
Selepas pulang bekerja Serkan langsung menuju rumah orang tuanya,lelaki itu harus memantau keadaan Alexi setiap hari.
Kini Serkan juga jarang pulang ke apartemen sejak adiknya kecelakaan.
Lelaki itu harus stand by takut2 Alexi terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
" Sudah pulang ?" Tanya Yuni sedang menyapu teras.
" Iya Bu,Alexi gimana kabarnya ?" tanya Serkan membuka sepatu didepan wanita itu.
" Huufttt kayak biasa,masih suka murung " Jawab Yuni menghela nafas.
" Dia mungkin merasa risih " Ucap Serkan tenang.
" Ya ibu juga berfikir begitu " Jawab Yuni sedih.
" Gak papa Bu,aku sedang mengusahakan operasi untuk Alexi secepatnya,aku dengan dokter mata yang lain mencari jalan keluar terbaik " Ujar Serkan menenangkan.
" ibu kasihan sama dia Serkan,Alexi begitu terpukul,hari ini dia kembali menabrak dinding rumah,benjolan kemarin belum sembuh sekarang nambah lagi " kata Yuni menggeleng lemah.
Serkan mengangguk paham,lelaki itu pun masuk kerumah dan langsung mengintai Alexi yang sudah pasti berada dikamar.
Ceklek..
pintu kamar terbuka,nampak lah sang adik baru keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang.
Alexi berjalan tertatih2 tanpa tongkat yang biasa menuntun dirinya berjalan.
Serkan diam menatap lelaki itu berusaha sendiri mengambil apa yang dia mau.
" Lemari sebelah kanan,10 langkah dari sini " Gumam Alexi mencoba mengingat.
Lelaki itu pun berjalan seraya menghitung langkahnya,Serkan terus melihat tanpa bersuara.
" Hm ini dia " Gumam Alexi saat tiba didepan lemari.
Lelaki itu pun mencari baju dan celananya.
Lemari pakaian terlihat sangat berantakan,padahal biasanya lelaki itu sangat rapi dalam segala hal tapi Serkan maklum karna kondisi Alexi sekarang berbeda dari sebelumnya.
Alexi membuka handuknya dan mulai memakai pakaian.
Serkan terkekeh melihat sang adik tanpa malu telanjang bulat.
" Siapa disana !" Teriak Alexi kaget mendengar suara kekehan kecil.
Serkan langsung menutup mulutnya ketahuan pria itu.
Alexi mencari handuk dan memakai dengan cepat.
" Siapa disana !" Teriak Alexi kesal.
" Ibu " Panggil Alexi.
" Ayah "
" Byancaaa "
Alexi terus berteriak panik sendiri.
" Ini Kakak " Jawab Serkan tersenyum geli.
" Kak Serkan !" Kata Alexi kaget dan kesal.
" Iya " Jawab Serkan mendekat dan duduk diranjang Alexi.
" Kenapa Kakak gak bersuara !" kata Alexi geram.
" Kakak pengen negur tapi kamu lagi sibuk " Jawab Serkan santai.
__ADS_1
" Haissttt,jangan bilang Kakak udah dari tadi dsini " Tebak Alexi.
" Hm " Jawab Serkan mengulum senyum.
" Haisttt berarti Kakak lihat dong !" Kata Alexi kesal.
" Ya,masih kalah sama Kakak " Kata Serkan tertawa.
Alexi mendengus kesal dan mengambil bajunya lagi.
" Aku kan masih dalam pertumbuhan " Kata Alexi tak mau kalah.
Serkan terus tertawa mendengar adiknya tak mau kalah saing.
Setelah Alexi selesai,Serkan menarik tangan Alexi mendekat.
Lelaki itu membantu merapikan baju Alexi yang berantakan dan celannya yang belum diresleting.
Alexi diam menerima perlakuan Kakaknya..
" Aku cape kayak gini Kak " Ucap Alexi pelan.
" Iya Kakak tau,tapi kamu harus sabar " Jawab Serkan mengambil sisir dan menyisir rambut tebal Alexi.
" Apa aku akan selamanya melihat kegelapan ?" Tanya Alexi nanar.
" Tidak,kamu akan bisa melihat lagi,Kakak janji itu " Jawab Serkan yakin.
" Aku sedih harus nyusahin kalian "
" Gak papa,Kakak gak merasa disusahkan kok,kamu harus kuat " Ujar Serkan menenangkan.
Alexi mengangguk.
" Apa Salsa ada menghubungi Kakak ?" tanya Alexi ragu.
" Untuk apa ?" Tanya Serkan.
Serkan tersenyum mengangguk.
" Tidak " Jawab Serkan berbeda dengan anggukannya.
" Benarkah ?" Tanya Alexi lesu.
" Ya,untuk apa dia bertanya tentang mu,bukankah kalian tidak punya hubungan apapun ?" Goda Serkan.
" Ya aku tau,hanya saja aku pikir dia mungkin ada perduli sedikit " Jawab Alexi.
" Dia tau kau kecelakaan,tapi dia tidak tau kau tidak bisa melihat,dia berangkat hari dimana kamu di rawat " Ujar Serkan.
" Dia benar2 ingin mengejar karier ny " Ucap Alexi sedih.
" Kau masih menyukainya ?" tanya Serkan serius.
" Ntahlah,kadang aku sering memikirkan dirinya,sedikit terbersit penyesalan saat aku menceraikannya dulu " Jawab Alexi jujur.
" Ya,kau melakukan hal yang fatal " Kata Serkan menyetujui.
Alexi mendesah lesu.
" Lalu bagaimana dengan Ayu,Kakak pikir dia gadis yang baik juga " Kata Serkan teringat.
" Hm,dia memang gadis yang baik,aku balikan dengannya tapi sekarang aku mulai ragu kembali " Balas Alexi bimbang.
" Kau masih labil !" Kata Serkan terkekeh
" Ya,aku pikir bukan hanya aku,Kakak juga masih labil " Kata Alexi tersenyum miring.
" Hah kenapa ?" tanya Serkan kaget.
__ADS_1
" Ya,aku dengar Mama Kakak ingin menjodohkan Sifa kepada Kakak " Jawab Alexi.
" Hah kamu tau ?" tanya Serkan.
" Ya,dan Sifa juga bilang kalo dia suka sama Kakak walaupun Kakak aneh " Jawab Alexi tertawa.
Serkan diam,dirinya sangat terkejut mendengar Sifa menyukai dirinya.
" Tapi tenang Kak,aku tidak bilang Kakak sudah punya pacar " Lanjut Alexi terkekeh.
" kenapa tidak bilang ?" tanya Serkan.
" Menurut ku Sifa gadis yang baik,dia juga ramah dan sering bantu ibu didapur kadang ngajarin Byanca juga kalo Byan pulang cepet." Jawab Alexi tenang.
" Kalau Histi pacar Kakak itu,aku kurang srek soalnya dia pencicilan,dulu aku sempat ketemu sama dia,masa iya aku dibilang anak sekolahan " Kata Alexi teringat pertemuannya dengan Histi.
Serkan diam mendengar cerita adiknya yang membandingkan 2 gadis itu.
" Tapi itu terserah Kakak sih,aku cuma beri masukan doang " Kata Alexi merapikan rambutnya dengan tangan.
" iya " Jawab Serkan pelan.
" Hm keluar yuk,udah mau magrib " Ajak Alexi.
" iya,Kakak juga mau mandi " Kata Serkan tersenyum.
Kedua lelaki itu pun keluar kamar.
" Loh Serkan belum mandi ?" tanya Yuni kaget melihat putranya masih berantakan.
" Belum Bu,baru mau " Jawab Serkan malu.
" Ya udah gih sana mandi,ntar dimarahin Ayah mandi malam2 " Ujar Yuni lembut.
Serkan mengangguk dan masuk kekamarnya.
Lelaki itu menghela nafas panjang,pikiran Serkan mulai campur aduk.
" Histi memang pencicilan dan gak bisa diam,tapi aku sayang sama dia " Gumam Serkan duduk diranjang mengusap wajahnya.
" Tapi Mama pasti ingin menantu yang bisa mengurus semua yang aku butuhkan bukan hanya sekedar tampang " Lanjut Serkan terlihat sangat bimbang.
Keyakinan Serkan mulai goyah dengan pilihannya,lelaki itu memang butuh seorang istri yang bisa melayaninya lahir batin apalagi ia bekerja sangat keras dengan pulang dalam keadaan lelah..
" Huh mending aku mandi dulu lah " Kata Serkan bangun dan berjalan kekamar mandi menyegarkan otaknya.
Disebuah rumah seorang gadis baru pulang,Histi berjalan terseret seret merasa sangat lelah membawa tubuhnya sendiri.
Bara sedang menyiram tanaman sekalian anaknya yang berjoget ria dibawah pancuran air.
" Kenapa muka kamu kusut banget ?" Tanya Bara heran.
" Gak papa " Jawab Histi duduk diteras melihat kedua adiknya karoeke dengan baju renang mereka.
" Dah sana mandi sama adik kamu biar Papa mainkan djnya " Ujar Bara terkekeh.
" Ayo Kak sini,sudahi galau mu mari kita dugem bersama " Pekik Salim berjoget layaknya orang mabuk.
Histi mengangguk,gadis itu pun mendekati adiknya,Bara memutar keran kecepatan tinggi dan menyemburkan air dari selang.
Seketika baju Histi basah kuyup disiram Bara.
" Lagi Pa " Teriak Histi kegirangan.
" Oke " Jawab Bara heboh.
Ketiga anak Bara kembali menggoyangkan pinggul,Histi dan Salma goyang gebor,hingga keseruan mereka mendapat teriakan dari ibunya yang menenteng sapu rumah.
Sontak ke 3 anak itu langsung kabur lewat belakang,Bara yang tak bisa kabur lagi langsung mendapat hadiah cantik dari sang istri.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.