Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
432


__ADS_3

Pagi harinya pasangan Samuel Winda terbangun dengan keadaan saling berpelukan.


Keduanya terlihat seperti pasangan yang sedang dimabuk asmara.


" Hmmmmm " Lenguh Winda pelan.


Samuel bergerak pelan dan membuka matanya.


" Sudah pagi " Ucap lelaki itu serak.


" Hmmmmmpp " Lenguh Winda memeluk Samuel lagi.


Pria itu menoleh kesamping dan diam melihat wajah mengantuk Winda yang terlihat menggemaskan.


" Hei bangun " Ujar Samuel mentoel pipi Winda.


" Ngantuk " Rengek Winda manja.


" Aku harus bekerja " Bisik Samuel lirih.


Winda membuka matanya perlahan dan melihat kiri kanan.


Matahari sudah memasuki celah jendela kamar mereka,gadis itu menoleh ke Samuel dan terdiam.


" Bangun kau menghalangi kaki ku " kata Samuel menoyor jidat Winda.


" Ya " Kata Winda berusaha bangun.


Gadis itu merenggangkan tubuhnya dan tersenyum manis.


Samuel ikut bangun merapikan anak rambut Winda yang terlihat sangat berantakan.


" Ayo pulang kerumah Mama " Ajak Samuel.


" Untuk apa ?" tanya Winda polos.


" Besok kita akan pergi keluar negeri,setidaknya kita harus pamitan " Jawab Samuel.


" Jadi pergi ?" Tanya Winda.


" Ya "


" Baiklah,aku akan mandi dulu " Ucap Winda paham.


Samuel mengangguk,keduanya bangun merapikan tempat tidur.


Meski semalam akhir obrolan keduanya sedikit canggung dan serius,tapi Winda berusaha tak melanjutkan apa yang ia rasakan karna ia hanya ingin hidup damai bersama Samuel.


Winda tau ini akan sulit tapi gadis itu bertekad akan terus bertahan.


Samuel berjalan keluar dan mendapati keluarga Winda sedang sarapan.


" Wah2 pengantin baru udah bangun nih " Goda Sindi.


" Iya Ma " Jawab Samuel tersenyum kecil.


" Ayo Sam makan dulu " Ajak Malvin.


" Iya Pa nanti " balas Samuel sopan.


" Hari ini aku bakal mulai kerja Pa,nanti habis bulan madu akan netap disana mungkin " Kata Samuel memberitahu.


" Iya,terserah kamu aja,Papa hanya minta kamu jaga Winda baik2 ya " Balas Malvin ramah.


Samuel mengangguk paham.


Tak lama suara Winda terdengar meminta suaminya mandi.


Sekilas pasangan itu terlihat sangat serasi dan saling mencintai,hingga tanpa Malvin maupun Sindi sadari bahwa sang anak menutupi banyak hal.


Siang harinya,Samuel datang kekantor Rafael.


Disana sudah kedatangan Kakek Samuel yang menjadi pencetus usaha yang digeluti Rafael sekarang.


" Gimana keadaan kamu Sam ?" tanya Zaki menepuk bahu cucunya.


" Baik Kek " Jawab Samuel tenang.


" Gimana istri kamu ?" tanya Zaki.

__ADS_1


" Dia baik " jawab Samuel.


" Nanti temani Kakek bertemu teman usaha Kakek ya " Pinta Zaki tersenyum.


" Dimana Kek ?" tanya Samuel.


" Di toko X " Jawab Zaki.


" hah " pekik Samuel kaget.


" Kenapa ?" Tanya Rafael mengernyit melihat respon sang anak.


" Hm gak papa " Jawab Samuel berusaha tenang.


Zaki dan Rafael saling melihat,keduanya merasa ada yang aneh dengan pria tersebut.


Dirumah Lutfia,seorang gadis membantu mertuanya membersihkan rumah.


Pembantu Lutfia hari ini pulang kampung jadi Lutfia dan Winda bekerja sama membersihkan gudang yang sudah lama tak dipakai.


" Ini baju2 Sam saat masih kecil " Ucap Lutfia menunjukkan 1 baju bayi berwarna biru muda.


Winda melihatnya dan tersenyum kecil.


" Semua barang2 dia masih Mama simpan ?" tanya Winda.


" Ya,Sam anak Mama satu2nya dan mendapatkan dia sangatlah sulit " Jawab Lutfia menerawang.


" Benarkah ?" Tanya Winda terkejut.


" Ya,dulu saat menikah dengan Papa Samuel Mama belum lepas dari obat2an,dan ternyata itu berefek pada rahim Mama,harus menunggu 4 tahun baru bisa dapat itu pun semua cara dilakukan " Jawab Lutfia.


" Mama minum obat ?" tanya Winda polos.


" Ya obat penenang " jawab Lutfia jujur.


Winda mengangguk paham,gadis itu tak tau obat penenang seperti apa yang Lutfia maksud,ia tak mau banyak bertanya takut sang mertua tersinggung.


" Pas tau kamu hamil Mama begitu bahagia walaupun Mama tau itu sedikit gila " Kata Lutfia terkekeh.


Deg...


" Nanti Mama temani cek up ya " Kata Lutfia tersenyum.


" Hm ya Ma " jawab Winda pelan.


Lutfia tersenyum manis,mereka pun kembali berkemas hingga menuju sore.


Malam harinya,Samuel pulang dengan wajah lelah,hari ini ia banyak bergerak membuatnya tubuhnya yang lama istirhat merasa terkejut.


" Siapkan obat untuk ku " Bisik Samuel lirih saat Winda menyambutnya.


" Sakit lagi ?" Tanya Winda pelan.


Samuel mengangguk lemah.


" Kenapa Sam ?" Tanya Rafael menoleh kebelakang.


" Gak papa Pa " jawab Samuel tenang.


" Mandi lah istirahat " Ucap sang Papa.


Samuel mengangguk mengerti.


" Ayo aku siapkan air hangat " Ajak Winda lembut.


Samuel kembali mengangguk dan berjalan beriringan.


Lutfia dan Rafael tersenyum melihat pasangan tersebut,mereka bersyukur Winda sangat perhatian dengan anak mereka.


" Gak salah ya Ma kita pilih Winda jadi menantu " ucap Rafael terkekeh.


" Iya Pa,anaknya juga rajin banget,gudang udah kinclong " Sahut Lutfia merangkul pinggang suaminya.


" Kenapa gak nunggu bibi aja,Winda lagi hamil Ma " Kata Rafael terkejut.


" Dia bosen Pa gak ada kerjaan,jadi ya udah aku ajak bersih gudang eh anaknya mau hehe" Kata Lutfia tertawa.


" Ck ck,kasihan cucu aku Ma " Kata Rafael menjitak kepala wanita itu.

__ADS_1


Lutfia mengkrucut dan mengejar Rafael yang sudah berlari ke kamar mandi.


Kini gadis yang dulu terkenal angkuh dan arogan berubah 100 derajat sejak menikah dengan Rafael,kedua anak manusia korban keegoisan orang tuanya kini saling membahagiakan dan menciptakan keluarga yang harmonis.


Dikamar Winda mendapati pesan singkat dari Naya di hape Samuel.


Terlihat chat keduanya saling memberi suport dalam menjalani hari.


Hati Winda kembali terluka,ia ingin sekali menangis mengadu bahkan bertindak tapi ia tau semuanya tak akan ada hasil sekarang,Winda butuh waktu untuk menyelesaikan semua permasalahan dalam hidupnya.


Drt drt...


Hape Winda berdering,gadis itu menoleh kesamping dan melihat nama dilayar.


" Alex " gumam Winda tersenyum.


Tuhan seolah tak membiarkan gadis itu bersedih hati,ia mengirim penyelamat dengan begitu cepat.


Winda melepaskan hape Samuel dan mengangkat panggilan dari Alexi.


" Halo Lex " Sapa Winda tersenyum hangat.


" kamu dimana ?" tanya Alexi diseberang.


" Dirumah Mama Samuel " Jawab Winda.


" Besok kamu jadi pergi ?" Tanya Alexi.


" Ya aku mana bisa menolak " Jawab Winda.


" Ya udah gak papa,kamu perginya sore kan ?" tanya Alexi lagi.


" Iya "


" Besok Ibu nganjak kamu kerumah sakit sama Ayah " Ujar Alexi.


" Ngapain ?" Tanya Winda bingung.


" Kamu gak mau kan kehamilan boongan kamu terbongkar ?" Tanya Alexi balik.


" Maksud kamu ?" tanya Winda melotot.


" Kita cek dulu kondisi kamu,jika Sam tidak mau menjadi Ayah anak mu,maka aku yang akan menggantikannya " Jawab Alexi tenang.


" Apa !" Pekik Winda terbelalak.


" Jangan gila Lex " kata Winda pelan.


" Ini hidup dan mati kamu Winda,Sam terang2an menduakan kamu,apa kamu tidak sakit hati ?" tanya Alexi serius.


" Lex ini tidak seperti yang kamu pikirkan " Kata Winda berusaha tenang.


" Kau tau apa yang suami mu lakukan hari ini ?" tanya Alexi.


Deg...


Winda tersentak kaget.


" Dia bekerja " Jawab Winda pelan.


" Kau yakin hanya bekerja ? haruskah aku memberitahu mu ?" tanya Alexi lagi.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,Winda berbalik badan dan mendapati Samuel keluar dengan handuk sepinggang.


" Dia bahkan punya bekas ditubuhnya Winda " Ucap Alexi menghela nafas.


Winda terdiam menatap Samuel dari ujung kaki hingga kepala.


" Ada apa ?" tanya Samuel mengernyit.


Winda berjalan mendekat dan terdiam melihat bercak di dekat leher Samuel.


" Winda " panggil Samuel dan Alexi bersamaan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2