Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
339


__ADS_3

Selesai makan malam Histi beranjak pergi kekamarnya mengambil sesuatu,Serkan yang melihat kesempatan langsung bergerak mengambil hadiah yang akan ia berikan kepada sang istri.


Pria itu menghidupkan lilin dan berjalan hati2 kekamar.


" Yank " Tegur Serkan.


Histi berbalik badan dan langsung terbelalak.


" Sayang " Gumam Histi menutup mulut tak menyangka.


" Happy besdey " Ucap Serkan tersenyum berjalan mendekat.


Histi mematung dengan wajah tak menyangka.


Beberapa butir donat tersusun rapi dengan berbagai toping diatasnya ditambah sebuah lilin.


" Sayangggggg " Rengek Histi ingin menangis.


" Selamat ulang tahun ya,maaf cuma seadanya " Ucap Serkan malu.


Histi langsung memeluk lelaki itu memberikan banyak kecupan diwajah Serkan.


" Ayo tiup lilin dulu panas nih tangan aku " Kata Serkan mengelakkan wajah dari serbuan bibir istrinya.


Histi mengangguk cepat dengan wajah berseri.


Histi membaca doa dalam hati dan menyebu lilin.


" Ehhh gelap " Pekik Histi kaget.


" Hahah idupin lagi Yank,obornya didapur " Kata Serkan tertawa


" Koreknya mana ?" tanya Histi.


" Diatas lemari kamu " Jawab Serkan menunjuk dengan bibirnya.


Perempuan itu mengangguk dan berjalan pelan sambil meraba raba.


Detik kemudian,suasana kembali terang Histi tersenyum manis melihat lelaki itu


" Makasih sayang,aku aja gak inget hari ini ulang tahun " Ucap Histi terharu.


" Sama2 " Jawab Serkan lembut.


" Moga berkah ya " Kata Serkan mengecup kening sang istri.


Histi mengangguk dan kembali memeluk suaminya.


" Oh iya,aku ada hadiah juga buat kamu " Kata Histi teringat.


" Apa ?" tanya Serkan.


" Sini " Kata Histi menarik tangan Serkan duduk dikasur mereka.


Histi membuka lemari dan mengambil sesuatu.


" Jepit kuku ?" Tanya Serkan kaget perempuan itu memberinya jepit kuku kecil.


" Iya sama gunting nih " Kata Histi mengaitkan ke baju Serkan.


" Loh buat apaan ?" tanya Serkan bingung.


" Buat jaga2,aku juga pake " Jawab Histi tenang.


Serkan masih terlihat bingung,pria itu tak tau apa maksud sang istri.


Keduanya saling berhadapan,Histi tersenyum melihat wajah cengok sang suami.


Perempuan itu mengambil tangan Serkan dan memasukkan kedalam bajunya.


" Ehh kenapa ?" tanya Serkan menarik tangannya langsung..


" Nurut aja bentar " Kata Histi menarik lagi.


Serkan menurut dan diam,terasa Histi meraba2 perut dengan lembut seraya memejamkan mata.


" Sayang " Panggil Serkan.


" Hm " Jawab Histi masih terpejam.


" Apa kamu hamil ?" tanya Serkan gugup.

__ADS_1


Histi tersenyum kecil.


" Sayang apa itu benar ?" tanya Serkan semakin gugup.


Histi membuka matanya dan mengusap wajah dingin pria itu.


" Hm,makanya kita harus menjaga dia sekarang " Ucap Histi lembut.


" Hah beneran ?" tanya Serkan mengeluarkan tangannya dengan cepat.


" Iya " Jawab Histi berkaca kaca.


" Ya Tuhan " Kata Serkan menelan ludah kasar.


" kamu bakal jadi Ayah " Kata Histi menahan tangis.


Greb....


Serkan langsung memeluk wanita itu melayangkan banyak kecupan diwajah Histi.


" Terima kasih Histi " Ucap Serkan menangis.


Histi ikut menangis dengan anggukan kecil.


Keduanya saling berpelukan dengan erat menangis bahagia dengan kabar tak terduga itu.


" Kamu tau dari mana ?" tanya Serkan melepaskan Histi.


" Tadi Mba Andin periksa aku,dia bilang aku gendut " Jawab Histi mengkrucut.


" Hah " Kata Serkan kaget.


" Masa iya langsing gini dibilang gendut " Gumam Histi tak terima.


" Jadi kamu tau hamilnya gimana ?" tanya Serkan mulai takut salah paham.


Histi tersenyum dan membuka bajunya hingga memamerkan perut penuh lemak tersebut.


" Dia bilang ada isinya disini,awalnya aku gak percaya tapi aku ketemu sama dukun beranak kampung,dia lihat aku dan bilang kalo aku hamil " Cerita Histi.


" Emang dia periksa ?" tanya Serkan.


" Gak,cuma diplototin doang " Jawab Histi polos.


" Makanya dia kasih aku gunting sama jepit kuku,awalnya aku takut juga tapi akhirnya aku ambil deh lumayan buat gunting kuku sama rambut,soalnya punya aku udah hilang ntah kemana " Kata Histi terkekeh.


Serkan ingin tertawa,perempuan itu benar2 tak ingin kehilangan kesempatan sedikit pun.


" Huh ya udah " Kata Serkan menghela nafas.


" Udah apa ?" tanya Histi.


" Ya udah,kalo hamil ya syukur kalo gak ya gak papa " Kata Serkan tenang.


" Kamu gak suka aku hamil ?" Tanya Histi penuh selidik.


" Ya bukan gitu,aku suka kamu hamil ta..


" Kalo gak ?" Potong Histi.


" Ya gak papa " Jawab Serkan mulai was2.


" Sebenarnya kamu suka gak aku hamil ? ini anak kamu loh ? aku gak ada join sama orang lain " Kata Histi kesal.


" Suka sayang,ishhh kamu mah mana boleh join2an " Kata Serkan ingin menjitak kepada perempuan itu.


" Kalo suka kenapa jawabannya gitu ?" tanya Histi merajuk.


" Ya Tuhan,salah lagi nih " Gumam Serkan mulai mengeluarkan stok kesabarannya.


" Eh ditanya orang itu jawab " Kata Histi menampar lengan Serkan.


" Iya itu udah aku jawab sayang " Kata Serkan gemas.


" Apa mana ?" tanya Histi.


" Ya udah aku minta maaf " Kata Serkan mengalah.


" Cih kamu emang salah kok " Kata Histi mendengus.


Serkan mengangguk cepat mengakui dirinya salah saja daripada panjang cerita.

__ADS_1


" Dah ah males sama kamu,kamu yang hamilin kok " Kata Histi masih nyerocos.


" Iya " Jawab Serkan.


" Nyahut ya kalo dibilangin orang !" Kata Histi tak suka.


Serkan menggaruk kepalanya dan memasukkan bulat2 donat kedalam mulut.


Histi mendengus dan tak mau kalah.


Perempuan itu juga melakukan hal yang sama sebelum akhirnya pria itu harus menabok tengkuk Histi mengeluarkan kue bulat itu secara paksa.


" Hehe minum Yank " Rengek Histi cengengesan setelah batuk2.


" Haisttt " Serkan ingin sekali mencakar wajah cantik istrinya tapi pria itu masih sayang.


Mau tak mau Serkan pun bangun mengambil air sebelum Histi menganjak duel lagi.


Disebuah mobil,seorang gadis tiba2 muntah mengeluarkan makanannya.


Sopir yang menyetir langsung memberhentikan mobil mendadak dan turun.


" Huek huekkk " Winda terus muntah.


" Ayo keluar " Ajak Lelaki itu menarik bahu Winda.


Gadis itu menurut dan langsung berjongkok didekat pintu mobil.


Dengan sabar Samuel mengusap punggung Winda tak memperdulikan bajunya yang juga terkena muntahan.


" Ahhkkk sakit " kata Winda memegang perutnya.


Samuel terlihat panik,hanya ada mereka berdua saja disana karna lelaki itu kembali mengantar Winda pulang karna Jonathan pulang duluan ditelfon ibunya.


Lelaki itu ketahuan dekat dengan Winda karna terlihat oleh saudara yang lain.


Mau tidak mau Samuel yang ada disana yang harus mengorbankan diri lagi untuk yang kedua kalinya.


" Masih sakit ?" tanya Samuel melihat Winda diam.


" Hm " Jawab Winda mengangguk pelan.


" Tunggu bentar ya " Kata Samuel membuka pintu depan mengambil air.


Lelaki itu mendekati Winda dan memberinya air dibotol.


" Minumlah " Ucap Samuel tenang.


" Gak usah " Tolak Winda lirih.


" Minum " Tegas Samuel.


Winda melonjak kaget melihat lelaki itu


" Tenggorokan mu akan sakit,minum sekarang " Ucap Samuel melemah.


Winda mengangguk dan menerima botol tersebut.


Samuel membantu gadis itu minum dengan hati2.


" Maaf baju mu kotor " Ucap Winda mengusap bibirnya pelan seraya melihat bekas muntahan dibaju Samuel.


" Hm " Jawab Samuel membuka bajunya dan meninggalkan kaos kutang.


Deg...


Winda melotot kaget dengan aksi nekad lelaki itu.


" Baju mu juga kotor,pake jaket ku " Kata Samuel mengambil jaket besarnya dimobil.


" Gak usah " Kata Winda menggeleng.


Lelaki itu menarik Winda masuk ke kursi depan dan dengan berani membuka sweeter yang Winda pakai.


" Ehhh " Pekik gadis itu terbelalak dan menyilangkan tangan.


Dengan santai Samuel memasangkan jaket ketubuh Winda dan mengancingnya cepat meski maniknya tak bisa lari dari 2 bongkohan benda kenyal didepannya yang tertutup kain hitam.


Winda diam mematung,gadis itu masih sangat syok dengan perlakuan Samuel kepadanya.


" Kita pulang " Ucap Samuel menghidupkan mesin mobil dan pergi dari lokasi.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2