Histi menghela nafas panjang,ia begitu lelah hari ini.
Dikamar,Serkan diam berusaha untuk rileks.
Tubuhnya terasa sakit,ia banyak bekerja 2 minggu ini mengejar waktu agar bisa cepat keluar dari kampung.
Pria itu mulai khawatir dengan keadaan anaknya apalagi Histi tak ada yang menjaga,jauh dari keluarga benar2 Pria itu rasakan sekarang.
Tak lama Histi masuk kamar dengan menggendong anaknya yang masih belum tidur.
" Yank geser " Ucap Histi pelan.
Serkan menggeser bokongnya kearah dinding.
Histi menaruh sang anak ditengah tengah mereka.
Wanita itu berbaring tenang melihat punggung sang suami.
" Yank " Panggil Histi pelan.
" Tidur lah " Jawab Serkan datar.
" Aku minta maaf " Ucap Histi mengkrucut.
" Lain kali perhatikan Sutar dengan benar " Balas Serkan tenang.
" Iya,aku janji kali ini bakal perhatiin dia lebih detail " Kata Histi serius.
" Kalo dia masuk angin gimana ? dia gak bisa ngomong kalo sakit " Ujar Serkan menunjukkan kekesalan.
" Iya yang dia tau cuma oek oek " Balas Histi.
" Aku serius gak usah bercanda " Kata Serkan tak suka.
Histi mengkrucut lagi,wanita itu berusaha mencairkan suasana yang mencengkam saat ini tapi gunung Es Serkan sulit untuk dicairkan.
" Maaf " Ucap Histi lesu.
Serkan berbalik badan dan menatap keduanya bergantian.
Terlihat Sutar mulai mengantuk,bocah kecil dengan kepala botak itu sangat mirip seperti ibunya.
Kadang Serkan ngeri2 sedap Sutar mirip tingkah Histi..
Tapi ia juga tak mau sang anak punya sifat seperti dirinya yang sulit peka terhadap lingkungan.
" Tidur lah " Kata Serkan menghela nafas.
" Mau peluk " Rengek Histi.
" Gak bisa ada Sutar " Balas Serkan.
__ADS_1
" Kamu pindah sini "
" Sempit " Balas Serkan beralasan.
" Ck kamu gak pernah lagi manja2ain aku " Kata Histi geram..
" Nanti kalo Sutar udah 3 bulan baru aku manja2 sama kamu "
" Beneran ?" Tanya Histi polos.
" Hm " Jawab Serkan mengulum senyum.
Kata manja2an yang diucapkan Serkan mengandung banyak arti tapi naas sang istri tak tau bahwa suaminya sudah memberi kode keras.
" Gak papa ya sayang nanti kamu punya adek cepet " Bisik Serkan ke telinga sang anak.
Bocah itu melototkan mata terkejut dengan bisikin maut sang Papa.
**
Sepasang anak manusia bersiap siap untuk keluar rumah.
Malam ini Samuel akan keluar,awalnya lelaki itu ingin pergi sendirian tapi gara2 ketahuan Lutfia lelaki itu diwajibkan membawa istriny ikut bersama.
Winda tak banyak bicara,sebenarnya Winda tak mau ikut karna Samuel tak ada menganjaknya tapi kuasa sang mertua begitu kuat mengharuskan gadis itu ikut sang suami.
" Kami berangkat Ma " Ucap Samuel menyalami Lutfia.
" Baik2 ya,jaga anak kalian " Kata Lutfia lembut.
Winda melirik Samuel,lelaki itu mengangguk pelan.
Keduanya masuk mobil,tak banyak bicara Samuel langsung melesat pergi.
" Kita mau kemana ?" tanya Winda menegur.
" Nongkrong " jawab Samuel.
" Kemana ?" tanya Winda lagi.
" Ayo masuk " Ajak Samuel.
Winda mengangguk,mereka masuk beriringan.
" Sam " Panggil seorang wanita melambaikan tangan.
Samuel mengangguk dan menambah langkahnya.
" Itu Naya " Gumam Winda mengenali gadis yang memanggil suaminya.
Winda berjalan pelan,jantung mulai berdetak lebih cepat dari biasanya.
Terlihat disana sangat ramai,laki laki perempuan bergabung menjadi satu.
" Naya cantik banget " Batin Winda melihat Naya yang berdiri menjulang didepannya.
" Waw Sam kau membawa istri mu ?" Goda seorang pria.
Samuel diam,Naya melihat Winda dari ujung kaki hingga kepala.
Winda hanya diam saja.
" duduk lah " ucap Samuel pelan.
Winda mengangguk,baru saja ia ingin duduk tiba2 kursi gadis itu ditarik dari belakang membuat Winda terjengkang kebelakang.
" Winda " Pekik Samuel tertahan.
" Upsss sorry,gue ngak sengaja " Ucap seorang gadis terlihat terkejut.
Winda berusaha bangun sendiri,beruntung gadis itu mengenakan celana kulot hitam.
" Kamu gak papa ?" Tanya Naya mengulurkan tangan.
Winda menatap uluran gadis itu dengan wajah mengernyit.
__ADS_1
Samuel diam melihat Winda seperti enggan menyambut.
" Gak papa " Balas Winda menyambut tangan Naya.
Gadis itu mengangkat Winda dan tersenyum manis.
" Lo gak sopan tau " Kata Naya kepada temannya.
" Kan gue gak sengaja " Balas gadis bernama Ratna tersebut.
" Sudah2 " Kata Samuel menengahi.
" Duduk disini " Kata Naya memberi kursi tunggal untuk Winda.
" Kau duduk dimana Sam ?" tanya Winda tak melihat kursi lagi.
" Sam duduk disini " Jawab Naya menepuk kursi panjang disampingnya.
Winda terdiam,gadis itu melihat suaminya dengan wajah sulit dipahami.
Samuel tak mengubris,lelaki itu duduk disamping Naya dengan tenang.
" Oke baiklah " Ucap Winda dalam hati.
Naya tersenyum cerah dan mengambil menu.
Samuel melihat menu2 disana lalu menggeleng pelan kearah Winda.
" Kau tidak makan ?" Tanya Ratna mengernyit melihat Winda diam.
" Hm aku sudah kenyang " Jawab Winda tersenyum.
" Benarkah ? tapi sepertinya kau harus makan banyak badan mu terlalu kurus " Kata Ratna terkekeh.
Winda diam mendengar kata sindiran dari genk Naya.
" Pesan minum saja " Kata Samuel membuka suara.
" Aku sudah pesankan soda untuk mu Sam " Kata Naya semangat.
" Dia gak boleh minum soda " Ucap Winda kaget.
" Kenapa ? Sam sangat suka soda " Kata Naya mengernyit.
" Ya tapi...
" Tak apa itu saja " Potong Samuel tenang.
" Sam " Tegur Winda melotot.
Samuel tak menoleh,lelaki itu diam saja dan tersenyum kearah Naya yang terlihat kegirangan.
" Itu akan berbahaya untk ginjalnya " Batin Winda khawatir.
" Hei pesanlah,jangan takut malam ini Naya yang teraktir " Tegur Ratna menyenggol lengan Winda.
" Ya Aku sangat senang Nay akhirnya kamu jadi manager di toko besar itu " Sahut teman Naya yang lain.
" Ah kalian bisa aja,semua butuh perjuangan Guys ya gak Yank " Ucap Naya berbisik diakhir.
Winda diam memperhatikan gerak gerik Samuel..
" Hm " Balas lelaki itu menatap Winda.
Winda mengangguk pelan mulai paham hubungan suaminya.
" Ternyata mereka memang balikan " Batin Winda menghela nafas panjang.
Teman2 Naya mulai bercerita panjang lebar tentang karir mereka.
Winda yang hanya seorang pengangguran hanya diam mendengarkan saja.
Samuel sesekali melihat respon Winda yang cukup ramah meski teman2 Naya berulang merendahkan gadis tersebut.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment dong🥴