
Wajah Romi berubah merah merona,lelaki itu malu bukan main saat dirinya tercidyuk didandani kedua cucunya yg tidak tau kondisi.
Alexi dan Serkan memilih bersembunyi dikamar takut2 nanti mereka salah ucap dan malah mempermalukan Ayahnya.
" Yank,ngapain kamu ikut disini ?" Tanya Serkan melihat Histi berbaring baring diranjang.
" Mager Yank " Jawab Histi menoleh.
" Ada tamu loh didepan,gak enak diliatin " Kata Serkan seraya mengusap rambutnya dengan handuk.
" Nanti lah Yank,aku ini cape " Balas Histi kesal.
" Emang cape ngapain sih ?" Tanya Serkan gemas.
" Tadi habis nganterin Sutar daftar Tk,terus ketemu sama temen sekolah " Jawab Histi ketus.
" Terus ?" Tanya Serkan lagi.
" Ya mereka semua nganjakin aku liburan Yank " jawab Histi mengkrucut.
" Terus ?"
" Ck aku mana bisa lah,kan udah nikah " Jawab Histi heran.
" Apa hubungannya ?" Tanya Serkan bingung.
" Ya ada dong,masa iya aku liburan sendiri gak ajak kalian "
" Kan bisa ajak Sutar " Jawab Serkan terkekeh.
" Ck,iya kamu nya dianggurin,nanti ketahuan sama Mama aku diceramah habis2an,beritanya nyebar kerumah besar terus aku dihujat 1 kampung " Balas Histi mengkrucut.
" Hahahahahahqhq " Serkan tertawa ngakak melihat wajah kesal istrinya.
" Terus kamu nyesel gitu udah nikah muda ?" tanya Serkan mengangkat sebelah alis.
" Ya gak juga,kan aku yg minta kawin " Jawab Histi terkekeh.
" Tuh sadar diri " Kata Serkan tersenyum.
" Udah ah gak usah bahas itu lagi,aku gak jadi liburan takut kepincut sama mantan " Kata Histi bangun.
" Ada mantan juga ?" tanya Serkan melotot.
" Iya hehe,makanya aku ragu mana tadi dia deket banget sama Sutar " Jawab Histi mulai jahil.
" Apa !" Pekik Serkan melotot.
" Tau gak Yank tadi tuu....
" Stoooopppp !" Pekik Serkan menutup telinganya.
" Kenapa ?" Tanya Histi memasang wajah polos.
" Gak usah bahas mantan lagi,aku gak suka " Jawab Serkan kesal.
" Cieee cemburu yaaa " Goda Histi terkekeh.
" Ck,siapa yg cemburu,aku gak mau ngabisin waktu bahas begituan " Kata Serkan mengelak.
Histi mengulum senyum kecil,hatinya begitu bahagia saat Serkan mulai menampakkan aura2 judes jika membicarakan orang lain.
__ADS_1
" Oh iya,minggu depan para dokter dikampung Sania pada balik " Kata Serkan teringat.
" Sania ?" Ulang Histi kaget.
" Ya,mau titip sesuatu gak ?" Tanya Serkan duduk disebelah Histi
" Mereka udah pada selesai ?" tanya Histi semangat.
" Belum,tapi dikasih waktu ketemu keluarga 1 minggu habis itu balik lagi " Jawab Serkan.
" Wah jadi mereka bakal kekota dong Yank " Kata Histi girang.
Serkan mengangguk kecil seraya mengendus rambut wanita itu.
" Asikkkk,minta mereka bawa Sania Yank " Kata Histi manja.
" Mereka gak kenal Sania Yank,anak2 disana itu banyak " Kata Serkan lembut.
" Yaaahhh,masa gak kenal padahal Sania kan terkenal " Balas Histi mengkrucut.
" Dia terkenal karna kamu yg sering gangguin waktu dia " Kata Serkan malas.
" Terus gimana dong Yank,kita udah lama banget gak ketemu Sania,aku kangen loh " Kata Histi lesu.
" kamu bujuk Yank temen kamu itu buat cari Sania " rayu Histi meraba dada suaminya.
" Kamu mau ?" Tanya Serkan lembut.
Histi mengangguk cepat.
" Aku pengen ketemu dia Yank,seenggaknya bisa meluapkan rasa rindu gitu,kayak rindunya aku sama kamu " Kata Histi malu.
" Ellaaahhh,modus " Cibir Serkan menoyor kepada Histi.
" Kalo kamu bisa bawa Sania ke kota ini,aku kasih service full 25 jam " Kata Histi memainkan sebelah matanya.
" Haha sehari aja cuma 24 Yank " Kata Serkan tertawa.
" Ya 1 jamnya bonus buat kamu " Balas Histi terkekeh.
" Tapi aku mau full ya,terserah aku maunya gimana dan kamu harus nurut "
" Tapi kasih jeda ya " balas Histi malu.
" Iyaa tenang aja " Balas Serkan setuju.
" Jadi gimana ? selama 1 minggu ini kamu harus jadi istri yg sempurna buat aku tanpa banyak komentar "
" Siap,tapi kalo Sania udah disini aku sama dia liburan ya " Kata Histi manja.
" Deall,pokoknya semua aku yg tanggung " Balas Serkan.
" Oke " Jawab Histi semangat.
Keduanya berjabat tangan tanda sepakat akan peraturan.
" Ya udah ayok mulainya sekarang aja " Ucap Histi semangat.
" Ehhh nanti " Kata Serkan kaget dengan keargresipan istrinya.
" Kapan ?" Tanya Histi tak jadi membuka baju.
__ADS_1
" Yank ini baru jam 7,nanti Sutar ngamuk gimana,belum lagi ada tamu " Kata Serkan ngeri.
" Gimana kalo Sutar di asingkan kesini dulu,kita berdua dirumah aja " Kata Histi memberikan usulan.
" Kalo dia mau kita gimana ?" tanya Serkan ngeri.
" Ya bilang aja kita proses pembuatan adik,kan Uci sama dia lagi lomba2an siapa yg dapat adik duluan " Jawab Histi tersenyum.
" Lomba ?" Ulang Serkan melotot.
" Iya Yank,kamu gak tau mereka gak mau kalah saing sama Nur anaknya Winda ?" tanya Histi mengernyit.
Dengan polos Serkan menggeleng pelan.
" Astaga Yankkkk,kayaknya kamu harus banyak dirumah deh biar tau info terkini,Winda aja udah mau lahiran lagi " Kata Histi iba.
" Ya mana aku tau Yank,kan aku kerja pagi pulang malam,gk ada waktu buat tau gosip terbaru " Kata Serkan menggaruk kepala.
" Ya udah deh,gak usah ngurusin itu mending kita cari cara buat bungkam mulut anak kamu yg kek petasan itu " Kata Histi mengalihkan.
" Eh enak aja,walaupun gitu Sutar itu masa depan kita " kata Serkan tak terima.
" Hehe iya sih,walaupun masih merah kelabu " Kata Histi terkekeh geli.
Keduanya kembali tertawa ngakak mengingat anak mereka yg penuh keabsuran.
Diruang tamu,beberapa orang saling tertawa mengobrol bersama seraya menikmati berbagai gorengan dan kue basah.
" Jadi nanti kamu lahiran dikota ?" Tanya Yuni melihat Winda.
" Iya Bi,kayaknya gitu soalnya Mas Restu juga kerja " Jawab Winda sopan.
" Kamu gak papa kan ?" Tanya Romi khwatir.
" Gak papa Yah,aku dan anak ku aman kok " Jawab Winda tersenyum.
" Nanti kalo butuh bantuan,hubungi kita aja,atau Salsa minta bantu dia buat temenin kamu kalo Restu gak bisa " Kata Romi tersenyum.
" Iya Win,aku siap kok " Balas Salsa ramah.
Winda mengangguk tersenyum,dirinya sangat bersyukur keluarga sahabat ibunya begitu baik dari dulu hingga sekarang.
" Makasih ya Bi,Om,udah baik sama kami " Ucap Restu sopan.
" Iya sama sama Res,kalian itu udah kami anggap keluarga sendiri " Kata Yuni tersenyum.
" Iya Bi,aku sampe gak tau harus balas gimana kebaikan kalian " Kata Restu menunduk.
Romi dan Yuni tersenyum ramah,Alexi menghela nafas panjang melihat suami sahabatnya yg terlihat begitu tulus.
" Winda begitu beruntung punya suami seperti Restu,dia bertanggung jawab banget " Batin Alexi memperhatikan gerak gerik Restu yg masih terlihat canggung.
" Lex " Panggil Winda melihat Alexi.
" Hah ya " Jawab Alexi terkejut.
Winda tersenyum manis dan menepuk tangan Alexi dengan lembut.
" Aku berharap kamu bahagia dan sehat " Ucap Alexi kecil.
" Aku juga " Balas Winda berkaca kaca.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.