Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
303


__ADS_3

Disebuah rumah seorang gadis meringkuk dibawah selimut,cuaca hari ini cukup extrim.


Kuliahan diliburkan sementara untuk keselamatan bersama.


Salsa berdiam seorang diri dirumah peninggalan Hena,hanya seorang tanpa siapapun.


" Ya Tuhan dingin sekali " Gumam Salsa gemeteran.


Gadis itu sudah mengenakan pakaian tebal untuk melindungi dirinya dari dinginnya cuaca.


Angin bertiup sangat kencang,tak ada satupun warga yang berani keluar dari rumah.


Salsa bangun dan berjalan kedapur,gadis itu berinisiatif untuk membuatkan teh hangat.


" Aduh teh nya habis lagi,aku lupa udah seminggu gak beli sejak Kak Helen pergi " Gumam Salsa lesu.


Gadis itu pun mengambil air ditermos untuk ia minum,Salsa tak bisa keluar rumah karna toko swalayan cukup jauh dan sangat berbahaya jika ia keluar dalam keadaan seperti sekarang.


Hidup sendirian diluar negeri membuat Salsa benar2 harus banting tulang,sejak Hena berpulang hidup gadis itu luntang lantung,kini Salsa benar2 merasakan kehilangan sosok ibu baginya.


Tring tring...


Telepon rumah berdering,Salsa meninggalkan gelasnya dan pergi mengangkat telfon.


" Halo " Sapa Salsa.


" Sa kamu ada dirumah ?" tanya seseorang diseberang.


" Iya,maaf ini siapa ?" tanya Salsa mengernyit.


" Ini aku Jacob " jawab orang itu.


" Oh Kak Jacob,kenapa Kak ?" tanya Salsa semangat.


" Disana lagi badai angin ya ?" tanya Jacob.


" Iya Kak,udah dari semalam " jawab Salsa lesu.


" Kamu jangan keluar ya,Helen khawatir sama kamu " Ucap Jacob.


" Iya aku gak keluar rumah,angin kenceng banget " Balas Salsa patuh.


" Makanan masih ada ?" tanya Jacob.


" Masih sedikit,aku belum beli " jawab Salsa.


" Ya udah,Kakak telfon orang toko biar anter bahan makanan buat kamu " Kata Jacob perhatian..


" Waah makasih Kak " Ucap Salsa girang.


" Iya sama2,oh iya kamu jaga diri ya disana,Helen gak bisa ngomong sekarang dia lagi sariawan " Kata Jacob terkekeh.


" Hah Kak Helen sariawan ?" tanya Salsa kaget.


" Gak tau itu apa namanya,tapi orang disini bilang sariawan " Jawab Jacob.


" Oh iya iya " kata Salsa paham.


" Ya udah,kamu hati2 ya jaga diri " Ujar Jacob.


" Iya Kak makasih " jawab Salsa tersenyum.


Tut.


Panggilan terputus,Salsa menghela nafas dengan senyum merekah.


" Alhamdulliah,ternyata Kak Jacob perhatian banget " Gumam Salsa tak percaya.


Selama ini Salsa kira Jacob orang yang kejam dan pelit senyum seperti Kakak iparnya tapi ternyata lelaki itu sangat peduli dengan sesama meski Salsa bukan siapa2.


" Aku bersyukur banget kalo Kak Helen jadi nikah sama Kak Jacob,dia pria baik dan bertanggung jawab " Ucap Salsa tulus.


Sejak Salsa tinggal disana memang bukan hal aneh bertemu dengan Jacob,tapi lelaki itu tak pernah menyapanya apalagi tersenyum manis,tapi sejak hari terakhir Hena lelaki itu berubah drastis,Jacob yang dulunya banyak diam kini mulai membaur bahkan sangat serius ingin menikahi Helen.


Pria itu juga rela2an pergi ke negara Bara untuk meminta restu karna Helen masih dalam pengawasan Bara dan keluarganya.


" Huh mending aku mandi air hangat dulu biar seger " Gumam Salsa ceria.


Gadis itu pun berjalan kekamarnya mengambil handuk.

__ADS_1


Begitulah rutinitas Salsa yang tak jauh dari tempat kuliah,kerja dan rumah.


Gadis itu tak banyak main2,karna ia fokuskan untuk segera lulus dan pulang lagi kenegara asalnya.


Dilain tempat,seorang lelaki terlihat fresh setelah berenang dipantai.


Alexi berjalan masuk dan berpapasan dengan Winda yang berlarian tak nentu.


" Kenapa Win ?" tanya Alexi.


" kamar mandi lain ada gak Lex,semuanya penuh " Jawab Winda.


" Kamar kamu ?" tanya Alexi.


" dipake Byanca sama Salma " jawab Winda.


" astaga,kenapa mereka ada disana ?" tanya Alexi heran.


" Takut dimarah Bibi " Jawab Winda terkekeh.


Alexi menggeleng pelan dan menarik tangan gadis itu keluar.


" Ehh kamu mau bawa aku kemana ?" tanya Winda kaget.


" Cepet ikut " Jawab Alexi terus menarik Winda.


Gadis itu menurut meski tak tau tujuan Alexi.


Mereka berjalan kebelakang Vila terlihat seorang lelaki sedang berdiri dekat sumur.


" Eh Lex,mau kemana ?" tanya Winda takut.


" Mandi disana " jawab Alexi.


" Hah gila kamu gak mau ah " Kata Winda berontak.


" Gak aku ceburin,ikut aja napa " kata Alexi gemas.


" Aku takut Lex " Ucap Winda ngeri.


Alexi terus menarik tangan Winda hingga mereka sampai didekat sumur tsb.


Lelaki itu menoleh dan kaget melihat Alexi,Winda bersembunyi dibelakang tubuh sahabatnya.


" Ada Den,kenapa ?" tanya si Bapak sopan.


" Mau mandi " Jawab Alexi.


" Ehh gak gak Lex " Kata Winda ketakutan.


" Oh bisa Den,mau saya bantu ambilkan ?" tawar si bapak.


Alexi mengintip sumur itu dan menggeleng.


" Gak usah Pak,airnya dangkal " Ucap Alexi.


" Iya Den " jawab si bapak tersenyum.


Winda terus sembunyi,tiba2 bulu kuduknya berdiri apalagi melihat sibapak berkumis lele.


" Cepet sini " Kata Alexi menarik tangan Winda berganti tempat.


" Gak mau Lex " rengek Winda ingin menangis.


" Gak papa Neng,aman kok " Jawab si Bapak meyakinkan.


" Gak ada hantunya kan Pak ?" Tanya Winda pucat.


" Hehe paling saya hantunya Neng " jawab si bapak tertawa.


deg..


Winda melotot kaget dan kembali bersembunyi.


Alexi tertawa dan mulai mengambil ember kecil yang sudah diikatkan ke tali.


Si bapak mengambil kaleng besar untuk menampung air Alexi.


Winda menelan ludah kasar,seumur hidup baru kali ini gadis itu akan mandi dengan air sumur.

__ADS_1


" Duduk " Pinta Alexi.


" Duduk dimana ?" tanya Winda.


" Jongkok disini " Jawab Alexi seraya menentak kakinya.


" Lex " Panggil Winda datar.


" Cepetan nanti masuk angin " Kata Alexi gemas.


Winda melirik si bapak,pria itu mengulum senyum dan meninggalkan mereka berdua.


" Gak ada sabunnya Lex " Kata Winda mencari alasan.


" Itu apa ?" tunjuk Alexi kepada seonggok sabun cair dipinggir rumah.


" Itu sabun siapa ?" tanya Winda melotot.


" Cepetan Winda " Pinta Alexi mulai panas.


" I ya ya " Kata Winda kesal.


Gadis itu pun mengambil sabun dan berjongkok didepan Alexi.


Dengan santai Alexi menyiramkan air diember ke kepala gadis itu.


" Huhhh dingin " Pekik Winda menggigil.


" Seger kan airnya " Kata Alexi tersenyum.


" Iya " jawab Winda.


" Ayo cepetan,disabunin tuh badan " pinta Alexi.


" iya " Jawab Winda.


Gadis itu pun duduk lesehan di rumput lalu membalurkan sabun ke badannya.


" Dalem2nya juga " Protes Alexi melihat gadis itu.


" Jangan ngintip ya !" kata Winda was2.


" Cih gak tertarik " Kata Alexi memutar mata malas.


" Haisst " Winda mendengus dan menuangkan sabun lagi.


Alexi menunggu gadis itu menyelesaikan acara sabun menyabunnya lalu menyiramkan air lagi.


Winda memikik senang,gadis itu terlihat seperti anak kecil yang dimandikan bapaknya.


Dari arah kejauhan,seorang pria keluar mencari 2 adiknya yang tak terlihat batang hidung.


" Ketemu gak ?" tanya sang istri mendekat.


" Gak,kamu yakin mereka udah naik ?" Tanya Serkan khawatir.


" Iya tadi Papa bilang Winda udah selesai " Jawab Histi.


" Aduh mereka kemana ?" gumam Serkan takut.


Pria itu pun kembali berjalan hingga telinganya mendengar guyuran air dari arah belakang.


" Astaga " Pekik Serkan terbelakak.


Histi ikut berhenti berjalan dan melihat kearah manik suaminya.


" Ya ampuunnn " pekik Histi ikut terkejut.


" Kakaaaaakkkk " Pekik Winda melambaikan tangan melihat pasangan itu.


Alexi tertawa dan kembali menyiram Winda membuat gadis itu meloncat kegirangan.


" Tuh adik kamu,kita panik cari mereka,mereka enak2kan mandi disumur " Kata Histi menyenggol lengan suaminya.


Serkan masih terdiam dengan mulut menganga.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2