Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
169


__ADS_3

Suasana rumah sakit terasa tegang,Helend tak henti menangis saat melihat ibunya sudah pucat dengan darah penuh diperut.


" Babe,ayo cuci tangan mu " Ucap Jacob menatap Helend yang menangis didadanya.


Helend menatap tangannya,terlihat darah penuh disana bahkan hampir mengering.


" Cuci lah Kak,aku akan menunggu disini " Ucap Salsa dengan sisa isakan.


Helend menatap Jacob,lelaki itu mengusap kepala Helend dan membantu berdiri.


Keduanya pun berjalan mencari wastafel.


Salsa menatap punggung Helend dengan nanar,gadis itu merasa sangat kasihan kepada 2 malaikat yang telah menolongnya itu.


" Ya Tuhan sembuhkan Bibi Hena,dia orang yang baik Tuhan " Gumam Salsa menatap langit2 rumah sakit.


Salsa sangat sedih dengan kejadian buruk yang baru saja mereka alami.


Salsa mengeluarkan hapenya,ntah mengapa gadis itu ingin menelfon Bryan yang kini sibuk mempersiapkan pernikahan.


" Halo Sa " Sapa seseorang diseberang.


" Halo Kak,Kakak dimana ?" tanya Salsa berusaha tenang.


" Kamu kenapa ? kenapa suara kamu serak ?" tanya Bryan.


" Kak " Panggil Salsa gemetar.


" Iya ada apa ? apa yang terjadi ?" tanya Bryan cepat.


Salsa menarik nafas agar tenang,dirinya tak bisa menahan tangis yang akan meledak saat ini juga.


" Sa..


" Bibi masuk rumah sakit " Jawab Salsa.


" Apa !" Pekik Bryan kaget.


" Bibi...hiks hiks bibi Hena tertikam pisau huhuhu " Kata Salsa langsung pecah.


" Astaga,yang benar saja " Kata Bryan terdengar kaget.


" Dimana Kak Helend ?" Tanya Bryan cepat.


" Sedang mencuci tangan,Kek Helend penuh darah " kata Salsa terus menangis.


" Oke,Sa kamu dengar kalian harus tenang,jangan panik " Kata Bryan mulai mengkoordinasi.


" Bibi dibawa kerumah sakit,tapi tadi hiks tadi wajahnya sudah pucat " Balas Salsa.


" Baiklah,kamu tenang ya tenangkan Helend juga,aku akan beritahu kabar ini kepada Papanya Histi " Kata Bryan tenang.


" Tapi apakah itu baik ?" tanya Salsa khawatir.


" Helend dan Mamanya berada dalam lindungan Om Bara,jadi kamu gak usah takut " jawab Bryan.


" Aku kasihan sama Kak Helend " Ujar Salsa sedih.


" Nanti ceritakan apa yang terjadi saat aku menelfon lagi " kata Bryan tegas.


" Iya " jawab Salsa patuh.


Tut.


Panggilan terputus,Salsa menaruh hapenya di kantong dan menutup wajah.


Salsa tak bisa membayangkan bagaimana hidup mereka berdua tanpa Hena,karna wanita itu pelindung mereka saat ini.


Salsa tau mungkin dirinya lancang tapi Salsa tidak tau lagi harus menghubungi siapa untuk minta tolong.

__ADS_1


Tak lama Helend dan Jacob kembali lagi.


Kini Helend hanya mengenakan tangkop dan celana jins saja dengan baju bekas darah tadi berada di tangan Jacob.


" Duduk sini Kak " Kata Salsa menepuk tempat duduk.


Helend mendekati Salsa dan duduk disana menatap kosong pintu ruangan yang tertutup.


" Mommy " Panggil Helend lirih.


" Kak tenang lah,Bibi akan baik2 saja " Ucap Salsa mengusap bahu Helend.


" Bagaimana aku bisa tenang Sa,aku hanya hidup berdua bersama Mommy selama ini,kami melewati banyak hal bersama,Mommy mempertahankan aku dan membuang harga dirinya,bagaimana aku harus membayar semuanya sama Mommy Sa ?" Tanya Helend dengan manik berkaca kaca.


Salsa terdiam begitu pun Jacob yang sudah mengetahui masa lalu Helend.


" Kakak " rengek Salsa memeluk wanita itu.


" Aku gak bisa hidup tanpa Mommy huhuhu " Tangis Helend kembali pecah.


Kedua perempuan itu saling berpelukan menyurahkan rasa pedih nya.


Hape Helend berbunyi,Jacob yang memegang tas kekasihnya membuka isi dalam dan mengambil ponsel.


" Babe,your Dad " Ucap Jacob menunjuk layar.


" Daddy " Gumam Helend menyeka air matanya.


Gadis itu mengambil ponsel dan menarik nafas berusaha tenang.


" Halo Dad " Sapa Helend gemetar.


" Kalian dimana ? apa yang terjadi ?" Tanya Bara to the point.


" Dad,hiks mommy " Jawab Helen kembali menangis.


" Apa yang terjadi sayang ?" Tanya Bara melemah mendengar tangis putrinya.


" Pria ? pria siapa ?" tanya Bara bingung.


" Pria itu mengaku ayah ku Dad " Jawab Helend geram.


" Apa !" Pekik Bara kaget.


" Aku takut Daddy,aku tidak ingin kehilangan Mommy,aku takut Mommy tidak bertahan huhu " Tangis Helend pilu.


" Dont be sad honey,Daddy with you " Ucap Bara menenangkan.


" aku sendirian Daddy hiks hiks " Helend terus menangis merasa sangat takut ditinggal ibunya.


Ceklek...


Tiba2 pintu ruangan terbuka,keluar lah seorang dokter berparas bule menatap mereka semua.


Jacob menghampiri lelaki itu dan bertanya keadaan Hena.


" Maaf,ibu kalian mengalami pendarahan hebat,luka tusukannya sangat dalam kami tidak berhasil menyelamatkannya " ucap Dokter lesu.


" Apa !" Teriak Bara yang ikut mendengar di telefon.


Brugh....


Helend langsung jatuh pingsan membuat Salsa ikut jatuh karna menahan tubuh gadis itu.


" Helenddd " Pekik Jacob terkejut.


" Ini gak mungkin " Ucap Salsa langsung banjir air mata.


Jacob menahan Helend yang terlihat sangat syok mendengar kabar mengejutkan itu.

__ADS_1


" Halo halo Helend " Sapa Bara terdengar panik.


" Halo " Sapa Jacob ikut panik.


" Mana Helend ?" tanya Bara.


" Dia pingsan Pak " jawab Jacob.


" Astaga,baiklah,saya kesana sekarang " Kata Bara memutuskan panggilan.


" Helen,bangun sayang " Panggil Jacob menepuk pipi kekasihnya.


" Dokter please,selamatkan Bibi Hena " Ucap Salsa bersimpuh dikaki pria tinggi itu.


" Maafkan kami Nona,kami sudah berusaha,lukanya sangat parah didalam sana hingga darah terus keluar " jawab Dokter menghela nafas.


" Bibiiiiiiiiiiiii " Teriak Salsa histeris.


Gadis itu pun menangis histeris,Salsa tak menyangka hari ini moment terakhir perpisahan mereka.


Kebesokan paginya,upacara perpisahan pun digelar,Helen terlihat seperti mayat hidup.


Tak ada kehidupan disana,gadis malang itu menatap nisan ibunya dengan air mata berderai.


Tak ada kata perpisahan yang mereka ucapkan.


Yang hadir disana hanya keluarga inti,Nenek Helend hadir sebentar sebelum akhirnya pergi karna tak sanggup menatap kuburan sang anak.


Wanita itu bahkan tak menegur Helend karna rasa penyesalan yang begitu kuat ia rasakan.


Helend pun tak tau bahwa ia masih punya nenek karna dari kecil gadis itu hanya tau ibunya saja..


" Kak " Panggil Salsa mendekat.


" Pulang lah,Kakak akan disini lebih lama " Ucap Helend datar.


" Aku tidak akan meninggalkan Kakak " Balas Salsa memeluk wanita itu.


Air mata Helen kembali turun,Jacob dengan sabar memayungi kedua gadis itu.


Seorang pria baru datang dengan kaca mata hitam dan sebucket bunga,lalu menaruhnya didekat nisan.


" Maaf aku baru datang sekarang " Ucap Jackson menatap Salsa dan Hena.


Salsa mengangguk paham karna lelaki itu bekerja.


" Aku turut berduka cita Kak " Ucap Jackson menghela nafas.


Helend mengangguk lemah.


Tiba2 suara gaduh terdengar,Jacob dan Jackson menoleh dan terdiam melihat sebuah keluarga berlari kearah mereka.


" Helend " Panggil seorang wanita berjilbab panjang.


Helend menoleh,air mata nya kembali terjun bebas melihat malaikatnya datang.


" Mama,Daddy " Ucap Helend bergetar.


Greb....


Zaiva langsung memeluk Helend erat,tangis Helend pun meledak seketika.


" Yang sabar ya Nak " Ucap Zaiva memeluk erat anak angkatnya tersebut.


" Mommy,Ma hiks hiks " Helend terus menangis meratapi nasibnya.


Zaiva ikut menangis sedih menenangkan gadis malang itu sedangkan Bara bersimpuh didepan nisan dengan manik berkaca kaca dan bibir gemetar.


" Hena " Panggil Bara lirih.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys minta Vote,Like,Coment nya dong


__ADS_2