Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
181


__ADS_3

Histi sangat deg degan dengan aura yang Serkan keluarkan,lelaki itu seperti singa buas yang siap menyerang musuhnya.


" Bisa kah aku menjadi pria mu ?" Tanya Serkan lembut.


Deg...


Histi terbelalak kaget dengan pertanyaan lelaki itu.


" Ma mak sudnya ?" tanya Histi tegang.


" Saya tidak pandai mengungkapkan perasaan,tapi dengan mu saya nyaman " Ucap Serkan pelan.


" D d dok " Kata Histi semakin terkejut.


Serkan mengusap lembut pipi gadis itu membuat Histi mematung.


Mereka masih dengan posisi yang sama,dengan sekali tarikan gadis itu terduduk dipaha Serkan.


" Aa " pekik Histi tertahan.


Lelaki itu dengan berani menarik pinggang Histi membuat gadis itu bergerak.


" Dok,i ini tidak benar " Kata Histi mencoba turun.


" Sebentar " Balas Serkan.


lelaki itu menarik Histi menaruh gadis itu didadanya.


" Kau dengar,jantung ku sangat berdebar saat dekat dengan mu " Ucap Serkan pelan.


Histi mendengarkan detak jantung pria itu memang sedikit berdebar 11 12 dengan jantungnya saat ini.


Gadis itu mendongak,Serkan menurunkan wajahnya.


Cup...


Bibir gadis itu pun mendapat kecupan lembut.


Histi sangat terkejut gadis itu memejamkan mata merasa sangat malu.


Serkan yang melihat respon gadis itu tersenyum,dengan lembut lelaki itu kembali mengecup bibir ranum Histi yang begitu menggoda..


" Hm " Lenguh Histi saat pria itu memangut bibirnya dengan pelan.


Tangan Histi meremas baju kemeja lelaki itu dengan kuat menyalurkan rasa gugup dan takutnya.


Histi ingin menolak tapi tubuhnya malah merespon lelaki itu.


Serkan melepaskan ciumannya dan mengusap bibir basah Histi.


Histi membuka matanya perlahan dan menatap manik hitam lelaki itu.


" Kau menyukainya ?" tanya Serkan lembut.


Histi menunduk malu.


" Sini biar saya peluk " Kata Serkan menarik tubuh gadis itu ke dadanya.


Histi menyenderkan kepalanya didada bidang lelaki itu.


" Hah sangat nyaman " Batin Histi.


Ntah mengapa tubuhnya tak menolak lelaki itu sama sekali,Histi mulai terbuai dengan pesona lelaki dingin tersebut.


" Apa masih sakit ?" tanya Histi mendongak.


" Sedikit " Jawab Serkan tersenyum.


" Apa itu ciuman pertama mu ?" tanya Serkan.


" Hah " kata Histi kaget.

__ADS_1


" Ini yang pertama untuk ku " Ucap Serkan jujur.


Histi tak menjawab gadis itu hanya diam melihat wajah lelaki itu.


Dengan pelan Histi membelai wajah lelaki itu,Serkan memejamkan mata merasai lembutnya usapan Histi.


" Bolehkah aku memeluk mu lagi ?" tanya Serkan.


Histi tersenyum kecil.


Lelaki itu pun kembali memeluk tubuh mungil gadis tersebut.


Histi tak bisa menjawab iya atau tidak,perasaannya masih sangat bimbang.


Saat sedang asik berpelukan,tiba2 suara pintu diketuk dari luar.


" Astaga " kata Serkan langsung berdiri.


Histi yang asik dengan lamunan dan hatinya tak sempat berpegangan lagi langsung terjatuh kelantai dengan posisi telentang.


" Aduhhh " Ringis Histi kesakitan.


" Ya ampun Putri " kata Serkan kelabakan langsung menolong gadis itu.


Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang perawat membawa troly perlengkapan.


" Dok ini..." Ucap perempuan itu menggantung melihat Serkan sedang mengangkat tangan Histi.


" Ya ampun Putri kamu kenapa ?" tanya Perempuan itu terkejut dan langsung ikut membantu.


" Aduhh kepala ku sakit " Ringis Putri mengusap kepalanya.


" Maaf saya ngak sengaja " Kata Serkan merasa bersalah.


" Ayo bangun " Kata perawat mengangkat tubuh gadis itu.


Putri duduk dikursi Serkan menatap lelaki itu kesal,Serkan yang tau dengan tatapan maut gadis itu menggaruk kepala malu.


" Siapa yang mau berbaring dilantai Kak,aku jatuh " Kata Histi kesal.


" Kenapa bisa jatuh ?" Tanya perawat heran.


" Ta...


" Dia kepeleset " jawab Serkan cepat.


Histi menoleh dengan wajah kesalnya.


" Dia lari2 tadi makanya jatuh " Lanjut Serkan tenang.


Perawat melihat Histi dan Serkan bergantian seolah mencari kebenaran disana.


" Apa benar Put ?" tanya perawat ragu.


" Iya,mau apa kamu kesini ?" Jawab Serkan mengalihkan.


" Oh ini Dok,barang baru sudah datang tolong ditanda tangani " Kata Perawat kembali fokus ke kerjaannya.


" Ya udah mana ?" Tanya Serkan dingin.


Pria itu ingin duduk tapi melihat Histi masih betah disana dengan wajah datar,jadilah Serkan mengalah dengan menandatangi berkas sambil merendahkan tubuh ke meja.


" Ada lagi ?" tanya Serkan menutup penanya.


" Sudah Dok " jawab perawat sopan.


" Silahkan keluar " Kata Serkan tenang.


Perawat mengangguk,Histi masih betah dengan mode diamnya.


" Tumben Histi diam ? ada apa ya sama mereka ? apa mereka sedang ngak akur ?" Gumam Perawat saat menutup kembali pintu ruangan lelaki dingin itu.

__ADS_1


Perawat itu kembali mendorong trolynya menjauh.


Siapa pun yang masuk keruangan Serkan pasti tak akan lama karna lelaki itu kurang suka berbasa basi.


Serkan mendehem kuat menghilangkan rasa canggungnya kepada Histi yang tak mau melihatnya.


Gadis itu bangun dengan wajah sangat datar.


" Maaf " Ucap Serkan tak enak hati.


Histi yang kini membelakangi lelaki itu hanya diam sambil melihat hapenya.


" Saya hanya ingin melindungi kamu " Kata Serkan menggaruk kepala gatal.


" Melindungi ? melindungi apa nya Dok ?" Tanya Histi kesal.


" Ya saya tau saya salah telah dorong kamu,tapi itu hanya reflek saja saya terkejut mendengar suara ketukan pintu " Jawab Serkan menjelaskan.


" Coba tadi saya geger Otak,emang Dokter mau tanggung jawab !" Kata Histi emosi.


Serkan menunduk takut,baru kali ini gadis itu berani memarahinya.


" Haist,mana Bryan ngak balas pesan lagi !" Gerutu gadis itu kesal.


" Hah Bryan,siapa dia ?" Tanya Serkan terkejut.


" Paca..." Ucap Histi kecoplosan.


Gadis itu langsung tersadar dan menutup mulutnya dengan cepat.


" Kamu punya pacar ?" tanya Serkan nanar.


Glek...


Histi menelan ludah kasar,ia tak menyangka mulutnya mengakui Bryan didepan pria yang baru mengungkapkan perasaannya tadi.


" Jadi kamu udah punya pacar ?" Tanya Serkan terkekeh.


Histi berbalik badan menatap wajah lelaki itu.


" Harusnya kamu bilang Put kalo udah punya pria lain,jadi saya ngak berharap sama kamu " kata Serkan menghela nafas.


" Dok itu " kata Histi bingung.


" Maaf atas kelancangan saya yang telah berani mencium mu tadi " Kata Serkan menunduk hormat.


" Dok " Panggil Histi merasa terluka dengan ucapan lelaki itu.


" Maafkan saya " Ucap Serkan lagi.


Pria itu pun kembali duduk dikursinya membuka lembar berkas yang ia terima.


" Astaga gimana ini ?" Batin Histi panik.


" Aduh aku kenapa sih,kenapa harus sebut nama Bryan,ahhh bodoh !" Lanjut gadis itu frustasi.


Serkan sudah diam,lelaki itu merasa sangat malu dengan tingkat percaya dirinya yang tinggi.


Padahal Serkan sudah berharap banyak pada gadis itu hingga ia berani menyatakan perasaannya tapi Histi dengan cepat mematahkan semangat pria itu dengan mengakui sudah ada pria lain yang menjadi kekasihnya.


Keduanya sama2 diam dengan pikiran masing2.


Histi curi2 pandang,gadis itu ingin menjelaskan tapi otak dan hatinya bertentangan.


" Ya Tuhan aku harus gimana sekarang ?" Batin Histi sangat bingung.


Gadis itu meraba bibirnya yang masih terasa hangat bekas kecupan dalam pria didepannya saat ini.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2