Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
401


__ADS_3

Disebuah ruangan seorang pria terlihat tak tenang saat ia menerima pesan singkat sang istri yang mengatakan bahwa kondisi sedang genting.


Tanpa tunggu lama Malvin langsung berlari keluar dan hampir bertabrakan dengan anak muridnya yang menunggu didepan pintu.


" Pak mau kemana ?" Tanya seorang gadis menahan jalan Malvin.


" Saya mau pulang dulu nanti kembali " Jawab Malvin.


" Tugas ini gimana ? kita butuh nilai Pak,sudah 1 minggu ditunda " Ucap gadis berkaca mata itu sopan.


" Ya taruh diruangan " Balas Malvin ingin lewat tapi ditahan lagi.


" Apa mau mu ?" tanya Malvin kesal.


" Tali sepatu bapak lepas,bapak akan jatuh jika berlari " Jawab gadis itu cengengesan.


Malvin menunduk kebawah dan mendapati tali sepatunya memang lepas.


Pria itu dengan cepat mengikat lagi dengan jantung berdebar.


" Baiklah Pak,saya akan taruh di meja,tapi nilai saya tambahin ya,saya mewakili anak murid lain soalnya " kata gadis itu modus.


" Iya " jawab Malvin malas.


Gadis cantik tersebut cengengesan dan berlari keluar.


Malvin ikut berlari mendekati mobilnya yang terparkir didepan kampus.


Pria itu masih setia menahan mobil tersebut untuk berjaga2 jika keluarganya butuh bantuan.


Dengan kecepatan tinggi Malvin melesat pulang.


Pintu rumah terbuka saat Sindi ketahuan akan berlari.


Wanita itu terpaksa menerima tamu tak diundang tersebut demi keluarganya.


" Ada apa ya ?" tanya Sindi pura2 tenang.


" Anda tinggal dengan siapa disini ?" tanya seorang pria berkaca mata bening.


" Sama suami dan anak saya " Jawab Sindi.


" Apa orang ini pernah kesini ?" tanya Pria tersebut menunjuk foto Samuel.


" Sudah ku duga mereka mencari Sam " Batin Sindi terkejut.


" Tidak " Jawab Sindi tegas.


" Kau yakin ?" tanya lelaki itu menyelisik.


" Ya aku yakin,aku tinggal bersama anak dan suami ku,tak ada orang asing " Jawab Sindi.


" Geledah rumahnya !" ucap lelaki itu kepada anak buah.


" Ehhh kalian mau ngapain ?" Pekik Sindi terbelalak.


" Kami hanya ingin memastikan Nyonya " Jawab salah satu dari mereka melepas tangan Sindi dari jas.


" Ini rumah ku,kalian tidak berhak !" Kata Sindi menahan lelaki itu ingin membuka pintu kamar.


" Kenapa digembok ?" tanya lelaki itu melihat kamar yang ingin ia masuki.


" ini kamar putri ku,dia sedang keluar " jawab Sindi mulai mencari akal.


" Buka pintunya !" Ucap pria tersebut.


" Untuk apa ! kalian tidak boleh seperti ini aku bisa laporkan kalian ke penjara " kata Sindi kesal.

__ADS_1


Lelaki itu tidak menghiraukan dan mencoba mencari anak kunci.


Lelaki lain memperhatikan gerak gerik Sindi yang begitu mencurigakan.


Sindi melihat lelaki itu dan menghela nafas berusaha tenang.


Sindi ingat kata Romi tadi yang memintanya tetap tenang dan membiarkan orang2 itu mencari bukti.


" Ini kuncinya " Kata Sindi memberi kunci dikantong celana.


Para pria itu menerima dan membuka pintu kamar.


Saat pintu terbuka,nampaklah 2 ranjang yang bersih dan wangi disana.


2 orang masuk kedalam diikuti Sindi dari belakang.


Wanita itu mati2an menahan expresi agar tenang karna ia tau sedang diawasi.


" Mas cepet pulang " Batin Sindi mengharapkan Malvin datang.


" Kenapa ada 2 tiang impus disini ?" tanya salah satu pria menunjuk 2 tiang.


" Hm itu anak ku sedang sakit dan dirawat dirumah " jawab Sindi gugup.


" Sakit apa ?" tanya Pria itu menyelisik.


" Demam berdarah " jawab Sindi asal.


" Laki2 atau perempuan ?"


" Laki2 dan perempuan " Jawab Sindi.


" Kau tidak berbohong ?" tanya lelaki itu tak percaya.


" Kau tidak lihat gambar didinding sana !" Kata Sindi menunjuk foto keluarganya disaat Winda remaja dan Doni dalam gendongan.


Semua orang menoleh foto tersebut dengan anggukan kecil.


3 pria itu keluar dan berdiri diambang dapur.


" Kau kenal pria ini ?" Tanya pria itu lagi menunjuk foto Romi.


" Hm aku pernah melihatnya " Jawab Sindi.


" Dimana ?"


" Dia pernah kerumah kami menanyanyai lahan disebelah " Jawab Sindi punya akal cerdas.


" Lahan ?"


" Iya,katanya ingin buat rumah untuk putranya " Jawab Sindi semakin ngaco.


Pria tersebut mangut2 karna mereka tau Romi memang punya anak banyak.


" Tidak ada hubungan apapun ?"


" Hubungan apa Pak,saya sudah punya suami " Jawab Sindi mencoba melawak.


Para lelaki itu kaget dan memasang wajah datar.


Sindi kembali memasang wajah tenangnya meski hatinya ketar ketir.


" Baiklah,jika kau melihat pria ini berkeliaran,segera hubungi kami " Kata pria tersebut memberi Sindi kartu nama.


" Imbalannya sangat besar,kau bisa merubah rumah mu ini menjadi istana membeli ranjang baru untuk anak mu " Kata lelaki itu serius.


" Hah yang benar saja " kata Sindi tak percaya.

__ADS_1


Para lelaki itu pun keluar rumah,terlihat mobil Malvin masuk kepekarangan.


Jantung lelaki itu makin berdegub apalagi Sindi ada disana dengan wajah sedikit pucat.


" Ada apa ini ?" tanya Malvin berusaha tenang.


" Hm gak ada apa2 Mas " jawab Sindi merangkul pinggang Malvin memberi kode.


" Kenapa Yank,siapa mereka ?" Tanya Malvin mulai paham.


" Kami salah alamat,maaf atas kekacauan nya " Jawab salah satu pria sopan.


" Jika ingin datang kerumah orang harap dikonfirmasi dulu,kalian datang gerombolan seperti ini membuat saya berpikir kalian mau menculik istri cantik saya !" Kata Malvin mengalihkan.


Sindi terbelalak mendengar celetukan asal lelaki itu.


Malvin mencubit pinggang Sindi pelan memberi kode.


" Iya maaf tadi kami sekalian lewat karna menurut informasi orang yang kami cari berada dirumah kalian " Balas lelaki itu sopan.


" Tidak ada siapa2 dirumah,kami tidak menerima orang asing " jawab Malvin tenang.


Para pria itu mengangguk paham dan berpamitan pulang.


Setelah semua orang pergi,Malvin dan Sindi menghela nafas panjang.


" kamu bikin jantung aku loncat aja tau gak !" Kata Malvin menjitak kepala Sindi.


" Kamu pikir aku gak panik dirumah sendirian,ngadepin mereka !" kata Sindi membalas suaminya.


" Lah emang 2 bocah itu kemana ?" tanya Malvin mengusap kepalanya.


" Lagi keluar beli alat mesin Samuel " Jawab Sindi masih deg degan.


" Kamu biarin mereka pergi ?" tanya Malvin melotot.


" Iya Mas,aku mana bisa tahan Samuel " Jawab Sindi kesal.


" Ya ampunnn,kita dalam bahaya Yank " Kata Malvin lesu.


" Beruntung mereka belum pulang,coba tadi mereka sampe kesini saat orang2 pada ngumpul,bisa mati ditempat aku " kata Sindi ngeri.


" Iya " Jawab Malvin setuju.


Keselamatan mereka saat ini memang sedang diujung tanduk,Malvin maupun Sindi juga tak bisa terus2an menahan Samuel ingin keluar.


Disebuah perusahaan seorang pria menghempas berkas dengan kesal didepan bosnya.


" Maksud bapak apa menyadap ponsel saya ?" tanya Romi emosi.


Reno diam melihat wajah asistennya berubah garang setelah meeting selesai.


" Kau marah ?" tanya Reno tenang.


" Ini ponsel pribadi saya Pak,Bapak tidak ada hak untuk tau semua kegiatan saya !" Jawab Romi tanpa takut.


" Mereka mencurigai kamu dalang hilangnya Samuel Rom " kata Reno tenang.


" Apa !" Pekik Romi melotot.


" Kau tau Zaki bukan orang sembarangan,dia juga sama kuatnya dengan kita " Balas Reno menghela nafas.


Romi terduduk dikursi dengan wajah syok.


" Jadi Zaki yang melakukannya ?" Gumam Romi pelan.


Reno mengangguk.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2