
Kini tinggal Histi,Serkan dan Romi yang ada disana.
Suasana masih tegang menyelimuti ketiganya.
" Apa ini Serkan ?" tanya Romi membuka suara.
" Ini bukan salah Dokter Serkan Paman,ini salah aku,aku yang memulai semuanya " Jawab Histi menghadap Romi.
" Paman tidak tau apa yang terjadi kepada kalian " Kata Romi bingung.
" Kami saling mencintai Paman,tolong restui kami " Ucap Histi serius.
" Histi " Tegur Serkan keras.
" Apa itu benar Serkan ?" Tanya Romi.
Serkan diam melihat kearah lain.
" Serkan jawab Ayah !" Ucap Romi geram.
" Iya Ayah " Jawab Serkan menunduk.
Romi sangat terkejut mendengar pengakuan anaknya.
" Jadi kalian memang punya hubungan ?" Tanya Romi tak percaya.
" Sebenarnya tidak,ini perasaan kami masing2 paman,dah sungguh aku dan Dokter Serkan tak melakukan apapun " Kata Histi serius.
" Lalu kenapa kamu ada disini ?" tanya Romi.
" Aku merindukan Dokter Serkan " jawab Histi malu.
Romi menghela nafas menatap kedua manusia beda kelamin tersebut.
" Ayah tidak tau harus berbuat apa,tapi kalian berdua sudah menyakiti hati Bryan,bukan hanya lelaki itu tapi seluruh keluarganya " Ucap Romi tenang.
" Aku akan menanggungnya paman,aku tidak akan membawa nama anak Paman ikut kedalam masalah ku " Balas Histi.
" Kau akan menyeret dia dikehidupan mu Histi " Batin Romi menatap putrnya yang hanya diam.
Sebenarnya Romi sangat kasihan kepada Serkan apalagi anaknya mendapat pukulan dari Bara,hingga membuat wajah tampan putra pertamanya itu terluka.
" Obati Serkan dan pulanglah " Kata Romi berbalik badan.
Lelaki itu ingin melangkah tapi Serkan menahan tangan Romi.
" Maafkan aku Ayah,aku mengecewakan Ayah " Ucap Serkan merasa bersalah.
" Kadang cinta membuat pelakunya menjadi sangat hina Serkan,lakukan yang terbaik " Ucap Romi menepuk pundak anaknya.
Serkan mengangguk,lelaki dewasa itu pun keluar dari apartemen anaknya.
Serkan duduk disofa menutup wajahnya yang terasa nyeri,lelaki itu tidak tau apa yang harus ia lakukan,tapi Serkan sudah jujur kepada Ayahnya bahwa ia pun mencintai gadis itu.
" Ayah mu membawakan ini " Ucap Histi menunjuk rantang makanan.
Serkan menoleh dan menatap nanar rantang berwarna pink tersebut.
" Dari Ibu " Jawab Serkan lemah.
Histi diam menatap wajah sendu lelaki yang ia cintai itu.
" Aku janji akan mengurus semuanya Dok,jangan tinggalkan aku lagi " Ucap Histi memeluk lengan Serkan.
Serkan menatap gadis itu dalam dan menarik Histi dalam pelukannya.
__ADS_1
" Kita akan melakukannya bersama " Balas Serkan mengecup kening gadis itu.
Histi mengangguk dengan senyum haru.
Keduanya bisa menghela nafas lega meski tau jalan mereka setelah ini tidaklah mudah.
Di sebuah rumah seorang pria baru saja pulang.
Bryan terlihat lesu tapi lelaki itu berusaha tenang.
" Bryan " Panggil seorang wanita.
Lelaki itu berhenti melangkah melihat kebelakang.
" Iya Ma " Jawab Bryan lembut.
" Gimana Histi udah ketemu ?" tanya Sinta khawatir.
" Hm " Jawab Bryan berdehem.
" Kenapa wajah kamu lesu ? ada apa ?" tanya Sinta menyelisik wajah putranya.
" Papa mana ?" tanya Bryan lemah.
" Papa lagi sarapan,ayo kesana " Ajak Sinta ramah.
" Hm " Jawab Bryan tersenyum.
Keduanya pun berjalan kearah dapur,terlihat seorang lelaki sedang asik bercanda gurau dengan gadis kecil berkuncir 1.
" Kakak " Panggil bocah itu ramah.
" Gimana Histi udah ketemu ?" Tanya Adelard to the point.
" Pa,Ma " Panggil Bryan melihat keduanya bergantian.
" Iya kenapa ?" tanya Sinta lembut.
Wanita itu merasa ada aura aneh dalam diri anak lelakinya tersebut apalagi Bryan tak semangat seperti biasa.
" Aku dan Histi membatalkan pertunangan " jawab Bryan.
" Apa !" pekik Sinta dan Adelard kaget.
" Kami tidak berjodoh Ma,Pa " Jawab Bryan.
" Tapi kenapa ?" Tanya Sinta heran.
" Aku kurang baik untuk dia " Jawab Bryan tersenyum.
" Apa yang terjadi ?" tanya Adelard tenang.
Bryan menarik nafas,hatinya merasa begitu sakit jika harus menjelaskan semua yang terjadi.
" Ayo gak papa,cerita " Bujuk Sinta lembut.
" Histi selingkuh Ma " jawab Bryan sedih.
" Apa selingkuh ?" tanya Sinta kembali kaget.
" Hm,dia mencintai pria lain dan pagi ini aku dan Om Bara mendapati Histi sedang berada diapartemen lelaki itu " Jawab Bryan lesu.
Sinta dan Adelard sangat terkejut dengan pengakuan anaknya.
" Apa itu benar ?" tanya Adelard tak percaya.
__ADS_1
" Dan Histi memilih lelaki itu didepan ku Pa " Jawab Bryan berkaca kaca.
Adelard menatap putranya iba,lelaki itu tak menyangka Histi tega menyakiti perasaan Bryan yang selama ini berusaha menjadi yang terbaik.
Sinta mengusap punggung anaknya dengan sayang,wanita itu juga merasa sakit hati tapi ia berusaha menahan melihat Adelard memasang wajah datar.
" Nanti Papa bicarakan ini kepada Bara " Jawab Adelard tenang.
" Jangan memperpojok Histi Pa,aku tidak mau gara2 hubungan ku yang kandas,persahabatan yang telah lama terjalin menjadi hancur " Pinta Bryan nanar.
Adelard tersenyum mengangguk.
Lelaki itu sangat bangga dengan putranya yang masih memikirkan orang lain meski ia yang harus terluka.
Bryan benar2 menuruni sifat ibunya yang penyabar dan sikap Adelard yang berani mengambil keputusan.
" Ya udah gak papa,bearti Histi bukan jodoh kamu,jangan sedih,semoga kedepannya kamu bertemu perempuan yang lebih baik dari Histi " Ucap Sinta menenangkan putranya.
" Aku sakit hati Ma,tapi aku gak bisa marah sama Histi dan lelaki itu " kata Bryan memejamkan mata.
" Kenapa gak bisa marah ?" Tanya Ade penasaran.
" Aku menyayangi Histi Pa,dan lelaki itu tadi menyuruh aku tetap bersama Histi " Jawab Bryan.
" Kenapa begitu ?" tanya Sinta bingung.
" Kamu kenal lelaki itu ?" tanya Adelard menyelisik.
" Tidak,tapi aku pernah berpapasan dengannya di Mall,sebenarnya dari sana aku bisa menilai bahwa perubahan Histi sangat terasa " Jawab Bryan mengenang.
" Ya udah,tidak usah dipikirkan lagi,ayo sarapan " Ajak Adelard menyudahi.
Bryan mengangguk,mereka semua pun menikmati sarapan pagi.
" Kakak yang sabar ya,kata Bu ustadzah Rosululullah SAW bersabda : Jika Allah mencintai seorang hamba,maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya,jika dia sabar,maka Allah memilihnya dan jika dia ridho maka Allah menjadikannya pilihan " Ucap Adik Bryan yang telah lama terdiam mendengar curhatan Kakaknya.
Semua orang terdiam mendengar ucapan lembut gadis itu.
Adelard tersenyum haru,ia merasa sangat bahagia anak sekecil itu sudah mengerti artinya sabar dalam segala hal.
" Anak Papa pinter banget sih " Kata Adelard gemas.
Gadis itu tersenyum malu membuat semua orang tertawa.
Bryan menatap adiknya lembut,pria itu merasa malu dengan gadis tersebut jika tadi ia memakai emosi menghadapi Serkan dan Histi.
Siang hari disebuah kantor,seorang pria kedatangan gadis yang ia kenal membawa rantang makanan.
Seketika Alexi menjadi pusat perhatian warga kantor yang melihatnya.
" Cieee dianterin Bebeb makan siang " Ucap receptionist yang berjaga dilantai bawah.
" Hehe " Alexi cengengesan dan langsung melesat berlari keluar.
Terlihat seorang gadis menunggu dipos satpam sambil melihat2 perusahaan tempat Alexi bekerja.
" Gila ini gede banget " Gumam gadis itu takjub.
" Salsa " Teriak Alexi dari kejauhan sambil berlari.
Gadis itu menoleh dan terdiam melihat lelaki itu ngos ngosan didepannya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1