Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
337


__ADS_3

Lutfia mengobrol panjang di teras bersama orang tua Winda,perempuan itu terlihat sangat tenang menanggapi banyak pertanyaan dari Sindi.


Diambang pintu Winda terlihat sangat pucat gadis itu takut Mamanya akan marah mengetahui dirinya tak bersama Jonathan lagi,malah bersama orang asing.


" Iya Mba,nanti anak saya bakal anter Winda pulang dengan selamat " Ucap Lutfia tersenyum.


" ....."


" Iya,sama2 " Ucap Lutfia ramah.


Tut.


Panggilan terputus,wanita itu menoleh kebelakang dan mendapati Winda menatapnya nanar.


" Gak usah panik,Mama kamu ngerti disana juga hujan " Ucap Lutfia memberi hape Winda.


" Apa Mama marah ?" tanya Winda takut.


" Gak kok cuma tadi khawatir aja karna kondisi kamu " jawab Lutfia.


Winda menunduk dalam,gadis itu sudah menebak bahwa perempuan dengan rambut sebahu itu mengetahui sakitnya.


" Oh iya apa kamu sudah makan ?" tanya Lutfia mendekat.


" Udah " jawab Winda menunduk.


Samuel diam memainkan ponselnya di sofa ruang tamu,lelaki itu terlihat sangat dingin.


" Ayo ikut Tante kedapur,kamu pasti lapar bangun tidur " Ajak Lutfia memegang tangan Winda.


Deg..


Lutfia terdiam merasai tangan Winda dingin.


" Kamu kenapa ?" tanya Lutfia kaget.


Samuel mendongak mendengar suara ibunya.


" Gak papa Te " Jawab Winda menarik pelan tangannya.


" Sam bikinin teh hangat tawar " Ucap Lutfia tegas.


" iya Ma " Jawab Samuel mengangguk dan bangkit dari duduknya


" Ayo sini " Ajak lutfia mendudukan Winda dikursi.


" Maaf " Ucap Winda gemeteran.


" Gak papa,apa ada yang sakit ?" tanya Lutfia lembut.


Winda menggeleng,hingga bunyi suara motor terdengar.


Lutfia bangun dan berjalan cepat keluar.


" Loh Mas kok hujan2an ?" tanya Lutfia kaget melihat suaminya basah kuyup.


" Iya,tadi cape nunggu hujan gak pake berenti " Jawab Rafael membuka helm nya.


Lutfia dengan cepat mengambil handuk di gantungan dan memberikan ke suaminya.


Rafael menerima dan mulai membersihkan sisa air hujan.


" Apa ada orang ?" tanya Rafael melihat sandal asing dirumahnya.


" Iya ada temennya Sam " Jawab Lutfia membuka kemeja suaminya.


" Siapa ? Naya ?" tanya Rafael.


" Bukan " Jawab Lutfia membawa baju kotor Rafael kedalam rumah.


Lelaki dengan telanjang dada itu pun ikut masuk dan kaget melihat Winda duduk tenang memainkan tangannya.


Rafael mengernyit melihat gadis asing itu.


" Halo Om " Sapa Winda canggung.


" Iya,saya kedalam dulu " Ucap Rafael merapatkan handuk ke tubuhnya.


Winda mengangguk,lelaki itu melesat mengejar istrinya masuk kamar.


Samuel datang dengan segelas teh hangat.


" Minumlah " ucap lelaki itu tenang.


" Maaf merepotkan " Kata Winda tak enak hati.


" No problem " jawab Samuel cuek dan kembali mengambil hapenya.


Winda diam mengambil teh hangat itu dan minum sedikit.

__ADS_1


Perasaan Winda campur aduk,gadis itu merasa sangat malu dan canggung.


Hening...


tak ada suara apapun diantara mereka berdua.


Drt drt...


Hape Winda kembali berdering,gadis itu melihat nama dilayar dan menelan ludah kasar..


" Duh Alexi nelfon lagi " Gumam Winda pelan.


Samuel melirik gadis itu sebentar lalu fokus lagi dengan hapenya.


" Halo " Sapa Winda pelan.


" Halo Win,aku vc ya " Ucap Alexi langsung.


" Hah jangan " tolak Winda kaget.


" kenapa ?" tanya Alexi.


Tak urung Alexi meminta panggilan Vidio.


Winda melihat Samuel,lelaki itu masih sibuk dengan hapenya sendiri.


" Huuftt " Winda menarik nafas dan menerima panggilan.


Terlihat wajah Alexi memenuhi layar.


Lelaki itu terlihat sedang bekerja dengan tali tanda pengenal dilehernya.


" Kamu lagi dimana ?" Tanya Alexi santai.


" Hm diluar " Jawab Winda pelan.


" Luar mana ?" tanya Alexi kepo.


" Luar rumah " Jawab Winda bingung.


" Ya tau luar rumah tapi dimana nya ?" tanya Alexi gemas.


Winda diam dan kembali melihat Samuel,kali ini keduanya saling bertatapan sebelum Samuel membuang muka lagi..


" Hm di..." Ucap Winda mengalihkan kamera.


" Shutt diem Lex " Kata Winda kelabakan.


Alexi terlihat sangat terkejut melihat lelaki yang asing baginya.


" Itu sodara yang kamu bilang ?" Tanya Alexi.


" Bukan " Jawab Winda lirih.


" Terus siapa pacar kamu ?" Tanya Alexi penuh selidik.


" Bukan " Jawab Winda seketika panik.


Alexi diam,lelaki itu minta diarahkan lagi kamera kearah Samuel.


Samuel yang tau langsung bangun dan berlalu pergi.


" Kamu sih,dia jadi marah " Kata Winda gemas.


" Kan cuma mau lihat mukanya doang,siapa tau dia penjahat " Kata Alexi ngeri.


" Penjahat ?" Ucap seseorang dari belakang.


Winda menoleh dan langsung mematikan panggilan.


Terlihat sepasang suami istri berjalan kearahnya.


" Gawat " Batin Winda ketakutan.


Lutfia dan Rafael duduk disofa panjang menatap Winda.


" Kamu lagi telfonan ?" Tanya Lutfia.


" I ya Te " Jawab Winda gugup.


Rafael memperhatikan gadis itu dalam,pria tersebut merasa belum pernah melihat Winda sebelumnya.


" Kamu pacar Sam ?" Tanya Rafael tenang.


" Hah bukan " Jawab Winda melotot.


Rafael memasang wajah datarnya dan melihat sang istri.


" Panggil Samuel,kenapa dia bersembunyi dikamar kek anak perawan ?" tanya Rafael heran.

__ADS_1


" Hah " Pekik Winda seketika ingin tertawa.


Lutfia menampar gemas lengan suaminya yang asal bicara.


" Dia perjaka lah bukan perawan " Kata Lutfia terkekeh.


" Gak yakin aku anak kamu itu masih perjaka " Kata Rafael tenang


" Ehhh " Pekik Lutfia terbelakak.


Glek...


Winda menelan ludah kasar,gadis itu sangat syok dengan ucapan prontal pria yang ia tebak sebagai Ayahnya Samuel.


Pria yang dimaksud pun datang dengan wajah super datar.


" Punya masalah hidup apa Sam ?" tanya Rafael menatap putranya.


" Gak ada " jawab Samuel tenang.


Lutfia kembali menampar Rafael,Winda menunduk menahan tawa.


" Maaf ya Win,Papa nya Samuel suka bercanda " Kata Lutfia tak enak.


" Iya Te " Jawab Winda tersenyum canggung.


Samuel masih datar menatap gadis itu sebentar.


Rafael menghela nafas panjang sebelum akhirnya mencecar Winda dengan banyak pertanyaan.


Ditempat lain,seorang perempuan datang kesalah satu dokter yang ada dikampung,kebetulan perempuan itu tak ada ajakan para petani untuk memanen hasil kebun,karna bosan Histi pun melesat berniat jalan2.


Saat akan masuk kerumah,wanita itu dihadang seorang bocah kecil yang sedang menggambar diambang pintu


" Mama mu ada gak ?" tanya Histi.


" Mama ?" tanya bocah itu mengernyit.


" Iya " Jawab Histi mengangguk.


" Aku gak punya Mama,aku cuma punya Bunda " Jawab bocah itu polos.


" Hah " Pekik Histi kaget.


Perempuan itu menggaruk kepala,Histi bingung dirinya yang salah atau bocah itu yang bodoh.


" Ya udah Bunda mu ada gak ?" tanya Histi mengulang.


" Ada " Jawab bocah itu tersenyum.


Histi terkekeh geli,memang pertanyaannya yang salah pikir perempuan itu.


" Tante masuk ya " kata Histi melewati bocah itu tanpa menunggu jawaban.


Bocah lelaki itu menatap Histi sebentar lalu kembali menggambar.


Histi masuk kedalam dan mendapati seorang wanita sedang memasak.


" Mba " panggil Histi ramah.


Wanita yang dipanggil pun menoleh dan tersenyum melihat perempuan sengklek itu.


" Ada apa His ?" Tanya perempuan bernama Andin.


" Mba ngerasa aku gendut gak sih ?" tanya Histi berkacak pinggang.


Andin kaget dan memperhatikan penampilan Histi.


Perempuan dengan celana sebetis dan kaos oblong itu terlihat seperti anak kampung lainnya,tak ada yang tau bahwa Histi keturunan darah biru dikota.


" Iya sih,lagi ngisi ya ?" tanya Andin.


" Hah isi apa ?" Tanya Histi kaget


" Apalagi kalo bukan berudu suami mu " Jawab Andin terkekeh.


" Hah " Pekik Histi terbelalak.


" Pasti kamu gak ngecek ya ?" tebak Andin.


"Ngecek kemana ? Gak ada jual testpack disini " Jawab Histi masih dengan wajah syok.


" Ikut aku " Ajak Andin menarik tangan Histi.


Perempuan itu menurut dan mengikuti langkah Andin yang akan membawanya ke dunia lain.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2