
Riko sangat menikmati masa-masa kebersamaan Citra selama di Korea, Riko merasa ini adalah bulan madu kedua mereka.
Riko kembali mengajak Citra jalan-jalan mengelilingi kota seoul yang belum mereka kunjungi sebelum mereka pulang ke Indonesia sore nanti.
Sebenarnya Riko masih ingin berada di Korea lebih lama, karna dia sudah bersama Citra, tapi karna lusa dia harus bertemu dengan pak Aaric dan minggu depan dia sudah wisuda, makanya dia harus segera kembali ke Jakarta.
Riko mengajak Citra ke mall untuk berbelanja, Citra sangat antusias, satu persatu toko Citra masuki. Riko memberi Citra kebebasan untuk membeli apapun yang dia mau.
Citra terus memilah-milah baju, dan mencocokkan di badannya. Riko kemudian memilihkan Citra beberapa pakaian setelah itu dia menyuruh Citra untuk mencobanya 1 persatu.
Citra mencoba pakaian itu 1 persatu dan meminta pendapat Riko, dan Riko terus memuji pakaian itu di tubuh Citra.
"Ini gimana kak?" tanya Citra sambil berpose di depan Riko.
"Cantik, aku suka." ucap Riko memuji Citra.
"Tapi, aku ngga suka,, aku ngga suka pita yang di pinggangnya." ucap Citra.
"Ya udah ganti lagi." ucap Riko bersabar.
Citra kembali masuk ke dalam ruang ganti, beberapa menit kemudian Citrapun keluar. dan kembali berpose di depan Riko.
Riko terus memuji Citra setiap dia meminta pendapatnya, karna memang Citra selalu cantik dan Riko selalu merasa semuanya cocok di badan Citra dan terlihat cantik di mata Riko.
Setelah membeli beberapa pakaian untuk dirinya dan Riko, Citra kemudian mencari sesuatu untuk dia berikan kepada teman-teman dan orang tuanya.
Riko terus menemani Citra berkeliling di dalam mall selama 1 jam lebih,, Riko sama sekali tidak mengeluh karna dia melihat Citra sangat antusias dan sangat senang, bagi Riko yang paling utama adalah kebahagiaan istrinya.
__ADS_1
Semua wanita yang melihat Riko menemani Citra berbelanja, merasa cemburu karna Riko tetap sabar menemani Citra dan membawa semua belanjaan Citra. Termasuk pegawai yang melayani mereka.
Banyak wanita yang ber'angan-angan menjadi Citra.
Setelah berkeliling, Riko pun mengajak Citra masuk ke sebuah restoran yang ada di dalam. mall.
Setelah menemukan bangku kosong, Riko kemudian menarik kursi untuk Citra dan mempersilahkan Citra duduk.
"Makasih sayang." ucap Citra lembut lalu tersenyum manis kepada Riko, Rikopun membalas senyuman istrinya yang sangat manis itu.
"Ya udah kamu tunggu disini yah,, aku kesana dulu." ucap Riko lalu meninggalkan Citra.
Riko kemudian menuju receptionis restoran untuk memesan ice cream rasa coklat kesukaan Citra, sekaligus memesan makanan untuk mereka, sambil menunggu Riko terus mengawasi istrinya, terlihat Citra sedang mengurut betisnya karna pegal.
Riko kemudian merasa kasihan dengan Citra, karna mungkin itu efek dari berjalan terus menerus, karna memang Citra kemarin sudah seharian berkeliling di gedung wahana dan sekarang dia juga berkeliling di mall.
Pelayan itu kemudian membawa pesanan ice cream coklat Riko.
"Hmm." gumam Riko cuek.
Pelayan itu sedikit kesal dengan respon Riko yang cuek, dia kemudian hendak beranjak meninggalkan Riko, tapi Riko menahannya.
"Bisa ambilkan saya air dingin, dan simpan dalam wadah beserta dengan handuk, lalu kemudian bawa ke meja saya" ucap Riko datar. pelayan itu hanya mengangguk mengiyakan permintaan Riko.
Pelayan itu penasaran dengan permintaan Riko yang menyuruhnya untuk mengambilkannya air dingin dan handuk, tapi dia tidak mau mengecewakan pelanggannya,, dia segera mengambilkan air dingin beserta handuk untuk Riko.
Riko kemudian berjalan ke arah Citra dengan ice cream di tangannya, Citra kemudian tersenyum melihat apa yang di bawa oleh suaminya.
__ADS_1
Riko paling senang melihat senyuman Citra, Riko kemudian meletakkan ice cream itu di depan Citra, tanpa pikir panjang Citra pun menyantap ice creamnya dengan lahap, karna memang dia sudah sangat haus.
Riko kemudian menatap kaki Citra yang sudah lecet karena bekas sepatu yang dia pakai.
Tidak lama kemudian pelayan itu pun datang membawa pesanan Riko.
"Ini pak." ucap pelayan itu menyerahkan wadah yang berisi air dingin beserta dengan kompres.
Riko kemudian mengambil wadah itu lalu berjongkok di deoan Citra dan meletakkan wadah itu di dekat kaki Citra. Citra terkejut melihat Riko berjongkok di depannya. Pelayan itu juga terkejut melihat tingkah Riko.
Riko mengompres kaki Citra pelan-pelan.
"Kak Riko lagi ngapain, kaki aku ngga ppa kok kak." ucap Citra merasa canggung karna sudah di liati banyak orang.
"Udah kamu diam aja." ucap Riko sambil terus mengompres kaki Citra.
Semua wanita di dalam restoran menatap mereka dengan iri, karena Riko sangat perhatian dengan Citra. Begitupun pelayan itu dia tidak menyangka orang secuek Riko bisa sangat perhatian dengan wanita ini. pikirnya.
Setelah beberapa menit mengompres dan memijat kaki Citra. Riko kemudian Menatap Citra.
"Gimana sekarang, apa sudah lebih baik?" tanya Riko masih berjongkok di depan Citra. Citra kemudian mengagguk tanda merasa sudah lebih baik. Rikopun tersenyum melihat istrinya jauh lebih baik.
Riko pun menyerahkan wadah itu kepada pelayan itu dengan wajah datarnya.
"Tadi, di depan wanita ini dia begitu manis,, kenapa di depan aku,, tidak ada ekspresinya." gerutu pelayan itu kesal.
"Kenapa kamu masih disitu." ketus Riko kepada pelayan itu, yang masih melamun di samping mereka.
__ADS_1
"Maaf pak.. kalau begitu saya permisi." ucap pelayan itu kemudian meninggalkan mereka.
Setelah ice cream Citra habis, datanglah pesanan mereka, menu special dari restoran tersebut. Setelah semuanya terhidang merekapun menyantap makanan itu.