Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
123


__ADS_3

Seorang gadis cantik baru saja mendarat disebuah rumah minimalis klasik bercat abu.


Gadis itu terlihat bersemangat mengeluarkan tas yang ia sangkut di motor.


" Semoga Dokter Serkan ada disini " Gumam gadis itu pelan.


Dengan keberanian super gadis itu pun melangkah masuk ke pekarangan rumah.


Tok tok.


Histi mengetuk pintu rumah.


Hening...


Tak ada jawaban.


Tok tok..


Histi mencoba lagi hingga beberapa kali.


" Apa gak ada orang ya ?" Gumam Histi ragu.


Tok..ceklek...


Pintu rumah terbuka,keluar lah seorang wanita dengan handuk dikepala.


" Assalamualaikum Bibi " Sapa Histi tersenyum hangat.


" Histi " Kata Yuni kaget melihat gadis dengan celana kulot kekinian serta kemeja bunga itu berada didepan rumahnya.


" Apa kabar Bi ?" Tanya Histi menyalami wanita itu.


" Baik,tumben kesini ?" Tanya Yuni bingung.


" Hehe iya Bi " Jawab gadis itu malu.


" Alexi nya gak ada dirumah His,dia tinggal diluar kota " Kata Yuni tersenyum.


" Hah,siapa Alexi ?" tanya Histi bingung.


" Kamu kesini nyariin anak bujang Bibi si Alexi kan ?" Tanya Yuni.


" Bukan Bi,aku cari yang satunya lagi " Jawab Histi malu.


" Siapa ? Serkan ?" tanya Yuni mengingat.


Histi mengangguk cepat.


" Hah kenapa dengan Serkan ?" tanya Yuni bingung.


" Nanti aku jelasin Bi hehe " Jawab Histi menggaruk kepalanya malu.


" Oh iya,ya udah yuk masuk dulu " Kata Yuni membuka lebar pintu rumahnya.


Histi pun masuk membawa kotak besar tsb.


" Kamu tau rumah Bibi dari siapa ?" tanya Yuni saat duduk disofa.


" Dari Papa " jawab Histi tersenyum.


Yuni ber Oh ria,perempuan itu masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Suatu hal yang luar biasa anak pertama sultan itu main kerumah mereka pikir Yuni.


" Em ini apa ?" tanya Yuni menunjuk kotak.


" Kue ulang tahun Bi,Dokter Serkan ada gak ?" tanya Histi.


" Hah ulang tahun ?" Tanya Yuni melotot.


" Iya Bi,hari ini Dokter Serkan ulang tahun hehe rencananya aku mau kasih supries " Jawab Histi jujur.


Deg...


Yuni terdiam,sudah dewasa anaknya mereka sekali pun tak pernah merayakan hari ulang tahun Serkan sedangkan Alexi dan Byanca pernah meski tak setiap tahun.


" Bi " Panggil Histi heran melihat Yuni diam


" Hah iya " jawab Yuni tersentak.


" Bibi gak tau ini hari ulang tahun Dokter ?" tanya Histi.


" em tau kok,cuma tadi lupa aja " Jawab Yuni ngeles.

__ADS_1


" Aku bahkan gak tau ini tanggal berapa " Batin Yuni merasa bodoh.


" Hm,Serkan ada dikamar dia lagi tidur " Kata Yuni memecahkan kecanggungan.


" Boleh aku kasih supries ?" Tanya Histi berharap.


" Biasanya dia tidak suka diganggu saat istirahat " Jawab Yuni hati2.


" Aku ingin membuatnya kesal Bi " Jawab Histi tersenyum.


" Dia galak kalo marah,,Bibi aja ngak berani " Kata Yuni ngeri.


Histi kembali tersenyum,gadis itu pun membuka kotak dan mengeluarkan isinya.


" Wahhh bagus banget " kata Yuni takjub melihat kue dengan hiasan tersebut.


" Hm boleh pinjem korek ?" tanya Histi tak enak.


" Bentar " Kata Yuni berjalan ke arah kamarny mencari korek sang suami.


Histi berusaha menenangkan hatinya yang mulai deg degan.


Meski dulu pernah melakukan ini dengan Bryan tapi Histi merasa kali ini berbeda.


Histi tidak tau bagaimana respon lelaki pendiam itu,Serkan merupakan sebuah tantangan berat untuk Histi tempuh tapi ia yakin bahwa hanya dengan lelaki itu ia bisa bahagia dengan pilihannya sendiri,Histi benar2 sudah menekad bulatkan keinginannya meski nanti hasil tak sesuai harapan.


" Aku masuk ya Bi " Ucap Histi saat pintu kamar lelaki itu terbuka.


Gadis itu langsung disambut dengan nuansa gelap gulita meski hari siang diluar,semua gorden ditutup,aura dingin Ac pun begitu terasa.


" Hati2,Serkan selalu tidur dalam gelap " Kata Yuni khawatir gadis itu tersandung.


Histi mengangguk,beruntung ada sinar lilin yang menerangi jalannya.


Histi berjalan mengendap,terlihat seorang pria bergelung selimut berwarna putih tertidur tanpa suara.


Gadis itu duduk dipinggir ranjang menaruh kue dinakas.


" Dokter " Panggil Histi pelan.


Hening...


Tak ada jawaban,Histi menatap lelaki itu terlihat Serkan tidur sangat nyenyak..


" Ehh apa yang aku pikirkan,fokus Histi,nanti dulu nikah2an,udah janji sama Papa " ucap Histi menggelengkan kepalanya.


Gadis itu membangunkan Serkan lagi hingga lenguhan terdengar dan lelaki itu bergerak perlahan.


Histi merapikan anak rambut Serkan yang menutupi kening.


" Tampan sekali kekasih ku ini " Gumam Histi terkekeh.


" Eghhhhhhh....." Lelaki itu melenguh dan perlahan membuka matanya.


" Aakhh siapa kamu ?" teriak Serkan kaget melihat seseorang berada didekatnya.


" Tenang2,aku Histi Dok " Jawab Histi langsung kelabakan melihat Serkan akan memukulnya.


" Hah " Pekik Serkan terkejut.


Pria itu mengusap matanya cepat.


" Histi " Kata Serkan syok.


" Hehe iya,jangan dipukul " Kata Histi gemas.


" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Serkan mengusap rambutnya.


" Ganteng banget sih Dok,,gimana aku gak tergila2 coba lihat beginian " Kata Histi takjub.


Serkan menggaruk lehernya gatal mendengar gombalan gadis itu.


" Oh iya,happy bithday " Pekik Histi ceria seraya menunjuk kue dengan lilin yang hampir habis.


" Hah " Kata Serkan terkejut.


Wajah lelaki itu terlihat sembab tapi tak menyurutkan aura positif disana.


" Sebu lilinnya dulu " Kata Histi cepat.


" Tapi..


" Cepetan Dok " rengek Histi.

__ADS_1


Serkan diam dan mulai menyebu lilin.


Seketika ruangan menjadi gelap gulita.


" Dok dokter dimana ?" Tanya Histi meraba2 depan.


Tep...


Lampu kuning menyala dari sisi lelaki itu.


" Hehehe ini baru keliatan " Kata Histi cengengesan.


" Minggir dulu saya mau lewat " Kata Serkan membuka selimut.


Histi pun menyingkir memberi jalan lelaki itu.


Serkan pergi kekamar mandi tanpa suara.


Histi masih menunggu disana sambil melihat kamar lelaki itu.


Sangat rapi dan wangi membuat gadis itu merasa betah disana.


Tak lama Serkan kembali lagi dengan rambut sedikit basah dan wajah sembab.


" Ayo keluar " Ajak Serkan membuka pintu.


Histi mengangguk,respon Serkan sangat biasa membuat gadis itu sedikit kecewa,tapi apa boleh buat ia tak bisa berexpetasi tinggi dengan pria dingin tersebut.


Serkan berjalan kedapur dan mendapati ibunya sedang menyiapkan teh dan kue.


" Bu " Panggil Serkan.


" hm " Jawab Yuni tersenyum.


" Selamat ulang tahun anak Ibu " Ucap Yuni merasa malu.


" Hehehe iya,makasih " jawab Serkan ikut malu.


" Maaf ya gak bisa kasih kue ultah " Kta Yuni mengkrucut.


" Gak papa,udah tua juga " Kata Serkan terkekeh.


" Gih sana rayain sama Histi,kamu hutang penjelasan sama ibu " Kata Yuni tenang.


Serkan mengangguk pelan tau kemana arah pembicaraan.


Lelaki itu pun mendekati Histi yang duduk disofa rumahnya.


" Kapan datang ?" Tanya Serkan menaruh gelas air diatas meja.


Histi mengambil gelas itu dan meminumnya membuat Serkan terkejut.


" Itu bekas saya Histi " Kata Serkan syok.


" Tadi " Jawab Histi tanpa menjawab pertanyaan kedua.


Serkan menghela nafas dan mentoel kepala gadis itu gemas.


Histi tertawa dan memeluk cepat lelaki itu.


" Aku kangen tau " Kata Histi mendongak.


Serkan menggeleng pelan seraya mengacak gemas rambut gadis itu.


" Dah sana,nyosor mulu " Cibir Serkan mengambil lagi gelas minumnya dan menandas hingga habis.


" Dokter juga " Balas Histi mengkrucut.


Byurrrrr....


Serkan langsung menyembur dengan jawaban telak gadis itu.


Lelaki itu langsung menbekap mulut Histi yang akan bicara asal apalagi disana ada Yuni yang diam2 mendengar.


" Bibieo anak bibieo hmmmmmp " Pekik Histi berteriak.


" Diem " Kata Serkan kesal.


Histi tertawa ngakak dalam hati melihat wajah panik Serkan yang takut ketahuan ibunya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2