
Sepasang suami istri menganga lebar melihat sebuah mobil dengan muatan penuh berhenti didepan rumahnya.
2 orang pria turun dari pintu depan dan tersenyum hangat.
" Assalamualaikum " Sapa kedua lelaki itu sopan.
" Waalaikumsalam " Jawab Histi dan Serkan bersamaan.
" Pak apa ini ?" Tanya Histi bingung.
" Oleh2 Neng dari kota " Jawab Bapak Sania tersenyum.
" Hah dari orang tua kami ?" Tanya Serkan.
" Iya " Jawab Supir.
" Astaga Yankk " kata Serkan melotot.
" Keluarin semuanya " Kata Bapak Sania kepada supir.
Lelaki itu mengangguk dan mulai mengeluarkan semua barang.
Terlihat ada ranjang bayi,kasur lipat bak mandi,mainan umur 1 tahun hingga sepeda elektrik,selusin baju tidur kecil hingga besar beserta cd dan kaos dalam.
" Yank ini kita disuruh dagang apa gimana ?" tanya Serkan masih tak percaya.
Histi tersenyum geli melihat wajah syok suaminya.
" Gak papa Yank biar kita gak ngeluarin biaya banyak " Kata Histi terkekeh.
" Masalahnya rumah kita gak muat Yank buat nampung " Kata Serkan ngeri.
" Tenang Dok,kalo gak muat nanti saya bikinin gudang disebelah rumah " Kata bapak Sania tersenyum.
" Gudang ?" Ulang Histi dan Serkan terkejut.
" Iya,dananya udah masuk ke saya jadi tenang saja " Jawab bapak Sania malu.
" Astaga aku sekarang berasa mimpi Yank,kita kaya mendadak " Kata Histi girang.
Serkan tertawa geli begitu si supir dan bapak Sania.
" Aku bikinin kopi dulu Yank " Kata Histi bangun dan mengambil 1 topeng di kardus lalu memasangkan ke wajah sang bayi yang sedang tidur dilengan Serkan.
Serkan tak ngeh,Histi terkikik sendiri lalu melesat kabur.
Serkan masih melihat sang supir mengerjakan tugas.
" Ehh anak ku kenapa ?" Pekik Serkan syok saat melihat wajah sang anak berubah jadi hulk.
Pria itu dengan cepat menyingkirkan topeng dan mendekap anaknya.
" Sialan si Histi bikin aku jantungan aja " Umpat Serkan kepada pelaku penjahilan.
Setelah semua barang selesai dan meleber kemana2,pasangan itu masuk.
Rumah mereka yang tadinya tak berisi apapun,kini penuh dan sesak.
" Sutar sayang lihat nih kamu ada mainan baru dari Opa sama Oma " Kata Histi menunjukkan 1 mainan kepada putranya.
Sutar melihat dan tersenyum malu.
" Uluh2 anak Mama malu ya,uhhh gemesin banget sih " kata Histi gemas.
" Yank ini lampunya kita pake satu aja ya " Kata Serkan sibuk dengan lusinan lampu cas.
__ADS_1
" Iya Yank,terserah mau pake apa yang penting aku bisa lihat Sutar " Kata Histi tersenyum.
Serkan ikut tersenyum dan bangkit menempelkan lampu cas ke dinding rumah.
Sekali di tes sontak membuat pasangan itu kaget,sudah lama tak melihat lampu membuat keduanya udik dengan cahaya terang.
" Waah Yank ini mah bisa satu kampung terangnya " kata Histi takjub.
" Iya Yank,lampunya bagus,sampe dapur juga terlihat loh " Kata Serkan tak percaya.
" Iya nanti kasih 1 ya buat Sania,kasihan dia sama Abangnya belajar gelap2an " Kata Histi teringat akan bocah kecil itu.
" Iya,kadang aku suka sedih kalo dia ngaji main raba " kata Serkan mengingat.
Histi mengangguk,Sania sudah dianggap seperti anak sendiri,bocah kecil itu sangat dibutuhkan.
" Oh iya,aku masak dulu kamu belum makan " kata Serkan teringat.
" Iya aku pengen makan indomie Yank " kata Histi semangat.
" Iya tapi gak boleh sering2 ya,aku harus tau jadwal kamu makan itu dan kamu gak boleh bohongin aku !" Kata Serkan tegas.
" Iyaaa sayanggg " Balas Histi gemas.
" Aku bakal hitung stoknya dan kamu tidak akan bisa membodohi aku dengan bilang Sania yang makan " Kata Serkan tersenyum miring.
" Dasar licik " Cibir Histi kesal.
" Hahaha " Serkan tertawa puas dan membawa 2 bungkus mie kebelakang.
" Ck,kalo gini mana bisa aku makan puas " Gerutu Histi kesal.
Memang sejak hamil dan melahirkan Serkan begitu menjaga gizinya,lelaki tersebut tak mau sang anak menerima asupan sembarangan meski Histi kadang suka membangkang tanpa sepengetahuan Serkan.
Menjelang sore,pintu rumah pasangan itu diketuk dari luar.
Pintu terbuka sedikit dan muncullah sebuah kepala melihat kiri kanan.
Histi yang sedang menyusui anaknya mengernyit heran melihat bocah itu celingak celinguk.
" Kenapa masih diam,mau diculik hantu ?" Tanya Histi gemas.
" Gak mau Te " Jawab Sania bergegas masuk.
" Uhhh dingin " Kata Sania memeluk tubuhnya.
" Kamu darimana ?" tanya Serkan keluar kamar.
" Habis pulang ngerja pr Om " Jawab Sania duduk didepan Histi.
" Et et tangannya " Tegur Histi melihat tangan Sania mendekati wajah sang anak.
" Hehe belum cuci Te " Kata Sania cengengesan.
" Dah sana cuci ntar diplototin bapaknya " Kata Histi tenang.
Sania mengangguk dan melesat berlari melewati Serkan.
Pasangan itu menahan tawa,Sania begitu lucu dan menggemaskan.
Serkan tak risih jika bocah itu selalu mengitari rumahnya setiap hari.
" Ambil snack buat dia Yank " Kata Histi melepas sang anak yang sudah kekenyangan.
Serkan mengangguk dan masuk lagi kedalam kamar.
__ADS_1
Sania mencuci bersih muka kaki tangan bahkan memutuskan untuk mandi disana juga.
" Sekalian lah biar kumannya minggat " Gumam Sania tersenyum cerah.
" Mana tuh bocah lama banget " kata Histi heran.
" Kayaknya dia mandi deh Yank " kata Serkan sambil makan.
" Kebiasaan deh,disuruh cuci 1 eh malah cuci semua haha " kata Histi tertawa renyah.
" Ommmmm tolong handukkk " Pekik Sania dari dapur.
" Tuh kan Yank,apa aku bilang " Kata Serkan tertawa.
" Dah cepetan ntar masuk angin lagi " kata Histi terkekeh.
Serkan bangun dan mengambil handuk istrinya membawa kedapur.
" Hehehe makasih Om " Kata Sania cengengesan didepan Serkan hanya menampilkan kepala saja.
" Hm,cepetan ganti baju " Kata Serkan malas.
Sania mengangguk dan menutup pintu kamar mandi lagi.
Tak lama bocah itu kembali dengan wajah segar rambut basah.
" Sini aku pasangin bedak " kata Histi melambaikan tangan.
Sania mengangguk dan duduk didepan perempuan itu.
" Hay adik Sutar apa kabar ? kangen Kakak gak ?" Tanya Sania melihat bayi mungil itu.
" Ga " Jawab Serkan.
" Ihh kok Om yang jawab sih " Kata Sania kesal.
" Diem napa " kata Histi menoleh pipi gadis itu kearahnya.
Sania kembali diam memejamkan mata didandani Histi.
Setelah wangi dan bersih,bocah itu mulai menganjak Sutar bermain.
" Waah mainannya banyak banget " Kata Sania heboh melihat Serkan mengeluarkan beberapa mainan bayi.
" Kalo gini caranya aku bakal betah Om " kata Sania tersenyum.
" Hm main aja " Kata Serkan tersenyum kecil.
" Te angkat aku jadi putri mu " kata Sania memegang tangan Histi.
" Ogah ngabisin beras " Kata Histi menepak tangan bocah itu.
Sania memesang wajah melas dan terluka membuat Histi malah menjitaknya.
" Awas ya nanti cari2 aku " Kata Sania merajuk.
" Gak penting " kata Histi sombong.
" Lihat aja ntar,Sutar aku bawa kabur hohoho " kata Sania tertawa jahat.
Serkan tertawa geli sedangkan Histi melototkan matanya..
Mereka hidup rukun bersama,malam ini Sania memutuskan untuk tidur dirumah pasangan itu mumpung banyak mainan dan makanan tentunya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya